
Tidak lama setelah rombongan Sekte Gunung Naga itu beristirahat, mereka tampak kedatangan tamu yang tak di undang.
"Siapa kalian? Apa yang kalian lakukan di tempat ini," ucapnya seraya mengacungkan pedang ke arah rombongan Sekte Gunung Naga.
Wan Susu dengan cepat dapat mengenali identitas dari orang-orang itu, mereka adalah rombongan prajurit yang sedang bertugas mengawal salah satu bangsawan. Jika di ukur dari segi kekuatan, dalam tiga jurus saja Wan Susu sudah dapat melumpuhkan prajurit itu, tetapi dia tidak melakukannya karena tidak ingin bersinggungan dengan bangsawan.
"Kami hanya pengembara yang sedang beristirahat," jawab Wan Susu singkat. Dirinya tentu tidak ingin menunjukkan identitasnya sebagai salah satu Tetua Naga di Sekte Gunung Naga, karena Wan Susu sangat hafal bagaimana tabiat dari bangsawan yang akan memanfaatkan dirinya dan rombongannya untuk ikut mengawal pihak bangsawan ini.
"Rombongan pengembara, baguslah. Kami ingin istirahat di tempat ini dan tidak boleh ada yang meninggalkan tempat ini lebih dulu sebelum rombongan kami," prajurit itu memberi perintah kepada Wan Susu.
Fang Mu yang mendengarnya, jelas merasa keberatan karena ini akan menghambat perjalanan mereka. Namun, baru dirinya hendak maju dan menyatakan penolakannya, Wan Susu mencegah dirinya.
"Kami hanya pengembara, tidak memiliki maksud buruk apapun. Kami juga sudah selesai istirahat dan hendak kembali melanjutkan perjalanan," Wan Susu memberikan penjelasan tentang dirinya yang hendak melanjutkan kembali perjalanan.
"Sudah ku katakan, tidak ada yang boleh melanjutkan perjalanan sebelum kami melanjutkan perjalanan!!! Bisa jadi kalian adalah para perampok yang menyamar... " Prajurit itu tetap mencegah rombongan Wan Susu untuk melanjutkan perjalanan.
Wan Susu akhirnya memiliki mengalah, dia menjelaskan jika tidak ingin bersinggungan dengan bangsawan karena urusannya akan menjadi panjang.
__ADS_1
Fang Mu tentu mengerti dengan pilihan dari Wan Susu. Memang para bangsawan terkenal dengan harga dirinya yang begitu tinggi, jikalau tidak bisa menunjukkan identitas yang berada di atas mereka atau berasal dari kelompok dan organisasi besar, mereka tidak akan memberi muka.
Sebenarnya Wan Susu bisa saja membuka identitasnya sebagai Tetua Naga, akan tetapi hal itu akan membuat mereka lebih repot ke depannya.
Pada akhirnya mereka harus menunda perjalanan, rombongan Sekte Gunung Naga memilih beristirahat di dekat aliran sungai. Sementara para prajurit itu mendirikan tenda cukup jauh, akan tetapi tetap saja dua orang pengawal mengawasi gerak-gerik mereka.
"Tetua, kenapa tidak kita habisi saja mereka. Aku yakin mereka tidak memiliki kekuatan untuk menandingi kita," Tang Yu tampak sudah tidak tahan lagi melihat tingkah para prajurit itu yang seolah paling kuat di depan mereka.
"Anak muda memang selalu bersemangat, selalu mengambil tindakan tanpa pikir panjang ... " Wan Susu lantas menjelaskan jika mereka nekad menyerang dan menghabisi pihak bangsawan, maka mereka akan di nyatakan buronan kekaisaran. Selain itu, hal ini bertentangan dengan Sekte Gunung Naga yang merupakan sekte aliran lurus.
"Jika tidak ada yang selamat, maka tidak ada yang akan tahu kita yang menghabisi mereka, Tetua," Tang Yu terlihat masih kuat dengan pendiriannya ingin menghabisi para prajurit itu.
Tang Yu hanya bisa menghela nafas dengan pelan, dia merasa tidak puas dengan jawaban yang di dapatkan dari Wan Susu.
Fang Mu memilih mengambil posisi bersila di atas pohon, dia tentu ingin memanfaatkan waktu istirahat dengan mengkonsumsi sumber daya yang sudah di bawahnya guna menunjang perkembangannya. Fang Mu tentu tidak ingin waktunya terbuang sia-sia, karena setiap detik akan sangat berharga dan tidak boleh di buang sia-sia, sebisa mungkin dia harus menggunakan waktu dengan baik.
Fang Mu mengkonsumsi Ginseng Teratai Biru terlebih dahulu, Fang Mu ingin agar fisiknya benar-benar terbentuk dan tulangnya semakin kuat yang akan memperkokoh pondasinya sebagai seorang pendekar. Baru setelahnya, Fang Mu mengkonsumsi Rumbut Suci.
__ADS_1
Tubuh Fang Mu bergetar sampai mengkonsumsi keduanya di waktu yang bersamaan, karena ini pertama kalinya bagi Fang Mu di kehidupan keduanya ini. Tidak lama setelah itu, aura kuat terpancar dari tubuh seorang Fang Mu, beberapa senti dari tubuhnya udara memadat seolah oksigen menghilang seperkian detik.
Fang Mu dapat merasakan jika di dalam tubuh terdapat luapan energi yang luar biasa. Fang Mu benar-benar harus fokus agar energi di dalam tubuhnya tidak meledak keluar dan menarik perhatian prajurit, serta Wan Susu sebagai Tetua Naga akan mencurigai dirinya dan membuat semua pergerakannya menjadi tersendak dan terbatas.
"Tekanan yang di berikan kedua sumber daya ini sangat besar, jika aku tidak menguasai teknik khusus untuk menyerapnya, maka tubuhku akan meledak," gumam Fang Mu.
Tidak tanggung-tanggung, Fang Mu langsung mengkonsumsi tiga Ginseng Teratai Biru dengan resiko harus mengolahnya selama 10 jam dan tidak bisa di ganggu. Selain itu, Fang Mu juga mengkonsumsi lima rumput suci. Hal ini tentu di dasari oleh Fang Mu ingin segera memiliki kemampuan tinggi dan tenaga dalam yang besar.
Sementara itu, Wan Susu tentu dapat merasakan lonjakan kekuatan dari tubuh Fang Mu. Dia hanya bisa berdecak kagum, karena merasa jenius sejati sudah lahir dan berada di Sekte Gunung Naga. Wan Susu merasa dengan adanya Fang Mu dan dua orang lainnya ini maka dapat di pastikan masa depan Sekte Gunung Naga sungguh cerah, bahkan sangat cerah. Tidak menutup kemungkinan di masa depan Sekte Gunung Naga akan mendeklarasikan sebagai Sekte terkuat di rimba dunia persilatan ini.
"Ku pikir dulu Yu'er sudah luar biasa, ternyata ada Monster lainnya di dalam Sekte Gunung Naga... Mudah-mudahan aku memiliki umur yang panjang untuk menyaksikan Sekte Gunung Naga mencapai puncak kejayaannya... " Batin Wan Susu seraya memperhatikan Fang Mu dari jauh.
Wan Susu akhirnya memilih bersandar di batang pohon, sebelum beberapa prajurit mendatangi dirinya.
"Ada apa tuan? Apakah kalian berubah pikiran dan mempersilahkan kami untuk melanjutkan perjalanan?" Tanya Wan Susu kepada dia orang prajurit yang datang menghampiri dirinya itu.
"Tuan kami ingin mengajak anda untuk minum bersama, sambil menikmati suasana bulan purnama malam ini," ucap prajurit itu singkat, tanpa menurunkan kewaspadaannya. Hal ini terlihat dari tangan kanannya selalu berada di gagang pedangnya.
__ADS_1
Wan Susu yang melihatnya hanya tersenyum tipis, andai saja dia ingin memberikan pelajaran pada prajurit itu, tidak perlu menggunakan pedangnya saja dua prajurit itu sudah selesai di tangannya.
Wan Susu menghela nafas, sebelum mengikuti para prajurit itu. Sebenarnya Wan Susu ingin menolak ajakan itu, tatapi dia sadar betul jika dia menolak, kemungkinan bangsawan yang mengundangnya itu akan merasa kecil hati dan tersinggung.