Pendekar Keris Naga Putih

Pendekar Keris Naga Putih
Ch 46. Akhir Yang Tenang


__ADS_3

Markas Sekte Siluman Iblis benar-benar porak-porandakan. Area depan hancur lebur, tembok dan benteng sudah hancur tidak bersisa.


Mayat-mayat pendekar yang di miliki oleh Sekte Siluman Iblis berserakan dengan keadaan yang sangat mengerikan. Bahkan beberapa dari mereka tewas dengan bagian kepala yang terpisah dari tubuhnya.


Pasukan yang berada di bawah pimpinan Fang Mu tidak ada yang tewas, tetapi banyak dari mereka mengalami luka yang serius. Bahkan beberapa dari mereka kehilangam kesadaran karena tidak kuat menahan rasa sakit yang di deritanya.


"Tetua, aku sungguh minta maaf banyak pendekarmu yang mengalami luka yang serius," kata Fang Mu.


"Itu bukan masalah saudara Fang. Memang sejatinya ketika kita ingin menjadi pendekar, maka kematian hanya berjarak setipis kertas dengan kita bukan," balas Ju Hai.


Fang Mu tidak membantah hal itu, karena memang benar adanya yang di katakan oleh Ju Hai. Setiap orang yang terjun ke dunia persilatan, artinya dia sudah siap jika harus mati kapanpun itu.


"Sayangnya Ketua dari kelompok ini berhasil melarikan diri," kata Ju Hai dengan nada penyesalan.


"Tidak ada yang perlu di sesali, Tetua. Paling tidak dia tidak akan kembali lagi ke kota ini dan kita telah menyelamatkan Kota Guhan dari kota mati bukan,"


Ju Hai mengangguk pelan, dia masih merasa bersalah membiarkan Lu Kang berhasil melarikan diri.


Tidak berkelang lama setelah itu, ratusan nyawa keluar dari dalam markas itu, mereka semua adalah penduduk Kota Guhan yang di sekap oleh Wu Gu dan Lu Kang beberapa purnama terakhir.


"Tetua, bisakah aku minta tolong agar anggotamu mengarahkan mereka semua ke Kota Guhan?" Pinta Fang Mu.


Ju Hai mengangguk pelan, dia lantas memanggil anggota dan memerintahkan beberapa dari mereka untuk mengarahkan para penduduk untuk langsung menuju Kota Guhan. Sementara sisanya akan tinggal dulu di lokasi, karena mereka harus menguburkan semua mayat ini, jika di biarkan begitu saja maka akan menjadi wabah penyakit yang menular nantinya.

__ADS_1


***


Fang Mu, Wan Susu, dan Ju Hai duduk di satu meja yang sama di depan bekas markas utama Sekte Siluman Iblis itu.


Sesuai dengan janji yang di lontarkan oleh Fang Mu, jika bantuan yang di berikan oleh Ju Hai akan mendapat kompensasi yang pantas, apalagi banyak pendekar yang di milikinya mengalami luka yang cukup serius.


"Saudara Fang, kau tidak perlu menanggapi itu dengan serius. Aku sungguh tidak mengharapkan apa-apa dari bantuan yang telah aku berikan ini," Ju Hai tentu tidak memiliki keberanian meminta lebih kepada Fang Mu dengan latar belakangnya yang berasal dari Sekte Gunung Naga.


"Tidak Tetua, aku sudah berjanji sebelumnya. Jika aku tidak menempatinya, maka ternoda predikatku sebagai seorang pendekar karena perkataanku tidak bisa di pegang," ujar Fang Mu.


Ju Hai yang mendengarnya hanya diam. Sejujurnya dia merasa sebagai mendapatkan kompensasi, karena ini akan meningkatkan daya saing sektenya ke depan.


Fang Mu lantas menjelaskan jika di dalam markas ini ada banyak sumber daya yang berguna untuk menunjang pendekar mencapai tingkatan yang lebih tinggi lagi.


"Dan ada hal yang lebih penting lagi yang hendak aku sampaikan kepadamu, Tetua... "


***


Setelah situasi sudah kembali tenang, Kota Guhan sudah kembali hidup dan berjalan selayaknya kota pada umumnya, meskipun masih banyak penduduk yang mengalami kesukaran dalam berniaga, karena kota ini memang sudah cukup lama tidak di datangi para pengelana dan pedagang dari luar.


Fang Mu, Wan Susu, Ju Hai dan Wu Lin, Walikota Kota Guhan duduk di depan meja yang sama.


Pertemuan ini memang sudah di jadwalkan oleh Fang Mu setelah pertempuran tempo hari yang lalu. Ada hal penting yang harus mereka bahas bersama.

__ADS_1


"Walikota Wu, maaf sudah merepotkanmu yang harus juga datang dalam pertemuan kami ini," kata Fang Mu.


"Itu bukan masalah tuan muda, apa yang telah tuan muda berikan kepada Kota Guhan ini tidak akan mungkin bisa untuk kami balas," sahut Wu Lin.


Wu Lin memang selalu memanggil Fang Mu dengan sebutan tuan muda, dia mengatakan jika itu adalah sebuah penghormatan darinya dan penduduk yang lain atas bantuan yang telah di berikan oleh Fang Mu.


Fang Mu hanya tersenyum tipis, sejujurnya dia merasa canggung di panggil dengan nama tuan muda itu. Fang Mu menarik nafas panjang, pantas menjelaskan jika sekte yang sebelumnya bertanggung jawab melindungi Kota Guhan sudah hancur tak bersisa, otomatis Kota Guhan tidak memiliki pelindung. Maka dari itu, Fang Mu hendak agar Sekte Tanah Surgawi yang menggantikan posisi sekte sebelumnya untuk menjadi pelindung kota ini.


"Sekarang aku kembalikan kepada kalian, berapa kompensasi atau upeti yang di inginkan oleh Sekte Tanah Surgawi agar bersedia menjadi pelindung kota ini?" Tanya Fang Mu, "Dan berapa kesanggupan dari Kota Guhan untuk memberikan jumlah kompensasi itu?"


Ju Hai dan Wu Lin sama bungkam untuk beberapa saat, mereka tentu tidak pernah menduga jika pertemuan ini akan membahas hal seperti ini.


"Saudara Fang, aku tidak menuntut apapun. Mungkin Walikota Wu bisa memberikan jumlah yang sama dengan yang kalian berikan pada sekte sebelumnya," kata Ju Hai, "Dan, aku tidak akan mengambil kompensasi apapun selama tiga bulan ke depan. Kalian bisa memulihkan diri terlebih dahulu... Agar dapat kembali beroperasi layaknya sebuah kota seperti sediakala,"


Wu Lin yang mendengarnya tersenyum puas, sejujurnya sejak awal itulah yang menjadi ketakutannya. "Jika begitu, aku sebagai Walikota akan menyanggupi hal itu, dalam tempo waktu itu pula kami juga memiliki waktu untuk berkomunikasi dengan pihak Kekaisaran Xin untuk menuntaskan bantuan tambahan dan menjelaskan situasi yang sedang terjadi di Kota Guhan beberapa waktu ini,"


Fang Mu mengangguk pelan, dia merasa puas dengan hasil dari pertemuan singkat ini. Setelah ini, Fang Mu tidak lagi merasa khawatir meninggalkan Kota Guhan, karena sudah ada pengganti sekte sebelumnya untuk menjadi pelindung Kota Guhan ini.


"Jika memang seperti itu, aku rasa kami sudah bisa kembali dengan tenang ke Sekte Gunung Naga, jika memiliki usia yang panjang dan takdir kembali menginginkan kita kembali bertemu, semoga kita semua berkembang ke arah yang lebih baik lagi ... "


Wan Susu sejak awal memilih diam saja, dia sekali lagi di buat kagum dengan kemahiran Fang Mu mengolah kata-kata, tidak seperti anak seusianya.


Menurut Wan Susu, Fang Mu memiliki kecerdikan dan kepintaran di luar nalar. Wan Susu merasa jikalau Fang Mu jauh lebih cerdik dari dirinya, sekalipun dia berusia jauh lebih tua.

__ADS_1


__ADS_2