
Wan Susu sulit untuk percaya jika Fang Mu mampir mengimbangi Setan Kembar itu, meskipun dengan bantuan dari Tang Yu dan Yu Xun.
Wan Susu ingat betul di usia yang sama, dirinya tidak memiliki keberanian untuk bertarung dengan seseorang yang memiliki kemampuan jauh di atas dirinya, apalagi di alam bebas seperti saat ini.
'Tetua Xiao, sebenarnya di mana kau menemukan monster ini... ' batin Wan Susu sambil memperhatikan Setan Kembar semakin menjauhi mereka.
Wan Susu memang gagal untuk menghabisi Setan Kembar itu, tetapi dia berhasil memberikan luka yang serius pada tubuh Setan Kembar dan memerlukan waktu yang tidak sebentar untuk menyembuhkannya.
Sementara itu, Fang Mu tampak menyesali keterbatasan kemampuannya, padahal ini adalah kesempatan baginya untuk menghabisi Setan Kembar sebelum membuat keonaran di masa depan dan sebelum mereka memiliki kekuatan yang tidak menusiawi.
Setelah beristirahat cukup lama, mereka akhirnya kembalikan melanjutkan perjalanan. Kali hanya dengan dua kuda saja, agar berjalan jauh lebih cepat karena mereka sudah benar-benar terlambat dari waktu yang di janjikan.
"Berpeganglah, kita akan bergerak dengan cepat," perintah Fang Mu, sebelum mamacu kudanya dengan cepat membelah hutan dan angin ribut itu.
Kuda itu bergerak dengan cepat, selama perjalan tidak ada halangan yang berarti yang menghadang. Beberapa hewan buas mampu mereka hindari.
Ketika matahari akan tenggelam di ufuk barat, mereka sudah tiba tepat di depan gerbang utama Kota Guhan, kota yang menjadi tujuan mereka.
"Tunjukkan identitas kalian," kata salah seorang prajurit yang berjaga di area gerbang masuk itu.
"Kami dari Sekte Gunung Naga tuan, kedatangan kami karena di undang oleh Walikota," Wan Susu menunjukkan identitasnya mereka yang merupakan bagian dari Sekte Gunung Naga.
Sikap para prajurit itu langsung berubah drastis setelah mengetahui identitas rombongan Wan Susu.
"Maafkan aku atas tindakan kurang sopanku, Tuan Pendekar, mari saya antar ke tempat Walikota," prajurit itu langsung menuntun rombongan Wan Susu menuju kediaman Walikota.
__ADS_1
Tidak sama seperti kota pada umumnya, Kota Guhan terlihat begitu sepi bak tak berpenghuni.
"Semua penduduk tidak berani keluar rumah tuan, bahkan para pedagang pun terpaksa menutup toko mereka karena situasi yang berbahaya... "
Sepanjang perjalanan, prajurit itu menjelang jika kota ini hampir menjadi kota mati karena teror dari hewan buas dan siluman selama beberapa waktu terakhir. Teror itu bahkan sudah memakan korban yang tidak sedikit, sekte kecil yang bertanya jawab melindunginya kota ini juga sudah hancur akibat serangan dari siluman itu.
"Mereka bukan siluman biasa, karena mereka seperti memiliki pikiran layaknya manusia. Sebab itulah, Walikota beranggapan jika ada yang hendak menguasai kota ini untuk kepentingan pribadinya... " Jelas prajurit itu.
Fang Mu yang menyimak semua penjelasan itu dapat mengambil kesimpulan, jika memang para siluman itu di kendalikan oleh seseorang dari jauh. Mungkin saat ini teknik mengendalikan siluman belum begitu di kenal, tetapi di masa depan akan ada sebuah sekte yang memiliki kemampuan ini. Di mana sekte ini memiliki pendekar yang menguasai teknik mengenali siluman.
"Selamat datang Tetua... Maaf aku tidak bisa menyambut kedatangan anda dengan baik," Walikota itu menyambar kedatangan rombongan Sekte Gunung Naga.
Mereka langsung di ajak ke aula utama yang memang di fungsikan sebagai ruang pertemuan. Walikota memerintahkan dayang untuk segera menyiapkan jamuan untuk menjamu.
"Tuan, maafkan atas keterlambatan kami... " Kata Wan Susu.
"Silahkan di nikmati terlebih dahulu tuan, hanya ini yang bisa kami sediakan karena kondisi kota benar-benar memprihatinkan," jelas Walikota.
"Ini semua jauh lebih dari cukup, kami juga memahami kondisi dan keadaan kota ini... Tuan, mari makan bersama kami. Tak enak rasanya kami menikmatinya semua hidangan ini, sementara anda hanya berdiri dan melihat saja," ajak Wan Susu dengan ramah.
Walikota itu akhirnya ikut bergabung bersama mereka menikmati hidangan itu bersama-sama.
Wan Susu juga tidak lupa bertanya mengenai bagian kondisi dan keadaan ini di mulai, serta sudah berapa lama keadaan ini berlangsung.
Dari informasi itu, dapat di simpulkan jika Kota Guhan ini benar-benar hampir menjadi kota mati karena banyak penduduknya yang sudah pindah dan tidak lagi menjadi tujuan bagi para pedagang untuk berniaga.
__ADS_1
Akhir kata, Walikota itu memohon agar Wan Susu dapat menyelesaikannya permasalahan yang melanda kota ini, agar semua aktivitas dapat berjalan seperti sediakala kembali.
"Anda tenang saja Walikota, kami akan mengusahakannya... " Kata Wan Susu.
Setelah itu, rombongan langsung di arahkan ke kamar masing-masing. Mereka memang memerlukannya istirahat terlebih dahulu, karena sudah menempuh perjalanan panjang dan melelahkan.
Fang Mu langsung mengeluarkan beberapa sumber daya yang di bawahnya, dirinya langsung mengkonsumsinya dan melakukan meditasi guna memastikan perkembangannya tidak terganggu dalam misi ini.
Aura kekuatan dengan segera keluar meluap dari dalam tubuh Fang Mu, membentuk selubung berwarna putih bening. Fang Mu terus berusaha mencerna semua sumber daya itu dengan cepat dan memastikan jika dia benar-benar mencapai kemampuan pendekar ahli tahap akhir yang tidak terlalu jauh dari kemampuannya pendekar raja.
Dengan fisik dan kualitas tulang yang di miliki oleh Fang Mu, tentu akan membuat semua orang rimba persilatan menjadi tercengang melihat bakat besar di miliki oleh Fang Mu saat ini. Karena tidak pernah ada dalam sejarah seseorang memiliki tulang naga muda di usia yang sangat muda, biasnya mereka yang memiliki tulang naga muda telah berusia lanjut, serta mencapai kemampuan pendekar ahli di usia semuda Fang Mu di seluruh penjuru Benua Teratai ini.
Fang Mu melakukan meditasi cukup lama, dia baru membuka matanya ketika malam sudah mencapai puncaknya. Udara dingin menyelinap masuk dan terasa menusukkan ke dalam tulang.
Fang Mu menarik nafas panjang, lantas berjalan keluar dari kamarnya. Suasana benar-benar sepi, sangat berbeda sekali dengan kediaman Walikota pada umumnya yang di jaga banyak prajurit dan dayang yang berkerja.
"Serangan siluman sudah mengubah kota ini menjadi sangat berbeda," Fang Mu berjalan mengelilingi kediamanku Walikota.
SRETTT!!!
SRETTT!!!
SRETTT!!!
Fang Mu seketika siaga saat merasa tiga kali sekelebat bayangan melintas. Merasa penasaran, Fang Mu akhirnya bergerak dengan hati-hati mengikuti salah satu bayangan itu, tentu Fang Mu menjaga jarak aman agar keberadaan dirinya tidak di ketahui.
__ADS_1
Entah kenapa, Fang Mu merasa jika kejadian di kota ini berkaitan dengan tiga kelebat bayangan yang baru saja melintas. Kaki Fang Mu terhenti di depan sebuah bangunan cukup besar di kediaman Walikota.
"Apa Walikota menyewa pendekar selain dari Sekte Gunung Naga?"