Pendekar Keris Naga Putih

Pendekar Keris Naga Putih
Ch 45. Misi Penyelamatan II


__ADS_3

Para pendekar yang bertugas menjaga tahanan itu tertawa mendengar perkataan dari Tang Yu.


"Apa aku tidak salah dengar? Haha, kau ingin aku melepaskan mereka semua? Bukan mereka yang akan lepas dan bebas, tetapi kalian berdua akan menyusul mereka masuk ke dalam kerangkeng ini, bukan begitu kawan-kawan... " Pendekar penjaga ruang tahanan itu tertawa terbahak-bahak dan di ikuti pula oleh beberapa rekannya yang lain.


Tang Yu hanya tersenyum tipis, dia sadar jika sosok pendekar yang berada di depannya saat ini sudah barang tentu menganggapnya sebagai pemuda gila yang berlagak menjadikan pahlawan.


"Tunggu apalagi, mari tangkap dua bocah ini," pendekar itu memberi perintah kepada teman-temannya untuk segera meringkus Tang Yu dan Yu Xun untuk mereka masukkan pula ke dalam kerangkeng tahanan.


Para pendekar yang menjaga ruang tahanan itu langsung bergerak untuk meringkus Tang Yu dan Yu Xun.


Tang Yu dengan cepat menarik pedangnya, dia langsung menyerang setiap pendekar yang berusaha mendekatinya, begitu pula yang di lakukan oleh Yu Xun.


"Jadi kalian pendekar rupanya, wajar saja memiliki nyali, tapi kalian bukan lawan sepadan untuk kami yang sudah lama menjadi pendekar... " Pendekar ini kembali memerintahkan orang-orangnya untuk meringkus Tang Yu dan Yu Xun.


Berbeda dari sebelumnya, kali ini mereka sudah siap dengan serangan yang akan di buat oleh Tang Yu. Pertarungan akhirnya kembali terjadi di ruang tahanan itu.


Para pendekar itu langsung menyerang Tang Yu, Tang Yu menyambut serangan dari para pendekar itu dengan baik. Namun, Tang Yu kesulitan untuk membuat serangan balik, karena tempat pertarungan yang sempit membuat pergerakan dari Tang Yu menjadi tidak bebas dan terbatas.


"Kemampuanmu boleh juga anak muda," cetus salah satu dari mereka.


Tiga orang pendekar kali ini menggepung Tang Yu, mendapati tiga orang lawannya tidak membuatnya cemas apalagi dua di antaranya adalah pendekar elit dua, hanya satu orang yang membuatnya khawatir karena memiliki kemampuan pendekar elit satu.


"Aku hanya perlu berhati-hati dengan laki-laki berbadan jangkung ini," gumam Tang Yu sambil terus menggunakan pedangnya menangkis setiap serangan yang di lesatkan oleh musuhnya.


Berbeda dari sebelumnya, kali ini Tang Yu harus mengeluarkan semua kemampuannya untuk mengalahkan musuhnya. Di tambah lagi lokasi pertarungan yang sempit dan terbatas.


"Ruang tahanan ini terlalu sempit," umpat Tang Yu.


Hal yang sama juga di rasakan oleh musuhnya, mereka tentu tidak dapat mengeluarkan semua kemampuannya karena kendala area yang sempit. Namun Tang Yu tidak ingin terlalu banyak mengeluh, dia harus menyelesaikan pertandingan ini dengan cepat.

__ADS_1


Bagi seorang pendekar, di manapun tempat bertarung bukan masalah, yang jadi masalah adalah ketika tidak memiliki kemampuan untuk bertarung.


Tang Yu berusaha untuk memaksimalkan semua serangannya, dia juga berupaya memanfaatkan sudut sempit guna menekan tiga orang pendekar yang menjadi lawannya saat ini.


Dua orang itu tentu bukan masalah, tetapi kehadiran pendekar elit satu membuat pertarungan menjadi lebih rumit. Tang Yu terlihat beberapa kali dibuat mati langkah akibat serangan kejutan yang di lancarkan oleh pendekar elit satu itu.


"Aku harus melumpuhkan pendekar elit satu itu terlebih dahulu, jika tidak dia akan terus menjadi penghalang," Tang Yu menargetkan serangan kepada pendekar yang paling kuat itu terlebih dahulu.


Tang Yu menarik nafas panjang, sebelum melesat cepat ke arah musuhnya itu. Tang Yu meliukkan tubuhnya menyelinap di antara dua pendekar itu, dia menargetkan lesatan serangan ke arah pendekar elit satu itu.


Sleshhh!!!


Satu sayatan luka berhasil mengenai tubuh pendekar elit satu itu, karena berada di posisi terkejut jadi membuatnya kesulitan untuk mengambil tindakan.


Pendekar elit satu itu murka mendapati luka serius di bagian dada kanannya ini.


Tang Yu yang mendengar hal itu langsung bersiap kembali dengan kuda-kuda tarungnya. Dia harus segera menyudahi pertarungan ini, mengingat tenaga dalam yang di milikinya tidak terlalu banyak lagi.


Tanpa terlalu banyak pertimbangan, Tang Yu langsung bergerak menyerang dua orang pendekar yang sedang tidak fokus itu. Tang Yu langsung menggunakan kemampuan penuhnya mengincar batang leher ke-duanya.


Dua orang pendekar itu yang tidak dalam posisi siap, tentu gagal bereaksi tepat waktu. Alhasil pedang itu berhasil bersarang di lehernya dan keduanya tumbang dengan kondisi mata melotot, tidak percaya mati di tangan seorang pemuda yang usia terpaut jauh di bawah mereka.


"Bedebah!!! Aku akan balaskan kematian rekanku itu!!!" Pendekar itu langsing menerjang ke arah Tang Yu dengan cepat.


Namun, Tang Yu dengan sangat baik menghindar terjangan keras itu, dia membuat memutar tubuhnya sebelum mengerahkan pedangnya memotong bagian kaki pendekar itu.


"Akhhh... " Pendekar itu menjerit dengan keras. Dia jelas tidak bisa menerima kaki kanannya yang terputus itu. "Bajingan kau!!!"


Tang Yu tidak menanggapi hal itu lebih jauh, dia mengalirkan tenaga dalam lebih besar ke pedangnya, sebelumnya menghujamkan pedang itu ke dada musuhnya hingga tewas.

__ADS_1


Bersamaan dengan itu pula, tubuh Tang Yu bergetar. Dia merasa terlalu kejam melakukan pembunuhan seperti itu, tetapi dia merasa tidak memiliki pikiran lain lagi.


***


Yu Xun berhasil di buat kesulitan saat harus di paksa berhadapan dengan dua orang sekaligus.


"Mereka terlalu tangguh," gumam Yu Xun saat menyadari kemampuan yang di miliki oleh musuhnya.


Musuhnya itu tersenyum lebar, dia merasa menemukan lawan yang mudah kali ini.


"Buang wajah jelekmu itu!! Apa kau pikir aku tidak memiliki kemampuan untuk mengalah kalian berdua!!" Yu Xun berseru keras ke arah dua orang musuhnya itu saat sadar mereka menganggap remeh dirinya.


"Haha, jangan kasar-kasar adek manis. Wajah cantikmu itu tidak cocok berkata kasar," kata salah satu dari mereka yang di iringi pula dengan gelak tawa.


Yu Xun yang merasa kesal dengan suara tawa yang mengejeknya itu, langsung melesatkan serangan cepat ke arah kedua lawannya itu. Dia dengan gesit dan cekatan menggunakan pedangnya untuk mendesak dua orang musuhnya itu.


Mereka yang terlalu menganggap remeh Yu Xun tentu tidak memiliki persiapan yang matang untuk menghalau serangan yang akan di lepaskan oleh Yu Xun saat ini.


"Apa kau masih bisa menyebutku gadis manis?" Kata Yu Xun, tanpa menghentikan hujan serangan itu.


Dua orang musuhnya itu hanya bisa mengutuk kebodohan mereka karena terlalu menganggap enteng Yu Xun, sehingga membuat mereka harus menerimanya konsekuensi seperti saat ini.


"Gadis manis inilah yang akan membuat kalian tidak akan lagi melihat matahari di pagi hari ini!!!" Yu Xun meningkatkan kecepatannya sekali lagi.


"Dewi Naga: Permainan Pedang Sang Dewi"


Yu Xun dengan jurus kebanggaannya itu menggempur habis-habisan dua orang laki-laki yang meremehkannya itu. Tidak semenitpun Yu Xun memberikan waktu untuk mereka menarik nafas.


Yu Xun dengan sangat kejam menggunakan pedangnya merenggut nyawa dua orang itu secara bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2