Pendekar Keris Naga Putih

Pendekar Keris Naga Putih
Ch 44. Misi Penyelamatan


__ADS_3

Tang Yu dan Yu Xun bergerak menyelinap dari pertempuran itu, sesuai dengan arahan yang di berikan oleh Fang Mu, jika keduanya harus membebaskan tahanan yang merupakan penduduk Kota Guhan.


Tang Yu dan Yu Xun dengan cepat sudah berhasil menyelinap masuk ke dalam markas Sekte Siluman Iblis ini, mereka melengsek masuk ke dalam, mencari jalan menuju ruang tahanan.


"Heii ada penyusup!!!" Salah seorang anggota Sekte Siluman Iblis itu berteriak memberitahu teman-temannya jika terdapatnya penyusup di dalam markas mereka.


Tang Yu dan Yu Xun yang mendengarnya langsung menarik senjata dan bersiap.


Benar saja, beberapa menit kemudian tiga orang pendekar sudah bergerak ke arah mereka.


"Xun'er, berhati-hatilah... " Tang Yu memberi peringatan kepada Yu Xun untuk berhati-hati.


Yu Xun menganggukkan kepala.


Menit kemudian, Tang Yu dan Yu Xun bergerak maju menyambut serangan dari tiga orang pendekar itu.


Tang Yu mengambil resiko dengan menghadapi dua musuh sekaligus. Kali ini Tang Yu jelas sudah mendapatkan kepercayaan dirinya, apalagi dia menyaksikan sendiri bagaimana sosok Fang Mu berkembang dengan pesat, dia tentu tidak ingin tertinggal terlalu jauh dari Fang Mu.


"Jika saudara Fang bisa berkembang pesat, akupun bisa melakukan hal yang sama," tekad Tang Yu.


Tang Yu langsung mengalirkan tenaga dalam pada pedangnya, dan bergerak menyambut serangan dua orang musuhnya itu.


Pedang milik Tang Yu langsung bertemu dengan pedang dua orang musuhnya itu, menghasilkan dentingan keras saat kedua pedang itu bertemu. Tang Yu dengan kejeniusannya memainkan pedangnya dengan baik menangkis dan menyerang secara silih berganti dua orang musuhnya itu.


Tang Yu yang memiliki kemampuan berpedang tingkat tinggi tidak mengalami kerepotan menghadapi dua orang sekaligus. Selain karena dia memang sudah mampu menguasai diri, dua orang musuhnya juga tidak memiliki kemampuan bertarung yang memadai.


Tang Yu dengan gesit mampu mendesak dua orang musuhnya itu, Tang Yu dengan baiknya mengendalikan pertarungan itu. Dia tentu tidak cepat berpuas diri, melainkan terus meningkatkan kecepatan serangannya untuk segera menyelesaikan pertarungan ini.


"Dia bukan lawan yang sepadan untuk kita," salah satu dari mereka menyadari letak perbedaan kekuatan di antara mereka.

__ADS_1


"Jangan terlalu banyak bicara, apa kita memiliki pilihan lain selain bertarung melawannya?" Sahut rekannya itu dengan kesal.


Tang Yu hanya tersenyum mendengar perdebatan dua orang musuhnya itu. Tang Yu menarik nafas panjang, sebelum kembali bergerak dengan maju menyerang dua orang pendekar yang menjadi lawannya kali ini.


Kali ini setiap serangan selalu di arahkan ke titik vital musuhnya, kecepatan yang di miliki oleh Tang Yu gagal untuk di ikuti oleh mata musuhnya. Sehingga dalam waktu singkat, Tang Yu berhasil memberikan luka pada tubuh musuhnya itu secara bergantian.


"Sekarang, mari kita akhiri semua ini dengan segera," kata Tang Yu dengan dingin.


Tang Yu melesat cepat dan mengayunkan pedangnya mengincar batang leher dua orang pendekar yang menjadi lawan bertarungnya itu. Di menit kemudian, dua pendekar itu tumbang ke tanah secara bergiliran. Bersamaan dengan itu pula pedang Tang Yu sudah berlumuran darah musuhnya.


Tang Yu menelan ludahnya dengan sulit, dia masih belum terbiasa melihat pedangnya ini berlumuran darah manusia yang berhasil tumbang di mata pedangnya.


"Sial, aku masih belum terbiasa dengan situasi seperti ini," gumam Tang Yu dengan pelan, sambil menyarungkan kembali pedangnya itu.


***


Sementara itu, Yu Xun masih berhadapan dengan salah satu pendekar Sekte Siluman Iblis itu.


Pendekar yang menjadi lawan bertarung Yu Xun, bahkan kehilangan fokus saat menyaksikan bagaimana lentiknya gerakan permainan pedang yang di tampilkan oleh Yu Xun.


Yu Xun tentu tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk melukai musuhnya itu. Yu Xun langsung memusatkan tenaga dalam pada pedangnya, sebelum membuat gerakan tusukan ke arah musuhnya itu.


Crashhh!!!


Satu tusukan keras bersarang di bagian bahu kiri pendekar itu. Bersamaan dengan itu pula pendekar itu tersadarkan dari lamunannya.


Pendekar itu langsung melimpah jauh ke belakang, mengatur jarak aman dari Yu Xun. Dia meringis menahan sakit di bagian bahu kirinya.


"Sial, kenapa aku bisa melamun," umpat pendekar itu.

__ADS_1


"Kunci utama dalam sebuah pertarungan adalah menjaga fokus... Dan kau melupakan hal itu," kata Yu Xun.


Kemudian, Yu Xun kembali bergerak maju menyerang musuhnya itu. Yu Xun dengan senyum percaya diri membuat tebasan cepat dan bertubi-tubi kepada musuhnya itu.


Mendapati serangan secara terus menerus membuat pendekar itu kewalahan dan gagal menangkis semua serangan itu, hingga berakhir dengan luka hampir di sekujur tubuhnya.


"Dewi Naga: Permainan Pedang Sang Dewi"


Sekali lagi, Yu Xun menggunakan jurus tingkat tinggi untuk menghabisi musuhnya. Dalam beberapa kali gerakan saja, pedang Yu Xun sudah berhasil membuat nyawa pendekar itu terpisah dari raganya. Sebenarnya Yu Xun bisa saja menghabisi musuhnya tanpa menggunakan jurusnya ini, tetapi Yu Xun ingin memanfaatkan momen ini untuk menguji sebatas mana pemahamannya tentang jurus ini berkembang dan melatihnya secara langsung.


Tang Yu yang melihat hal itu tentu berdecak kagum. Tang Yu merasa lahir di generasi yang luar biasa, di mana tidak pernah ada dalam sejarah Sekte Gunung Naga memiliki tiga jenius di dalam satu generasi.


Tang Yu menghela nafas dengan berlahan, lantas berkata, "Xun'er, mari kita lanjutkan... "


Yu Xun mengangguk, mereka dengan cepat meninggalkan tempat ini. Mereka masuk lebih dalam ke markas itu. Beberapa kali mereka kebingungan dalam menentukan jalan karena terdapat beberapa lorong yang bercabang.


"Sial, aku tidak menduga jika markas ini lumayan besar... " Umpat Tang Yu saat mereka terjebak di persimpangan jalan.


"Tang gege, bagaimana jika kita bagi dua saja. Aku akan menyusuri lorong kiri dan kau memusuhi lorong kanan," Yu Xun memberi usulan kepada Tang Yu.


Usulan itu tentu langsung di tolak oleh Tang Yu, karena terlalu beresiko membagi menjadi dua tim.


"Kita tidak boleh berpisah, karena kita tidak tahu apakah masih banyak pendekar musuh yang berada di dalam markas ini,"


Yu Xun tidak membantahnya, karena dia juga sadar akan hal itu. Setelah berpikir cukup lama, mereka akhirnya menjatuhkan pilihan pada lorong kanan. Segera saja mereka bergegas menyusuri lorong itu.


Lorong itu akhirnya membawa mereka masuk menuju ruang tahanan, sesuai dengan yang mereka cari.


Ruang tahanan itu sangat luas, kerangkeng kayu terlihat begitu banyak mengurung semua penduduk Kota Guhan. Lebih parahnya lagi, mereka harus saling himpit di dalam kerangkeng itu.

__ADS_1


"Siapa kalian? Berani sekali masuk ke ruang tahanan!!!" Bentak salah seorang penjaga ruang tahanan itu.


"Kau tidak perlu tahu siapa kamu, sekarang bebaskan mereka semua... "


__ADS_2