
Crashhh!!!
Crashhh!!!
Dua siruken melesat cepat ke arah Setan Kembar itu. Beruntung Setan Kembar itu mampu menangkis dua siruken itu dengan baik.
"Sial, siapa yang berani menyerang kami dari belakang!!" Bentak Setan Kembar itu.
Mata Setan Kembar itu menemukan sosok pemuda yang menggenggam kerambit menantang dia.
"Bocah tengik!! Berani sekali kau!!!" Hardik Setan Kembar yang menggunakan senjata kapak itu.
"Takut kepada iblis seperti dirimu? Memalukan," seru Fang Mu.
Yups pemuda itu adalah Fang Mu, Fang Mu memang menyimpan semua siruken para Shinobi yang di kalahkannya beberapa waktu yang lalu untuk berjaga-jaga.
"Aku akan mengurusnya terlebih dahulu, kau fokus saja untuk menghabisi pendekar sabit emas itu. Jangan biarkan terlepas," Setan Kembar yang menggunakan senjata kapak itu memisahkan diri dan bergerak ke arah Fang Mu.
Wan Susu yang melihatnya, tentu tidak akan diam saja. Dia dengan segera hendak berpindah tempat untuk menghentikannya.
"Kau mau ke mana? Akulah yang akan menjadi lawanmu," Setan Kembar yang menggunakan senjata pisau lebar itu menghalangi langkah dari Wan Susu.
Tanpa menunggu jawaban dari Wan Susu, Setan kembar itu langsung mengayunkan pisau lebar itu ke arah Wan Susu secara terus-menerus. Wan Susu dengan cekatan mampu bergerak cepat menghindar dan berusaha untuk membuat serangan balik.
Sabit Wan Susu mampu dengan baik menangkis serangan pisau lebar dari Setan Kembar itu.
"Jika kau ingin membantunya, maka kau harus mengalahku terlebih dahulu," kata Setan Kembar itu di sela pertarungan mereka.
"Kau bukan masalah apa-apa tanpa rekanmu di mataku,"
"Sabit Naga Penakluk Iblis" Wan Susu langsung bergerak cepat melepaskan serangan yang bertumpu pada ketepatan dalam membuat serangan.
__ADS_1
Setan Kembar itu terkejut saat dia gagal mengikuti gerakan dan pola serangan dari Wan Susu, hingga membuatnya berakhir dengan pendarahan pada bagian dada kirinya itu.
"Akhh... Berani sekali kau melukaiku?!" Bentak Setan Kembar.
Bersamaan dengan itu, Setan Kembar itu melesat cepat ke arah Wan Susu. Berikutnya ayunan kapak itu menggempur Wan Susu habis-habisan, tanpa memberikan jeda untuk menarik nafas.
Setan Kembar mengalirkan tenaga dalam di setiap serangan. Setan Kembar benar-benar menyudutkan Wan Susu, tidak sekalipun dia terlihat mengendorkan serangan.
"Mati kau!!!" Teriak Setan Kembar itu.
Wan Susu yang sudah kenyang pengalaman di rimba persilatan, tentu masih mampu mempertahankan ketenangannya dalam mengantisipasi semua serangan yang di buat oleh Setan.
Merasa serangannya tidak mengenai tubuh Wan Susu, Setan Kembar itu terus meningkatkan kecepatannya dalam membangun serangan. Bahkan Setan Kembar itu menggunakan hawa pembunuhnya untuk menekan gerakan Wan Susu, tetapi Wan Susu dengan cerdiknya menggunakan aura bertarungnya untuk menandingi hawa pembunuh milik Setan Kembar, dan juga untuk menekan balik Setan Kembar itu.
Dalam waktu singkat, Wan Susu berhasil memojokan Setan Kembar itu. Wan Susu yang menggunakan sabit tentu unggul telak dalam pertarungan jarak dekat, sementara Setan Kembar dengan senjata pisau lebarnya kesulitan membuat serangan jika jarak di antara mereka terlalu dekat.
Belasan serangan sudah di lepaskan oleh Wan Susu dan berhasil memberikan luka pada tubuh Setan Kembar itu. Pola serangan yang berpusat pada kecepatan dan pertarungan jarak dekat benar-benar memberikan Setan Kembar menjadi putus asa. Setan Kembar tentu terus berusaha untuk membuat jarak, tetapi Wan Susu tidak akan membiarkan hal itu terjadi.
"Bedebah!!!" Umpat Setan Kembar itu.
"Sabit Naga Membelah Angin"
Wan Sis mengubah kuda-kudanya, dia meliukkan tubuhnya sebelum mengayunkan sabitnya menghantam bagian tubuh Setan Kembar, sehingga memberikan luka yang cukup serius pada Setan Kembar itu.
Setan Kembar itu dengan cepat melompat jauh ke belakang, menjaga jarak dari Wan Susu. Dia dengan segera berusaha mengalirkan tenaga dalam untuk menghentikan pendarahan pada tubuhnya dan menetralisir rasa sakit akibat serangan dari Wan Susu.
"Akhh... Sial, dia menjadi jauh lebih kuat setelah pertarungan satu lawan satu?" Umpat Setan Kembar.
Setan Kembar itu mulai menyadari jika dia tidak akan mampu untuk mengalahkan Wan Susu jika bertarung satu lawan satu, dia hanya bisa berharap jika rekannya mampu mengalahkan Fang Mu dengan cepat dan segera membantu dirinya. Karena jika terlalu lama, dia akan menderita luka yang serius dan bukan tidak mungkin akan kehilangan nyawanya.
***
__ADS_1
Sementara itu, Setan Kembar yang menggunakan senjata kapak sudah berdiri tegap di hadapan Fang Mu dengan senyum yang meremehkan.
"Seharusnya kau lari menyelamatkan diri nak, bukan malah keluar dan menyerahkan nyawamu seperti ini," Setan Kembar berseru lantang dan penuh ejekan kepada Fang Mu.
"Haha, kau terlalu percaya diri saudaraku. Sebegitu lemahnya diriku? Sampai kau bisa berkata seperti itu, bagaimana jika senjata kecilku ini yang akan merenggut nyawamu itu," Fang Mu merasa perlu untuk memancing emosi musuhnya.
Setan Kembar itu tertawa terbahak-bahak, dia jelas merasa jika Fang Mu masih sangat hijau di rimba persilatan, mengingat Fang Mu Masi terlihat sangat mudah.
"Pemuda yang menarik!!! Aku akui mentalmu, tapi mental saja tidak cukup,"
Setan Kembar dengan cepat berpindah tempat. Dia membuat serangan dengan cekatan dan membuat Fang Mu terpojokkan. Setan Kembar yang tidak menganggap Fang Mu sebagai ancaman tentu meremehkan Fang Mu, sehingga tanpa sadar membuka terlalu banyak celah pada pertahanannya.
"Kau terlalu meremehkanku," Fang Mu mengubah kuda-kudanya, sebelum dan bergerak ke arah samping kiri sambil melepaskan satu tendangan keras yang menghantam bagian perut Setan Kembar itu.
Fang Mu tidak berhenti di satu serangan, selanjutnya Fang Mu kembali mengejar Setan Kembar dan melepaskan tiga pukulan keras ke bagian dada yang terbuka lebar itu.
Bughh!!!
Bughh!!!
Bughh!!!
Tiga pukulan keras itu membuat Setan Kembar terpundur jauh ke belakang dan menghantam pepohonan dengan keras. Setan Kembar itu merasakan sesak di bagian dadanya.
"Apa itu sudah cukup membuktikan jika aku memiliki kemampuan untuk membunuhmu?" Tanya Fang Mu seraya mengejek Setan Kembar itu.
Setan Kembar itu menggeram dengan keras. Dia menggenggam erat kapaknya itu, emosinya memuncak dan melesat cepat bergerak kr arah Fang Mu.
Lesatan ayunan kapak dengan cepat menghujani Fang Mu. Setan Kembar mengalirkan tenaga dalam pada kapaknya itu, Setan Kembar seolah ingin segera membalas tindakan yang di lakukan oleh Fang Mu beberapa saat yang lalu.
Fang Mu mulai tampak kesulitan menghindari setiap serangan yang di lakukan oleh Setan Kembar. Beberapa kali terlihat kapak itu hampir memotong tangannya dan mengenai dadanya.
__ADS_1
Fang Mu tentu berusaha memutar otaknya agar mampu keluar dari tekanan dan membuat serangan balik yang memberikan luka serius.
"Haha, aku ingin lihat sampai sejauh mana kau akan bertahan," Setan Kembar itu tertawa dengan keras seraya mengejek Fang Mu.