Pendekar Keris Naga Putih

Pendekar Keris Naga Putih
Ch 39. Persiapan


__ADS_3

Wan Susu berdiri di atas genteng kamarnya, dia tentu melihat jelas jika Wu Gu meninggalkan kamarnya bersama dengan tiga orang lainnya.


"Kalian terlalu bodoh, hanya melihat sesuatu dari satu sudut pandang dan tidak pernah memikirkan kemungkinan terburuk dari rencana konyol kalian ini... "


Setelah Wu Gu menghilang dari pelupuk matanya, Wan Susu dengan lincahnya melompat dari satu atap ke atap lainnya menuju salah satu rumah yang mereka jadikan markas untuk menyusun rencana. Pergerakan dari Wan Susu tentu tidak di sadari oleh para prajurit yang di miliki oleh Wu Gu.


Kedatangan dari Wan Susu tampaknya sudah di tunggu oleh Fang Mu dan yang lainnya.


"Kebetulan sekali tetua datang, aku baru saja hendak meminta tolong saudara Tang untuk menjemput anda, Tetua," kata Fang Mu sambil menunduk kepalanya memberi hormat kepada Wan Susu.


Ju Hai dan pasukannya juga memberi hormat kepada Wan Susu. Mereka juga tidak lupa mengenalkan diri dari Sekte Tanah Surgawi.


"Wan Susu memberi hormat, tetua. Aku sungguh berterima kasih kalian bersedia memberi bantuan kepada kami," Wan Susu mengucapkan rasa terima kasihnya atas bantuan yang di berikan oleh Ju Hai yang datang bersama dengan orang-orangnya.


"Sudah menjadi kewajiban kami, Tetua. Karena bagi kami Kota Guhan adalah kota yang harus ikut kami jaga karena sumber bahan pokok bagi sekte kami," balas Ju Hai.


Ju Hai tidak pernah terbayang jika hari ini dia akan berkerja sama dengan sekte terbesar di Kekaisaran Xin. Ju Hai merasa pilihannya untuk turut membantu tidaklah salah.


Setelah saling tegur sapa untuk beberapa saat, kali ini mereka mulai serius membahas rencana yang akan mereka gunakan menghadapi para siluman itu.


"Jika melihat peta kekuatan, aku rasa kita memiliki kekuatan yang jauh lebih kuat. Kita hanya kalah dalam jumlah, tetapi itu bukan masalah. Kita memiliki pendekar ahli yang banyak dan juga seorang pendekar raja.

__ADS_1


Di tambah, kemungkinan kita juga akan mendapat bantuan dari dua sekte lainnya. Maka menurutku jika pertarungan terjadi, maka kemungkinan besar kita akan memenangkan pertarungan.


Namun, menurutku terlalu lama jika kita menunggu mereka melakukan serangan penuh, dan terlalu menguras tenaga jika harus melayani semua serigala merah yang selalu datang ke kota ini setiap harinya ... " Fang Mu menarik nafas panjang, sebelum kembali melanjutkan penjelasannya, "Jadi aku berencana untuk melakukan penyerang esok hari,"


Semua yang ada di ruangan itu menganggukkan kepalanya, mereka semua kagum dengan penjelasan yang di berikan oleh Fang Mu. Rasa tidak percaya jika rencana itu keluar dari mulut seorang anak yang belum berusia 17 tahun. Jika tidak melihatnya secara langsung, rasanya tidak mungkin percaya.


"Ah iya, aku lupa menyampaikan jika Wu Gu saat ini sedang pergi ke markas utama, sepertinya mereka juga sedang menyusun rencana dan kemungkinan mereka akan merencanakan penyerangan esok hari, karena aku mengatakan akan kembali esok pagi bersama muridku untuk meminta bantuan tambahan pada Sekte Gunung Naga," kata Wan Susu.


"Itu bagus tetua, jika memang mereka merencanakan penyerangan esok hari, maka kita akan memberi kejutan dengan serangan dari kita lebih dulu. Dengan begitu mereka tanpa persiapan, hal ini akan lebih memudahkan kita untuk mengalahkan mereka semua," Fang Mu menggenggam erat kepalan tangannya. Sudah lama sekali rasanya Fang Mu tidak melakukan hal seperti ini.


"Tetua Ju, bagaimana menurut anda?" Fang Mu tentu tidak lupa untuk meminta masukan ataupun usulan dari Sekte Tanah Surgawi agar mereka merasa di hargai.


Ju Hai menarik nafas panjang, lantas berkata, "Aku dan pasukanku akan mengikuti rencana yang sudah kalian susun. Semua pendekar yang ku miliki sedang dalam kondisi prima, jadi pertarungan esok hari bukan masalah,"


"Baguslah jika seperti itu, Tetua," Fang Mu mengeluarkan kertas dari balik jubahnya. Di sana sudah terdapat beberapa coretan.


Fang Mu menjelaskan jika jarak antara penginapan tempat mereka saat ini dengan markas musuh tidak terlalu jauh, mungkin hanya satu jam perjalanan. Fang Mu mengatakan keinginannya agar pasukan bergerak saat hari masih gelap, hal itu untuk menyamarkan pergerakan mereka ini.


Selain itu, dengan bergerak sebelum pagi datang, maka mereka masih memiliki waktu untuk menyusun rencana lain yang menyesuaikan dengan keadaan medan di sana.


"Bergerak saat hari masih gelap, itu bukan masalah saudara Fang. Dan, aku merasa itu strategi yang bagus, karena kita tidak tahu jika bergerak saat hari sudah terang, siapa tahu setiap beberapa meter akan ada penjagaan dari pihak musuh,"

__ADS_1


Fang Mu mengangguk, dia kembali menjelaskan jika dia akan memimpin pasukan dari depan. Pasukan akan bersama.


"Saudara Tang, Saudara Xun, aku memiliki tugas untuk kalian. Ketika pertarungan pecah, masuk ke dalam markas mereka dan bebaskan semua tahanan yang merupakan warga Kota Guhan ini," kata Fang Mu yang langsung di balas anggukan serempak dari Tang Yu dan Yu Xun.


Fang Mu menghela nafas panjang, dia kali ini sangat bersemangat. Mungkin karena sudah terlalu lama tidak merasakan hal ini.


"Dan serangan kejutan itu juga akan membuat mereka tidak memiliki waktu untuk mempersiapkan siluman untuk membantu mereka," tambah Fang Mu.


Pertemuan itu akhirnya berakhir setelah mereka semua mendapatkan bagian mereka masing-masing. Setelah semuanya selesai, mereka semua bergegas kembali ke kamarnya masing-masing untuk beristirahat agar esok benar-benar dalam kondisi fit.


Sementara itu, Fang Mu memilih untuk menghabiskan malam di atas gendeng penginapan itu. Dia merasa sudah terlalu banyak yang berubah di kehidupan keduanya ini, akibat dari banyak hal yang dia lakukan. Entah apakah semua ini akan berakhir baik atau hanya akan membuat suasana akan bertambah kacau.


Satu yang di harapkan oleh Fang Mu, yaitu masa depan tidak terlalu banyak berubah, karena jika terlalu banyak berubah dia akan mengalami kesukaran jika informasi yang di milikinya adalah dari kehidupan pertamanya.


"Huhh ... Aku harap semua tidak berubah terlalu banyak, ke depannya aku harus lebih berhati-hati lagi. Aku terlalu bersemangat," gumam Fang Mu seraya memandang langit yang berbintang itu.


Sayup-sayup matanya menemukan beberapa orang berkuda sedang bergerak hendak memasuki Kota Guhan. Melihat hal itu, Fang Mu langsung melesat cepat menuju rombongan itu, dirinya tidak ingin jika kedatangan mereka di ketahui prajurit kota, karena di takutkan informasi akan sampai ke telinga Wu Gu.


Aikkkk!!!


Kuda-kuda itu bersuara keras saat para pendekar itu berhenti secara mendadak karena di hadang oleh Fang Mu.

__ADS_1


"Tuan pendekar, apa yang anda lakukan? Mengapa menghalangi jalan kami?" Tanya salah satu pendekar Sekte Tanah Surgawi yang sudah mengenali Fang Mu.


"Ah, itu aku sungguh minta maaf, tapi ini ku lakukan agar kedatangan kalian tidak di ketahui prajurit kota... " Fang Mu memberikan alasannya, "Mari ikut denganku tuan, dan tinggalkan saja kuda kalian di sini... "


__ADS_2