
Bangsawan Gu, adalah salah satu bangsawan besar yang ada di Kekaisaran Xin. Mereka adalah keluarga bangsawan yang menguasai perdagangan di wilayah Kekaisaran Xin. Bangsawan Gu begitu terkenal dan tersohor berkat banyaknya melahirkan para cendekiawan dan sarjana besar setiap generasinya, serta ahli diplomatik.
Salah satu dari generasi baru, yaitu Gu Wunfai, Tuan Muda ketiganya dari bangsawan Gu yang kali ini sedang melakukan perjalanan menuju salah satu kota besar di Kekaisaran Xin untuk bertemu seseorang yang penting.
Gu Wunfai yang memiliki segudang Informasi tentu dapat dengan cepat mengenali sosok Wan Susu yang merupakan Tetua Naga dan pendekar yang bergelar pendekar sakti bulan di rimba persilatan.
"Maafkan atas sikap tidak sopan prajuritku, Tetua. Dan maafkan aku yang begitu lambat untuk mengenali anda," Gu Wunfai menundukkan badannya memberi hormat kepada Wan Susu.
Wan Susu hanya menanggapi dengan seutas senyum di wajahnya. Wan Susu tidak terlalu terkejut saat identitasnya di ketahui dengan cepat oleh Tua muda Gu, karena memang setiap Tuan Muda Bangsawan akan di bekali wawasan untuk mengenal para pendekar ternama di rimba persilatan. Apalagi Bangsawan Gu memang di kenal banyak mempekerjakan orang-orang dari dunia persilatan untuk melindunginya aset-aset mereka.
"Aku memberi hormat Tuan Muda," Wan Susu menundukkan kepala juga memberi hormat kepada Gu Wunfai.
Gu Wunfai tersenyum, lantas mempersilahkan Wan Susu untuk mengambil posisi duduk.
"Aku harap Tetua tidak sungkan, aku sudah menyediahkan semuannya dengan susah payah," ucap Gu Wunfai seraya menuakan arak untuk Wan Susu, "Harapanku tetua bisa menemaniku menikmati beberapa cangkir arak sambari menikmati indahnya bulan purnama malam ini," tambah Gu Wunfai.
"Untuk beberapa cangkir arak mungkin aku bisa, tapi jujur aku bukanlah peminum ... " Wan Susu terlihat Berisha menolak secara halus.
"Akhh, aku juga bukan peminum yang handal, kita memiliki persamaan Tetua. Sepertinya malam ini akan jauh lebih menarik,"
__ADS_1
Merasa tidak memiliki alasan untuk menolak, Wan Susu akhirnya menyambar cangkir arak itu.
Gu Wunfai benar-benar pandai dalam mencari bahan dan topik pembicaraan. Percakapan di antara keduanya terus saja mengalir, seolah mereka sudah akrab dan mengenal dalam rentan waktu yang lama, serta melewati asam dan pahitnya kehidupan ini.
Wan Susu yang terbawa suasana dengan seketika sadar dan terbesit rasa kagum pada kepiawaian seorang Gu Wunfai dalam bercakap, meskipun mereka baru pertama kali bertemu dan bertatap muka. Wan Susu merasa bangsawan Gu memang di berkati dengan keturunannya yang sangat pandai diplomasi.
Dari percakapan ke-duanya, Wan Susu mengetahui jika tujuan Bangsawan Gu adalah ke Kota Kuning Langit untuk bertemu dengan salah satu bangsawan kecil yang ada di kota itu.
"Tetua tentu tahu bukan, jika seorang bangsawan yang berada di usiaku ini harus segera menemukan sosok pendamping, agar memiliki nilai lebih di mata keluargaku... " Ujar Gu Wunfai.
Wan Susu hanya tersenyum tipis, dia tentu sadar jikalau semuanya tidaklah sesederhana itu. Di balik ucapan Gu Wunfai pasti terdapat tujuan tersembunyi.
Mereka menghabiskan beberapa jam ke depan dengan terus bercerita, atau lebih tepatnya Wan Susu yang menjadi pendengar setia dari setiap cerita yang di lontarkan oleh Gu Wunfai. Tidak satupun yang di bantah oleh Wan Susu, terlepas apakah semua cerita dari Gu Wunfai kenyataan ataupun hanyalah bualan besar semata.
***
Baru saja Fang Mu menyelesaikan latihannya, Fang Mu merasakan jika beberapa orang sedang memperhatikan mereka dari jauh. Fang Mu dapat merasakan hawa pembunuh yang berusaha untuk di tekan sampai batas tidak terdeteksi oleh orang lain. Selain itu, karena selalu mengkonsumsi Rumput Suci membuat penglihatan Fang Mu menjadi lebih jelas dan terang dari manusia lain pada umumnya.
"Tiga orang yang memiliki kemampuan pendekar elit satu dan satu orang pendekar ahli?" Gumam Fang Mu sambil berusaha melihat orang-orang itu untuk lebih jelas, "Kedatangan mereka kemari sudah barang tentu memim maksud yang tidak baik ... " Tambah Fang Mu.
__ADS_1
Fang Mu terus memperhatikan gerak-gerik orang-orang itu, yang tampak memperhatikan perkembangan dari Bangsawan Gu.
Dari jarak yang jauh dan tempatnya yang strategis yang sulit untuk di lihat oleh mata manusia di tengah gelapnya malam, di tambah tertutup pula oleh dedaunan pohon yang rimbun, membuat tempat Fang Mu sulit untuk di ketahui oleh orang-orang itu.
"Tunggu, aku seperti mengenali atribut yang mereka gunakan? Shinobi Lembah Siluman, tapi bagaimana mungkin mereka sudah ada saat ini? Seharusnya mereka belum terbentuk," kata Fang Mu.
Shinobi Lembah Siluman adalah kumpulan para pendekar yang bersatu mengandalkan kecepatan dan senjata unik yang mereka dapatkan dari salah satu negara kecil di Benua Teratai. Organisasi ini akan sangat terkenal di masa depan, karena memiliki begitu banyak pendekar bergelar di dalamnya dan memiliki beberapa pendekar suci yang menjabat posisi inti dari organisasi ini. Sampai selesai era Kegelapan, organisasi ini masih terus berdiri dan tidak pernah ada yang tahu siapa sosok di balik berdirinya organisasi Shinobi Lembah Siluman. Organisasi ini juga menjalin kerja sama dengan Naga Kegelapan di masa depan, sehingga dengan dukungan itulah kelompok ini akan sangat terkenal di tiga Kekaisaran Benua Teratai ini. Bahkan di masa depan mereka juga mereka banyak pendekar muda untuk di kembangkan dan menjadi senjata utama mereka dalam pertempuran.
"Seharusnya mereka belum berdiri di tahun ini, dan memiliki satu pendekar ahli yang memimpin misi di usia yang masih muda jelas menunjukkan jika mereka sudah memiliki kekuatan yang mumpuni," Fang Mu merasa jika sudah banyak perubahan yang terjadi dari kehidupan pertamanya.
"Aku harus segera menjadi kuat dan menghancurkan kumpulan pendekar yang menyebut dirinya sebagai seorang Shinobi ini, jika di biarkan terus berkendara, mereka hanya akan membawa keonaran dan kekecewaan di Benua Teratai... " Fang Mu tidak ingin mengambil pusing tentang keberadaan dari Shinobi Lembah Siluman ditempa ini, dirinya memilih fokus untuk terus melakukan latihan dan menyerap sumber daya. Alasan jelas karena dirinya tidak ingin ada hubungan dengan para bangsawan dan membuatnya menjadi terikat.
Kini yang menjadi perhatiannya adalah bagaimana rombongannya bisa pergi meninggalkan tempat perkemahan Bangsawan Gu sebelum penyerangan ini terjadi.
Fang Mu berusaha fokus, tetapi fokus selalu pecah saat mendapati orang-orang Shinobi Lembah Siluman itu semakin bertambah. Sekarang Fang Mu sadar jika para Shinobi itu belum bergerak karena masih menunggu kedatangan anggota yang lainnya. Satu yang mengganggu pikiran Fang Mu, yaitu terdapat dua orang tambahan yang memiliki kemampuan pendekar ahli.
"Tiga orang pendekar ahli? Mereka benar-benar ingin melenyapkan Tuan Muda Gu ini, mengerahkan tiga pendekar ahli tentu akan memakan biaya yang tidak sedikit ... "
***
__ADS_1
Hallo kak, Jangan lupa di like ya.
Do'akan semoga cepat level 10 dan kontrak biar rutin 2 bab sehari kak. Terimakasih.