
Deru langkah kaki kuda bergerak dengan cepat terlihat delapan penunggang kuda melakukan perjalanan menuju kaki gunung renggarok, Panji memimpin perjalanan menuju markas bandit gunung, Mahesa yang berada di belakang mengikuti dengan santai.
Perjalanan menuju kaki gunung tergolong dekat, butuh dua hari satu malam mereka akan tiba di tujuan, tujuan utama Ki larjo bisa sampai di desa Sempring adalah mengumpulkan koin emas sekaligus gadis belia yang akan mereka gunakan sebagai pemuas nafsu setelah bosan para gadis akan di jual menjadi budak.
Beda halnya jika ada pesanan dari bangsawan atau kelompok tertentu yang menginginkan beberapa gadis belia sebagai imbalan koin emas yang sepadan.
Setelah melewati hutan jati ini kita akan sampai di desa terakhir sebelum mendaki ke kaki gunung renggarok, sebaiknya kita menginap disini sebelum memasuki hutan jati,... ucap Panji menjelaskan.
Baik kita bermalam disini saja, kalian berempat cari hewan buruan buat dimakan,... ucap Mahesa.
Hutan jati yang di tempati Mahesa bermalam sangat jarang dilewati penduduk, bagi bandit gunung mencegat saudagar kaya yang melintas di area sekitar hutan jati merupakan sering dilakukan, apa bila hasil jarahan telah di peroleh mereka akan bersembunyi di hutan jati kemudian membawa hasil rampokan ke markas.
setelah mengisi perut dengan ayam hutan dan beberapa kelinci yang telah di tangkap, Panji memberanikan diri mengajak berbicara Mahesa dan Caraka.
Tuan muda apakah niat dari tuan menaklukan kami yang hanya pendekar rendahan, memang dari segi jumlah kami bisa dikatakan banyak tapi dari segi kekuatan sangatlah kurang,... tanya Panji.
Nanti juga kau akan tau saudara Panji,.. balas Mahesa dengan senyum terselubung.
Panji cuma bisa menyipitkan mata tanda keraguan di benaknya, ada satu lagi yang mengganjal di benak Panji, kenapa kedua pendekar ini begitu mirip apa kah mereka saudara kembar atau hanya teman seperguruan, dan pendekar yang sedarita hanya diam mirip dengan pendekar naga emas, semua hal di benak Panji tidak berani diutarakan karena dengan satu pertanya saja Mahesa menjawab dengan santai.
Setelah selesai berbenah kelompok yang di pimpin Panji bergerak dengan cepat memacu kuda mereka ke arah kaki gunung renggarok, Mahesa berharap sebelum malam menyingsing mereka telah tiba di markas bandit gunung.
Tanpa hambatan berarti kelompok yang dipimpin Panji telah mendaki di kaki gunung renggarok, tuan kira kira sebelum matahari hari tenggelam kita akan sampai di markas,... ucap Panji yang menuntun kudanya perlahan melewati bebatuan gunung yang sulit.
__ADS_1
Caraka yang sedari awal hanya diam memasang kewaspadaan tinggi, indra perasa nya menyadari banyak mata mata yang memantau pejalan mereka, adik Mahesa ini terkenal pendiam sedari kecil.
Tampak gerbang markas yang disusun dengan tanaman bambu segai pembatas wilayah, taktik yang begitu pintar menyembunyikan keberadaan bangunan bangunan yang tergolong besar di balik rindangnya pepohan bambu.
Siapa di sana,... teriak penjaga gerbang yang bertengger di atas pohon bambu yang rindang.
Kami telah kembali kawan, tolong bukakan pintu,... jawab Panji.
Di mana ketua, mengapa ia tidak tampak bersama kalian,... balas penjahit kembali.
Ketua masih ada keperluan bertemu dengan pembeli, ia menyuruh kami kembali lebih dulu,.. sahut Panji berbohong.
Tak berselang lama penjaga gerbang membuka kan pintu, pohon pohon bambu terbelah tampak bangunan bangunan besar terlihat dari balik pepohonan sungguh pandangan yang berbeda tampak dari luar, mahesa dan Caraka berdecak kagum melihat hal itu.
Panji mengajak rombongan menuju aula utama ia berencana mengadakan pertemuan besar agar dirinya di akui sebagai ketua, dan berharap kehadiran Mahesa dan Caraka mempermudah segala nya.
Panji memerintah kan ke lima teman nya yang ikut dlm perjalan memberitahukan ke pada seluruh anggota bandit gunung untuk berkumpul di aula utama, dengan bawa sertakan nama Ki larjo yang mengundang tentu seluruh anggota bandit akan berkumpul.
Di aula utama tampak penuh oleh anggota bandit yang telah berkumpul, bisik terdengar bahwa Panji telah memusnahkan Ki larjo dan mengambil alih ketua bandit gunung.
Seluruh anggota bandit gunung pertemuan ini sangat mendadak mohon di maklumi, Ki larjo telah tewas di tangan kedua pemuda di samping saya, ia berencana mengajak kita bergabung dengan kelompok nya dan merubah jalan hidup kita,... ucap Panji berdiri di atas podium mengutarakan maksud pertemuan.
Hai Panji jika memang dia yang telah membunuh ketua mengapa engkau mengajak ke tempat persembunyian kita, harusnya kau binasakan saja kedua pemuda itu,... ucap tetua ke tiga Panjul.
__ADS_1
Apa kau bodoh Panjul, Ki larjo saja tidak sanggup melawan kedua pemuda ini, malah kau sengaja mengajak menantang dia,... balas Panji sambil mengejek.
Ruangan yang tadinya berisik berubah tenang setelah ucapan dilontarkan oleh Panji, bahkan beberapa anggota bandit yang berfikir sama dengan Panji.
Panji mempersilahkan Mahesa untuk mengutarakan maksud nya bertandang ke markas bandit gunung.
Kawan kawan sekalian jika dalam pertarungan siapa yang kalan maka ia harus menjadi bawahan namun tidak dengan kami berdua, jika kalian kira kedatangan kami bertujuan membumi hanguskan markas kalian salah' kami bertujuan mengajak bergabung saudara sekalian untuk merubah hidup lebih baik,... ucap Mahesa.
Jika kami menolak apa yang akan kau lakukan kisanak,... ucap seorang laki laki tua.
Aku tidak akan memaksa kalian semua untuk menuruti kehendak kami, tapi yang harus kalian ingat setelah keluar dari kelompok bandit apa yang akan kalian lakukan, dan sudah tentu menjadi gampang untuk di taklukan oleh musuh kalian,... balas Mahesa.
Kisanak jika memang kau menjanjikan kehidupan yang lebih baik jelaskan,... ucap Panjul.
Baik', saya beserta adik saya berencana membangun pasukan kuat untuk menyatukan kembali benua biru, tentu perjalanan tidak sebentar, jadi sebelum itu terjadi saya meminta kepada kalian meningkat kan tahap tenaga dalam kalian semua, jika kalian setuju silahkan tetap di tempat, jika ada yang tidak setuju maka silahkan meninggal markas ini,... ucap tegas Mahesa.
Tak berselang riuh gaduh terjadi di aula utama banyak dari mereka yang sangsi akan ucapan Mahesa tapi banyak juga yang sependapat, tak ayal dari sekitar dua ratusan anggota bandit yang tersisa tinggal seratus tujuh puluhan saja yang tinggal.
Mereka yang memilih keluar segera berlari, mereka takut ucapan Mahesa hanya bualan belaka.
Baiklah saudara saudaraku sekalian yang memilih tetap bergabung dengan kami, kelompok ini di beri nama RELEAF, di pimpin oleh saudara Panji, sebagai awal saya akan memberikan kitab pedang angsa putih untuk kalian pelajari, dan beberapa tanaman herbal untu meningkat kan tenaga dalam,.. ucap Mahesa menyerahkan yang di maksud kepada Panji.
Untuk tugas dan cara kalian mendapatkan pundi pundi koin emas akan di atur oleh saudara Panji, begitu pun struktur kelompok kita, tempat ini juga akan kit jadikan sebagai markas utama kelompok RELEAF, setelah enam bulan ke depan ku harap kalian telah berkembang dengan pesat,... lanjut Mahesa.
__ADS_1
Setelah menyelesaikan urusan di dalam markas utama, Mahesa berpamitan ke pada seluruh anggota yang ada, langkah selanjut Mahesa dan Caraka bertandang ke padepokan kuil putih bertemu dengan Romo Gede.