
Zhui sudah dapat berdiri dan berjalan. Walau dadanya masih sedikit sakit.
Mereka pun memutuskan untuk bermeditasi di sana, sambil membantu Zhui memulihkan luka luka yg di deritanya.
Semalaman mereka bermeditasi, Zhui pun sudah merasa jauh lebih baik. Luka dalam yg ia alami pun sudah jauh lebih baik ia rasakan. mereka pun kembali memasuki goa itu semakin dalam.
Namun sudah jauh mereka berjalan, mereka tak menemukan apa pun. Hawa dingin dalam goa pun sudah berubah jadi pengap. mereka pun terus menuju ke dalam goa. Sampai mereka merasa kalau suhu di dalam goa bukan Lagi pengap, tapi lebih tepatnya sudah panas sekali.
Suhu yg sangat panas itupun memaksa mereka untuk menggunakan tenaga murni untuk menetralkan suhu tubuh mereka. Namun hawa panas di dalam goa itupun semakin meningkat, bahkan mereka sudah mulai melihat seperti ada cahaya yg menyilaukan mata mereka. Cahaya yg menyilaukan itupun sudah menganggu pandangan mereka.
Tiba tiba seperti ada yg berkelebat melintasi mereka, sesuatu yg berkelebat itupun mengeluarkan suara desingan,sankin cepatnya pergerakanya. Untungnya mereka menyadari, kalau sesuatu yg berkelebat itu adalah senjata yg bergerak cepat untuk menyerang mereka. Spontan mereka pun menghunus pedang masing masing. Mereka pun berusaha mati matian untuk memantau dan menangkis serangan itu.
Ketika pedang mereka saling beradu dengan senjata yg berkelelebat itu, suara dentingan pun terdengar memekakan telinga. Mereka pun harus memfokuskan sebagian Tenaga murni untuk melindungi gendang telinga. Kecepatan gerakan serangan itu membuat mereka harus berkonsentrasi penuh, karna takut dapat terlihat jelas oleh mata, mereka pun mengandalkan pendengaran mereka untuk mengetahui posisi senjata yg menyerang mereka.
Xyang yg pertama menyadari Kalau senjata itu berupa cakram pun, berpikir keras bagaimana caranya menghentikan gerakan senjata cakram itu. Beberapa saat setelah Xyang menyadarinya, yg lain juga ternyata sudah dapat menyadari senjata yg menyerang mereka itu, seperti bergerak sendiri atau di kendalikan seseorang.
Sambil bergerak menghindar atau menangkis, mereka pun berusaha mencari posisi orang yg mengendalikan cakram cakram itu. Tak butuh waktu lama, mereka pun menyadari ternyata sesosok mahluk yg bersembunyi di balik dinding goa. Namun mereka bertingkah seprti tidak menyadarinya.
Tiba tiba, Xyang yg posisinya lebih dekat dengan sosok itu pun langsung menebaskan pedangnya pada dinding tempat mahluk itu bersembunyi.
srreettt.... srreettt....
dua tebasan Xyang pun berhasil membuat mahluk itu terkejut dan keluar dari balik dinding goa. Cakram cakram itupun spontan jatuh ke lantai goa, karna pengendalinya jatuh tersungkur di lantai goa. Hawa panas tadi pun berangsur angsur menghilang.
Mereka pun terkejut ketika melihat wujud mahluk itu, yg terlihat seperti hewan namun juga seperti manusia.
mereka pun waspada, tapi tak berani mendekati mahluk itu, walau terlihat jelas sepertinya mahluk itu terluka akibat dua tebasan Xyang tadi.
Mahluk apa itu... "? Tanya Zhui penasaran.
__ADS_1
Aku juga tak tau... " sahut Xyang.
Zhoy dan Tyang pun hanya saling pandang, satu sama lain. Karna mereka juga gak tau mahluk yg mereka lihat itu.
Mahluk apa kau ini.. "? apa kau mengerti bahasa kami..!? Tanya Xyang sedikit ngeri.
Namun mahluk itu hanya menyeringai, seolah tau apa yg Xyang tanyakan.
Untuk apa kalian kesini... "? kalian sudah menggangu pertapaanku. Apa kalian tak tau kalau Goa ini terkadang bagi manusia.. "?
Nada suara mahluk itu sedikit geram, yg ternyata bisa bahasa manusia. Hal itu juga menandakan, bahwa mahluk itu sudah berumur lebih dari 1000 thn.
Mereka pun jadi lebih waspada lagi, apalagi setelah mendengar mahluk itu sedang bertapa, itu menandakan bahwa mahluk itu sudah mau mencapai tingkat petapa.
Untungnya dia bukan manusia, jadi hewan Petapa itu, setingkat dengan manusia Di tingkat pendekar suci tahap ahir. Namun karna dia baru kau mencapai petapa, Xyang yakin mahluk itu baru berada di tingkat pendekar suci tahap menengah.
Aku mohon pada kalian, apa pun tujuan kalian masuk ke dalam goa ini,, ' hanya satu yg Aku pinta.. " jangan kalian ambil batu giok yg ada di dekat dinding itu. Karna itulah satu satunya harapanku mencapai hewan siluman petapa. Selebihnya kalian bebas mau mengambil semuanya yg ada disini. Dan Aku berjanji pada kalian, jika kalian membiarkanku hidup.' Aku akan menjadi budak kalian setelah tahap petapa aku dapatkan. Tutur mahluk itu dengan sangat memohon.
Mendengar permintaan mahluk itu, Cyang Dan yg lain pun tidak langsung percaya begitu saja, karna biasanya aja itu hanya trick dari mahluk itu, untuk lolos dari maut.
Apa yg kami jaminan akan apa yg kau ucapkan barusan... "!? Tanya Xyang penuh curiga akan pernyataan mahluk itu.
Sebagai jaminan dariku,.." Aku bersedia membuat kontrak mati dengan kalian.. "
Apa itu kontrak mati.. "? Dan bagaimana caranya membuat kontrak mati itu.. "!? Tanya Xyang memastikan.
kontrak mati itu ialah, aku akan mati, jika aku menghianati kalian nantinya.
caranya gampang, kalian cukup meneteskan setetes darah kalian di kepalaku, dan kalian sebutkan sumpah yg harus kujalani. maka secara otomatis kontrak mati sudah berjalan.
__ADS_1
tutur mahluk itu menjelaskan.
Baiklah... " Kalau memang itu yg kau inginkan, kami akan mengabulkanya.
lalu mereka pun segera melakukan kontrak yg dimaksud mahluk itu.
setelah kontrak dibuat, mahluk itupun langsung sujud di hadapan mereka. menandakan pengabdianya kepada Xyang dan yg lain.
Baiklahhh... " sekarang kau boleh lanjutkan pertapaanmu. Kami akan menantikan pertapaanmu selesai. Oh ya,,, " mulai sekarang kami memberimu nama Mago yg di singkat dari mahluk goa. tutur Xyang menjelaskan.
Baiklah tuan..," aku akan mengingatnya selamanya.
Suatu saat nanti, bila kalian membutuhkanku, kalian cukup panggil saja namaku, maka aku akan muncul. Tutur Mago menjelaskan.
Setelah semua selesai, Mago pun melanjutkan pertapaanya. Sedang Xyang dan yg lain mengambil apa yg menurut mereka berguna, seperti beberapa jenis sumberdaya yg langka, yg jumlahnya cukup banyak. Serta beberapa harta, bekas orang yg masuk Goa, tapi tak berhasil selamat dari serangan Mago. Jumlahnya pun sangat banyak, karna Mago telah mengumpulkanya selama ratusan tahun, Ada ribuan lembar Unang kertas, beberapa tumpukan koin emas perak dan perunggu. Serta beberapa benda yg berharga lainya, seperti cincin dimensi dan berbagai macam senjata pusaka.
Mereka pun merasa cukup beruntung, masuk Goa disaat Mago Lagi lemah, kalau tidak, mereka juga akan bernasip sama seperti pendekar lainya, yg tewas di tangan Mago.
Mereka pun memutuskan, untuk menyerap energi dari sumberdaya yg mereka dapatkan. Hingga tak terasa, mereka sudah seminggu melakukanya.
Tenaga murni mereka pun, Sudah Jauh meningkat. Kwalitas tulang mereka juga sudah jauh lebih baik. Bahkan masing masing mereka sudah bertambah tenaga murninya sebanyak 20 sampai 30 ribu lingkaran.
** *Selamat menjalankan indah puasa buat teman teman yg menjalankanya.
*Semoga Lancar Dan gak bolong bolong sampai Tiba lebaran.
** jangan lupa like, Coment serta dukungan Dan vote juga bintang lima ya....
*Trimakasih sebelumnya... 😊🙏🙏**
__ADS_1