Pendekar Keris Naga Putih

Pendekar Keris Naga Putih
Ch 06. Menuju Lembah Angin


__ADS_3

Selama beberapa waktu terakhir, Xiao Yan memilih untuk tidak mengambil misi. Dia fokus untuk melatih Fang Mu, Xiao Yan selalu di buat kagum dengan kecepatan perkembangan dari muridnya itu.


Xiao Yah sangat yakin dengan kekuatan fisiknya saja, Fang Mu akan mampu mengimbangi kemampuan pendekar elit satu bahkan mengalahkan pendekar elit satu. Kecepatan perkembangan yang di perlihatkan oleh Fang Mu hanya dapat di utarakan dalam satu kata, Mengerikan.


Selain terus memberi latihan dasar silat, Xiao Yan juga tidak lupa menceritakan banyak kisah kehidupan kepada Fang Mu, dirinya tentu tidak ingin Fang Mu berkembangnya pesat dan berakhir menjadi monster yang akan menghancurkan dunia ini. Xiao Yan juga berharap jika Fang Mu akan memiliki sifat pemaaf, mengingat suatu hari nanti Fang Mu akan mengetahui siapa yang telah menghancurkan desa tempat dirinya berasal dan membabas habis seluruh keluarganya.


"Ingat, Dewata tidak akan pernah suka dengan sosok yang serakah dan ambisius untuk menjadi penguasa segalanya," Xiao Yan terus memberi nasehat dan petuah kepada Fang Mu.


Fang Mu hanya menjadi pendengar yang baik. Fang Mu tentu menyadari tujuan dari Xiao Yan agar dia tidak membalaskan dendam atas kejadian yang menimpa desa tempat dirinya berasal. Namun, Fang Mu sudah membulatkan tekadnya untuk mencari tahu siapa dalang di balik hancurnya desa dan lenyapnya seluruh keluarganya. Hal ini tentu menjadi salah satu yang membuat Fang Mu bertekad untuk menjadi kuat.


"Apa kau mendengar semua pesan guru itu?" Tanya Xiao Yan setelah menutup ceritanya.


"Tentu guru, murid akan mengingat semuanya dengan baik," jawab Fang Mu.


Setelah mendengarkan banyak pembelajaran hidup dari Xiao Yan, Fang Mu akhirnya kembali ke kamarnya. Fang Mu tentu tidak langsung tidur, dia mulai membuka lembaran bukunya dan mencata jurus-jurus yang di kuasainya di kehidupan pertamanya, tidak lupa pula jurus keris naga putih.


Fang Mu sadar betul, seiring berjalannya waktu dan banyak kejadian baru yang di alaminya, tidak menutup kemungkinan akan ada beberapa bagian yang akan terlupakan, salah satu kejadian baru adalah dirinya yang di wariskan pusaka dan kitab oleh Yu Fing. Jadi guna mengantisipasi semua itu terjadi, Fang Mu memilih untuk mencatat semuanya.


"Aku tidak tahu, apakah semua perubahan yang terjadi beberapa waktu terakhir akan membawa ke arah lebih baik atau malah membuat suasana bertambah runyam," Fang Mu menghela nafas panjang, dirinya masih sangat khawatir jika keadaan akan jauh lebih kacau dari kehidupan pertamanya dan semua yang terjadi di luar ingatannya. "Setelah ini, aku harus jauh lebih berhati-hati lagi, paling tidak jika semuanya tidak berjalan sama dengan kehidupan pertamaku, aku sudah memiliki kekuatan untuk membawa ke arah yang lebih baik... " Imbuh Fang Mu.

__ADS_1


Fang Mu menutup bukunya itu, dia sudah merasa lelah dan matanya tampak sayu seolah ingin segera istirahat dan mereset ulang tanaga dan staminanya.


***


Kokok ayam membangunkan semua penghuni Sekte Gunung Naga, sinar matahari pagi seolah ikut menyertai Kokok ayam itu.


Fang Mu tampak sudah bangun sejak subuh tadi, dia terlihat sedang memotong kayu bakar di depan paviliun, memang sudah menjadi rutinitas Fang Mu setiap paginya. Kegiatan secara tidak langsung membentuk otok di kedua tangan Fang Mu, selain itu otot punggung juga ikut terbentuk. Semua ini dia lakukan sejak pertama kali tiba di Sekte Gunung Naga, jadi tidak mengherankan jika Fang Mu memiliki fisik yang besar nan tangguh, padahal usianya masih sangat belia.


"Mu'er, kau benar-benar sangat rajin," Xiao Yan tidak sungkan memberikan pujian pada Fang Mu.


"Ini semua untuk melatih fisikku guru," sahut Fang Mu sembari berjalan ke arah Xiao Yan.


"Hari ini guru akan pergi menjalankan misi, kau tidak boleh bermalas-malasan, harus tetap berlatih keras. Kau mengerti,"


"Dan ini, guru sudah meminta kepada ketua sekte untuk memberikan sumber daya yang akan membantu perkembanganmu," Xiao Yan memberikan buntalan yang berisi sumber daya berupaya pil yang berfungsi meningkatkan kemampuan.


Fang Mu sadar betul jika Xiao Yan sedang membohongi dirinya, semua ini di beli dengan gaji daripada bayaran Xiao Yan mengerjakan misi selama ini. Fang Mu segera memeluk erat gurunya itu, dia sungguh bertekad tidak akan mengecewakan gurunya.


"Murid tidak akan pernah mengecewakan guru, murid akan menjadi murid yang berbakti," Fang Mu memeluk erat tubuh Xiao Yan.

__ADS_1


Xiao Yah merasa tenang mendengarnya, harapannya tentu agat Fang Mu menjadi pendekar yang hebat dan memiliki kemampuan tinggi yang akan membawa perdamaian dan keadilan di semua jalan.


"Teruslah berlatih, guru akan menguji latihanmu setelah guru kembali nanti," Xiao Yan melepaskan pelukan Fang Mu dan bergegas pergi meninggalkan paviliun itu.


Fang Mu melambaikannya tangannya dan selalu berpesan agar berhati-hati dalam melakukan apapun.


Setelah kepergian dari Xiao Yan, Fang Mu bergegas menuju halaman belakang. Dia bersiap memulai rencananya, salah satu rencana utamanya adalah meninggalkan Sekte Gunung Naga untuk menuju Hutan Kematian yang berada di sisi selatan tepat di luar sekte.


Tujuan utama Fang Mu tentu bukan Hutan Kematian itu, tetapi Lembah Angin yang berada di tengah hutan itu.


"Lembah angin, sudah lama sekali aku ingin mendatangi tempat itu, sekarang adalah waktu yang paling tepat,"


Fang Mu memasukan beberapa perbekalan yang akan di butuhkan olehnya dalam perjalanan kali ini. Tidak lupa dirinya membawa kitab pemberian dari Yu Fing, sebilah pedang di punggungnya dan dua kerambit yang di dapatkannya dari Yu Fing dengan media pembelajaran, sebelum benar-benar menerima kerambit pusaka itu. Serta sumber daya yang di berikan oleh Xiao Yan untuk dirinya.


"Aku akan memulai semuanya dari sini, lembah angin akan menjadi langkah awal," Fang Mu bergumam sendiri.


Fang Mu bergegas cepat meninggalkan paviliun. Dia menggunakan jalur yang sudah di susun dari jauh-jauh hari, Fang Mu tentu menyadari dirinya tidak mungkin di izinkan meninggalkan sekte melakukan gerbang utama, sebab itulah sejak lama Fang Mu membangun terowongan di belakang perpustakaan yang akan membawanya jauh keluar sekte, tanpa ada satupun orang yang akan mengetahuinya.


Sebelum memasuki terowongan rahasia itu, Fang Mu memastikan lebih dulu jika tidak ada orang lain yang melihat dirinya atau dia akan menempatkan dirinya dalam bahaya besar.

__ADS_1


Setelah yakin tidak ada yang melihatnya, Fang Mu langsung membuka terowongan itu dan masuk dengan cepat, lantas langsung menutupnya kembali, seolah tidak pernah ada terowongan di tempat itu.


Fang Mu mengelus dadanya, karena berhasil keluar dari Sekte Gunung Naga dan akan memulai semua rencana yang telah di susun oleh-nya sejak lama saat pertama kali menjalani kehidupan ke-dua ini.


__ADS_2