Pendekar Keris Naga Putih

Pendekar Keris Naga Putih
Ch 11. Ujian


__ADS_3

Halaman latihan utama Sekte Gunung Naga begitu ramai hari ini. Semua murid yang di miliki oleh Sekte Gunung Naga memang berkumpul di halaman itu untuk mendapatkan predikat murid utama agar mendapatkan sumber daya dari sekte dan memiliki kesempatan mengerjakan misi bersama para Tetua.


Fang Mu terlihat begitu bersemangat berdiri di samping Xiao Yan. Fang Mu tentu membulat tekad untuk mendapat predikat murid utama, dengan kemampuan yang di milikinya saat ini hal itu bukan sesuatu yang sulit. Bahkan dengan menggunakan setengah kemampuannya saat ini, Fang Mu yakin masih mampu menjadi murid utama.


Fang Mu juga menjadi pusat perhatian, karena ini adalah hari pertama Fang Mu tampil di depak khalayak ramai. Wajah Fang Mu yang rupawan tidak luput dari perhatian kaum perempuan. Tidak sedikit yang langsung terkesima di pandangan pertama. Memang dengan berkembangnya kemampuan Fang Mu, aura dan kharismanya terasa lebih kuat dari tubuhnya.


"Bukankah itu Murid Fang? Dia ternyata sangat tampan,"


"Murid Fang tidak terlalu jauh dengan gurunya, mereka sama-sama memiliki rupa yang menawan,"


"Di usianya yang masih sangat muda saja dia memiliki wajah yang begitu rupawan, aku tidak dapat membayangkan jika benar-benar sudah tumbuh dewasa, pasti akan banyak wanita yang akan di buatnya patah hati,"


Fang Mu dapat mendengar semua komentar atas dirinya itu. Fang Mu tidak tentu tidak terlalu mengambil pusing akan hal itu, bahkan dia menganggap semua itu bak angin lewat semata. Fokus Fang Mu tentu untuk menjadi murid utama.


Salah seorang Tetua naik ke atas menara paling di tinggi tengah lapangan itu. Dengan suara lantang dan di sertai tenaga dalam, tetua itu mengatakan jika sebentar lagi penetapan predikat murid utama akan segera di mulai.


Melia hal ini, Fang Mu teringat kembali di mana di kehidupan pertamanya dia gagal menjadi murid utama karena pada saat itu memang tidak memilih niat untuk menjadi pendekar, lebih kepada menjadi orang biasa pada umumnya. Tragedi pembantaian dan trauma kala itu faktornya.


"Di kehidupan kali ini, aku harus merubah semuanya ke arah yang lebih baik... " Fang Mu merasa dia tidak boleh lengah yang akhirnya kembali membuat dia gagal.


Setelah itu, semua murid harus berkumpul di tengah halaman utama itu, sementara para tetua yang menjadi pendamping harus meninggalkan lapangan karena ujian akan segera di mulai.


"Berjuanglah, guru yakin kau akan mampu menjadi murid utama," Xiao Yan mengelus pucuk rambut Fang Mu, sebelum melompati ke kursi yang memang di siapkan untuk para tetua menyaksikan muridnya mengikuti seleksi.

__ADS_1


Fang Mu menarik nafas panjang, dia tidak boleh gagal dan mengecewakan Xiao Yan. Mata Fang Mu juga menemukan Tang Yu ternyata berada di antara ramainya murid yang antusias mengikuti seleksi ini. Fang Mu ingat betul jika di kehidupannya pertamanya Tang Yu berhasil menjadi murid utama dan menyelesaikan seleksi ini dengan cepat dari murid lainnya.


"Tang Yu, dia akan sangat terkenal di masa depan nanti dengan permainan pedangnya yang begitu luar biasa," Fang Mu menatap Tang Yu dengan rasa kagum kepada sosok itu.


Fang Mu yakin, jikalau tidak ada halangan Tang Yu akan menjadi jauh lebih kuat dari di kehidupan pertamaanya dahulu. Fang Mu juga akan memberikan arahan dan bimbingan kepada Tang Yu karena di masa depan kemampuan Tang Yu pasti akan sangat di butuhkan untuk menghadapi Era Kegelapan dan tentunya Naga Kegelapan yang menjadi otak di balik semua kekacauan ini.


Fang Mu tersadarkan dari lamunannya saat tetua itu menyatakan selesai murid utama di nyatakan di mulai.


Fang Mu dengan cepat bergegas memasuki hutan yang memang menjadi ujian bagi setiap murid untuk layak di sebut murid utama.


Di dalam hutan itu sudah di bentuk sebagai ujian setiap murid yang di miliki oleh Sekte Gunung Naga. Terdapatnya banyak ujian yang tersusun dengan rapi, jebakan dan perangkap juga sangat banyak di dalam hutan itu.


Fang Mu menarik nafas panjang saat kembali bernostalgia dengan kehidupan pertamanya. Hutan dengan pepohonan yang menjulang tinggi menyambar kembali kedatangan dirinya.


Fang melesat dengan ilmu meringan tubuhnya membelah hutan itu. Segera saja beberapa jebakan menyambung dirinya, namun dengan sangat cekatan dan lincah Fang Mu menghindari semuanya.


Fang Mu dapat dengan cepat menghindari setiap jebakan di awal ini. Dia kali ini sudah berada di depan sungai yang memiliki arus deras dan panjang itu.


"Masih menjadi misteri, bagaimana bisa Sekte Gunung Naga memiliki sungai sebesar ini," Fang Mu berdecak kagum dengan sungai di depan ini.


Walaupun dirinya sudah menjalani kehidupan kedua, dirinya masih kagum dan bingung bagaimana bisa arus sungai sederas ini berada di tengah hutan pengujian ini. Menurut Fang Mu sangat mustahil jika pendahulu sekte yang membuat arus sungai ini.


"Suatu saat aku akan menemukan rahasia di balik hutan pengujian ini," gumam Fang Mu.

__ADS_1


Fang Mu menarik nafas panjang, sebelum melesat menyeberangi hutan itu. Dengan ilmu meringan tubuhnya tentu menyeberangi sungai ini bukan hal yang sulit. Dalam beberapa tarikan nafas Fang Mu sudah berada di seberang sungai itu.


"Ini jelas terlalu mudah untukku yang sudah menguasai banyak jurus dan teknik... " Fang Mu merasa jika sebenarnya dia tidak perlu lagi mengikuti ujian ini, dirinya sudah merasa layak menjadi murid utama, bahkan tetua sekte.


Fang Mu tidak ingin mengambil pusing hal itu dan membebani pikirannya, Fang Mu memilih untuk melanjutkan perjalanan dan menyelesaikan semua ini dengan cepat.


Rintangan ke-dua adalah berhadapan dengan beberapa robok kayu yang memiliki kemampuan pendekar elit satu.


Fang Mu menarik nafas panjang, dia pernah di buat begitu kerepotan berhadapan dengan robot kayu ini karena kehabisan tenaga saat menyeberangi sungai di rintangan sebelumnya.


Kali ini, Fang Mu dapat dengan mudah menghadapi robot-robot kayu itu, bahkan tanpa menarik senjata yang di bawahnya. Dalam beberapa tarikan nafas, Fang Mu sudah melesat cepat dan menyelesaikan rintangan ketiga ini.


Setelah itu, Fang Mu di hadapankan pada batu besar yang menjulang tinggi ke langit. Dinding batu ini adalah tes kelayakan bagi seorang murid untuk dapat di sebut seorang pendekar dan menjadi murid utama.


"Kita bertemu lagi, kali ini aku akan menaiki dinding yang pernah menghentikan langkahku di kehidupan sebelumnya,"


Fang Mu menarik nafas dan bersiap untuk melewati dinding pembatas itu.


Shussshhh!!!


Sati kali percobaannya, Fang Mu melesat cepat ke udara, dengan bantuan sedikit tenaga dalam Fang Mu sudah berdiri di atas dinding pembatas itu.


"Akhirnya... " Fang Mu melompat ke bawah dan memasuki terowongan yang akan membawanya keluar dari hutan pengujian ini.

__ADS_1


__ADS_2