PENDEKAR KEMBAR

PENDEKAR KEMBAR
Membantu Kota Buntuatas lll


__ADS_3

Seketika saja Broke Justin tewas tak berkutik lagi. Seluruh badanya terlihat hancur seperti tak memiliki tulang. Darah segar mengalir dari sekujur tubuhnya yang remuk.


Keempat anggota Broke Justin yang melihat kejadian itu pun memilih bunuh diri. Mereka tak mau menderita seperti apa yang telah menimpa pimpinan mereka.


Xyang dan Tyang pun segera mengumpulkan seluruh harta yang ada di tempat itu. Mereka berencana untuk membagikanya kepada masyarakat sekitar tempat itu. Karna menurut cerita yang mereka dengar, Masyarakat di dekat tempat itu sudah sangat tersiksa, dengan apa yang telah dilakukan oleh prajurit prajurit penghianat itu. Uang Dan harta benda lainya telah habis dijarah atau diambil secara paksa oleh prajurit penghianat itu.


Berkat informasi dari Tarsam dan teman temanya, Xyang dan Tyang pun menyusun rencana untuk menyerang beberapa kelompok perampok dan pemberontak. Posisi markas perampok dan pemberontak itu pun sudah di gambarkan oleh Tarsam pada peta.


Kali ini Tarsam dan rekan rekanya pun akan ikut membantu Xyang dan Tyang, dengan segenap kemampuan yang mereka miliki. Setidaknya mereka bisa membantu Cyang dan Tyang untuk mengatasi pendekar pendekar kelas rendah.


" Pak Tarsam dan yang lain.." Masuk setelah kita melumpuhkan penjagaan di pintu gerbang... "! Bawalah beberapa gerobak untuk membawa harta yang akan kita dapatkan, dari beberapa markas pemberontak dan para perampok itu..."! Tutur Xyang menjelaskan rencana penyerangan yang akan mereka lakukan nantinya.


Setelah semua rencana di susun, Mereka pun akan bergerak mulai esok pagi pagi sekali. Karna menurut hemat mereka, Menyerang disaat musuh sedang tidak siap akan sangat membantu buat mereka.


Rencana mereka pun sangat sukses. Beberapa kelompok kelompok kecil telah berhasil mereka tumpas sampai habis. Sebagian perampok dan pemberontak yang menyerahpun mereka masukkan kedalam dalam tahanan yang ada di kantor walikota. Beberapa orang orang Tarsam pun ditugaskan untuk menjaga penjara itu. Bahkan tak sedikit ibu ibu yang dengan rela menjadi tukang masak buat para pendekar yang berjaga di kantor walikota.

__ADS_1


Setelah seminggu semenjak mereka melakukan penumpasan, Berita penumpasan itu pun tersebar dengan cepat keseluruh wilayah kota Buntuatas. Bahkan para kelompok perampok dan pemberontak yang tersisa pun, menjadi merasa khawatir kalau kalau markas mereka pun akan ikut di serang oleh pendekar dan kelompok Tarsam. Kabar yang beredar mengatakan kalau sepasang pendekar kembar yang berilmu sangat tinggi, berhasil menumpas beberapa markas perampok dan pemberontak. Bahkan menurut kabar yang beredar, Pendekar kembar itu dengan mudahnya menumpas prajurit penghianat senangnya mudah. Kelompok Tarsam pun jadi ikut terkenal dengan kejadian kejadian itu.


Kabar itupun sampai juga ke telinga pemerintah pusat. Bernandus yang merupakan Gubernur yang membawahi kota Buntuatas pun, menjadi penasaran dengan sepak terjang pendekar kembar yang sampai juga ke telinganya. Ia pun memerintahkan beberapa panglima perangnya untuk mengundang pendekar kembar yang dimaksud. Untuk datang sekedar berkunjung ke tempatnya.


Xyang dan Tyang pun datang memenuhi undangan sang Gubernur Bernandus. Mereka pun disambut sebaik mungkin oleh Bernandus dikediamanya. Bernandus sungguh penasaran tentang kedua tamu istimewanya itu. Begitu Xyang dan Tyang sampai di kediamanya, Bernandus sedikit kaget begitu mengetahui tamunya itu Dari ras yang berbeda denganya.


" Selamat datang pendekar kembar di gubukku ini... " Maklumlah Kalau penyambutanya hanya seadanya saja.. " Tutur Bernandus sedikit merendah.


" Tak masalah tuan Gubernur... " Kami di undang secara langsung untuk datang kesini saja, Sudah merupakan kehormatan yang besar buat kami.. " Sahut Xyang.


" Maaf sebelumnya pendekar kembar... " Jujur saya sedikitpun tidak mengira kalau kalian bukanlah penduduk negri ini.. " Untuk itu.. " Sebagai Gubernur yang memimpin wilayah kota Buntuatas ini, Saya secara pribadi mengucapkan banyak trimaksih pada kalian.." Saya atas nama negri ini, Mengucapkan trimakasih atas apa yang telah kalian perbuat untuk membantu meringankan beban pemerintah.. "


" Berita tentang kalian pun sudah sampai ketelinga baginda kaisar Bernardio..." Dan beliaupun sangat sangat berterimakasih kepada kalian berdua.. " Dan beliau pun memberikan sedikit kenang kenangan kepada kalian.. "! Beliau berharap kalian tidak menolak cendramata yang beliau berikan..."!


"Wah.. "! Tak perlu repot repot tuan Gubernur... "! Karna sudah sewajarnya kami membantu masyarakat di kota Buntuatas ini.." Kebetulan juga kami sedang terdampar disini, Dan kami mengetahui adanya tindakan tindakan oleh sekelompok orang orang yang tidak manusiawi.. " Maka kami ingin sekali membantu para warga dan masyarakat disini.. " Namun bila hal itu ternyata sampai juga ke telinga tuan Gubernur, Bahkan sampai juga ke telinga kaisar Bernardio, Maka kami sudah sangat tersanjung olehnya.. "! Jujur kami tak mengharapkan apa apa atas apa yang kami lakukan.. " Namun jika tuan Gubernur mengatakan itu perintah kaisar, Kami pun tidak bisa berbuat apa.. " Tutur Xyang panjang lebar.

__ADS_1


Gubernur Bernandus pun memerintahkan anakbuahnya, untuk mengambilkan hadiah yang di perintahkan kaisar, agar segera di serahkan kepada sang pendekar kembar Xyang dan Tyang.


Ternyata hadiah yang dimaksud sangatlah banyak jumlahnya. 4 peti koin emas, 4 peti perhiasan, Dan masih banyak lagi barang barang berharga lainya. Xyang dan Tyang pun terkejut menerima semua hadiah dari kaisar. Namun dalam sekejap mata saja semua benda dan perhiasan itu telah hilang Dari pandangan mata Bernandus.


" Sungguh memang luarbiasa kalian berdua.."! wah... wah... "! Seumur umur baru ini saya menyaksikan langsung ruang penyimpanan yang sangat langka itu.."! Ternyata kalian juga memilikinya... "! wah.. wah.. wah... "!! luar biasa...."! Gumam Bernandus penuh takjub Akan apa yang Xyang dan Tyang lakukan dihadapanya sendiri.


" Baiklah tuan Gubernur... "! Berhubung masih banyak hal yang ingin kami lakukan dan bereskan.."! Maka dari itu kami mohon ijin pamit.. "! Tutur Xyang sambil membungkukkan badan.


Sesampainya dirumah Tarsam, Xyang dan Tyang pun membagikan sebagian hadiah yang mereka dapat kepada Tarsam dan rekan rekanya. Tarsam pun mengucapkan banyak trimaksih pada Xyang dan Tyang.


Tak berlama lama, mereka pun mulai menyusun rencana penyerangan, ke markas utama pemberontak. Namun mereka berencana untuk tidak serta merta membunuh semua pemberontak. Karna menurut informasi dari Tarsam, Banyak di antara pemberontak itu yang terpaksa ikut, Karena berada dibawah tekanan pemberontak sebenarnya.


Xyang dan Tyang pun menyerahkan beberapa tugas kepada Tarsam dan rekan rekanya, Untuk membujuk mereka yang berada dibawah tekanan agar segera meninggalkan markas pemberontak. Karna jika penyeragan sudah terjadi Xyang dan Tyang tak dapat memilah mereka yang mana saja.


Tarsam dan rekan rekanya pun melaksanakan seperti apa yang Xyang dan Tyang katakan. Mereka pergi menyusup ke markas pemberontak, Mereka pun menemui orang orang yang mereka kira masih mau insyaf. Dan meminta pada orang orang itu agar memberitahukan juga pada yang lainnya.

__ADS_1


Ternyata setelah aksi penyusupan Tarsam dan rekan rekanya, Banyak sekali pemberontak yang memilih meninggalkan markas dan memilih bergabung dengan pak Tarsam dan rekan rekanya. Dengan jaminan dari Xyang dan Tyang, Mereka pun jadi yakin untuk bergabung.


* Maaf upnya gak bisa stabil.. 🙏🙏


__ADS_2