Pendekar Keris Naga Putih

Pendekar Keris Naga Putih
Ch 30. Setan Kembar IV


__ADS_3

Tang Yu dan Yu Xun tentu tidak ingin tinggal diam begitu saja, apalagi saat melihat Fang Mu sedang dalam posisi bahaya.


"Tang gege, kita harus ikut membantu, jika tidak nyawa Fang Mu akan dalam bahaya," kata Yu Xun.


Tang Yu menganggukkan kepalanya setuju, dia merasa juga harus turut serta dalam pertarungan, karena jika Fang Mu sampai tewas, maka mereka akan menjadi korban selanjutnya.


Tang Yu dan Yu Xun melompat cepat ke bawah dan berdiri di depan Fang Mu yang sudah mencapai batasannya.


"Kamilah yang akan menjadi lawanmu!!!" Tang Yu berseru dengan lantang sambil menggenggam erat pedangnya.


"Fang gege, kau pulihkan dirimu lebih dulu, kami yang akan mengurusnya," kata Yu Xun kepada Fang Mu.


Fang Mu tidak menanggapi lebih jauh, sebelum berjalan mundur ke belakang dan mengambil posisi bersila. Fang Mu langsung mengeluarkan beberapa pil yang berkhasiat pemulihan tenaga dalam dan meneguknya dengan cepat.


Sementara itu, Tang Yu dan Yu Xun sudah bertukar serangan dengan Setan Kembar yang menggunakan senjata kapak itu.


Setan Kembar itu jelas sudah tidak bisa menggunakan kekuatan penuhnya lagi, karena sudah cedera akibat pertarungan dengan Fang Mu. Namun, seorang pendekar ahli yang hampir bukan lawan sepadan bagi pendekar muda, sekalipun dalam kondisi terluka seperti saat ini.


"Kalian bukan lawan yang sepadan bagiku," kata Setan Kembar itu.


Setan Kembar itu tentu sangat percaya diri, karena merasa dua lawannya kali ini tidak sepintar Fang Mu dalam membaca arah dan pola serangannya. Hal itu tentu hal wajar, karena keduanya memang masih sangat hijau di rimba persilatan, berbeda dengan Fang Mu yang sudah menjalani satu kehidupan.


Dalam waktu singkat, Setan Kembar itu berhasil mendominasi pertarungan dan menyudutkan Tang Yu dan Yu Xun.


Sekalipun Tang Yu dan Yu Xun melakukan kombinasi, mereka tetap saja gagal untuk mengimbangi semua serangan yang di lesatkan oleh Setan Kembar. Hal ini tentu di dasari oleh Tang Yu dan Yu Xun belum memiliki pengalaman yang luas di rimba persilatan, sehingga gagal memanfaatkan beberapa celah untuk membuat serangan balik.


"Kalian memang jenius silat, tapi tetap saja pengalaman tidak bisa berbohong," ejek Setan Kembar itu.


Setan Kembar itu yang sudah terluka tampak tidak terlalu kesusahan menghadapi kombinasi serangan yang di lakukan oleh Tang Yu dan Yu Xun, sekalipun jurus yang mereka gunakan jurus tingkat tinggi.


"Sial, setelah ini aku harus berlatih lebih keras lagi," umpat Tang Yu yang merasa kemampuannya masih sangat terbatas.

__ADS_1


Sementara Yu Xun tidak terlalu banyak bicara, dia terbaik fokus untuk mengalahkan Setan Kembar.


"Dia terlalu kuat," lirih Yu Xun.


Tang Yu juga menyadari hal itu, meskipun sudah mengerahkan kemampuan penuh, mereka tetap gagal untuk mengalahkan Setan Kembar itu. Bahkan jika tidak berhati-hati, nyawa mereka bisa lenyap.


"Tang gege, kau memiliki rencana untuk mengalahkannya?" Tanya Yu Xun.


Tang Yu menggeleng pelan, "Sejujurnya aku tidak memiliki rencana apapun, kita hanya perlu bertahan menunggu Tetua Wan datang membantu... "


Yu Xun hanya bisa menghela nafas pelan mendengar jawaban dari Tang Yu. Yu Xun tentu menyadari jika mereka memang sangat dangkal pengetahuan mengenai pertarungan sesungguhnya di rimba persilatan, sangat berbeda jauh dengan latih tanding yang biasa mereka lakukan selama ini.


"Tidak ada waktu untuk menyesali semuannya, yang terpenting kita harus mengalahkannya!!" Tang Yu berseru dengan keras dan lantang seraya kembali bergerak cepat membangun serangan.


Setan Kembar tertawa keras, seolah dia sudah bersiap untuk mencabut nyawa Tang Yu dan Yu Xun dalam pertukaran serangan kali ini.


Yu Xun yang merasa tidak memiliki pilihan lain, akhirnya ikut bergerak maju menggempur Setan Kembar itu. Namun, tidak ada bedanya seperti sebelumnya, Setan Kembar itu masih terlalu tangguh bagi mereka.


Yu Xun menutup matanya, bersiap menemuinya kematiannya.


'Maafkan aku, kek. Aku akhirnya harus gugur di misi pertamaku. Ayah, ibu maafkan puteri kecilmu yang menyusul kalian terlalu cepat,'


Krekkk!!!


SRET!!!


SRET!!!


Beberapa detik sebelum kapak itu memotong batang leher Yu Xun, Fang Mu sudah bergerak cepat menyambar tubuh itu dan membawanya jauh ke belakang.


"Mundurlah, serahkan sisanya kepadaku," kata Fang Mu, sebelum melesat kembali ke depan.

__ADS_1


Yu Xun masih tidak percaya dia selamat dari kematian. Padahal sebelumnya, dia sudah sangat yakin jika dia akan tewas di mata kapak Setan Kembar itu. Dalam hatinya, Yu Xun bertekad untuk membalas jasa Fang Mu di masa depan.


'Aku berhutang nyawa padamu, Fang gege,' batin Yu Xun.


Sementara itu, Fang Mu sudah kembali terlibat pertarungan dengan Setan Kembar bersama dengan Tang Yu. Tang Yu terlihat begitu bersemangat setelah menyadari jika Setan Kembar mulai kerepotan menghadapi gempuran serangan yang mereka buat.


"Saudara Tang, aku akan memancingnya... Manfaatkan celah yang tercipta untuk memberikan serangan telak kepadanya," pesan Fang Mu kepada Tang Yu, sebelum bergerak seorang diri bak peluru ke arah Setan Kembar itu.


Fang Mu menggunakan kerambitnya bergerak dengan sangat cepat mendesak Setan Kembar itu. Setan Kembar yang sudah mengalami luka pada bahunya jelas mengalami kesulitan untuk mengimbangi serangan dari Fang Mu. Alhasil, tanpa sadar Setan Kembar membuka terlalu banyak celah pada pertahanannya.


Hal inilah yang langsung di manfaatkan oleh Tang Yu, Tang Yu dengan sigap bergerak maju.


"Pedang Naga: Membelah Sukma"


Pedang milik Tang Yu itu dengan cepat menyayat bagian punggung kiri Setan Kembar, hingga menciptakan luka serius dsn dalam.


"Akhhh ... " Setan Kembar itu berteriak dengan keras, mengadu kesakitan. Dia bahkan melompat mundur jauh ke belakang, serta meninggalkan kapak kesayangannya itu.


Darah mengucur deras di punggungnya, Setan Kembar itu berusaha untuk menghentikan pendarahan itu dengan cepat agar tetap menjaga kesadarannya.


Tang Yu yang melihatnya hal itu, tentu berencana untuk kembali maju dan melakukan serangan lanjutan, tetapi Fang Mu dengan cepat mencegahnya.


"Jangan gegabah, dia bisa saja nekad menghabisi nyawamu, walaupun bayaran dengan nyawanya sendiri," kata Fang Mu.


Tang Yu yang mendengar hal itu meneguk ludahnya sendiri. Dia merasa hampir saja mati, akibat kecerobohan dirinya.


Setan Kembar itu menatap nanar Fang Mu dan Tang Yu secara bergantian. Dia jelas tidak terima di kalahkan oleh anak-anak yang masih hijau di rimba persilatan. Hatinya semakin dongkol, kala Fang Mu mengambil kapak yang menjadi senjata yang menemani dia bertualang di rimba persilatan.


"Bedebah!!! Aku akan membalas semua ini suatu saat nanti, camkan itu!!! Lebih sakit dari ini," teriak Setan Kembar itu memberikan ancaman kepada Fang Mu dan Tang Yu.


Fang Mu bergeming, dia tidak ingin mengejar Setan Kembar yang mulai menjauh itu, karena sadar akan resikonya yang terlalu besar.

__ADS_1


__ADS_2