Pendekar Keris Naga Putih

Pendekar Keris Naga Putih
Ch 37. Bantuan Tiba Di Kota Guhan


__ADS_3

Ju Hai di landa dilema, penawaran yang di berikan oleh Fang Mu terus membebaninya pikirannya. Dia adalah orang yang paling tahu jika terdapat dalang di balin bergeraknya siluman menyerang Kota Guhan.


Sekte Tanah Surgawi juga mendapatkan efek dari penyerangan itu. Mereka saat ini kekurangan logistik karena sudah dua purnama tidak pernah lagi membelinya pasca penyerangan itu. Ju Hai pernah bergerak seorang diri untuk menghentikan siluman itu, tetapi di satu kesempatan dia menemukan beberapa pendekar terlihat mengendalikan siluman serigala merah itu dari atas bukit.


Ju Hai menarik nafas dengan berat, merasa tidak memiliki pilihan lain, Ju Hai akhirnya memilih untuk terlibat.


"Jika harus hancur, biarlah hancur sekarang. Tidak ada gunanya hidup dalam penderitaan dan kesengsaraan,"


***


Fang Mu yang mendengar Ju Hai bersedia mengulurkan tangan membantunya, membuat Fang Mu bernafas lega. Awalnya Fang Mu sedikit khawatir jika Sekte Tanah Surgawi menolak untuk membantu.


"Saudara Fang, aku akan turun bersama 10 pendekar terbaik yang ku miliki... " Kata Ju Hai.


"Terima kasih atas bantuannya, Tetua. Itu semua sudah lebih dari cukup," jawab Fang Mu singkat.


Ju Hai meminta waktu untuk bersiap, selain mempersiapkan 10 orang pendekar itu, Ju Hai juga tidak lupa menitipkan Sekte Tanah Surgawi kepada salah satu tetua kepercayaanmya, karena tidak ada yang tahu apakah dia akan kembali dengan nyawa atau hanya tinggal mayat.


Fang Mu cukup terkejut saat mendapati ternyata dari 10 pendekar yang di bawah oleh Ju Hai memiliki kemampuan pendekar ahli tahap akhir. Fang Mu merasa 10 orang ini hanya tidak beruntung saja karena tidak mampu menjadi salah satu pendekar bergelar yang di mana kemampuannya sudah di akui rimba persilatan.


"Apakah semuannya sudah siap tetua? Jika semua sudah siap, kita akan segera bergerak menuju Kota Guhan, setiap detik akan sangat berharga bagi kita," kata Fang Mu.


"Semuanya sudah siap saudara Fang, kita sudah bisa berangkat sekarang... "

__ADS_1


Setelah berpamitan, mereka langsung bergerak cepat menuju Kota Guhan, selain itu, Fang Mu juga meminta dua orang dari sepuluh pendekar yang di bawah Ju Hai untuk mendatangi dua sekte lainnya guna mengajak mereka juga untuk bergabung, karena semakin banyak pasukan, maka akan semakin bagus. Ju Hai tidak keberatan mengenai hal itu, dia juga sependapat dengan Fang Mu.


Mereka menempuh perjalanan cukup panjang, ketika matahari terbenam di ufuk barat mereka baru tiba di belakang Kota Guhan.


Di sana sudah ada Tang Yu yang di tugaskan oleh Wan Susu untuk menunggu Fang Mu kembali.


"Saudara Fang, akhirnya kau kembali... Aku di beri tugas untuk menunggumu, mari ikut denganku," ajak Tang Yu.


Fang Mu tanpa ragu mengikuti langkah Tang Yu bersama dengan pendekar Sekte Tanah Surgawi. Dalam perjalanan itu pula, Tang Yu menjelaskannya jika semua rumah di kota ini tidak berpenghuni, jadi Wan Susu ingin memanfaatkan rumah para penduduk sebagai tempat persembunyian pasukan yang berhasil di bawah oleh Fang Mu.


"Ide yang cerdik," puji Fang Mu.


Tang Yu membawa pasukan ke salah satu bangunan mewah dua lantai yang berada di pinggir Kota Guhan. Melihat dari bangunannya, sudah pasti sebelum di tinggalkan bangunan ini adalah sebuah penginapan yang cukup mewah untuk ukuran kota kecil.


Di dalam penginapan itu sudah ada Yu Xun, dia tampak sibuk menyiapkan hidangan untuk Fang Mu dan pasukannya.


"Tetua Wan yang melakukan semua ini, kami hanya melakukan sesuai dengan arahan yang di berikannya," jawan Tang Yu.


Fang Mu mengangguk pelan, Fang Mu mengambil satu mangkuk kosong dan mulai mengisinya dengan sup hangat yang baru di sajikan oleh Yu Xun. Fang Mu tentu tidak lupa mengajak Ju Hai dan orang-orangnya untuk menikmati hidangan yang sudah di sediakan ini.


"Ayolah Tetua, Xun'er sudah memasak semuannya untuk kita... " Ajak Fang Mu.


Ju Hai dengan sedih malu-malu mengambil mangkuk dan mulai menikmati sup hangat itu. Mereka semua tampak menikmati semua hidangan itu, meskipun hanya sayur-sayuran, tetapi menyantapnya dalam keadaan hangat tetap memiliki cita rasa nikmatnya tersendiri.

__ADS_1


Setelah menikmati hidangan itu, Fang Mu mempersilahkan rombongan Ju Hai dan orang-orangnya untuk beristirahat terlebih dahulu. Tidak lupa Fang Mu berpesan jika beberapa jam lagi mereka harus berada di ruang utama guna membahas persiapan pasukan mereka.


***


Wan Susu menemani Wu Gu menikmati arak di malam hari. Wu Gu mendominasi pembicaraan, beberapa kalimat Wu Gu memuji dan menyanjung Wan Susu sebagai pendekar hebat dan gagah berani.


Wan Susu hanya tersenyum menanggapi hal itu. Wan Susu menyadari betul jika tujuan Wu Gu mengajak dirinya minum adalah untuk mengorek informasi darinya dan memastikan jika rencana yang sedang di buatnya berjalan lancar.


"Tuan, semakin hari aku semakin bingung. Siluman serigala merah itu seolah tiada habisnya, dua orang muridku sudah mulai kehabisan tenaga dan membutuhkan istirahat... Apalagi setiap harinya siluman yang datang bertambah terus, baik dari jumlah ataupun kekuatannya," kata Wan Susu sesuai dengan harapan yang di inginkan oleh Wu Gu.


Wu Gu yang mendengarnya tersenyum puas, walaupun suasananya gelap, tetapi Wan Susu dapat melihatnya dengan jelas.


"Bertahanlah sebentar lagi tuan pendekar, aku yakin mereka akan habis jika terus di babas oleh tuan pendekar," Wu Gu terlihat berusaha menahan Wan Susu.


Wu Gu tentu tidak ingin jika kelompok Wan Susu memilih untuk kembali guna meminta bala bantuan kekuatan yang akan menjadi batu sandungan bagi mereka nantinya.


"Siluman itu seperti tidak ada habisnya tuan Walikota. Aku rasa perlu kembali dulu ke Sekte Gunung Naga meminta bantuan untuk menyelesaikan masalah Kota Guhan ini," Wan Susu berupaya memancing agar kelompok yang berada di belakang Wu Gu bergerak setelah mendengar keinginan dirinya untuk kembali ke Sekte Gunung Naga guna meminta bantuan.


"Tunggulah sebentar lagi tuan pendekar, aku yakin dengan kekuatanmu, kau akan mampu mengalahkan semua siluman itu.


Seorang pendekar sabit emas yang terkenal namanya di rimba persilatan pasti mampu menyelesaikan masalah ini, tanpa perlu meminta bantuan kepada Sekte Gunung Naga ... "


'Lebih tepatnya pendekar sabit emas yang memiliki nama di dunia persilatan akan gugur di Kota Guhan ini.' batin Wu Gu.

__ADS_1


Wan Susu menghela nafas berat, seolah-olah dia benar-benar sedang memikul beban berat di pundaknya. Lantas berkata, "Aku tidak yakin tuan Walikota, aku tidak ingin membuatmu menunggu sesuatu yang tidak pasti dariku ini... "


"Tenanglah tuan pendekar, apapun hasilnya aku tidak masalah, kalian sudah berjuang sekuat yang kalian bisa... " Wu Gu tetap berupaya untuk menahan Wan Susu agar tidak cepat-cepat meninggalkan Kota Guhan ini.


__ADS_2