
Mohon maaf di Chapter sebelumnya mengalami kekeliruan reader.
***
Wan Susu tentu menyembunyikan kepergian dari Fang Mu, terlebih dari Wu Gu. Dia tentu tidak ingin rencana yang di susun oleh Fang Mu gagal.
"Tetua, aku sejak pagi tadi tidak melihat kehadiran dari saudara Fang?" Tanya Tang Yu dengan pelan.
"Mu'er sedang tidak enak badan, dia membutuhkan istirahat yang cukup untuk memilih dirinya," jawab Wan Susu dengan singkat yang langsung di balas anggukan oleh Tang Yu.
Mereka kembali melakukan patroli seperti hari-hari sebelumnya, menjaga Kota Guhan dari serangan siluman dan menemukan dalang di balik semua ini. Hal ini terus di lakukan agar tidak menimbulkan kecurigaan dari Wu Gu, sehingga menggagalkan apa yang telah mereka rencanakan.
Beberapa kali juga Wan Susu dan dua orang muridnya ini kembali bertarung menghadapi serangan dari serigala merah yang seolah sengaja di lepaskan untuk menguras tenaga dan stamina Wan Susu. Wan Susu memuji siasat dan strategi yang di gunakan oleh Wu Gu dan kelompok di belakangnya itu, tetapi mereka melakukannya kepada orang yang salah. Jika mereka menggunakan strategi dan siasat seperti ini pada utusan sekte kecil, kemungkinan akan membuahkan hasil, tetapi lain cerita jika untuk Wan Susu yang memiliki latar belakang Sekte Gunung Naga, salah satu sekte terkuat yang ada di Bumi Benua Teratai.
"Tuan pendekar, mengapa mereka seperti tidak ada habisnya?" Tanya Wu Gu seolah dirinya benar-benar tidak tahu mengenai siluman itu.
"Aku sedang mencari tahu mengenai dari mana datangnya siluman ini, tetapi kami memerlukan waktu untuk hal ini," jawab Wan Susu singkat.
Wu Gu mengangguk pelan, dia merasa menang. Merasa sudah berhasil memperdaya Wan Susu yang memiliki nama besar di rimba persilatan. Wu Gu berpikir jika nama Wan Susu sebagai pendekar sabit emas terlalu di besar-besarkan oleh rimba persilatan. Wu Gu juga merasa bangga karena mampu memperdaya pendekar yang berasal dari salah satu sekte ternama di Benua Teratai ini.
"Aku percayakan semuannya kepada anda, tuan pendekar. Kami semua berharap banyak kepada anda," Wu Gu tersenyum puas.
__ADS_1
Wan Susu mengangguk dengan mantap, jelas Wan Susu dapat menangkap sinar mata yang licik dari mata Wu Gu itu.
"Tuan Walikota tidak perlu khawatir, kami akan berusaha sekuat yang kami bisa... " Sahut Tang Yu.
"Aku sungguh berterima kasih kepada kalian. Nama kalian akan di abadikan di Kota Guhan pasca selesainya serangan siluman ini," balas Wu Gu.
"Urusan itu nanti kita pikirkan, yang terpenting adalah menyelamatkan Kota Guhan dari ancaman siluman itu Tuan. Sebaiknya anda kembali ke kediamannya anda karena situasi di luar cukup berbahaya... "
Tanpa berkata lebih jauh, Wu Gu bergegas kembali ke kediamannya dengan membawa senyum penuh kemenangan. Wu Gu kali ini bisa mengangkat kepalanya dengan tinggi di depan Lu Gu yang meragukan rencananya ini. Dia akan menjadi salah satu pelopor berdirinya sekte mereka di tanah Kekaisaran Xin. Kesombong ini akan di sesali oleu Wu Gu saat dia sadar masuk di dalam perangkap di atas perangkap yang sedang di siapakah oleh musuhnya.
"Bawa lontar ini ke markas, ingat jangan sampai di ketahui rombongan Sekte Gunung Naga itu," ancam Wu Gu kepada salah satu prajuritnya itu.
"Tetua tidak perlu khawatir, aku akan memastikan mereka tidak akan mengetahui keberangkatanku ke markas," setelah itu prajurit itu langsung bergegas cepat meninggalkan kediaman Walikota.
Tentu keberadaan Tang Yu tidak di sadari oleh prajurit itu, karena Tang Yu menekan tenaga dalamnya sampai batas sulit untuk di rasakan orang lain.
Dalam pengintaiannya ini, Tang Yu mengetahui jika semua prajurit yang berada di Kota Guhan adalah orang-orang Wu Gu. Mereka seperti sudah saling mengenal dalam rentan waktu yang lama, hal inilah yang menunjukkan jika mereka adalah komplotan yang sama sejak awal. Bahkan Tang Yu mendapati Kota Guhan ini benar-benar sudah kosong dan tidak ada lagi penduduknya, sangat berbeda dengan penjelasan yang di berikan oleh Wu Gu, jika penduduk memilih bersembunyi di dalam rumah, karena takut dengan siluman yang selalu datang setiap harinya.
Satu hal yang mengganjal hati Tang Yu, di manakah semua penduduk Kota Guhan berada? Terasa mustahil jika mereka mengungsi secara bersamaan.
"Di mana semua penduduk Kota Guhan? Apa mungkin ada kota lain yang jaraknya tidak terlalu jauh dari kota ini?" Beberapa pertanyaan timbul di benak Tang Yu.
__ADS_1
Namun Tang Yu tidak ingin memikirkan hal itu terlebih dahulu, karena fokusnya kali ini mengikuti prajurit itu, sesuai dengan perintah dari Wan Susu.
****
Sementara itu, Wan Susu dan Yu Xun terus menghadapi serangan dari serigala merah yang terus berdatangan silih berganti.
"Xun'er, jadikan ini latihanmu... " Kata Wan Susu.
"Aku mengerti, Tetua. Mohon bimbingannya,"
Yu Xun sudah mulai mampu menguasai diri dan mentalnya, dia sudah tidak ragu untuk menebaskan pedangnya dan menyayat serigala merah itu. Yu Xun bahkan menjadi bersemangat, dia benar-benar menggunakan kesempatan ini untuk menguji beberapa jurus yang di pelajarinya selama ini.
"Dewi Naga: Permainan Pedang Sang Dewi"
Yu Xun tanpa ragu menggunakan jurus yang memiliki daya rusak yang besar. Yu Xun bergerak dengan lincahnya, dengan pedangnya yang terus mencerca serigala merah itu. Gerakan yang lincah dan di padu dengan kelembaban memberikan Yu Xun bak sedang menari.
Bahkan saat ini, Yu Xun tidak ragu berhadapan dengan dua siluman serigala merah itu secara bersamaan. Meskipun beberapa kali merasa kewalahan, tetapi Yu Xun mampir mengatasinya dengan baik.
"Entah kenapa, aku mulai menikmati semua ini ... "
Yu Xun menarik nafas panjang, sebelum kembali bergerak menyerang serigala merah yang sudah kocar-kacir, gagal mengimbangi serangan yang di lakukan oleh Yu Xun. Serangan itu semakin cepat dan semakin mengincar bagian titik yang berbahaya serigala merah itu.
__ADS_1
Perkembangan yang di tunjukkan oleh Yu Xun tentu membuat Wan Susu berdecak kagum. Walaupun sudah tahu jika Yu Xun adalah salah satu jenius yang di miliki oleh Sekte Gunung Naga, tetapi melihatnya berkembang secara langsung tetap membuat Wan Susu kehabisan kata-kata. Wan Susu juga menyadari jika Yu Xun mewarisi bakat hebat yang di miliki oleh kakeknya, Yu Fing yang merupakan salah satu pendekar tanpa tanding yang di miliki oleh Sekte Gunung di.
Wan Susu sangat berharap dia memiliki umur yang panjang, agar dia dapat menyaksikan betapa kuatnya Sekte Gunung Naga di masa depan dengan terus berkembangnya, Yu Xun, Tang Yu, dan monster kecil bernama Fang Mu itu.