
Setelah acara penerimaan murit baru, para tamu undanganpun mulai berpulangan.
karna acara memang sudah selesai.
Dari 250 yg lolos, 100 di antaranya adalah wanita.
pembagian kamar pun dilakukan dengan sebaik baiknya.
lelaki sekamar dengan 4 orang lelaki lainya.
yg perempuan juga begitu.
Dua bulan sudah berlalu, 250 murit yg di terima sudah di tentukan tingkatanya.
180 orang menempati tingkat biasa.
40 orang menempati tingkat sedang.
25 orang menempati tingkat bagus.
5 lainya menempati tingkat zenius.
sedang zenius di antara zenius kosong.
Zhui dan Zhoy sudah tugaskan untuk melatih para murit baru, walau hanya baru menguasai jurus pedang saja, namun itu sudah cukup. karna untuk ukuran zenius saja seperti Zhui dan Zhoy butuh waktu 6 bln untuk mempelajarinya keseluruhan.
Di waktu senggang, Zhui dan Zhoy juga berlatih jurus jurus yg lainya.
kini mereka sudah menguasai separuh dari Kitab jurus tapak sakti.
Merekapun berlatih terpisah, saat malam dan merekapun berlatih bersama 5 zenius lainya. sedang untuk murit yg lainya, mereka hanya berlatih pagi sampai sore saja. sisanya mereka juga di ajarkan berbagai keahlian lainya.
Ada yg belajar menganyam keranjang bambu atau rotan, Ada yg belajar menjahit, menyulam, Ada juga yg belajar membuat senjata, obat obatan serta masih banyak lagi.
Dan hasil Dari semua itu akan di jual ke pasar. sebagai tambahan biaya perguruan.
Setahun sudah berlalu nama perguruan Hutan Belantara pun semakin dingin kenal orang orang, baik warga biasa, terutama pendekar pendekar.
Zhui dan Zhoy sudah menguasai 3 KITAB perguruan. tinggal KITAB trisula yg blm mereka kuasai. namun itupun mereka sudah menguasai dasar dasarnya, sedang 5 zenius lainya sudah menguasai 2 Kitab.
Lambat laun muncul juga bibit bibit unggul, semakin banyak saja murit zenius.
nama perguruan hutan belantara pun semakin dikenal dan disegani di dunia persilatan.
karna sepak terjang mereka yg suka membantu dan menolong siapa saja yg kesusahan, bahkan jasa mereka sudah banyak di gunakan pedagang untuk pengawalan. bahkan tak jarang mereka mendapatkan misi misi sulit yg Di beri pihak kerajaan atau bangsawan.
Seperti saat ini, Xyang dan Tyang mendapat misi dari Bha Lyang, untuk mengawal rombongan bangsawan yg mau melakukan perjalanan jauh.
mereka berangkat dari kerajaan Mandaliang, mereka akan pergi ke kerajaan Huan.
__ADS_1
rencana perjalanan selama sebulan, itupun kalau tidak ada hambatan berarti.
Mereka membawa pasukan 30 orang. 4 orang zenius yg sudah menembus pendekar bergelar tahap 7 tingkat ahir. sisanya mereka hanya membawa murit yg berada di tingkat pendekar kelas 4.
karna mereka akan mengawal 4 kreta mewah, yg setiap kreta di isi satu keluarga, dan 12 kreta barang yg ukuranya lebih besar.
para bangsawan yg akan mereka kawal adalah Keluarga lung. Keluarga lung pergi ke kerajaan Huang untuk menunjungi keluarga mereka yg ada disana, barang barang yg mereka bawa merupakan barang berharga, untuk itu mereka butuh pengawalan pendekar kelas Tinggi.
untuk itu perguruan hutan belantara mereka bayar mahal. 150000 keping emas, karna rute yg akan mereka lalui terkenal banyak rampok dan binatang buasnya.
Mereka pun berangkat untuk pengawalan yg di hantarkan patriak Cheng Ming sampai batas gerbang kerajaan Mandaliang.
tak lama mereka berpisah dengan Cheng Ming, berhenti.. teriak Xyang sambil mengangkat tinggi sebelah tanganya.
ada apa tuan..? Tanya seorang bangsawan yg menanyakanya Dari dalam kreta.
yg lain pun bertanya tanya dalam hati, kenapa Xyang tiba tiba menghentikan perjalanan. kecuali Tyang yg juga mengetahui apa yg Di rasakan Xyang.
Semuanya siaga....!! Sepertinya ada yg mencoba menghadang perjalanan kita. teriak Xyang. para pengawal lainpun siaga, Seperti perintah Xyang.
swaahh.... tiba tiba sebuah anak panah meluncur deras ke arah Xyang. dengan sigap Xyang menangkap anak panah itu. orang yg melepas anak panah itupun terkejut bukan main, karna selama ini blm ada orang yg dapat menghindar dari bidikanya, apalagi dengan mudah menangkapnya.
Keluar kalian ba****an tengik... jangan menyerang secara sembunyi sembunyi. atau aku akan menghanguskan kalian di persembuyian kalian...!!! teriak Xyang yg Di aliri tenaga murni.
hahaha......
boleh juga nyalimu anak muda. terdengar suara seseorang yg muncul dari balik pohon, beserta rombonganya yg Kira Kira berjumlah 20 orang.
ternyata para penghadang itu paling tinggi pendekar raja tahap 8 tingkat menengah, yg kemungkinan merupakan komandan rampok itu. sedang yg lain tak berbeda jauh. untuk ukuran perampok kekuatan mereka sudah terbilang sangat kuat. namun hal itu tentu belum cukup untuk menghadapi Xyang atau Tyang sendiri saja.
hahaha....
orang itu tertawa lantang.
serahkan barang bawahan kalian.... maka kalian akan kami biarkan mati dengan cepat.
apa....? apa Kau bilang... ? membunuh Kami...? nada Xyang terdengar mengejek.
hei... !! anak muda...!! berani sekali Kau mengejek ketua rampok lembah bayangan Bisan si pembunuh darah dingin. ujar seorang dari rampok itu.
hahaha...
aku jadi takut.... suara Xyang terdengar Makin mengejek.
lalu Xyang mengeluarkan aura pembunuhnya, tiba tiba saja para rampok itu berkeringat dingin. tanpa terkecuali.
ketua.. sepertinya dia bukan lawan Kita, mending kita pergi saja sebelum semua tarlambat. bisik seorang pada Bisan. Bisan pun merasakan apa yg dikatakan anak buahnya ada benarnya.
hahaha....
__ADS_1
baguslah kalian menyingkir dari jalan kami,,, aku gak mau mengotori tangan kami dengan darah orang yg tak bisa apa apa.
sebenarnya Bisan sangat marah dikatain Xyang. namun dia memilih untuk menyingkir, karna dia menyadari kemampuan Xyang Dan Tyang berada Jauh di atas mereka. blm di tambah 4 orang yg berada yg berada di tingkat pendekar bergelar.
namun karna gengsinya yg sangat tinggi.
beruntunglah kalian hari ini, aku akan membiarkan kalian lewat tanpa harus kami ganggu. karna hari ini aku sedang tak ingin membunuh. Nada Bisan terdengar angkuh.
lalu mereka pergi begitu saja.
Rombongan yg dikawal Xyang dan Tyang pun kembali melanjutkan perjalanan.
Hari sudah menjelang malam. tuan... apakah kita melanjutkan perjalanan atau mencari penginapan..? tanya Tyang pada salah satu bangsawan.
sebaiknya Kita bermalam di penginapan saja Nona, sekalian memberi istirahat pada kuda kuda penarik kreta. esok pagi kita lanjutkan perjalanan. tutur bangsawan yg ditanya Tyang tadi.
baiklah tuan. kak Xyang.. di desa depan kita beristirahat dan mencari penginapan. para tuan dan nyonya bangsawan ingin istirahat di penginapan sekalian mengistrahatkan kuda penarik kreta.
Sesampainya di desa merekapun mencari penginapan.
merekapun menemukan penginapan yg tidak terlalu besar, namun cukup untuk menampung para bangsawan.
sedang mereka tidur di kreta sekalian menjaga kreta dari ganguan.
Saat jam makan malam, para bangsawan pun memesan 4 meja besar buat mereka, sedang Xyang dan Tyang mengawasi dari meja yg disediakan buat mereka. meja husus pengawal yg hanya untuk 4 orang saja. hidangan yg di siapkan pun all kadarnya saja.
mengingat status mereka sebagai pengawal, mereka pun tetap menikmatinya.
sedang yg lain makan di dekat kreta yg mereka kawal.
Saat para bangsawan masih pada makan, tiba tiba datang 5 orang pendekar memasuki penginapan.
tamu tamu yg lain pada ketakutan melihat Lima pendekar itu, merekapun segera beranjak pergi ke kamar mereka masing masing.
sedang para bangsawan Xyang dan Tyang masih melanjutkan acara makan mereka, tanpa menghiraukan kedatangan lima pendekar itu.
Brakkk....
terdengar suara meja digebrak kencang oleh seorang dari pendekar itu.
pelayan.....!!! teriaknya Lagi dengan suara lantang.
seorang pelayan datang berlari tergopoh gopoh, menghampiri mereka.
****Trimakasih teman teman semua, masih setia dgn tulisan saya ini.
jangan lupa like, Coment, share serta saran dan kritiknya.
Jangan lupa juga dukunganya serta vote dan bintang lima ya..
__ADS_1
Trimakasih sebelumnya ....🙏🙏😊**