Pendekar Keris Naga Putih

Pendekar Keris Naga Putih
Ch 40. Serangan Di Pagi Hari


__ADS_3

BOMMM!!!


BOMMM!!!


BOMMM!!!


Tiga ledakan keras membangunkan semua penghuni markas Sekte Siluman Iblis itu, bahkan seluruh penghuni hutan itu.


"Kita di serang!!!"


Salah satu prajurit itu berteriak keras dan berlari masuk ke dalam markas untuk bertemu ketua mereka.


Beberapa prajurit lainnya tampak sudah bersiap akan datangnya serangan lainnya. Namun betapa terkejutnya mereka saat menemukan serangan itu di lakukan oleh seorang pemuda yang masih berusia belia.


"Kau!!" Bentak prajurit itu.


"Bagus bukan kejutan yang ku berikan... Serang!!!" Fang Mu berteriak keras dan lantang.


Satelahnya, para pendekar itu bergerak masuk ke dalam markas dan menyerang para prajurit itu. Pertarungan itu akhirnya meletus saat matahari belum lagi menampakkan dirinya.


Para prajurit itu yang tidak siap akan adanya serangan, tentu kewalahan menghadapi serangan itu.


***


Ledakan keras langsung membangunkan Lu Kang dan para tetua lainnya.


Lu Kang langsung menyambar pedangnya dan bergegas keluar dari kamarnya.


"Apa yang terjadi?" Tanya Lu Kang.


"Ketua, markas kita di serang," jawab Lu Gu.


"Bedebah!!! Siapa yang berani menyerang markas kita... Biar ku beri pelajaran kepada mereka,"


Mereka semua langsung bergerak cepat ke depan, melihat apa yang sebenernya terjadi dan siapa yang berani menyerang markas mereka.


Betapa terkejutnya mereka saat mendapati situasi di dekat gerbang masuk sudah porak-poranda. Beberapa anggotanya juga sudah berguguran.

__ADS_1


"Bedebah!!! Mati kalian semua," bentak Lu Kang.


Lu Kang memberi perintah kepada bawahannya untuk segera menghabisi semua pendekar yang menyerang markasnya ini.


Lu Kang mengalirkan tenaga dalam ke pedangnya, sebelum melesat cepat ke depan.


Kedatangannya tentu langsung di sambut oleh Ju Hai yang sama-sama memiliki kemampuan pendekar raja.


"Akulah yang akan menjadi lawanmu," kata Ju Hai dengan pelan, tetapi tetap dalam posisi siaga.


"Cihhh, aku ingin lihat apakah kau masih berani menantangku setelah pedangku ini membabat tubuhmu!!"


Lu Kang yang sudah kalap, memilih langsung melesat ke arah Ju Hai. Tebasan demi tebasan di lepaskan oleh Lu Kang dan membuat Ju Hai dalam posisi bertahan.


Aura kekuatan keluar dari dalam tubuhnya Lu Kang, selain itu Lu Kang juga menggunakan hawa pembunuh untuk menekan gerakan dari Ju Hai.


Ju Hai berhasil di buat kewalahan, karena tekanan yang di berikan oleh Lu Kanh yang terus datang bertubi-tubi, seolah tidak memberikan waktu kepadanya untuk menarik nafas panjang.


"Sial, dia benar-benar menekanku habis-habisan," umpat Ju Hai yang tidak menduga jika musuhnya akan langsung mengeluarkan kemampuan penuh di awal pertarungan.


"Di mana kepercayaan dirimu tadi!!!" Ejek Lu Kang.


Ju Hai hanya diam, dia berusaha untuk membalikkan keadaan dengan memberikan serangan balik.


Ju Hai sejak awal terus berada di posisi keadaan bertahan. Dia belum menemukan celah pada pertahanan yang di lakukan oleh Lu Kang. Di balik terus berada di posisi bertahan, tetapi tidak satupun serangan Lu Kang yang berhasil menggores tubuhnya.


"Apa kemampuanmu hanya bertahan? Sejak awal kau tidak pernah membuat serangan," Lu Kang kembali mengejek Ju Hai.


Ju Hai hanya tertawa kecil, dia sebenarnya menunggu momentum yang pas untuk membuat serangan balik.


"Jangan terlalu cepat menilai seseorang, kau sejak awal terus membuat serangan yang percuma, karena tidak satupun seranganmu yang membuahkan hasil," Ju Hai membalas ejekan dari Lu Kang sambil terus menpetajam penglihatan guna menemukan celah pada pertahanan dari Lu Kang.


"Siluman Membunuh Cahaya"


Lu Kang menarik sedikit pedangnya ke belakang, sebelum membuat gerakan menusuk bertubi-tubi bak memburu cahaya. Kecepatan dari serangan Lu Kang berhasil memberikan luka pada Ju Hai yang mulai kerepotan menghadapi hujan serangan yang di buat oleh Lu Kang.


Ju Hai bukan tanpa usaha, dia sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari dan menangkisnya, tetapi beberapa tusukan tetap berhasil mengenai tubuhnya.

__ADS_1


"Akhh ... Serangannya sangat cepat," gumam Ju Hai setelah berhasil menjaga jarak dari Lu Kang.


Lu Kang yang melihatnya tersenyum puas, kepercayaan dirinya meningkat drastis. Dia yakin akan mampu mengalahkan Ju Hai, sekalipun harus mengalami luka.


Mata Lu Kang menyapu seluruh bagian markasnya, benar-benar sudah hancur dan porak-poranda. Seketika emosi Lu Kang meningkat, dia masih tidak bisa menerima markas yang susah payah dia dirikan kini di porak-porandakan.


"Kalian akan membayar mahal untuk semua ini,"


"Kau terluka melihat semua ini? Lantas bagaimana perasaan orang-orang Kota Guhan yang kau kurung tanpa melakukan kesalahan demi ambisi kalian," seru Ju Hai, "Jangan berlagak menjadi yang paling sakit, sementara dirimu sendiri membuat banyak orang lain tersakiti,"


Menit kemudian, Ju Hai langsung berpindah tempat dan melesatkan serangan. Berbeda dari sebelumnya, kali ini Ju Hai mengambil inisiatif menyerang terlebih dahulu.


"Pedang Alam Surgawi "


Ju Hai tanpa menahan diri lagi langsung menggunakan salah satu jurus kebanggaan sektenya, dia tampak berhasil memberikan perlawanan dan kali ini mampu mendominasi pertarungan. Sama seperti yang di lakukan oleh Lu Kang, kali ini Ju Hai tidak pula memberikan kesempatan musuhnya bernafas panjang. Semua serangan selalu datang silih berganti seolah tiada habisnya.


Lu Kang yang awalnya tenang, kini menjadi waspada. Beberapa serangan itu sudah memberikan ukiran luka pada tubuhnya. Lu Kang sadar jika dia tidak berhati-hati maka bukan tidak mungkin akan kehilangan nyawanya atau kehilangan salah satu bagian tubuhnya.


Sleshhh!!!


Satu sayatan mengenai bagian dadanya dan memberikan luka yang cukup serius pada bagian dadanya ini.


Lu Kang langsung bergerak ke belakang, berusaha menjaga jarak dari Ju Hai untuk memulihkan dirinya dan menghentikan pendarahan pada bagian dadanya.


"Akhh, aku terlalu lengah... Hampir saja aku tewas," gerutu Lu Kang yang menyesali kelengahan dirinya.


Sementara itu, Ju Hai tersenyum puas berhasil membalas serangan yang di lakukan oleh Lu Kang beberapa waktu yang lalu.


Tidak ingin memberi waktu musuhnya memulihkan diri, Ju Hai sudah kembali melesat cepat ke arah Lu Kang, berniat kembali memulai pertarungan.


Ju Hai langsung memberikan serangan cepat, Ju Hai tidak ingin terlalu lama memberikan waktu Lu Kang untuk memulihkan diri karena hal itu tidak akan membawa kebaikan untuknya dan pasukannya.


Pertarungan keduanya kembali terjadi, kali ini Ju Hai yang mendominasi pertarungan. Sementara Lu Kang lebih banyak bertahan dan sudah terlihat keteteran karena harus membagi fokus menahan luka di bagian dadanya dan menangkis setiap serangan yang datang.


Ju Hai tentu memanfaatkan hal itu dengan baik, dia menggunakan kemampuan penuh untuk segera melumpuhkan Lu Kang dan membantu yang lainnya karena mereka kalah dalam hal jumlah pasukan yang di bawah.


"Selamanya, kebatilan tidak akan menang melawan kebajikan... "

__ADS_1


__ADS_2