Pendekar Keris Naga Putih

Pendekar Keris Naga Putih
Ch 29. Setan Kembar III


__ADS_3

"Kerambit Memburu Iblis"


Fang Mu langsung mengubah gerakannya, sebelum bergerak dengan sangat cepat memanfaatkan celah pertahanan dari Setan Kembar yang terbuka lebar itu.


Sleshhh!!!


Sleshhh!!!


Dalam tiga tarikan nafas, sepasang kerambit Fang Mu itu mampu memberikan luka pada tubuh Setan Kembar, walaupun tidak begitu dalam dan serius.


"Akhhh... Berani sekali kau melukaiku!!" Bentak Setan Kembar yang tidak terima dirinya mengalami luka.


"Apa itu sudah cukup untuk membuktikan jika aku memiliki kemampuan untuk mengirim dirimu bertemu dengan Dewa Kematian?" Tanya Setan Kembar masih dengan senyum penuh ejekan.


Setan Kembar itu terbakar emosi mendengar nada ejekan dari Fang Mu. Dia mengalirkan tenaga dalam yang besar pada kapaknya, dia benar-benar ingin memenggal kepala Fang Mu dan menguliti tubuh Fang Mu.


"Kapak Setan Memburu Kepala"


Setan Kembar itu berpindah tempat dan mengayunkan kapan memburu kepala Fang Mu. Ayunan kapak itu benar-benar cepat dan berkekuatan besar.


Fang Mu dapat membayangkan jika kapak itu mengenai tubuhnya, maka sudah dapat di pastikan jika dirinya akan menderita luka yang serius, bahkan kematian akan di alaminya. Fang Mu tentu sekuat tenaga untuk terus menghindar, bahkan Fang Mu merasa ragu untuk menangkis serangan itu, karena memiliki kekuatan besar.


Setan Kembar yang sudah di kuasai amarah dan emosi terus menggempur Fang Mu dengan semua stamina dan kemampuan yang di milikimya. Dalam waktu singkat, banyak pepohonan tumbang akibat energi tebasan yang di lakukan oleh Setan Kembar.


"Tenaga dalamnya seolah tidak pernah habisnya," gumam Fang Mu sembari terus menjaga konsentrasinya agar tidak lengah dan membuka celah yang akan di manfaatkan oleh Setan Kembar ini.


Setan Kembar itu semakin murka saat semua serangannya tidak mengenai sasaran. Dia bisa di tertawakan orang-orang dunia persilatan jika tahu dia kesulitan untuk mengalahkan bocah kecil ini.


Setan Kembar itu sekali lagi mengalirkan tenaga dalam lebih besar ke kapaknya, berharap kali ini serangannya mengenai Fang Mu dan segera membinasakannya, agar dapat segera bergegas membantu rekannya yang terlihat sudah mulai terdesak itu.

__ADS_1


"Jangan memikirkan keselamatan orang lain, pikirkan saja dirimu apakah bisa selamat dari kematian," kata Fang Mu yang sudah keluar dari tekanan dan bersiap memberi serangan balik.


"Kerambit Kegelapan Menguasai Malam"


Kerambit di tangan Fang Mu mengeluarkan asap hitam pekat dan memancarkan kengerian. Bersamaan dengan itu pula, Fang Mu bergerak cepat ke arah Setan Kembar itu. Dirinya dengan pintarnya memberikan serangan telak di bagian dada dan tangan kanan Setan Kembar itu, sehingga membuatnya kesulitan untuk menggunakan kapaknya untuk melanjutkan pertarungan.


"Akhh ... " Teriak Setan Kembar itu.


Setan Kembar itu tentu menyesali tindakan bodohnya yang mengalihkan perhatian dari lawan bertarungnya ini, yang berimbas dengan dia yang mengalami luka serius.


"Apa seperti ini cara bertarung aliran lurus? Menyerang saat lawan sedang lengah?" Setan Kembar itu berseru dengan keras.


"Apa aku pernah mengatakan jika aku aliran lurus? Bagiku, aku hanya mengikuti kebiasaan buruk kalian," Fang Mu mengatur nafas dan tenaganya yang benar-benar hampir mencapai batasnya. Jurus Kerambit Kegelapan Menguasai Malam menyerap tenaga dalam sangat besar.


Fang Mu tetap siaga dengan kuda-kuda tarungnya, dirinya tidak ingin musuhnya mengetahui jika tubuhnya sudah mencapai batasannya.


"Bocah tengik!!! Aku akan pastikan jika aku akan memenggal kepalamu!!!" Setan Kembar itu kembali berseru sambil terus mengalirkan tenaga dalam pada lukanya untuk menghentikan pendarahan yang di alaminya.


Setan Kembar itu menarik nafas panjang, sebelum sepasang senyum menghiasi wajah jeleknya itu. Setan Kembar itu tertawa dengan keras, dia berusaha kembali menggenggam erat kapaknya, walaupun darah terus mengalir dari bahu kirinya itu karena terlalu di paksakan.


"Kau sudah mencapai batasmu nak, aku tahu itu. Kau sudah habis, Akulah yang menenangkan pertarungan ini.... Sayang sekali, jenius bela diri harus gugur dan berakhir menjadi santapan kami," Setan Kembar itu menjilati bibirnya.


***


Sementara itu, Wan Susu masih terus di sibukkan dengan Setan Kembar yang menggunakan senjata Pisau Lebar itu. Mereka benar-benar terlibat pertarungan sengit.


Walaupun di awal terlihat Setan Kembar kesulitan untuk mengimbangi serangan yang di lakukan oleh Wan Susu, tetapi seiring berjalannya waktu, Setan Kembar itu berhasil membaca arah dan pola serangan dari Wan Susu.


"Ternyata kau cukup pintar rupanya," Wan Susu tanpa sungkan memberikan pujiannya.

__ADS_1


"Haha, kau tidak berpikir jika aku bertarung hanya mengandalkan otot bukan? Aku sama seperti dirimu, pendekar juga, sudah barang tentu juga menggunakan otak untuk berpikir," sahut Setan Kembar itu.


Wan Susu menghela nafas dengan berat, dia merasa ini akan jauh lebih merepotkan. Wan Susu mengalirkan tenaga dalam kembali ke Sabitnya itu, bersiap untuk kembali memulai pertarungan.


Menit kemudian, Wan Susu sudah berpindah tempat dan mengayunkan sabitnya berusaha untuk mendominasi dan mendesak Setan Kembar itu. Bukan hanya Wan Susu, tetapi Setan Kembar itu juga memiliki keinginan yang sama, karena dia merasa rekannya itu membutuhkan bantuannya dengan cepat, sebab itulah dia harus menyelesaikan pertarungan ini dengan segera.


Keduanya terus terlibat jual beli serangan. Baik Wan Susu ataupun Setan Kembar terus mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Karena keduanya menyadari jika terus menahan kemampuannya, maka akan berakhir buruk.


"Ternyata kemampuan pendekar sabit emas bukan bualan semata, kemampuan sabitmu benar-benar luar biasa," Setan Kembar itu tanpa sungkan melemparkan pujiannya atas kemahiran Wan Susu menggunakan sabitnya untuk bertarung.


"Kemampuanmu menggunakan pisau lebar itu juga sangat luar biasa... Aku tidak menduga ada orang cukup gila menjadikan pisau daging itu sebagai senjata untuk bertarung," seru Wan Susu.


Setan Kembar itu tertawa keras, dia menertawakan bualan dari Wan Susu itu.


"Orang gila? Sudah banyak pendekar merenggang nyawa di Pisau Lebarku ini dan kau akan menjadi salah satunya... " Setan Kembar itu menunjuk Wan Susu dengan Pisau lebarnya itu.


Wan Susu tertawa, "Kau terlalu percaya diri... "


Tepat setelah itu, keduanya kembali bergerak cepat ke depan. Wan Susu mengayunkan sabitnya lebih dulu dan di tangkis dengan baik oleh Setan Kembar, tatapi dia kecolongan saat satu tendangan keras menghantam pinggangnya.


Bughhh!!!


"Pukulan Naga"


Bughhh!!!


Satu pukulan keras menghantam dada Setan Kembar itu dan membuatnya memuntahkan darah segar.


Setan Kembar berusaha mengatur jarak dari Wan Susu, dia merasa organ dalam berpindah akibat pukulan itu.

__ADS_1


"Akhh ... Sial, aku terlalu fokus pada sabitnya, sampai lupa jika dia menguasai jurus lainnya pula," umpat Setan Kembar.


Setan Kembar itu dapat merasakan jika dia mengalami luka dalam akibat pukulan keras itu. Pukulan yang di alirkan tenaga dalam besar itu menghantam Setan Kembar dengan telak, tanpa pelindung sedikitpun.


__ADS_2