
Pagi pagi sekali mereka sudah melanjutkan perjalanan. Dari desa kampung ilalang, butuh waktu lima hari dengan berjalan kaki, supaya Sampai ke tujuan mereka desa SEDOISE.
karna mereka tidaklah buru buru, mereka pun hanya berjalan biasa saja. sambil menikmati pemandangan di tengah perjalanan mereka.
Sekitar dua kilometer dari desa kampung ilalang. mereka melihat sepertinya Ada keributan di jalanan yg akan mereka lalui.
ternyata sekelompok pedagang sedang Di hadang sekelompok perampok.
serahkan semua harta benda kalian... atau kalian akan kami bikin mampu semua. teriak kepala rampok.
Pedagang yg hanya dikawal 15 orang pendekar. Ada tiga orang pendekar kaisar tahap dua awal. 5 orang pendekar raja tahap enam menengah, sedang sisanya hanya pendekar kelas tiga dan empat.
Kekuatan pengawal itu jelas kalah jauh, sedang kepala rampok itu sudah ditahan pendekar kaisar tahap 7 ahir. dan sekitar duapuluh orang pendekar kaisar tahap 6 menengah, 30 orang pendekar Raja tahap 8 ahir. Dan sisanya sekitar 50 orang pendekar raja tahap 3 ahir Dan pendekar kelas 4 tahap ahir.
sungguh kekuatan yg luarbiasa untuk ukuran perampok.
Para pengawal pedagang itupun bergidik ngeri melihat kekuatan perampok ini. seumur umur Baru Kali ini mereka menghadapi rampok sekuat ini.
Ayo... serahkan harta kalian... lalu kalian boleh kembali, pulang dengan nyawanyapun kalian. kembali terdengar teriakan kepala perampok itu.
Maafkan Kami tuan... ini adalah barang barang yg tidak berharga. tuan tuan semua tentu tidak mau barang barang tak berharga yg kami bawa ini. Jawab seorang Pedagang mencoba negosiasi dengan para rampok.
Hei.... kalian bunuh semua para Pedagang tak berguna itu... teriak kepala perampok itu.
seketika itu juga, ratusan Anggota rampok itu maju menyerang pedagang itu.
melihat negosiasinya gak berhasil, Pedagang itu pun mundur, dan memerintahkan para pengawal menghadapi para rampok itu.
Ahirnya pertarungan tak seimbangpun terjadi.
suara pedang beradu saling sahut sahutan. gak berapa lama terdengar suara suara teriakan memilukan dari para pengawal yg Kena pukulan ataupun sabetan senjata.
seluruh anggota pengawal telah habis kecuali kepala pengawal dan 3 orang pendekar raja. itupun kondisi mereka sudah gak karu karuan.
Hentikan.....
Tiba Tiba terdengar teriakan menghentikan pertarungan.
Xyang Dan yg lain baru sampai di tempat pertarungan.
semua yg bertarungpun spontan berhenti, mendengar teriakan barusan. mereka Sangat kaget mendengar suara yg Di aliri tenaga murni yg tinggi. membuat mereka merasa tertekan.
Hei... anak muda....!!! siapa kau.. ..!!? berani beraninya kau mengganggu perampok Laskar Tengkorak. apa Kau tak takut mati berurusan denganku Barda si Laskar tengkorak..!! teriak kepala rampok yg ternyata bernama Barda itu.
Maaf paman... rampok tetaplah rampok, aku tak perduli kau siapa dan kelompok apa...!! Aku hanya gak mau ada perampokan didepan mataku. teriak Xyang masih dialiri tenaga murni.
sebenarnya Barda rasa kaget juga mengetahui Xyang dapat menekanya melalui suara saja.
Barda pun GA percaya Kalau anak muda yg di depanya ini adalah pendekar suci tahap awal.
Barda juga melihat keberadan Bha Lyang Dan Cheng Ming serta seorang anak gadis yg setara kekuatanya dengan anak muda yg Di depanya. namun karna merasa menang jumlah diapun memberanikan diri.
Hahaha..... anak muda.. Kami gak akan mundur sebelum berhasil.
Kau tau... motto Laskar tengkorak LEBIH BAIK MATI DARIPADA PULANG DENGAN MALU.
Hhhuuuuuu....... terdengar teriakan para anggota rampok mendukung pemimpin mereka.
Baiklahhh.... Jika memang kalian ingin mati di tempat ini... Aku akan mengabulkanya. teriak Xyang penuh amarah yg menggucang daerah itu karna getaran suara Xyang yg penuh Tenaga.
__ADS_1
Bunuh mereka semua.. jangan biarkan ada yg lolos... teriak Barda memberi perintah ke anak buahnya.
serentak para rampok itupun menyerang Xyang.
Tyang yg sedari tadi diam aja ikut turun membantu Xyang. namun tidak dengan Bha Lyang Dan Cheng Ming.
mereka berdua ingin melihat Xyang Dan Tyang dalam pertarungan yg sebenarnya. toh juga para perampok itu masih Dibawah Xyang Dan Tyang.
Trang... ting... Duukkk... sreett...
terdengar suara suara dentingan besi beradu, suara tubuh terkena sabetan pedang dan trisula milik Xyang Dan Tyang.
Jeritan kematian para rampok itupun terdengar sahut sahutan, kemudian banyak sudah dari mereka yg jatuh memegang nyawanyapun di tanah.
darah mengalir Seperti anak sungai. hanya hitungan menit saja seluruh anggota rampok Sudah tumbang tanpa tersisa.
hanya tersisa Barda dan tiga orang pendekar kaisar tahap 6 dan tujuh orang pendekar raja tahap 6.
melihat jumlah mereka yg tersisa tinggal sebelas orang lagi. barda pun panik, gak Kalah panik Lagi anak buahnya yg tinggal sepuluh orang itu.
ayo kabur.... teriak Barda kepada sepuluh anak buahnya yg tersisa.
Berhenti.... teriak Xyang dialiri Tenaga murni yg lebih besar lagi.
dasar pengecut... !! apa kalian Sudah lupa motto Laskar tengkorak..!!?? teriak Xyang seolah mengingatkan mereka.
mereka pun Sudah tak dapat bergerak karna tekanan suara yg Xyang keluarkan. para perampok itupun jatuh berlutut di tanah.
maafkan Kami tuan muda dan nona.
tolong lepaskan Kami.. karna kamu masih memiliki Keluarga yg harus Kami hidupi.
Hahahahaha..... Bukan kah tadi Kau yg mengatakan, lebih baik mati daripada pulang dengan malu....!!
apa Sekarang kau Sudah tak tau malu Lagi..!!?
mana wajah bengismu yg tadi...!? teriak Xyang.
Maafkan Kami tuan dan nona.... lagian Kalau Kami semua mati di tempat ini, komandan kami pasti akan mencari kalian, menuntut balas atas yg terjadi pada kami. Nada barda sedikit mengancam dengan menakut nakutin Xyang Dan Tyang.
Hahahahaha.... Kau pikirkan Kami Takut.. dengan ancamanmu..?! dasar pengecut... sudah kejepit aja bisa bisanya kau mengancam Kami. tadinya aku berpikir mau melepaskan kalian... namun karna kalian ini tak mungkin bisa dibimbing lagi, maka maafkan aku.
Jurus tendangan seribu......
Boom... duuaarrr.... terdengar dentuman suara menggelegar saat kalian Xyang mendarat cepat Di tubuh mereka semua.
mereka yg tidak siap Sama sekali, langsung tersungkur jatuh ke tanah. darah segar mengalir dari mulut hidung dan telinga mereka.
mereka semua jatuh ketanah dan tewas seketika itu juaga.
Para Pedagan Dan pengawal yg tersisapun mengusapkan terimakasih kepada Xyang Dan Tyang.
ini tuan Dan nona pendekar.. Kami memberikan sedikit sebagai rasa trimakasih kami atas pertolonganya. sambil pedagang itu menyodorkan sekantong koin perak.
jumlahnya memang tak banyak, Karna kami memang tidak membawa cukup banyak uang. tutur Pedagang itu.
Xyang Dan Tyang pun menerimanya.
Tolong kalian kuburkan mayat mayat itu. karna Kalau dibiarkan takut menimbulkan virus yg berbahaya. pinta Xyang pada para Pedagang itu.
__ADS_1
Baiklah tuan... Kami akan segera melaksanakanya. sahut Pedagang tadi.
pengawal.. kalian dengar perintah tuan pendekar ini.. segera laksanakan. Pedagang itu berujar setengah berteriak, biar kedengaran sama pengawalnya yg posisinya rasa Jauh.
Setelah Selesai merekapun meninggalkan tempat itu bersama Sama.
tuan Pedagang.. sebenarnya Kemana tujuan kalian... Tanya Xyang.
oohhh... Kami mau ke kota tuan. Jawab Pedagang itu.
apa Kota itu satu arah sama desa SEDOISE..? tanya Xyang.
ya tuan desa SEDOISE akan melewatinkota tujuan kami.
Kalau begitu apa kami boleh menumpang di kreta tuan pedagang. tanya Xyang.
Tentu tuan pendekar... sangat boleh sekali seru pedagang itu gembira. karna bisa sambil mendampingi perjalanan mereka dengan aman.
Merekapun berjalan Lagi setelah semuanya dibereskan.
Ditengah perjalanan Xyang ngobrol ngobrol sama Pedagang tadi.
sedang Bha Lyang, Cheng Ming Dan Tyang memilih untuk istirahat tidur.
apa Kota yg tuan tuju masih Jauh...? terdengar suara Xyang.
Kalau Lancar dua Hari Lagi tuan.. nah dari Kota, sekitar 3 Hari Lagi Baru sampai di desa SEDOISE.
Oh... ia Tuan pendekar, Kalau saya boleh tau, apa tujuan tuan ke desa SEDOISE...? karna beberapa tahun terahir ini.... tiba tiba Pedagang itu diam.
Kenapa tuan... Kenapa beberapa tahun terahir....!? Tanya Xyang penasaran.
IA tuan.. beberapa tahun terahir, keadaan Di desa itu sungguh gak baik. hampir separuh penduduk desa itu, menjadi budak peliharaan seorang wanita,, ya wanita itulah penyebab desa itu Jadi seperti neraka.
Banyak pemuda desa yg dipaksa jadi budaknya, dan kabarnya lagi para pemuda yg Di rekrut Jadi budaknya, semua harus dapat memeuaskan nafsu Ibrahim perempuan itu. Kalau tidak pemuda itu pasti mati dibunuh.
ya... walau memang hidup juga gak ada bedanya sama mayat hidup.
mayat hidup...!? apa maksud tuan mayat bisa berjalan..!? Tanya Xyang memotong cerita pedang itu.
Bukan tuan... Bukan begitu maksudnya... tapi.. setiap para pemuda itu selesai memuaskan nafsu wanita itu... mereka akan di pasang jarum di leher. konon katanya dengan jarum itu, wanita itu bisa mengendalikan pemuda pemuda itu. tak ada satupun yg bisa menolak perintahnya. Dan gitu para pemuda itu Akan tiba tiba Jadi pendekar hebat setelah dipasang susuk itu. kehebatan mereka tergantung dari kemampuan sebelum dipasang susuk.
setelah di pasang, kekuatan para pemuda itu bisa meningkat 5 Sampai 6 Kali lipat.
Dengar Dengar juga ni tuan... menantunya sendiri pun, tak Luput dari kekejianya itu. padahal Katanya dulu menantunya itu orang yg sangat baik. ramah juga sopan. namun tak tau karna apa, menantunya itu pun di Jadiin budak nafsunya.
Sudah banyak para pendekar aliran putih yg mencoba membasmi, namun semu pulang dengan luka luka yg parah. gak sedikitvjuga yg tewas disana. Pedagang itupun bercerita dengan semangat.
tak terasa hari sudah mulai gelap, dan sebentar lagi mereka akan sampai di sebuah desa yg cukup ramai. namanya desa Tanah Tinggi.
Trimakasih pembaca yg budiman, masih mengikuti cerita saya.
jangan lupa ya..
saran dan kritiknya..
dukungan serta likenya..
Satu Lagi vote bintang lima ya...
__ADS_1
trimakasih.... 🙏🙏😊