
Kota Perak adalah salah satu kota maju yang berdiri di Kekaisaran Xin. Kota Perak berada di bawah perlindungan Sekte Gunung Naga, sehingga membuat kota ini menjadi tentram dan nyaman.
Selain itu, Kota Perak juga di pimpin oleh Walikota yang arif nan bijaksana, sehingga benar-benar menjamin keberlangsungan kota ini.
"Tetua ... " Dua orang murid Sekte Gunung Naga yang mendapatkan tugas berjaga di Kota Perak memberi hormat kepada kelompok Wan Susu.
Wan Susu hanya tersenyum tipis, lantas melanjutkan kudanya. Wan Susu tidak lupa menjelang jika mereka yang bertugas di Kota Perak adalah para murid yang gagal menjadi murid utama dan usianya sudah melewati batas untuk kembali melakukan ujian. Dalam Sekte Gunung Naga memang ada aturan tersendiri, bagi mereka yang gagal menjadi murid utama tidak akan memiliki kesempatan untuk menjadi Tetua, oleh sebab itulah mereka akan menjadi abdi sekte, biasanya akan menjadi kelompok prajurit penjaga dan beberapa juga di kirim ke kota.
Fang Mu menganggukkan kepalanya mengerti, di kehidupan sebelumnya Fang Mu hampir gagal menjadi murid utama, sehingga dia memahami betul mengenai aturan tersebut. Akan tetapi memang ada segelintir abdi sekte yang memiliki kemampuan di atas rata-rata, biasanya mereka akan menjalani ujian tersendiri untuk layak menjadi tetua sekte, akan tetapi tidak akan mampu menjadi Tetua Utama.
"Kita akan beristirahat di kota ini," ujar Wan Susu.
Wan Susu langsung mengarahkan kudanya menuju salah satu penginapan yang ada di Kota Perak. Wan Susu memesan dua kamar untuk mereka, kebetulan satu orang anggota kelompoknya adalah seorang perempuan, sehingga tidak mungkin rasanya mereka akan satu kamar.
"Kalian boleh beristirahat atau hendak berkeliling kota, besok pagi kita akan melanjutkan perjalanan," kata Wan Susu sebelum berjalan memasuki kamarnya yang di ikuti oleh Tang Yu.
Sementara Fang Mu memilih untuk menikmati suasana kota dengan berkeliaran Kota Perak di sore hari menikmati senja yang indah.
"Fang gege, bolehkan aku ikut denganmu? Aku juga ingin menikmati keindahan kota ini," pinta murid perempuan yang ikut bersama mereka dalam misi kali ini.
Fang Mu menganggukkan kepalanya, dirinya tidak melarang perempuan itu ikut dengannya.
__ADS_1
Perempuan itu bernama Yu Xun, salah satu pendekar yang secara mengejutkan mampu menjadi murid utama, padahal dirinya tidak pernah di prediksi mampu menjadi murid utama dalam ujian kali ini.
Namun, Fang Mu yang sudah menjalani kehidupan keduanya ini, tentu tahu betul sepak terjang gadis kecil ini di masa depan. Yu Xun akan menjadi pewaris sah dari klannya, sekaligus kakeknya, Yu Fing yang memiliki kemampuan yang melampaui batas.
Fang Mu juga ingat, Yu Xun adalah satu dari sedikit orang yang berhasil selamat dalam peristiwa musnahnya Sekte Gunung Naga. Yu Xun juga mendirikan sekte baru di tempat Sekte Gunung Naga sebelumnya, meskipun dengan nama yang berbeda. Sebab itulah di mata Fang Mu, Yu Xun memiliki nilai yang luar biasa, sehingga tanpa sadar Fang Mu menaruh hormat dan kekaguman kepada sosok ini.
Mereka berdua berjalan menyusuri Kota Perak, menikmati keindahan senja dari atas bukit yang ada di Kota Perak ini.
"Aku selalu menyukai senja, Fang Gege, apakah Fang Gege juga menyukai senja?" Tanya Yu Xun dengan pelan dan lembut.
Fang Mu menganggukkan kepalanya, dia tentu tidak terlalu menyukai suasana seperti ini atau lebih tepatnya dirinya tidak pernah berada di kondisi seperti ini, sekalipun sudah menjalani kehidupan keduanya ini, tetapi ini pengalaman pertama baginya.
Saat sedang asik menikmati hidangan itu, beberapa orang prajurit memasuki penginapan.
"Perhatiannya, Tuan Muda Du ingin makan dan menikmati malam di penginapan ini, untuk kalian semua mohon untuk segera meninggalkan lantai utama," teriak prajurit itu dengan lantang.
Fang Mu yang mendengar itu mengerutkan dahinya, dia berusaha mengingat siapa gerangan Tuan Muda Du ini. Namun, Fang Mu tidak berhasil mengingat sosok Tuan Muda Du ini, kemungkinan sosok ini tidak begitu terkenal atau sudah tewas sebelum era Kegelapan.
"Kami akan pergi, akan tetapi izinkan kami menghabiskan makanan kami lebih dulu," pinta Wan Susu kepada prajurit itu. Wan Susu sebenarnya bisa dengan mudah menghabiskan para prajurit itu, tetapi dia tidak ingin menciptakan keributan.
"Apa kau tidak dengar, Tuan Muda Du ingin makan di tempat ini. Jadi segera tinggalkan tempat ini atau kalian akan merasakan sendiri akibatnya!!" Ancam prajurit itu menebarkannya ketakutan kepada semua yang ada di dalam lantai utama itu.
__ADS_1
Tang Yu menggenggam baku tangannya, dirinya sudah benar-benar di kuasai emosi melihat tingkah dari para prajurit itu yang semena-mena dan tidak menghargai mereka semua. Memang pada saat makan malam ini mereka tidak menggunakan atribut Sekte Gunung Naga, hal ini yang membuat para prajurit itu menjadi jumawa.
"Sekali lagi kami peringatkan kepada kalian semua, jika tidak segera mengindahkan peringatan ini, maka kami akan bertindak kasar," prajurit itu kembali memberi peringatan.
Tidak lama setelah itu, seorang pemuda yang menggunakan jubah berbuat dari sutra yang menunjukkan identitasnya sebagai seorang bangsawan memasuki lantai utama di ikuti oleh dua pengawasan prajuritnya di kiri dan kanannya.
"Aku tidak menduga jika putra Walikota begitu angkuh dan sombong, berbeda sekali dengan Walikota yang terkenal arif nan bijaksana. Sepertinya pepatah lama tentang buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, sedikit salah ya," Fang Mu bersuara sambil terus menikmati teh di cangkirnya itu.
Pemuda yang tidak lain adalah Tuan Muda Du itu mengalihfungsikan pandangannya ke arah Fang Mu. Sorot matanya menatap tajam Fang Mu, seolah-olah dia memberi peringatan kepada Fang Mu agar tidak macam-macam dengan dirinya atau Fang Mu akan berada dalam masalah besar nantinya.
Namun, berselang beberapa detik Tuan Muda Du itu mengalihkan pandangannya, Tuan Muda Du merasakan jika sorot mata Fang Mu sangat tajam seolah menusuk ke dalam jantungnya.
"Mengapa masih ada orang-orang ini di dalam lantai utama ini? Sudah ku katakan untuk membereskan semuanya," ujar Tuan Muda Du kepada para prajuritnya.
"Mohon ampun tuan muda, kami sudah memerintahkan mereka semua untuk pergi, akan tetapi kelompok mereka ini menolak untuk pergi sebelum makanan mereka di habiskan... " Salah seorang prajurit itu memberi penjelasan singkat kepada Tuan Muda Du.
"Beri mereka pelajaran, terutama pemuda yang berani bertindak tidak sopan kepadaku itu!!!" Sorot mata Tuan Muda Du terarah kepada Fang Mu.
Fang Mu tersenyum tipis, tidak sedikitpun dia merasa gentar dan takut terhadap ancaman Tuan Muda Du itu.
"Aku ingin melihat sejauh mana kau mampu mempertahankan kesombonganmu itu!!"
__ADS_1