
Fang Mu berkembang dengan pesat di bawah bimbingan Xiao Yan. Namanya dengan cepat tersebar di seluruh Sekte Gunung Naga, tidak sedikit yang memujinya. Fang Mu juga menjadi idola di kalangan kaum hawa karena memiliki paras yang rupawan.
Bahkan para Tetua sekte lainnya merasa iri melihat Xiao Yan memiliki murid yang tidak kalah jenius dengan dirinya. Namun, pepatah lama selalu benar bintang yang terang tidaklah selalu di sukai oleh semua orang.
"Mereka tidak ada bosan-bosannya selalu mendatangi tempat latihanku," Fang Mu menggaruk wajahnya saat melihat banyak anak-anak seusianya sedang menunggu kedatangan dirinya.
Mereka semua adalah murid Sekte Gunung Naga, salah satunya adalah Tang Yu, salah satu jenius yang di miliki oleh Sekte Gunung Naga. Fang Mu tentu mengenal Tang Yu, karena di kehidupan pertamanya dirinya dan Tang Yu adalah pendekar muda terbaik di generasi mereka, pasca kehancuran yang di derita oleh Sekte Gunung Naga.
Tang Yu akan menjadi salah satu pilar utama aliran putih dan menjadi satu di antara pahlawan di Era Kegelapan, sekalipun berdiri sendiri tanpa sekte yang menaunginya pasca hancurnya Sekte Gunung Naga. Tang Yu di masa depan akan sangat di kenal karena kegigihannya memberantas banyak pendekar aliran hitam dan memenangkan banyak pertarungan.
Namun, Tang Yu tidak pernah mencapai puncak dunia persilatan yang sesungguhnya karena dia harus gugur sebelum berhasil mencapai puncak. Jadi di mata Fang Mu sosok Tang Yu adalah teladan yang sesungguhnya. Meskipun sifatnya saat inu masih arogan dan meledak-ledak, tetapi Tang Yu tetap pendekar aliran putih yang teguh akan pendiriannya.
Fang Mu juga tidak lupa, bagaimana sosok Tang Yu menyelamatkan dirinya dari kematian, karena pada saat peristiwa yang menghancurkan Sekte Gunung Naga, dirinya belum memikirkan kekuatan yang memadai untuk menyelamatkan diri.
"Saudara Yu, kau selalu datang berkunjung denganku setiap hari," Fang Mu langsung menyapa mereka semua.
Tang Yu tersenyum sinis, "Seperti biasanya, aku menantangmu untuk bertarung satu lawan satu, dan hari ini akulah yang akan memenangkan pertarungan,"
"Kau selalu berkata seperti itu, tetapi aku selalu memenangkan pertarungan di antara kita," Fang Mu menggaruk kepalanya.
"Untuk hari ini, akulah yang akan memenangkan pertarungan di antara kita. Aku akan pastikan hal itu."
__ADS_1
Tidak menunggu jawaban dari Fang Mu, Tang Yu langsung melepaskan serangan ke arah Fang Mu. Pertarungan keduanya tidak terelakkan.
Tang Yu sejak awal terlihat terus membuat serangan, akan tetapi tidak satupun serangannya mengenai sasaran. Sekalipun semua serangannya tidak mengenai sasaran, Tang Yu tidak berputus asa, dia terus menerus membuat serangan sampai mampu mengenai Fang Mu.
Sementara itu, Fang Mu hanya menghindar dan menangkis setiap serangan yang di lakukan oleh Tang Yu. Fang Mu tentu memiliki banyak kesempatan untuk membuat serangan balik, akan tetapi dirinya tidak melakukan hal itu.
Tang Yu pada akhirnya kehabisan tenaga dengan sendirinya. Hal itu terlihat dari serangannya yang mulai melambat dan tanpa sadar membuka banyak celah pada pertahanannya.
Fang Mu yang menyadari hal itu, seketika mengubah kuda-kudanya dan meliukkan tubuhnya, sebelum satu serangan tapak menghantam bagian dada Tang Yu sampai membuat Tang Yu terdorong beberapa langkah ke belakang.
"Aku rasa kau masih perlu berlatih lebih giat lagi untuk bisa mengalahkanku, saudara Yu." Fang Mu membalikkan badannya dan berjalan meninggalkan Tang Yu bersama dengan teman-temannya.
Fang Mu tentu tidak menggunakan segenap kemampuannya saat membuat serangan, karena tidak ingin memberikan luka pada Tang Yu yang berakibat pada perkembangan di masa depan.
Tidak lupa pula, Fang Mu membuka kitab pemberian dari Yu Fing. Walaupun belum bisa melatih semua jurus yang ada di dalam kitab itu, tetapi dirinya bisa mempelajarinya dan memahami setiap penjelasan yang ada di dalam kitab tersebut.
"Semua yang tertera dalam kitab ini benar-benar luar biasa, aku semakin yakin jika kitab ini adalah satu dari tujuh kitab tanpa tanding," Fang Mu bergumam pelan sambil terus membuka lembar perlembar dari kitab itu.
Sesekali juga terlihat jikalau Fang Mu berusaha memperagakan gerakan dari jurus yang ada di dalan kitab itu. Satu kesimpulan yang di dapatkan oleh Fang Mu, jika ingin mempelajarinya kitab ini maka seseorang harus menguasai dasar silat dengan sempurna, karena bertarung dengan menggunakan senjata kerambit sangat berbeda jauh dengan senjata pada umumnya, seperti pedang, tongkat, tombak, dll.
Namun, keunggulan dari kerambit adalah titik serangannya sangat berbahaya. Kerambit juga memiliki pertahanan yang kuat, dan mampu membuat serangan yang tidak kalah berbahaya.
__ADS_1
"Senjata jenis kerambit ini sangat jarang di gunakan dalam dunia persilatan, bahkan pendekar yang menjadikan kerambit sebagai senjata utamanya sangat langka." Fang Mu bergumam dengan pelan, sambil menggaruk-garuk kepalanya.
Setiap selesai membaca halaman perhalaman, Fang Mu tidak mampu menutupi kekagumannya. Salah satu penjelasannya yaitu sosok terdahulu mampu menguasai dunia persilatan hanya dengan menguasai senjata kerambit itu.
'Jikalau kau mampu menguasai dan menggunakan kerambit dengan sempurna, artinya kau pendekar yang sesungguhnya, karena jika kau mampu untuk menguasainya maka kau telah selesai dalam penguasaan senjata jenis lainnya' salah satu kutipan di dalam kitab itu.
"Dari penjelasan ini, maka dapat di pastikan jika pemilik kitab ini sebelumnya sudah menguasai seluruh jenis senjata," Fang Mu terkagum-kagum membacanya.
***
Fang Mu terus berlatih setiap saat, bahkan di saat Xiao Yan sedang melakukan misi di luar sekte. Fang Mu benar-benar berhasil mencuri perhatian semua orang, bahkan beberapa Tetua sekte mulai memperhatikan perkembangan ilmu silat dari Fang Mu.
"Tetua Xiao sangat pintar dalam mencari murid, tidak mengherankan karena Tetua Xiao juga jenius di generasinya,"
"Aku sangat iri, tapi ini menjadi harapan jika murid Tetua Xiao ini berkembang dengan pesat,"
"Aku sangat menantikan perkembangan murid Tetua Xiao ini,"
Dari luar pagar paviliun terdengar banyak komentar dari para Tetua yang datang untuk melihat dirinya dan menyaksikan perkembangannya, sesuatu yang tidak pernah dirinya rasakan selama di kehidupan pertamanya.
Fang Mu bertekad untuk tidak mengecewakan semua yang percaya kepadanya, dirinya juga berjanji akan melindungi Sekte Gunung Naga dengan seluruh kemampuannya.
__ADS_1
Fang Mu menarik nafas panjang, dia mulai kembali meraih fisiknya. Dia tentu melakukan latihan di halaman belakang yang tertutup untuk orang-orang umum. Fang tentu tidak ingin kegiatan latihannya akan menjadi tontonan bagi banyak penghuni Sekte Gunung Naga, yang akan mengakibatkan kecemburuannya sosial dari murid lain dan Tetua pula.