PENDEKAR KEMBAR

PENDEKAR KEMBAR
Kekacauan


__ADS_3

Selanjutnya Kita akan dengarkan Kata Sambutan mewakili patriak perguruan hutan belantara.


kepada patriak 2 pendekar legenda Cheng Ming, Di persilahkan naik ke podium.


tepuk tangan hadirin tak ketinggalan.


Cheng Ming mengangkat kedua tanganya, agar para hadirin kembali tenang.


Yg saya hormat para tamu undangan.


yg saya hormat para perangkat desa dan jajaranya.


yg saya hormat para hadirin sekalian.


Dan tentu saja para peserta calon murit.


Pertama tama saya ucapkan trimakasih atas kesedianya, untuk hadir pada saat ini, untuk memeriahkan acara penerimaan murit baru di perguruan hutan belantara.


seperti yg telah kami sepakat bersama, Hari ini adalah hari dimana kami akan menerima 50 orang murit baru. untuk itu, buat peserta yg tidak lolos, jangan beekecil hati. tahun depan masih ada kesempatan kembali untuk mencoba.


Dan yg akan lolos nantinya, harapan kami dapat mengikuti setiap peraturan yg ada di perguruan ini.


Setelah menyampaikan beberapa aturan dan wejangan oleh Cheng Ming. para hadirin pun bertepuk tangan dengan meriah.


untuk itu acara kita lanjutkan. Dan saya serahkan pada pembawa acara. tutur Cheng Ming panjang lebar.


Trimakasih atas sambutan mewakili patriak perguruan hutan belantara, yg telah memberikan wejangan untuk Kita semuanya.


tutur Xiao Yi.


Baiklah... !!


tiba waktunya Kita memasuki acara puncak.


untuknitu seluruh peserta agar memasuki arena yg telah disediakan.


namun peserta blm memasuki arena, tiba tiba beberapa orang telah berdiri di tengah arena. para peserta pun langsung mengurungkan langkahnya.


Hahahaha.....


cukup lumayan juga rupanya peminat perguruan bau kencar ini.


para hadirin jadi panik, ada yg ketakutan lalu melarikan diri cari selamat, karna dilihat Dari gelagatnya, kedatangan orang orang itu tak bermaksud baik.


Bha Lyang dan Cheng Ming pun tak kalah terkejutnya, bukan karna mereka takut akan orang orang yg datang itu, melainkan mereka hawatir akan jatuh korban orang orang yg tidak tau apa apa.


saudara Lyang... bagaimana ini..? Tanya Cheng Ming.


saudara Cheng... segera perintahkan agar orang orang menjauh pergi. termasuk murit murit semua. karna ini masalah keluarga, aku tak mau sampai ada yg terlihat, apalagi Jadi korban.


Cheng Ming pun menginstruksikan pada semua murit dan para tamu, supaya drawers mungkin meninggalkan tempat ini.


Hei... hei.. hei....!! kenapa kalian pada kabur disaat kami datang. teriak orang yg datang tiba tiba tadi.


apa kalian ketakutan melihat kedatangan kami..? Yayayayaya..... aku tau... aku tau... perguruan ini merasa tak mampu melindungi kalian....!


hahahahaha....


Apa maksudmu datang dengan cara tak baik seperti ini Shiau Bhong...? tanya Bha Lyang dengan suara datar, namun mengandung kehawatiran.


Hahahaha....


apa begini cara seorang patriak yg di agung agungkan banyak orang manyambut kedatangan istrimu..?


dimana tatakramamu Bha Lyang ku sayang....! sahut Shiau Bhong dengan Nada penuh ejekan.


orang orang pun kaget, ternyata wanita mengerikan itu adalah istri patriak Bha Lyang.

__ADS_1


apa benar wanita itu istri patriak 1..? tanya salah seorang pendekar yg masih bertahan di bangku undangan kepada temanya yg lain.


ya... seperti yg kita Dengar, patriak pun tak menyangkalnya.. ya berarti benar Dia itu istrinya patriak Bha Lyang. sahut seorang lagi dari mereka.


Maafkan aku Shiau Bhong... kalau aku tak mengundangmu pada acara ini. karna kupikir Kau tak akan datang, jadi sekali lagi maafkan aku. tutur Bha Lyang purak purak tak tau namun berusaha untuk mengulur waktu, supaya yg lain sempat di evakuasi ke tempat yg lebih aman di luar perguruan.


Baiklah... aku akan memaafkanmu, tapi dengan Satu syarat...!


apa yg kau inginkan..? tanya Bha Lyang penuh curiga.


serahkan kedua cucuku ikut aku pulang kerumah desa SEDOISE, maka aku tak akan mengganggu kehidupanmu Lagi. tutur Shiau Bhong penuh harap.


Maaf Shiau... bukan aku tak mengijinkan kau membawa mereka, namun apa kau yakin mereka mau ikut denganmu..?


tutur Bha Lyang penuh rasa percaya diri.


kek... kakek... apa dia nenek kami..? tiba tiba Xyang dan Tyang Sudah berada di samping Bha Lyang. setelah mengevakusi orang orang.


ya... dialah nenek kalian Shiau Bhong.


wah... wah.. wah...


ternyata cucu nenek sudah besar rupanya... dimana ibu kalian...? kenapa aku tak melihatnya...? tanya Shiau Bhong purak purak tak tau. dengan mimik wajah dibuat buat seperti orang senang melihat cucunya pada umumnya.


namun Xyang dan Tyang melihat Shiau Bhong sama sekali blm tua, bahkan kalau dilihat dari pisiknya, orang orang akan mengira dia masih anak gadis 30 tahunan. padahal sebenarnya umurnya sudah 80 tahunan.


Kek... apa mungkin dia nenek kami,,? sedang dia saja masih seperti wanita berumur 30han tahun..? tanya Tyang penasaran.


ya... ya... akulah nenek kalian, karna aku diberkati dewa, maka aku diberi paras yg awet muda, seperti yg kalian lihat cucu cucuku... hehehehe... tutur Shiau Bhong penuh kebohongan.


Namun Bha Lyang sangat kaget, ketika ia Baru menyadarinya. ternyata lelaki paruh baya yg di dekat Shiau Bhong adalah Lee Ming menantunya.


melihat Bha Lyang memperhatikan Lee Ming, Shiau Bhong pun jadi ingin memperkenalkanya kepada Xyang dan Tyang.


O... ya... ini adalah ayah kalian Lee Ming.. deru Shiau Bhong pada Xyang dan Tyang.


Apa yg terjadi padamu ayah...? seru Tyang sambil bergegas mendekati Lee Ming. namun sebelum itu Bha Lyang terlebih dahulu menahanya. jangan kau dekati ayahnya Tyang, karna sekarang ini, ayahnya tak lebih dari boneka hidup.


tutup mulutmu Lyang....!! jangan kau racuni pikiran cucuku..!! teriak Shiau Bhong penuh emosi.


Diracuni katamu...? bukanya sebaiknya...? bukankah kau yg telah meracuni semua anakbuahmu, termasuk menantu kita Lee Ming.. tutur Bha Lyang masih berusaha menahan luapan emosinya.


Jaga mulutmu Bha Lyang... atau aku Rebekah sekalian, biar kau tau untuk menjaganya...!! teriak Shiau Bhong penuh emosi.


Hahaha...


Kenapa kau jadi marah marah Shiau...? apa karna kau malu, moral bejatmu diketahui orang lain. apa kau pikir aku tak tau, apa yg membuatmu awet muda..? dan apa yg menyebabkan Lee Ming Jadi sangat tua begitu..?


Mendengar perkataan Bha Lyang, emosi Shiau Bhong pun tak dapat dibendung Lagi.


ba****an..... matilah kau tua bangka... !!! teriak Shiau Bhong sambil melesat cepat menyerang Bha Lyang.


Bha Lyang yg mendapat serangan, tak tinggal diam. pertarungan suami istri itupun tak dapat di hindarkan lagi. serangan Demi serangan do lancarkan Shiau Bhong, namun sejauh ini Bha Lyang cuma menghidar dan menghindar saja. melihat Bha Lyang tak melakukan perlawanan, membuat emosi Shiau Bhong pun makin memuncak. lawan aku ba****an... jangan kau mengelak terus,,,! atau kau takut ...? kalau kau takut serahkan saja nyawamu padaku.. biar kupenggal kepalamu dengan mudah. teriak Shiau Bhong penuh emosi.


Hahahaha...


apa juga yg kutakutkan darimu Shiau... bahkan untuk melawan cucumu saja kau tak akan mampu... ! tutur Bha Lyang.


kurang ajar kau Bha Lyang... !! beraninya kau merendahkanku. teriak Shiau Bhong Makin emosi.


Rasakan ini tua bangka....


Jurus Iblis mencabut nyawa....


teriak Shiau Bhong penuh emosi yg meluap luap.


namun setiap seranganya dapat di hindari dengan mudah oleh Bha Lyang.

__ADS_1


Jurus arwah gentayangan.....


kembali terdengar Shiau Bhong berteriak menggunakan jurus jurus pamungkasnya.


namun lagi lagi seranganya dapat dipatahkan dengan mudah oleh Bha Lyang.


Hei bodoh...


Bantu aku.... teriak Shiau Bhong pada Lee Ming dan anak buahnya yg lain.


mereka pun segera melesat seperti Leesburg yg di cucuk hidungnya.


Bha Lyang pun sudah di keroyok 12 orang secara bersamaan. awalnya Bha Lyang masih bisa mengimbanginya. namun karna kemampuan anakbuahnya lebih baikbdari Shiau Bhong, Bha Lyang pun mulai tersedak. bahkan dia sampai jungkir balik bersusah payah menghindari serangan 13 orang sekali gus.


Cheng Ming yg menyadari bahaya mendekati Bha Lyang pun langsung bergabung, membantu Bha Lyang yg mulai kerepotan.


Xyang dan Tyang pun tak tinggal diam.


mereka juga turut membantu Bha Lyang yg terdesak.


keadaanpun mulai membaik, Shiau Bhong dan anak buahnya mulai kerepotan menghadapi menghadapi Bha Lyang serta Cheng Ming juga Xyang dan Tyang.


Pertarungan pun sudah berlangsung sekitar satu jam, namun blm ada jatuh korban. karna memang Bha Lyang dan yg lain tak ingin membunuh Shiau Bhong Dan anak buahnya. tapi mereka hanya bertahan dan mencari selah, untuk dapat mencabut jarum yg tertancap ditubuh leher bagian belakang anak buah Shiau Bhong.


menyadari tujuan Bha Lyang dan lainya, Shiau Bhong mulai nampak panik. kalau kalau usaha mereka berhasil, maka Shiau Bhong hanya akan tinggal sendiri saja menghadapi keganasan Bha Lyang dan Cheng Ming.


Ke hawatirkan Shiau Bhong pun mulai nampak nyata. 4 orang anak buahnya sudah jatuh pingsan, karna jarum yg di pasang Shiau Bhong di leher mereka sudah berhasil di cabut oleh Bha Lyang, Cheng Ming, Xyang dan Tyang.


kepanikan Shiau Bhong pun makin menjadi, saat melihat Lee Ming yg merupakan yg terkuat dari sekian anak buahnya juga sudah jatuh pingsan.


Melihat keadaan yg sudah tak berpihak padanya, Shiau Bhong pun merencanakan untuk kabur.


namun ketika ia mau kabur., Bha Lyang sudah berada di hadapanya untuk menghadangnya.


mau kemana kau wanita Iblis...? apa Kau pikir bisa kabur, setelah mengacaukan tempat ini.


Shiau Bhong yg merasa sudah tidak punya harapan lagi, berusaha menyerang Bha Lyang dengan segenap kekuatan yg ia miliki.


matilah kau tua bangka busuk....!


Jurus Iblis pencabut nyawa....


Jurus Iblis dari neraka....


teriak Shiau Bhong penuh emosi yg meluap luap.


Menyadari tak ada sedikitpun niat untuk berubah di hati Shiau Bhong, ahirnya Bha Lyang pun memutuskan lebih baik membunuhnya saja.


Tahap nirwana....


Jurus tendangan kaki melingkar....


Bha Lyang pun berteriak, namun nadanya mengandung kesedihan yg teramat dalam. karna ia sama sekali tak menyangka, bahwa dia harus membunuh istrinya sendiri yg sangat dia cintai.


Bboommmm......


segera terdengar suara ledakan yg dasyat, ketika jurus mereka bertemu di udara.


seketika terlihat debu mengebul di sekitar situ, tanah Di tempat itupun menjadi kawah yg sangat dalam.


ketika debu debu itu mulai hilang tertiup angin, tampak Bha Lyang duduk berlutut di tanah, wajahnya memancarkan kesedihan yg dalam.


sementara di sisi Shiau Bhong, terlihat Shiau Bhong tergeletak sekaran, nafasnya pun terputus putus.


*Terimakasih teman teman masih setia mengikuti tulisan saya ini.


jangan lupa like Coment dan dukungan serta vote dan bintang lima ya....

__ADS_1


trimakasih sebelumnya... 😊🙏🙏


__ADS_2