
Ruangan utama seketika menjadi hening setelah kedatangan Xiao Qingsi sebagai Ketua Sekte Gunung Naga.
"Selamat datang, Ketua." Semua Tetua langsung berdiri memberi hormat kepada Xiao Qingsi yang baru tiba di ruangan utama itu.
Kedatangan Xiao Qingsi menandakan jika pertemuan dan rapat ini akan segera di mulai.
"Aku ucapkan terimakasih kepada para Tetua Naga yang sudah menyempatkan hadir di pertemuan kali ini. Sesuai dengan agenda kita kali ini, yaitu kita akan membahas dan menentukan siapa yang layak menjadi Murid Suci generasi kali ini... Mungkin para Tetua sekalian memiliki nama-nama yang di jagokan untuk menjadi murid suci," Xiao Qingsi membuka pertemuan dengan mengucapkan rasa terima kasihnya kepada para Tetua Naga yang menyempatkan diri hadir di dalam rapat ini.
Xiao Qingsi menarik nafas panjang, firasatnya mengatakannya jika pertemuan kali ini tidak akan mudah karena banyak yang akan berusaha menguatkan pilihannya untuk menjadi Murid Suci. Xiao Qingsi sadar jika Sekte Gunung Naga generasi kali ini memiliki banyak murid berbakat dan jenius. Terkadang terlalu banyak lahirnya pendekar berbakat tidak selalu membawa keuntungan karena dapat menyebabkan keretakan dan perselisihan.
Seperti situasi di dalam ruangan utama kalian ini, banyak tetua yang memiliki keyakinan pribadi jika jagoan yang mereka pilih akan menjadi Murid Suci. Memilih satu di antara banyak pendekar berbakat jelas bukan sesuatu yang mudah, salah sedikit saja dalam menentukan pilihan akan menyebabkan keretakan.
"Tradisi Sekte Gunung Naga dalam menentukan siapa yang layak menjadi Murid Suci adalah dengan melakukan musyawarah dan kesepakatan Tetua Naga. Kali ini kita kembali di pertemukan untuk mengambil keputusan bersama, demi kemajuan Sekte Gunung Naga ke depannya... " Xioa Qingsi memulai pertemuan itu dengan mengulas kembali betapa pentingnya Murid Suci dan tradisi Sekte Gunung Naga.
Semua Tetua Naga mengangguk pelan, mereka semua sudah tahu tradisi tersebut, baik para Tetua Naga baru ataupun yang lama.
Setelah itu, diskusi itu akhirnya di mulai.
"Aku mengusulkan nama cucuku, Tang Yu untuk menjadi Murid Suci. Mengingat seperti yang kita tahu, cucuku Tang Yu adalah jenius yang kita miliki saat ini ... " Wakil Ketua Tang Zhan memulai dengan mengusulkan nama cucunya sebagai murid suci.
__ADS_1
Sudah menjadi aturan sekte sejak lama, jika Lima Naga Penjaga Gunung berhak mengusulkan nama pendekar muda yang akan menjadi Murid Suci. Jika kelima Penjaga itu sepakat menunjuk satu orang, maka 100 suara Tetua Naga di anggap sama.
"Aku kira, aku sepakati dengan Wakil Ketua Tang Zhan jika melihat dari bakat, akan tetapi aku tidak dapat menentukan siapa yang layak, karena menurutku semua murid layak menjadi Murid Suci, jadi untuk itu aku menyerahkan kesepakatan itu kepada empat orang Naga Penjaga lainnya," Xiao Hao memilih untuk tidak menentukan pilihan. Hal ini di karenakan Xiao Hao merasa dia masih terlalu muda untuk mengambil sebuah keputusan yang menyangkut sekte ini.
Tang Zhan yang mendengarnya tersenyum puas. Dia yakin jika tiga Naga Penjaga yang lain juga akan melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan oleh Xiao Hao.
"Rasanya tidak menarik jika hanya ada satu nama yang di usulkan untuk menjadi murid suci dan kehadiran para Tetua Naga juga tidak akan ada manfaatnya. Maka dari itu, aku mengusulkannya nama cucu Tetua Yu Ping, yaitu Yu Xun untuk menjadi Murid Suci.
Yu Xun juga memiliki kemampuan di atas rata-rata, jadi tidak ada masalah jika generasi kali ini seorang perempuan menjadi Murid Suci," Cu Ying angkat suara dan memilih Yu Xun sebagai calon Murid Suci generasi kali ini.
Raut wajah Tang Zhan langsung berubah, dia tidak senang dengan usulan yang di lakukan oleh Cu Ying.
Cu Ying hanya tertawa melihat perubahan raut wajah Tang Zhan. Dia sudah menebak dari awal mengenai resiko yang akan di dapatkannya jika bersebrangan dengan Tang Zhan.
Bukan hanya Cu Ying yang menyadari hal itu, tetapi juga dengan para Tetua Naga. Walaupun seperti itu, mereka semua berpura-pura seolah tidak tahu.
"Aku sebagai Ketua Sekte Gunung Naga, memilih untuk netral. Jadi aku tidak akan menentukan pilihanku," Xiao Qingsi memilih untuk netral, karena siapapun yang terpilih maka akan menjadi tanggung jawabnya untuk membimbingnya agar menjadi pendekar hebat.
Semua yang berada di dalam ruangan utama itu memaklumi pilihan dari Xiao Qingsi.
__ADS_1
"Murid Tang Yu memang sangat jenius, begitu pula dengan cucuku, Yu Xun. Akan tetapi, aku memiliki pilihan versiku sendiri, aku memilih murid Tetua Xiao Yan, Fang Mu." Yu Ping yang sejak awal lebih banyak diam, akhirnya angkat suara.
Semua yang berada di dalam ruangan utama itu sangat terkejut dengan keputusan yang di buat oleh Yu Ping. Dia sama sekali tidak mendukung cucunya sendiri untuk menjadi Murid Suci dan berkesempatan untuk mempelajari jurus Pedang Dewa Naga Surgawi yang sangat melegenda.
Selain itu perhatian juga di arahkan kepada Xiao Yan, semua penasaran kepada sosok Fang Mu.
"Tetua Yu, anda jangan bermain-main," bentak Tang Zhan. Dia langsung naik pitam saat Yu Ping mengusulkan nama baru, "Seseorang yang akan menjadi Murid Suci adalah mereka yang berbakat, anda dengan mudahnya menyebutkan nama yang tidak pernah di dengar sepak terjang dan kehebatannya... "
Suasana seketika menjadi panas, Tang Zhan tanpa ragu mengeluarkan aura bertarungnya untuk menekan setiap yang ada di dalam ruangan itu.
"Tang Zhan, tahan emosimu!! Tetua Yu Ping pasti memiliki pertimbangan mengenai pilihannya itu," Xiao Qingsi mengambil alih saat suasana mulai memanas. Xiao Qingsi tentu berusaha untuk meredam emosi Tang Zhan.
Yu Ping tersenyum tipis, lantas berkata, "Apa yang di katakan oleh Ketua Xiao benar sekali, aku memiliki pertimbangan memilih murid Tetua Xiao Yan ini, seperti yang kita ketahui, pada saat ujian untuk menjadi Murid Utama beberapa waktu yang lalu, Murid Tetua Xiao menjadi yang tercepat menyelesaikan ujian tersebut. Aku rasa itu sudah menjadi alasan yang masuk akal, aku juga mengenal Fang Mu ini dengan baik, karena dia adalah sosok yang rajin datang ke perpustakaan sekte,"
Semua Tetua Naga langsung kembali teringat tentang bocah yang menyelesaikan ujian Murid Utama dengan cepat, tetapi mereka belum melihat langsung kemampuan dari Fang Mu ini.
"Bukan begitu Tetua Xiao Yan?"
Xiao Yan mengangguk pelan, "Apa yang di katakan oleh Tetua Yu Ping benar adanya tentang muridku yang menyelesaikan ujian Murid Utama dengan cepat."
__ADS_1
Xiao Yan tentu tidak menutupi semua informasi mengenai muridnya itu, Xiao Yan bahkan tanpa ragu membenarkan informasi tersebut.