
Fang Mu terus bergerak dengan cepat, melompat dari satu pohon ke pohon lainnya. Setelah menempuh perjalanan cukup jauh, Fang Mu menemukan sebuah bangunan besar di tengah hutan itu, lengkap dengan barisan pendekar yang berjaga di beberapa penjuru.
"Benar dugaanku, mereka mendirikan markas di tengah hutan ... " Gumam Fang Mu.
Markas Sekte Siluman Iblis berdiri dengan kokoh. Terdapat sebuah benteng pertahanan di depan yang mencerminkan jika markas ini adalah sebuah sekte yang baru saja di dirikan. Selain itu, Fang Mu dapat memperkirakan jika di dalam bangunan ini terdapat sekitar lebih dari 100 orang pendekar. Meskipun belum mengetahui secara pasti gambaran kekuatan yang di miliki oleh kelompok ini. Satu yang pasti, terdapat pendekar raja di antara pendekar itu, Fang Mu mengetahui hal itu dari luapan tenaga dalamnya. Selain itu, jika dia tidak salah tebak, ada lebih dari satu pendekar raja di dalam markas ini.
Fang Mu hanya melakukan pengamatan dan pengintaian dari atas pohon, dia tidak cukup bodoh untuk turun dan memeriksa secara langsung karena akan membahayakan keselamatan dirinya jika terdapat pendekar raja di antara mereka. Fang Mu tentu tidak ingin besar kepala, merasa hebat sendiri dengan kemampuannya saat ini, sehingga dapat membuatnya mati dengan konyol.
"Seandainya aku memiliki kemampuan pendekar raja saja, sudah ku obrak-abrik markas mereka ini," kata Fang Mu.
Dari pengamatannya, Fang Mu dapat menarik kesimpulan kecil kemungkinan jika kelompoknya akan menang jika pertarungan benar-benar terjadi dan pihak musuh mengerahkan kekuatan penuhnya.
"Aku harus mencari bantuan lainnya, jika tidak kami akan habis," Fang Mu beranjak dari posisinya semula. Fang Mu tentu sadar jika kekuatan yang di miliki oleh kelompoknya saat ini tidak akan cukup untuk sekedar mengimbangi kekuatan musuhnya.
100 orang pendekar tentu bukan lawan yang mudah, apalagi masih ada siluman yang menjadi kekuatan tambahan musuh mereka kali ini.
Fang Mu dengan berhati-hati melompat dari satu pohon ke pohon lainnya. Dirinya berusaha sebisa mungkin untuk menciptakan suara yang akan menarik perhatian pendekar Sekte Siluman Iblis itu.
__ADS_1
Fang Mu memilih untuk kembali ke rombongan, karena jika terlalu lama dia tidak kembali akan membuat Wan Susu mengkhawatirkan keselamatan dirinya. Ketika kembali ke Kota Guhan, Fang Mu menemukan jika Wu Gu sedang berdiri di salah satu bangunan tertinggi di Kota Guhan, Wu Gu tampak memperhatikan semua titik terjang dari kelompok Wan Susu.
"Tua bangka itu tidak sadar sedang berurusan dengan salah satu sekte besar... " Batin Fang Mu, "Aku pastikan kau akan menyesali tindakanmu ini, tua bangka," tambah Fang Mu sambil terus bergerak dengan hati-hati Agat pergerakannya tidak di ketahui oleh Wu Gu.
Tidak membutuhkan waktu lama, Fang Mu sudah berada di antara teman-temannya yang sedang berdiri tepat di hadapan tiga ekor siluman serigala merah.
"Tetua," panggil Fang Mu seraya memberitahukan jika dia sudah kembali.
"Kau kembali di saat yang tepat, Mu'er. Sepertinya kita akan sedikit berolahraga dengan tiga ekor siluman ini," kata Wan Susu yang di balas anggukan oleh Fang Mu.
Bersamaan dengan itu pula, tiga ekor siluman serigala merah itu bergerak menyerang mereka.
Fang Mu menarik nafas panjang, sebelum melesat cepat ke arah salah satu siluman serigala merah itu. Satu tendangan keras menghantam bagian kepala serigala merah hingga membuatnya mental beberapa langkah ke belakang.
Fang Mu tidak berhenti sampai di situ, dia kembali berpindah tempat. Kali ini dengan buku jarinya Fang Mu menghantam bagian batok kepala serigala merah itu, hingga membuat serigala perak itu mengaum dengan keras.
Dalam beberapa serangan saja, Fang Mu sadar tiga serigala ini hanya memiliki kemampuan setara pendekar elit satu, bukan lawan sepadan baginya.
__ADS_1
"Kalian ingin menguji kemampuan kami, siasat yang cerdik. Mengorbankan tiga siluman rendahan untuk mengukur kemampuan lawan," Fang Mu mengeluarkan kerambitnya.
Detik kemudian, Fang Mu sudah berpindah tempat dengan sangat cepat. Dia langsung mengayunkan kerambitnya menyayat tubuh serigala merah itu. Tidak membutuhkan waktu lama serigala merah itu roboh ke tanah dan mati dengan cara mengenaskan, yaitu dengan tubuh tercabik-cabik.
Bahkan Wan Susu yang melihatnya hanya bisa menelan ludahnya dengan sulit, menurutnya tidak perlu dengan cara sesadis itu untuk menghabiskan seekor siluman yang memiliki kemampuan setara pendekar elit.
Wan Susu tidak memikirkan hal itu lebih jauh, dia memilih fokus untuk mengalahkan serigala merah yang menjadi lawannya kali ini. Dengan kemampuan yang di milikinya, tentu bukan hal sulit bagi Wan Susu mengakhiri perlawanan dari serigala merah itu. Namun, Wan Susu tidak menggunakan cara yang sama seperti Fang Mu dalam mengakhiri pertarungan. Wan Susu sebisa mungkin membunuh serigala merah itu agar tidak mengeluarkan darah yang banyak.
Sementara itu, Tang Yu dan Yu Xun juga berhasil mengalahkan serigala merah itu setelah melakukan kombinasi dan kerja sama yang baik. Berbeda dari pertarungan sebelumnya, kali ini Tang Yu dan Yu Xun jauh lebih berani dan memiliki pola serangan yang teratur, serta mental keduanya sudah mulai terbentuk.
Baik Tang Yu ataupun Yu Xun sadar memilih menjadi seorang pendekar sama halnya dengan memilih untuk berada di antara hidup dan mati setiap saat, karena nyawa seorang pendekar ada di ujung senjatanya itu sendiri.
"Kalian melakukannya dengan baik saudara Yu, saudara Xun ... " Kata Fang Mu.
Tang Yu hanya menanggapi perkataan Fang Mu dengan senyuman. Sejujurnya Tang Yu merasa takut dengan Fang Mu yang di nilainya terlalu kejam, apalagi jika mengingat dia dulu selalu menantang Fang Mu.
Setelah membereskan tiga siluman itu, Wan Susu mengajak muridnya untuk istirahat dan memulihkan diri karena tidak menutup kemungkinan akan ada siluman lainnya yang akan menghampiri mereka. Namun, sebelum itu Wan Susu sudah lebih dulu mengambil permata siluman yang di miliki oleh tiga ekor serigala merah itu.
__ADS_1
Permata siluman adalah sumber kekuatan bagi kaum siluman, mereka baru bisa di sebut siluman ketika memiliki permata di dalam tubuhnya. Semakin kuat kekuatan siluman itu, maka semakin berharga pula permata siluman.
Di rimba persilatan, permata siluman senantiasa di gunakan untuk menambah kekuatan, tetapi jika terlalu berlebihan dalam menyerap permata siluman akan memiliki efek samping, yaitu salah satu bagian tubuh akan menyerupai siluman sesuai dengan permata siluman yang di serap. Sebab inilah aliran lurus di larang keras terlalu banyak menyerap permata siluman, tetapi hal berbeda terjadi di aliran sesat. Banyak dari mereka memiliki kekuatan besar mewarisi siluman yang energinya berhasil mereka serap, sekalipun fisik mereka harus menyerupai siluman itu sendiri.