
Note: Ilustrasi sosok Fang Mu.
Langit berwarna hitam pekat, tanpa ada bintang satupun, hanya menyisakan sinar rembulan yang terus bersinar dengan terang seolah menjadi penerangan untuk sebuah peristiwa besar.
Di tengah hutan, suara serigala melolong terdengar secara terus menerus seolah memberikan tanda jika sesuatu yang buruk akan terjadi di atas Gunung Seribu Bunga malam ini.
"Berhenti senior, Fang Mu... "
"Tiada gunanya kau berlari, karena Gunung Seribu Bunga sudah terkepung."
Sosok laki-laki paruh baya terus bergerak cepat dari satu pohon ke pohon lainnya. Gerakannya sangat cepat bak kilatan cahaya menembus pekatnya malam dan rimbunnya hutan Seribu Bunga. Dinginnya angin malam yang menusuk hingga ke tulang seolah tidak lagi dia rasakan.
Dia bukan tidak mengetahui jika Gunung Seribu Bunga sudah di kepung, akan tetapi laki-laki itu tidak memiliki pilihan lain selain terus berlari.
Laki-laki itu bernama Fang Mu, dia adalah salah satu pendekar paling kuat yang ada di Benua Bintang Timur dan pemilik dari Pusaka Keris Naga Putih, salah satu senjata penguasa dunia yang menjadi incaran dunia persilatan selama puluhan tahun.
Pusaka yang awalnya dia yakini akan membawa dirinya menguasai dunia persilatan, ternyata malah membawanya menjadi incaran dunia persilatan dan membuat dia terjebak dalam situasi berbahaya setiap saat ini.
Fang Mu ingat sekali 50 tahun yang lalu, bagaimana dia menemukan Keris Naga Putih yang pada akhirnya membawa dia menjadi pendekar pilih tanding, bahkan bisa di katakan tanpa tanding. Namun kemunculan dirinya yang tiba-tiba dengan kemampuan tinggi dan pusaka penguasa dunia di tangannya jelas membuat semua orang bertanya-tanya dari mana asalnya. Sebab itulah banyak orang menyelidiki dan mencari tahu dari mana kekuatan dan kemampuan itu Fang Mu dapatkan. Pada akhirnya di temukan jika Fang Mu mempelajari Kitab Naga Putih Surgawi, serta keris yang selalu menemani dirinya bertarung adalah senjata penguasa dunia.
"Aku tidak menduga jika suatu hari aku akan menjadi buronan dunia persilatan... " Fang Mu tertawa kecil dan menghentikan langkahnya saat menyadari dia sudah terkepung, "Hari ini, langit dan bumi akan menjadi saksi, darah akan tumpah di atas Gunung Seribu Bunga yang di kenal karena keindahannya."
__ADS_1
Di bawah cakrawala hitam itu, kini Fang Mu berada di tengah kepungan para pendekar yang memiliki tujuan sama, yaitu kitab dan pusaka di tangannya. Tidak peduli mereka dari aliran lurus ataupun sesat, mereka semua bersatu.
"Fang Mu, jangan keras kepala. Aku mungkin akan membiarkan kau hidup, jika menyerahkan kitab dan pusaka itu kepadaku."
"Pendekar Naga Putih, jangan berlagak jagoan, kau tidak akan menang menghadapi kami semua."
"Fang Mu!! Jika kau masih sayang dengan nyawamu, maka menurut lah dan serahkan kitab dan pusaka itu.... "
Satu persatu di antara mereka mulai berusaha membujuk Fang Mu, mereka sadar sekalipun saat ini menang secara jumlah, akan tetapi mereka juga menyadari puluhan nyawa di antara mereka akan melayang jika pertempuran benar-benar terjadi. Sebab itulah tidak ada yang cukup bodoh untuk menjadi penyerangan pertama, karena sudah menyadari jika kematian sudah pasti di dapatkan.
Fang Mu tersenyum tipis mendengar semua perkataan yang di lontarkan orang-orang yang sedang menggepung dirinya. Fang Mu atau yang lebih di kenal dengan nama Pendekar Keris Kematian, karena tidak ada yang mampu bertahan hidup setelah terlibat pertarungan dengan dirinya.
"Seandainya aku memiliki kekuatan penuhku dan kondisi tubuhku dalam kondisi prima, maka mereka semua bukan lawan yang merepotkan... " Fang Mu memeriksakan sekelilingnya kembali.
"Aku tidak heran jika mereka yang berasal dari aliran hitam yang bergabung di dalam aliansi ini, tapi melihat mereka yang berasal dari aliran putih juga bergabung, ini jelas sangat miris ... " Fang Mu tertawa.
"Senior Fang, tidak ada yang salah bergabung untuk mencapai keinginan dan tujuan kita masing-masing, kau hanya terlalu naif... "
"Benua Bintang Timur sudah tidak sama lagi senior Naga Putih... Hanya mereka yang memiliki kekuatan yang bisa menentukan mana yang baik dan mana pula yang buruk,"
Mereka yang berasal dari sekte aliran lurus atau lebih di kenal aliran putih memberikan pembelaan diri.
Fang Mu tertawa mendengar pembelaan diri dari pendekar aliran putih. Fang Mu ingat betul, semua sudah berubah semenjak kelompok aliran hitam membentuk aliansi bernama Naga Kegelapan dan berhasil menguasai dunia persilatan. Selain itu, kemunculan kitab-kitab sakti dan pusaka penguasa semakin membuat dunia persilatan semakin kacau dan tidak terkendali. Semua pendekar mulai bergerak atas dasar kepentingan pribadi, hanya segelintir pendekar saja yang masih menjunjung tinggi kebenaran dan kabatilan. Situasi saat ini akan di sebut Era Kegelapan, di mana semua orang bergerak atas kepentingan individu semata.
__ADS_1
"Aku rasa kematian bukan sesuatu yang menakutkan, dari pada harus hidup dalam ancaman dan kewaspadaan. Haha, ternyata menjadi manusia biasa tidaklah terlalu buruk."
"Seandainya aku bisa kembali ke masa lalu dan memperbaiki semuanya... "
Fang Mu adalah segelintir orang yang selamat dari Era Kegelapan yang di mulai oleh perang besar, hingga membuat banyak pendekar pilih tanding gugur dan beberapa sekte besar aliran putih hancur. Fang Mu mampu bertahan hidup dengan niat membunuh pemimpin tertinggi Naga Kegelapan yang telah bersekutu dengan iblis, sekaligus orang yang membunuh kedua orang tuanya.
"Aku tidak menduga, jika bertahan hidup demi ambisi balas dendam, namun pada akhirnya aku gagal... Bahkan tidak pernah bertarung dengan Ketua Naga Kegelapan... " Fang Mu menertawakan dirinya sendiri, "Jika di pikir lagi, selama aku hidup, aku tidak pernah mengenal namanya cinta... "
"Hari ini, di Gunung Seribu Bunga. Bumi dan Langit, serta Dewata akan menjadi saksi, jika darah akan tumpah di gunung ini." Fang Mu menarik keris naga putih di pinggangnya dan menyuntikan tenaga dalam ke keris itu, hingga memancarkan cahaya kemilau.
Semua orang yang melihat tindakan yang di pilih oleh Fang Mu dengan spontan melangkah mundur ke belakang.
"Ini yang kalian inginkan bukan?" Fang Mu mengacungkan keris itu ke udara, "Ambilah, jika kalian mampu membunuhku!!!"
Selesai berkata demikian, Fang Mu maju menyerang pendekar terkuat di dalam kelompok itu.
Berkat jumlah tenaga dalam yang besar, serta menguasai salah satu ilmu meringan tubuh tingkat tinggi, sehingga membuat Fang Mu mampu mendesak lawannya dengan cepat dan memberikan luka yang serius dalam beberapa tarikan nafas saja.
Dengan waktu begitu singkat, dua di antara mereka telah tumbang. Padahal keduanya adalah salah satu pendekar yang di takuti dan memilih nama besar di dunia persilatan. Melihat keduanya gugur dengan mudah di tangan Fang Mu jelas memperlihatkan seberapa hebatnya sosok Fang Mu.
Pertarungan terus berlanjut, Fang Mu bergerak dengan lincah menyerang dan memburu semua pendekar yang berada di Gunung Seribu Bunga. Beberapa jam kemudian, tidak ada satupun dari mereka yang selamat, saat ini hanya Fang Mu yang tersisa di gunung itu, lengkap dengan tubuhnya yang di penuhi luka yang serius.
"Pada akhirnya aku juga gugur di Gunung Seribu Bunga... Seandainya aku bisa kembali ke masa lalu, aku akan memperbaiki semuanya dan menjadi yang penyelamat dunia dari ancaman Naga Kegelapan." Selesai berkata demikian, Fang Mu menghembus nafas terakhir dengan tubuhnya di sanggah pedang.
__ADS_1
Namun, bersamaan dengan itu pula, langit berubah menjadi kebiruan terang dan membentuk simbol prasasti aneh yang mengubah takdir seseorang.