Pendekar Keris Naga Putih

Pendekar Keris Naga Putih
Ch 41. Serangan Di Pagi Hari II


__ADS_3

Wu Gu mengumpat keras dalam hatinya, serangan kejutan ini benar-benar di luar perkiraannya.


"Sial, mereka ternyata jauh lebih pintar dan licik," umpat Wu Gu dengan menggepalkan tangannya.


"Tidak ada gunanya menggerutu, sekaleng fokuslah untuk mengalahkan musuh," sahut Lu Gu.


Wu Gu tidak menjawab, dia mencengkeram gagang pedangnya dengan erat. Wu Gu menarik nafas panjang, sebelum melesat cepat ke depan. Dia bertekad untuk menghabisi sebanyak musuh yang datang menyerang markas mereka ini. Wu Gu yang memiliki kemampuan pendekar ahli di tahap akhir tentu bukan lawan yang mudah bagi mereka yang baru mencapai kemampuan pendekar ahli


Langkah dari Wu Gu di hadang langsung oleh Fang Mu. Tampak jika Fang Mu sudah menunggu dirinya.


"Bocah tengik, apa kau tidak salah memilih lawan!!!" Wu Gu berseru keras.


Fang Mu tertawa kecil, lantas berkata, "Tentu, aku memang ingin mencarimu untuk menguji sebatas mana kemampuanku ini berkembang,"


Fang Mu memang menargetkan musuh yang memiliki kemampuan tinggi, karena ini akan menjadi uji coba hasil latihannya selama ini. Saat merasakan kekuatan yang meluap dari tubuh Wu Gu terasa sangat kuat, membuat Fang Mu merasa dialah orang yang di carinya.


"Jangan terlalu banyak bicara, sekarang majulah... " Tantang Fang Mu.


Wu Gu tertawa terbahak-bahak mendengar dirinya di tantang oleh seseorang yang masih hijau di dunia persilatan ini. Wu Gu tentu menganggap Fang Mu sebagai bocah tengil yang tidak sadar akan perbedaan kekuatan di antara mereka.


"Biar aku perlihatkan kepadamu, bahwa sadar akan kekuatan itu perlu," kata Wu Gu.


Wu Gu bergerak maju mengayunkan pedangnya menyerang Fang Mu. Wu Gu sangat percaya diri, hanya membutuhkan tiga jurus saja sudah berhasil melumpuhkan Fang Mu.


Namun betapa terkejutnya Wu Gu saat serangannya mampu menghindari setiap tebasan pedangnya, beberapa kali juga Fang Mu berhasil menangkis pedang itu dengan menggunakan kerambitnya.


Bahkan Fang Mu tampak tidak mengalami kesulitan dalam menghadapi gempuran serangan yang di lakukan oleh Wu Gu itu.


"Bisa menghindar, aku ingin lihat seberapa lama kau mampu terus menghindar,"

__ADS_1


Wu Gu meningkatkan kecepatan serangannya, pedang itu melesat lebih cepat dari sebelumnya. Hal ini tentu membuat Fang Mu meningkatkan kewaspadaannya, dia tidak boleh lengah sedikit saja atau akan menderita luka serius nantinya.


Fang Mu mengalirkan tenaga dalam pada bagian kakinya agar dapat bergerak lebih cepat dan lincah.


Meskipun belum mengalami luka, tetapi Fang Mu sejak awal terus berada di posisi terdesak. Fang Mu bukan tanpa usaha, dia beberapa kali berusaha untuk membuat serangan balik, tetapi semuanya gagal karena perbedaan kekuatan di antara mereka sangat kentara.


"Apa kau sudah sadar perbedaan kekuatan di antara kita?" Wu Gu terus berusaha menjatuhkan mental Fang Mu.


Fang Mu yang sudah menjalani kerasnya kehidupan, tentu tidak terganggu dengan semua provokasi yang di lontarkan oleh Wu Gu. Dia masih tetap fokus untuk menemukan celah dalam serangan yang di lakukan oleh Wu Gu ini.


"Masih mampu bertahan selama ini? Kau membuatku bersemangat nak,"


Wu Gu kembali meningkat satu kali lagi kecepatannya dalam membangun serangan. Selain karena serangannya belum membuahkan hasil, dia juga merasa harga dirinya di pertaruhan kali ini. Andai dia gagal mengalahkan Fang Mu, maka dia akan menjadi bahan bulan-bulanan tetua lainnya dalam waktu yang lama.


"Ternyata seperti itu, semakin cepat ayunan pedangnya, tanpa sadar membuat celah pada bagian perutnya," gumam Fang Mu sambil mulai menyusun rencana.


Wu Gu kembali bergerak maju untuk menyerang Fang Mu, dia menganggapnya jika serangan barusan hanya kebetulan saja karena dia lengah. Wu Gu kembali melakukan tebasan yang terus menghujani Fang Mu.


Wu Gu yang tidak puas karena belum membuahkan hasil akhirnya menggunakan jurus kebanggaannya.


"Pedang Siluman: Memburu Kayangan"


Pedang itu memancarkan kilatan hitam dan mengeluarkan aura yang kuat. Sebelum melesat cepat ke arah Fang Mu, Fang Mu dengan cepat mengalirkan tenaga dalam ke kerambitnya. Dia menyilangkan sepasang kerambit itu menangkis serangan dari Wu Gu.


BAMMM!!!


TRANG!!!


Fang Mu mental cukup jauh ke belakang menghantam tembok kayu, perbedaan kekuatan menjadi pembeda di antara keduanya. Fang Mu merasakan dadanya sesak dan nafasnya memburu.

__ADS_1


"Tenaga dalamku masih sangat rendah, seandainya sedikit saja lebih banyak, dia bukan lawan sulit untuk aku taklukan,"


Fang Mu dengan cepat menggunakan tenaga dalamnya untuk menetralisir rasa sesak di dadanya. Fang Mu harus cepat, karena dirinya sadar jika Wu Gu tidak akan membiarkannya memulihkan diri.


Benar saja, Wu Gu sudah bergerak kembali ke arahnya. Wu Gu kembali gencar menyerang Fang Mu dengan pedangnya itu. Wu Gu dengan cekatan mengayunkan pedangnya yang sudah di alirkan tenaga dalam itu.


Fang Mu yang sudah siaga sejak awal, tentu mampu untuk menyambut serangan itu dengan cukup telaten dan baik. Dia beberapa kali mampu menangkis tebasan pedang Wu Gu, walaupun harus terpundur beberapa langkah ke belakang.


"Bagaimana? Apa kau sudah sadar letak perbedaan di antara kita? Menyesalinya? Kau terlambat karena aku tidak akan membiarkan kau meninggalkan tempat hidup-hidup setelah membuatnya porak-poranda,"


Wu Gu adalah orang yang paling naik pitam saat sadar markas mereka telah di serang. Dia tidak memiliki muka untuk menghadap Lu Kang setelah peristiwa ini, karena malam itu dia sudah mendapatkan kepercayaan dari Lu Kang atas semua informasi yang di berikannya. Namun, ternyata dia yang sejak awal masuk dalam jebakan yang di buat oleh rombongan Sekte Gunung Naga ini.


Bagi Wu Gu untuk menebus kesalahannya adalah dengan membawa kepala Wan Susu dan muridnya ke hadapan Lu Kang sebagai bentuk penebusan kesalahannya.


"Akan aku jadikan kepala kalian sebagai hadiah untuk Ketua... " Kata Wu Gu.


"Jangan terlalu percaya diri,"


Fang Mu dengan cekatan mengubah pola serangannya. Dia yakin awalnya menggunakan pola pertahanan, kini berganti menjadi lebih menyerang.


Dengan bekal pengalamannya yang luas, Fang Mu meliukkan tubuhnya ke arah kanan, sebelum kembali memanfaatkan celah yang tercipta di bagian bawah itu.


Bughhh!!!


Satu tendangan keras kembali menghantam perut Wu Gu. Tidak berhenti sampai di situ, bersamaan dengan itu pula Fang Mu berpindah tempat dan melesatkan serangan menggunakan kerambitnya.


"Kerambit Kegelapan Menguasai Malam"


Menggunakan jurus yang sama dengan pertarungan dengan setan kembar, Fang Mu menghajar Wu Gu habis-habisan dengan telak. Dengan sempurna Fang Mu memberikan luka cukup serius pada tubuh Wu Gu, hingga membuat Wu Gu mengalami pendarahan.

__ADS_1


__ADS_2