
Satu tahun telah berlalu tanpa terasa, sejak Fang Mu tiba pertama kali di Sekte Gunung Naga. Selama setahun terakhir, Fang Mu tidak pernah berhenti mengejutkan Xiao Yan. Fang Mu bukan hanya mengalami perkembangan pesat dalam bela diri, tetapi juga perkembangan dalam ilmu pengetahuan lainnya.
Selama satu tahun terakhir Fang Mu terus berlatih dengan giat. Dia tidak pernah terlihat bermain dengan anak seusia dengannya. Karena visinya untuk menjadi kuat secepat yang dia bisa, demi mengubah masa depan menjadi lebih baik dan mencegah hal buruk terjadi, seperti kehidupan pertamanya.
Selama satu tahun terakhir juga Fang Mu mempelajari banyak hal, mulai dari pengobatan, sihir, formasi dan politik.
Fang Mu merasa semua itu akan berguna di masa depan. Belajar dari kehidupan pertamanya, Fang Mu merasa perlu banyak memiliki ketrampilan.
Satu tahun terakhir pula, nama Fang Mu mulai di kenal luas di dalam Sekte Gunung Naga. Selain terkenal karena bakat yang di milikinya, Fang Mu pula di kenal dengan pemuda yang haus akan ilmu pengetahuan karena selalu menghabiskan waktu di dalam perpustakaan.
"Mu'er... Guru perhatikan kau sangat sering menghabiskan waktumu di dalam perpustakaan setelah menyelesaikan latihamu. Guru yakin jika tidak menjadi seorang pendekar, kau akan terkenal sebagai serjana," Xioa Yan mengelus pucuk rambut Fang Mu. Xiao Yan merasa keputusannya mengangkat Fang Mu sebagai murid adalah keputusan yang tepat.
"Aku hanya tidak memiliki teman untuk bermain, guru,"
Pada hakikatnya itu bukan alasan utama Fang Mu, dirinya tidak mungkin bermain dengan anak-anak terlepas dari Fang Mu yang kembali saat berusia belia, tetapi mentalnya tetaplah seorang pendekar yang telah berusia sepuh. Selain itu, dia tidak ingin terlalu banyak berinteraksi karena tidak ingin mengubah banyak hal di masa depan.
Xioa Yan tersenyum tipis, "Guru merasa sudah saatnya kau mempelajari bela diri, fisik dan pondasimu sudah terbentuk dengan sempurna,"
__ADS_1
"Aku hanya berlatih sesuai dengan arahan guru." Fang Mu merendah.
Setiap berbicara dengan Fang Mu, Xiao Yan merasa sedang berbicara dengan seseorang yang berusia jauh lebih tua darinya dan memiliki segudang pengalaman tentang pahit dan manisnya kehidupan.
Xiao Yan selalu berpikir jika itu karena Fang Mu yang memiliki kecerdasan di atas anak-anak seusianya. Tidak terbesit sekalipun rasa curiga di dalam hatinya.
Xiao Yan lantas menjelaskan jika saat ini mereka hidup di Benua Teratai, di mana di dalamnya terbagi tiga kekaisaran besar, yaitu Kekaisaran Xin, Kekaisaran Wang, dan Kekaisaran Wei, serta beberapa negera kecil. Pada umumnya kekaisaran memiliki wilayah yang jauh lebih luas dari sebuah negera.
Setiap kekaisaran memiliki aturan tersendiri dan dunia persilatan di setiap kekaisaran tidak pernah lepas kaitannya dengan aturan itu, khususnya mereka yang berasal dari aliran putih. Tidak lupa, Xiao Yan menjelaskan jika tempat Sekte Gunung Naga tempat mereka bernaung saat ini berada di wilayah kekuasaan kekaisaran Xin.
Fang Mu hanya mengangguk-angguk, dia mendengarkan semuanya dengan baik. Sebenarnya dia sudah mengetahui semuanya, tetapi dia tetap mendengarkan semuanya dengan serius agar tidak membuat Xiao Yan curiga.
Terakhir, pendekar suci. Biasanya mereka yang mampu mencapai tingkatan ini sudah malang melintang di dunia persilatan, syarat utamanya adalah memiliki 3 jule tenaga dalam. Berbeda dari tingkatan sebelumnya, pendekar suci juga meminta tingkatan tersendiri yang disebut gerbang, terdiri dari 9 gerbang. Di dunia persilatan kekaisaran Xin sendiri tidak ada yang mampu mencapai pendekar suci gerbang sembilan, hanya batas gerbang ketujuh.
"Sebenarnya masih ada dua tingkatan lagi di atas pendekar suci, tetapi dunia persilatan menganggap itu hanyalah mitos karena tidak ada yang pernah mencapainya." Xiao Yan menutup penjelasannya.
Fang Mu tentu sudah mengetahui semua itu, dirinya juga menganggap dua tingkatan di atas pendekar suci hanyalah mitos semata, karena sampai Fang Mu merenggang nyawa sekalipun dirinya tidak pernah bertemu seseorang yang memiliki kemampuan di atas pendekar suci. Bahkan, setelah perang di antara tiga kekaisaran dan dunia persilatan yang kala itu di kenal dengan nama Era Kegelapan.
__ADS_1
"Kau tidak perlu memikirkannya terlalu dalam, yang perlu itu kau paham. Guru akan membimbingmu mencapai tingkatan tertinggi dari dunia persilatan,"
"Selain fisik dan pondasi, kau juga harus memperkuat kualitas tulangmu ... "
Xiao Yang kembali menjelaskan jika di dunia persilatan, kualitas tulang juga terbagi menjadi beberapa tingkatan, yaitu tulang serigala, harimau, dan Naga. Tulang serigala dan harimau di bagi tiga tingkatan pula, perunggu, perak, dan emas. Sementara tulang naga sedikit berbeda, yaitu tulang Naga Muda, tulang Naga Langit dan tulang Dewa Naga.
Tidak lupa, Xiao Yan menjelaskan pula jika pada umumnya para pendekar hanya memiliki tulang harimau, sangat jarang di temukan pendekar yang memiliki kualitas tulang naga, sekalipun saat mencapai puncak dunia persilatan.
"Kualitas tulangmu saat ini di tingkatan harimau perak, di tambah latihanmu selama ini sudah membentuk fisik yang kuat. Jadi sudah saatnya kau melatih dasar silatmu," Xiao Yan menjelaskan semuanya dengan detail. Tidak lupa dia memuji Fang Mu karena lahir dengan bakat yang besar, seolah alam memberi takdir baginya untuk memikul beban yang besar.
"Kau juga harus ingat, di balik bakat besar, ada pula tanggung jawab besar yang harus kau emban dan pikul," lanjut Xiao Yan.
Fang Mu mengangguk kepalanya, dia tentu tidak pernah lupa dengan pesan ini, karena di kehidupan pertama dia sudah menjalani beratnya lahir dengan bakat besar.
Fang Mu juga bertekad agar dapat menjadi kuat dengan cepat, sebelum era kegelapan akan mengubah arah dunia persilatan. Fang Mu juga bertekad untuk memimpin aliran putih untuk dapat melewati era kegelapan dan menyelamatkan dunia dari ambisi dan keserakahan.
'Aku akan mengubah dunia, aku yakin akan mampu membuat masa depan jauh lebih baik dari kehidupan pertamaku. Berbekal pengalaman dan pengetahuan tentang situasi di masa depan, aku akan menghentikan semua itu,' batin Fang Mu.
__ADS_1
"Mu'er, apa kau sudah siap?" Pertanyaan dari Xioa Yan seketika membuyarkan lamunan Fang Mu.
Fang Mu menganggukkan kepalanya dengan semangat.