Pendekar Keris Naga Putih

Pendekar Keris Naga Putih
Ch 12. Memilih Senjata


__ADS_3

Blush!!!


Semua yang berada di halaman utama Sekte Gunung Naga bertepuk tangan saat Fang Mu menjadi orang pertama yang menyelesaikannya ujian untuk menjadi murid utama.


Sudah menjadi tradisi jikalau siapapun yang mampu menyelesaikan ujian ini akan mendapatkan bimbingan langsung dari Ketua ataupun wakil ketua Sekte Gunung Naga, serta mendapatkan sumber daya terbaik yang ada di sekte.


Semua orang tentu sangat terkejut menemuka Fang Mu yang menjadi orang pertama menyeleksi ujian, padahal semua orang memprediksi jika Tang Yu yang akan menyelesaikannya lebih dulu.


"Memang benar, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Jika sebelumnya Xiao Yan mampu menyelesaikan ujian dengan cepat, maka sudah pasti muridnya juga memiliki kemampuan yang sama... "


"Tetua Xiao tidak gagal dalam memilih murid, aku yakin muridnya ini akan terus mengikuti jejak Tetua Xiao dan akan menjadi salah satu pilar Gunung Naga ini,"


"Luar biasa, aku akan sangat menantikan perkembangan dari murid Tetua Xiao ini,"


Banyak komentar dari para tetua dan anggota sekte lainnya. Mereka semua kompak memuji keberhasilan dari Fang Mu, selain itu mereka juga penasaran dari mana berasalnya sosok Fang Mu, karena sepengetahuan mereka Xiao Yan menemani murid dari luar sekte saat sedang melakukan sebuah misi pengembaraan.


Fang Mu tidak terlalu mendengarkan semua pujian itu, dia harus fokus untuk menjadi kuat dan menyelamatkan Sekte Gunung Naga dari kehancuran dan kemusnahan.


"Selamat atas keberhasilanmu menjadi murid utama, Mu'er. Guru sudah percaya jika kau akan mampu menyelesaikan semuanya dengan cepat, Mu'er." Xiao Yan memberi selamat atas keberhasilan Fang Mu.


"Ini semua berkat bimbingan dari guru," Fang Mu merendah.

__ADS_1


Xiao Yan sangat menyukai sifat dan pembawaan dari Fang Mu yang rendah hati ini. Dia merasa jika sosok seperti Fang Mu akan menebar banyak kebaikan dan membawa perdamaian di tanah Benua Teratai ini.


Sementara itu, tidak lama kemudian beberapa murid lainnya juga berhasil menyelesaikan ujian itu. Tang Yu menjadi orang kedua yang berhasil keluar dari dalam hutan ujian itu. Tidak ada raut kekecewaan di wajahnya saat mengetahui dirinya bukan orang pertama yang menyelesaikan ujian ini.


"Selamat, kau memang layak menjadi murid utama dan yang terbaik di generasi ini," Tang Yu dengan kerendahan hatinya memberi ucapan selamat atas keberhasilan Fang Mu.


"Aku hanya sedikit beruntung karena menemukan caranya lebih dulu, saudara Yu jauh lebih baik dariku," ujar Fang Mu.


Tang Yu tersenyum tipis, lantas memeluk sosok Fang Mu. "Aku berjanji kepadamu, aku akan menjadi lebih kuat darimu. Jika kau lengah, maka akulah yang akan bersinar paling terang," bisik Tang Yu.


"Aku akan menantikannya, saudaraku. Jangan buat aku kecewa," Fang Mu membalas pelukan dari Tang Yu.


Setelah itu, mereka semua yang berhasil menyelesaikan ujian kembali di kumpulkan di halaman utama itu. Beberapa dari mereka terlihat kelelahan dan kehabisan tenaga. Bahkan ada beberapa orang yang kehilangan kesadarannya karena terlalu lelah.


***


Fang Mu kembali dengan rutinitas berlatih di belakang paviliun. Dirinya harus lekas bertambah kuat, karena Fang Mu berencana untuk mengambilnya misi, agar dapat leluasa keluar sekte.


"Mu'er ... Ayo ikut guru," ajak Xiao Yan.


Fang Mu yang mendengar ajakan Xiao Yan, tentu langsung menghentikan latihannya. Dirinya dengan cepat membersihkan diri dan segera berjalan mengikuti langkah Xiao Yan.

__ADS_1


Xiao Yan mengajak Fang Mu menuju salah satu bangunan yang terletak di Gunung Naga Angin, gunung tertinggi kelima yang ada di Sekte Gunung Naga. Sekte Gunung Naga memiliki 7 gunung tinggi di dalamnya, Gunung Naga api adalah yang tertinggi dan menjadi kediaman milik Ketua Sekte dan Tetua Utama. Kedua, Gunung Naga Air, menjadi rumah bagi beberapa tetua pilihan, biasanya mereka yang memiliki kontribusi besar bagi sekte, Xiao Yan sebenarnya pernah di tawari salah satu paviliun yang ada di Gunung Naga Air, tetapi di tolak dengan halus karena merasa belum layak.


Ketiga, Gunung Naga Petir, yaitu tempat di simpan sumber daya. Di sini juga menjadi tempat bagi murid yang ingin belajar pengobatan dan menjadi Alkemis (Sebutan bagi seseorang yang memiliki kemampuan menyuling pil).


Keempat, Gunung Naga Tanah, tempat pengadilan dan hukum. Selain itu, di gunung ini juga para pendekar mengambil misi dan melaporkan jika sudah kembali dari misi.


Kelima, Gunung Naga Angin, yaitu tempat berdirinya perpustakaan sekte dan toko sekte yang menjual senjata dan pusaka (Bukan pusaka tingkat tinggi, Fang Mu tentu tahu jika pusaka tingkat tinggi di sembunyikan di goa bawah tanah dan hanya segelintir tetua saja yang mengetahuinya.


Ke-enam dan ketujuh, yaitu Gunung Naga kembar. Tempat inilah tempat tinggalnya para tetua Sekte Gunung Naga. Sementara lembah, adalah kediaman bagi penghuni Sekte lainnya.


"Selamat datang, Tetua Xiao... " Sambut wanita berusia 25 tahun itu.


"Li'er ... Aku ingin membeli senjata untuk muridku ini," pinta Xiao Yan.


Wanita bernama Wan Li itu mengangguk mengerti. Wan Li lekas menuntun Xiao Yan dan Fang Mu untuk memilih-milih senjata yang akan di gunakan oleh Fang Mu sebagai senjata pertamanya.


"Mu'er, aku tidak tahu senjata senjata seperti apa yang kau inginkan, kau bisa memilihnya sendiri... " Xiao Yan yang merasa bingung, akhirnya memberikan Fang Mu kesempatan memilih sendiri senjata yang di inginkannya.


Fang Mu dengan cekatan melihat-lihat berbagai jenis senjata, senjata di dalam dunia persilatan juga di bagi beberapa kelas. Senjata kelas biasa atau bawah, senjata kelas menengah, senjata kelas atas,  dan pusaka (Pusaka kembali terbagi menjadi beberapa kelas, pusaka bumi, pusaka langit dan pusaka penguasa dunia).


Mata Fang Mu menemukan sepasang kerambit yang berwarna putih perak. Dia dengan cepat menjatuhkan pilihannya pada senjata jenis kerambit itu.

__ADS_1


"Ehemm, kau tidak salah memilih, Mu'er?" Xiao Yan mencoba memastikan jika muridnya itu tidak salah dalam menentukan senjata yang di pilihnya.


Fang Mu menggelengkan kepalanya, dia mengatakan ingin belajar menggunakan kerambit. Tidak lupa pula, Fang Mu menjelaskan jika dia ingin menjadi pendekar yang berbeda, maka kerambit ini bisa menjadi salah satu pembeda karena di dunia persilatan sangat jarang pendekar ataupun pesilat yang menggunakan kerambit sebagai senjata utamanya. Padahal alasan sebenarnya adalah karena Fang Mu memilih kitab tanpa tanding yang menggambarkan kerambit sebagai senjata utamanya.


__ADS_2