Pendekar Keris Naga Putih

Pendekar Keris Naga Putih
Ch 50. Du Kao Yang Rajin


__ADS_3

Fang Mu langsung bergegas kembali ke Vila Naga Muda. Fang Mu cukup terkejut menemukan Vila Naga Muda dalam keadaan bersih dan tertata rapi.


"Tidak biasanya guru senang menata barang-barang sedemikian rupa," kata Fang Mu.


Seingatnya, Xiao Yan tidak memiliki kebiasaan suka manata barang, apalagi menyusunnya dengan begitu rapi dan cantik seperti yang di lihat oleh Fang Mu saat ini.


Fang Mu menghela nafas dengan berlahan, dia tidak ingin memikirkan hal itu lebih jauh. Fang Mu masuk kedalam Vila Naga Muda dan langsung membersihkan diri, tubuhnya sudah sangat lengket. Memang selama perjalanan pulang mereka tidak sempat untuk membasuh tubuh karena setiap kali beristirahat tidak berdekatan dengan aliran sungai.


Fang Mu juga memilih untuk memajakan tubuhnya terlebih dahulu. Fang Mu beralasan jika tubuhnya juga perlu rehat, tidak perlu terlalu di paksa seperti sedia kala. Tanpa sadar, Fang Mu tertidur dengan pulasnya sampai matahari mulai menyingsing di langit bagian barat.


"Mu'er, kau sudah kembali rupanya,"


Suara khas yang di kenal oleh Fang Mu membangunnya dari tidur nyenyaknya.


"Guru ... " Fang Mu langsung berdiri dan memberi hormat kepada Xiao Yan, "Murid memberi hormat."


Xiao Yan tersenyum tipis, Fang Mu tidak pernah berubah selalu begitu menghormati dirinya.


Xiao Yan tidak kembali seorang diri, dia bersama dengan Du Kao yang baru sudah menyelesaikan latihannya hari ini.


"Guru dari mana saja?"


"Guru dari aula latihan, kau membawa saudara seperguruan di misi pertamamu,"

__ADS_1


Fang Mu yang mendengarnya hanya menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal itu. Dia sungguh tidak menduga jika Xiao Yan bersedia menjadikan Du Kao sebagai murid ke-duanya.


"Untung saja kau membawa seseorang yang tekun dan rajin," tambah Xiao Yan.


Fang Mu membulatkan matanya dengan sempurna mendengar hal itu, "Maksud guru, Du Kao tekun dan rajin?"


Xiao Yan mengangguk pelan, Xiao Yan lantas menjelaskan jika Du Koa sangat tekun dalam berlatih setiap harinya, dia juga rajin membersihkan Vila Naga Muda selama kau mengerjakan misi. Tidak lupa Xiao Yan menjelaskan meskipun Du Kao tidak terlahir dengan bakat yang besar, tetapi dengan tekun berlatih maka masih ada kesempatan menjadi pendekar pilih tanding.


Fang Mu menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal itu. Dirinya sungguh tidak menduga jika Du Kao memiliki sifat rajin dan tekun. Padahal awalnya dia merasa akan merepotkan Xiao Yan dengan permintaannya ini.


"Kau pasti lelah setelah menempuh perjalanan panjang, istirahatlah... " Kata Xiao Yan sambil berlalu masuk ke kamar pribadinya itu.


Fang Mu merasa penasaran akhirnya memilih untuk melihat sendiri apa yang sebenarnya telah terjadi. Fang Mu menemukan Du Kao di halaman belakangnya, tubuhnya bermandikan keringat, tangan kanannya terus mengayunkan kapaknya membelah dan memotong kayu bakar itu.


Fang Mu terkesiap melihat Du Kao yang sedang membelah kayu bakar itu, tubuh Du Kao sudah jauh berubah dari terakhir kali mereka bertemu. Jika sebelumnya Du Kao adalah seorang pemuda yang memiliki tubuh sedikit kurus dan lemah, sekarang sudah berubah drastis, Du Kao memiliki tubuh berisi dan memiliki otot-otot yang kuat di tangan dan kakinya. Melihat perkembangannya, Fang Mu yakin Du Kao sudah melewati latihan yang tidak ringan.


Lamunan Fang Mu buyar saat sosok yang sedang di amatinya itu sudah berada di sebelahnya.


"Kau sudah kembali, Fang Mu." Du Kao memberi hormatnya sebagai seorang junior kepada seniornya.


Fang Mu hanya mengangguk pelan, "Sepertinya kau berlatih dengan keras selama beberapa waktu terakhir ini,"


"Aku hanya memanfaatkan kesempatan yang tidak semua orang miliki, yaitu belajar silat di sekte besar ini. Jadi aku harus giat berlatih demi mengejar ketertinggalanku dari murid lainnya,"

__ADS_1


Fang Mu tidak menduga jika Du Kao akan memiliki semangat seperti ini. Padahal awalnya, Fang Mu hanya ingin Du Kao memperbaiki tata kramanya karena di masa depan Du Kao adalah orang yang akan menggantikan posisi Du Kai menjadi Walikota Kota Perak.


"Fang Mu, aku sungguh berterima kasih sebanyak-banyaknya kepadamu, jika bukan karena dirimu, aku tidak akan mungkin bisa berlatih di bawah bimbingan guru Xiao," selama di Sekte Gunung Naga, Du Kao menyadari jika Xiao Yan adalah salah satu Tetua yang terpandang dan memiliki kemampuan tinggi. Dari situ Du Kao menarik kesimpulan mustahil  dia akan menjadi murid Xiao Yan jika tidak ada campur tangan dari Fang Mu, yang merupakan murid pertama Xiao Yan.


Fang Mu hanya menanggapinya dengan senyuman, "Bukan karena aku, tapi memang kau layak menjadi murid guru... " Tambah Fang Mu, dia tentu tidak ingin mematahkan semangat yang di miliki oleh Du Kao.


***


Fang Mu kembali membuka buka tebal yang ada di kamarnya itu. Buku itu berisi semua kejadian besar di masa depan, Fang Mu memilih untuk mencatat semuannya karena dia khawatir jika dia akan lupa dengan beberapa kejadian penting seiring dengan terlenanya dirinya dalam menjalani kehidupan barunya ini.


"Tidak ada kejadian besar beberapa waktu ke depan, hanya gesekan antar dua aliran saja yang terus meningkat setiap waktu, hal inilah yang nantinya akan memicu perang besar terjadi di Era Kegelapan.


Dalam beberapa tahun ke depan juga Naga Kegelapan itu belum akan menampakkan diri, tetapi Shinobi Lembah Siluman akan sering terdengar karena sepak terjangnya," Fang Mu membaca ulang semua ingatan yang di salinnya dalam buku tebal itu.


Shinobi Lembah Siluman adalah salah satu yang di takutkan oleh Fang Mu, Fang Mu takut jika organsiasi ini akan berkembang lebih besar dari ingatan pertamanya. Mengingat mereka muncul lebih cepat dari pada di kehidupan pertamaanya.


"Aku harus mencari cara agar organsiasi ini tidak berkembang pesat, karena mereka akan sangat berbahaya. Apalagi mereka tidak pandang bulu dalam melakukan pembunuhan guna memastikan misi mereka berjalan sempurna, entah itu manusia awam ataupun hewan yang tidak bersalah... " Fang Mu menghela nafas panjang, kepalanya terasa berdenyut-denyut jika di paksa untuk memikirkan itu semua.


Fang Mu sekali lagi menghela nafas dengan panjang dan berat, "Aku harus secepatnya menjadi kuat, karena aku tidak tahu akan sebanyak apa perubahan yang terjadi dan tidak lagi sama dengan kehidupan pertamamu."


Fang Mu menutup buku tebal itu dan menyimpannya kembali. Sebelum mengeluarkan kitab usang pemberian dari Yu Fing, Fang Mu semakin di buat penasaran dengan isi kitab itu, karena dengan dua jurus yang baru di kuasainya saja sudah membuat kemampuannya meningkat pesat, bagaimana jika dia menguasai seluruh jurus dan pemahaman yang ada di dalam kitab usang ini.


"Apa benar, jika menguasai seni bertarung dengan kerambit, maka sama halnya menguasai seni bertarung dengan senjata lainnya?"

__ADS_1


__ADS_2