
mereka mampu berlari sejauh 2000 km tanpa jeda, dengan kecepatan rata rata 40 Sampai 50 kilometer per jam, bahkan untuk kecepatan maksimal, mereka bisa berlari dengan kecepatan 80km per jam tanpa menggunakan Tenaga murni, ya... hanya mengandalkan tenaga pisik saja. pencapaian yg luarbiasa buat anak seumuran mereka.
namun hal itu masih Jauh dibanding guru mereka.
konon katanya guru mereka sanggup berlari dengan kecepatan maksimal 150 km per jam, dan angkat beban 1 ton. tanpa menggunakan tenaga murni. namun semua itu tidaklah gampang mereka capai, tapi dengan Latihan yg keras dan tekun. Dan hasilnya pun luarbiasa.
Namun ada satu hal yg tidak kalah penting, ya pengendalian diri atau penguasaan diri.
Penguasaan diri sangat perlu, ya.. karna seorang pendekar yg hebat itu harus bisa menguasai diri. harus bisa mengontrol emosi. harus bisa memanfaatkan situasi. karna Kalau tidak, konsentrasi bisa buyar dan hal itu bisa berakibat fatal.
Oleh karna itu Bha Lyang dan Cheng Ming akan mengajarkan hal itu pada murit mereka.
Xyang, Tyang, Zhui dan Zhoy Hari ini kalian akan belajar penguasaan diri dan pengendalian diri. untuk itu kalian harus bisa masuk ke alam bawah sadar kalian sendiri.
untuk itu kalian harus siap, karna untuk dapat mengalahkan diri sendiri itu lebih sulit daripada mengalahkan musuh.
apa kalian sudah siap....!?
kami siap guru... !! sahut mereka bersamaan.
Merekapun mengambil posisi duduk bersila.
konsentrasikan diri kalian, fokus pada jiwa kalian, karna jika tidak kalian tak akan bisa masuk ke ruang bawah sadar kalian.
setelah berapa saat merekapun sudah masuk ke ruang bawah sadar mereka sendiri sendiri.
Xyang pun masuk ke dalam ruang yg sangat gelap, tak ada cahaya sama sekali. iapun mulai kebingungan harus berbuat apa. tiba tiba muncul seperti cahaya kecil di kejauhan, Xyang berpikir untuk mendekati sumber cahaya tersebut.
setelah berjalan beberapa saat, cahaya tadipun Jadi semakin nyata dan terang. Xyang terus berjalan menuju ruang yg terang itu. lama lama iapun sampai sesuatu tempat yg tidak asing baginya. ya... hutan belantara... mirip sekali bahkan hampir persis sama.
Xyang pun berjalan menuju rumah dalam pikiranya, namun sudah jauh berjalan blm juga sampai di tempat yg ia tuju. hal ini membuat Xyang makin kebingungan saja. perasaan rumah gak sejauh ini...? batin Xyang.
tiba tiba Xyang melihat seorang anak kecil berumur Kira Kira 4 tahun, wajahnya tertutup rambutnya hingga Xyang tak dapat melihat wajah anak itu.
Hei... adik kecil...!! kamu mau kemana..? kenapa kamu bisa berada di hutan belantara ini..? tanya Xyang penasaran.
namun anak itu Hanya diam seribu bahasa, menoleh pun tidak kepada Xyang yg menyapanya.
hei.. adek kecil... kamu mau Kemana..? tanya Xyang kembali dengan nada yg lebih keras, takut kalau anak kecil itu tak mendengar sapaan pertamanya tadi.
namun Lagi lagi anak itu tak bergeming juga, dia hanya duduk di atas batu sambil menundukkan kepalanya.
Karna penasaran Xyang pun mendekatinya. saat Xyang mau menyentuh bahu anak itu, jangan kau sentuh aku Xyang.... lirik anak itu pelan, namun sangat jelas terdengar Oleh Xyang.
Xyang kaget sekali, mengetahui bahwa anak di depanya tau namanya.
adik.. "! apa Kita saling Kenal..? tanya Xyang penuh kebingungan.
namun anak itu tetap diam tak bereaksi.
Xyang jadi sedikit kesal juga dengan tingkah anak itu. dan berpikir untuk pergi saja dari situ melanjutkan langkahnya menuju rumah.
__ADS_1
Percuma kau berjalan sampai tua pun kau takkan menemukan rumah Kita di hutan ini..
Xyang kaget sekali mendengar ucapan anak itu, yg seolah tau pikiranya. dan ada yg aneh.. kenapa dia bilang rumah Kita..? " batin Xyang.
apa maksudmu dengan kata Kita yg kau sebut tadi..? Xyang kembali bertanya penasaran.
dasar bodoh Kau Xyang..... dirimu sendiripun tak kau kenali...!! pendekar macam apa kau ini...!? teriak anak itu.
Xyang tambah bingung dan malah Jadi emosi, mendengar anak itu mengatainya bodoh.
hei.. Kau... !! jaga bicaramu...!! sekali lagi kau menghinaku, aku tak perduli walau Kau anak kecil..
Bodoh ya... kubilang memang bodoh... anak itu memotong pembicaraan Xyang.
Anak itu pun berdiri lalu berjalan meninggalkan Xyang. huff.... desahnya pelan.
jangan pergi...! teriak Xyang.
terserah aku mau pergi atau tidak, toh gak ada gunaya aku mengajak bersatu anak bodoh Sepertinya. suara anak itu terdengar mengejek Xyang, sengaja memancing emosi Xyang.
Kau....!! teriak Xyang penuh emosi.
apa...?! apa kau marah kubilang bodoh..!? ucapan anak itu makin menyulut emosi Xyang.
jangan kau buat aku marah anak kecil... atau...
atau apa...!!? kau mau memukulku....?! atau kau mau membunuhku...!? kembali anak itu bicara seakan mengetahui pikiran Xyang.
Tak terasa hari sudah sore, mereka hanya terus berdebat. namun Xyang blm juga menyadarinya, kalau anak itu adalah jiwanya sendiri yg muncul di alam bawah sadarnya namun saat usia 4 tahun.
Xyang ahirnya pergi meninggalkan anak itu. ia tak mau kalau sampai ia memukul apalagi membunuh anak yg masih kecil.
Iapun berjalan menyusuri hutan, berharap secepatnya menemukan rumahnya.
setelah lama ia berjalan, Xyang pun teringat kalimat anak kecil tadi, yg mengatakan sampai tua pun Kau tak akan menemukan rumah kita di hutan ini. Xyang pun tersadar kalau sekarang dirinya berada di alam bawah sadarnya sendiri. dan anak itu...? apa mungkin dia diriku yg dulu..? gumam Xyang bertanya tanya dalam hatinya.
Hahahahaha.....
ahirnya Kau sadar juga bodoh...
tiba tiba Xyang mendengar suara anak itu yg telah berdiri disampingnya entah dari kapan.
Kenapa kau menyebutku bodoh Xyang kecil...? tanya Xyang.
ya... Aku menyebutmu bodoh karna memang bodoh. kau tak menyadari kalau aku adalah kau Dan kau adalah aku. apa itu gak bodoh namanya.
Namun kali ini Xyang tak tetpancing emosi mendengar celoteh jiwa kecilnya itu.
apa kau tidak marah padaku,,? aku manganggap kau itu bodoh..?? jiwa kecil Xyang mulai memancing emosi Xyang.
tidak... Aku tidak marah.. karna kamu Adalah aku dan aku adalah kau, celetuk Xyang.
__ADS_1
Tiba tiba saja jiwa kecil Xyang itu berubah Jadi besar dan menakutkan. kalau memang Kau tak marah lawanlah aku. kata jiwa Xyang yg menakutkan itu.
lalu tanpa diduga Xyang telah terlempar sejauh 10 meter karna pukulan jiwanya itu.
Xyang blm sempat bangun, kembali dia kena pukulan dan tendangan. hal itu terjadi berkali kali sampai Xyang benar benar babak belur dibuatnya.
Hahahaha...
ternyata selain bodoh... kau juga sangat lemah... teriak jiwa Xyang itu lantang. Xyang yg berusaha mengumpulkan sisa tenaganya, kembali berdiri.
percuma kau berdiri lagi anak bodoh dan lemah... selesai berkata itu, tubuh Xyang kembali terlempar beberapa meter Kena hantaman kaki jiwanya itu.
darah sudah mengalir dari mulut Dan hidungnya.
Baiklah.... anak bodoh Dan lemah... aku akan mengahiri ini semua. teriak jiwanya lantang.
Jurus tapak maut....
Xyang kaget bukan main, dia akan di hajarvtrus dirinya sendiri pakai salah Satu jurus mautnya sendiri.
Xyang tak mau mati sia sia, dengan sisa tenaga yg ada.
Jurus tapak maut... dan Jurus tapak sakti....
teriak Xyang tak kalah garang.
Bboommmm....
terdengar suara ledakan yg dasyat, menghancurkan apapun yg ada dekat area pertarungan itu.
Xyang terdorong kebelakang 3 langkah, sedang jiwanya itu hilang tak berbekas.
tiba tiba, Xyang kaget saat seseorang menepuk pundaknya dari belakang.
baiklah Xyang.. aku mengaku kalah wujud yg kau hancurkan barusan itu adalah emosimu sendiri. sekarang kau telah lulus sebagai pendekar yg bermental baja.
Tiba tiba jiwa Xyang itu memudar dan hilang.
Xyang pun tersadar, lalu terbatuk batuk.
uhuck.. uhuck...
segera Bha Lyang dan Cheng Ming memberikan ramuan obat, untuk mengobati luka luka yg di alami Xyang saat bertarung di alam bawah sadarnya.
tak berselang lama.. yg lainpun ikut tersadar dan batuk batuk.
Bha Lyang dan Cheng Ming melakukan hal yg sama seperti pada Xyang, yg pertama kali berhasil.
****Trimakasih teman teman masih setia mengikuti tulisan saya ini.
jangan lupa ya kasih like dan vote bintang Lima.
__ADS_1
juga dukungan, kritik Dan Saranya ya...
trimakasih sebelumnya... 🙏🙏😊**