Pendekar Keris Naga Putih

Pendekar Keris Naga Putih
Ch 25. Kota Wutan


__ADS_3

Wan Susu memberitahu kepada muridnya bahwa mereka akan mengawal Bangsawan Gu sampai ke kota tujuannya, karena hampir semua prajurit sudah kelelahan dan tidak memiliki stamina untuk kembali bertarung dan melindungi Gu Wunfai dari bahaya yang akan mengancam nyawanya.


Fang Mu yang sudah menduga hal ini dari awal, tentu tidak merasa terkejut. Mereka juga tidak keberatan, apalagi Gu Wunfai akan menjanjikan bayaran setimpal untuk jasa mereka dalam menjaga keselamatannya menuju kota tujuannya ini.


Fang Mu memacu kudanya memimpin rombongan, tidak ada lagi prajurit yang berani menghalanginya setelah pertarungan malam itu. Tentu mereka tidak cukup gila untuk bersinggungan dengan sosok yang haus akan darah dan bisa dengan mudahnya membunuh mereka.


Perjalanan berjalan dengan lancar, tidak ada kendala berarti yang menghadang perjalanannya kali ini. Beberapa kali saja mereka bertemu bandit tengik yang dapat dengan mudah mereka kalahkan. Selama perjalanan ini pula tidak ada pertumpahan darah, mereka hanya melumpuhkan para perampok itu saja.


Kota yang menjadi tujuan Bangsawan Gu adalah, Kota Wutan, salah satu kota kecil yang berdiri di bawah kekuasaan salah satu Bangsawan kecil di Kekaisaran Xin ini.


Kedatangan Bangsawan Gu tentu langsung di sambut dengan baik. Di sini juga Fang Mu mengetahui jika tujuan kedatangan dari Gu Wunfai yaitu untuk menjalin kerja sama bisnis dengan Bangsawan Yun, yang sedang mengembangkan bisnis batu permata yang juga berguna bagi rimba persilatan, yaitu untuk di jadikan senjata ataupun liontin pelindung.


Bangsawan Yun mendapatkan semua itu karena berhasil menemukan tambang batu permata di wilayah Kota Wutan ini. Mendengar semua itu, Fang Mu samar-samar teringat jika Kota Wutan ini akan berkembang menjadi kota besar dalam beberapa tahun ke depan, jadi batu permata inilah yang membuat kota ini berkembang sangat pesat.


Selain itu, Fang Mu merasa jika batu permata ini juga akan menjadi sebab di temukan salah satu pusaka dunia di dalam tambang itu, hingga membawa kota ini hancur tidak bersisa akibat pertempuran besar demi ambisi menjadi pemilik pusaka penguasa dunia itu.


"Jika aku tidak salah hitung, kota ini akan sangat terkenal beberapa tahun ke depannya," gumam Fang Mu sambil memperhatikan bangunan dan situasi di kota ini.


"Aku akan kembali ke kota ini beberapa tahun ke depan untuk mengambil pusaka penguasa dunia, agar kota ini tidak mengalami kehancuran," batin Fang Mu.


Fang Mu melangkah kakinya mengikuti rombongan memasuki ruangan utama Bangsawan Yun. Di dalam ruangan itu sudah terjadi rapi banyak jenis makanan sebagai jamuan untuk mereka semua.


Seorang gadis manis menyambut kedatangan mereka, gadis itu memperkenalkan diri bernama Yun Yun, puteri kesayangan Bangsawan Yun. Fang Mu dapat merasakan jika gadis ini memiliki tenaga dalam yang cukup tinggi, sesuatu yang sangat jarang bagi Bangsawan memiliki keturunan yang pandai silat.

__ADS_1


"Yun Yun? Aku merasa tidak asing dengan nama ini," Fang Mu bergumam pelan sambil menahan posisi duduk di kursi yang telah di sediakan oleh tuan rumah.


Jamuan itu berlangsung dengan khidmat, dan kerja sama di antara mereka juga terjalin sesuai dengan harapan.  Selain itu, Gu Wunfai tidak lupa memperkenalkan rombongan Wan Susu sebagai pendekar yang berasal dari Sekte Gunung Naga, salah satu sekte besar yang ada di Benua Teratai ini.


"Kami hanya secara kebetulan bertemu di jalan dan melihat Tuan Muda Gu sedang dalam bahaya ... " Sahut Wan Susu yang mulai menyadari jika Gu Wunfai ingin memanfaatkan keterlibatan mereka dalam perjalanan Gu Wunfai ini.


"Kami hanya membantu mengamankan Tuan Muda saja," kali ini Fang Mu ikut menyahuti merasa tidak ingin di manfaatkan oleh Gu Wunfai itu.


Gu Wunfai hanya bisa tersenyum kecut, dia merasa telah melakukan kesalahan besar. Gu Wunfai dengan cepat mengalihkan pembahasan, agar tidak terlalu jauh dan membuatnya tersudutkan.


Jamuan dan pertemuan itu selesai ketika matahari sudah berada tepat di ufuk barat.


"Tuan pendekar, hari sudah gelap, alangkah lebih baiknya kalian beristirahat di tempat kami tuan, kami sudah kemudian kamar untuk kalian... " Kata Yun Yun saat menyadari rombongan Sekte Gunung Naga berencana untuk segera meninggalkan kediaman mereka.


"Benar tuan, lebih baik tuan-tuan beristirahat di tempat kami, Penginapan di kota ini memiliki harga yang cukup tinggi," sahut Yu Jun, ayah dari Yun Yun.


Merasa tawarannya di terima, Yun Yun dengan segera mengantarkan rombongan Sekte Gunung Naga ke kamarnya masing-masingnya. Fang Mu tersenyum puas saat dia mendapatkan kamarnya sendiri, karena dirinya akan lebih leluasa berlatih.


"Terima kasih atas bantuan penginapannya, Nona," kata Fang Mu sebelum masuk ke dalam kamarnya itu.


Fang Mu mengeluarkan Ginseng Teratai dan Rumput Suci, Fang Mu merasa kekuatannya masih terlalu lemah untuk bisa melindunginya rombongannya.


Fang Mu mengkonsumsi tiga Ginseng sekaligus, tubuhnya langsung bergetar hebat karena ini pertama kalinya bagi tubuh mengkonsumsi tiga Ginseng sekaligus di kehidupan barunya ini. Fang Mu menyalurkan semua energi yang di dapat dari ginseng itu ke seluruh tubuh dan memusatkannya di bawah pusarnya.

__ADS_1


Tubuh Fang Mu mengeluarkan aura yang sangat besar dan menerbangkan beberapa benda di sekitarnya untuk beberapa saat, sebelum kembali normal. Tidak lama setelahnya, pucuk kepala Fang Mu mengeluarkan asap dan sekali lagi kemampuan Fang Mu kembali meningkat, kali ini kemampuan tidak terlalu jauh dari seorang pendekar raja.


"Aku masih sulit percaya jika di usiaku ini aku sudah memiliki kemampuan setinggi ini," gumam Fang Mu.


Fang Mu menghabiskan waktu di dalam kamarnya, dirinya baru meninggal kamar setelah seseorang mengajaknya untuk menikmati makan malam yang sudah di siapkan oleh Bangsawan Yun.


Di sana sudah ada yang lain, Fang Mu menjadi orang terakhir yang tiba di meja makan tersebut.


Makan malam itu berjalan dengan cepat, tidak ada yang membuka percakapan selama proses makan malam itu. Mereka semua tampak menikmati hidangan yang di berikan oleh Bangsawan Yun.


Setelah makan malam itu, tentu Bangsawan Yun ingin memanfaatkan kesempatan untuk menjalin kerja sama dengan Wan Susu selaku Tetua Naga. Fang Mu yang merasa dirinya tidak terlalu suka dengan politik seperti ini, akhirnya memilih untuk undur diri lebih dulu.


Fang Mu memilih untuk menikmati suasana malam Kota Wutan di balkon atas kediaman Bangsawan Yun ini. Suasana masih sangat asri, tidak seperti ingatannya di kehidupan pertama. Bagaimana kota ini sangat gemerlap mewah dan di padati oleh banyak pedagang dan pendekar.


"Dewata sebenarnya apa yang sedang kau rencanakan dengan membawaku ke kota ini, apa kau sedang ingin aku membela kota ini?" Fang Mu bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


Mungkinkah Dewata memang memilih dirinya untuk menghentikan semua ini dan membuat Benua Teratai menjadi tempat yang aman untuk di diami oleh manusia.


"Tuan, seperti ada sangat menyukai suasana di Kota ini ... "


***


Maaf ya kak, belum bisa Crazy Up soalnya belum sampai level 10. Kalo udah level 10 nanti bisa 60 bab lebih dalam satu bulan.

__ADS_1


Do'akan semoga bisa sampai level 10 kak.


Saya juga berterima kasih untuk yang sudah like, komentar dan kasih gift.


__ADS_2