Pendekar Keris Naga Putih

Pendekar Keris Naga Putih
Ch 15. Memberi Pelajaran Kepada Tuan Muda Yang Angkuh


__ADS_3

Du Kao atau di Kota Perak lebih di kenal dengan nama Tuan Muda Du. Du Kao adalah anak pertama dari Walikota Kota Perak, Du Kai. Namun sifat dan pembawaan keduanya bak langit dan bumi, Du Kai yang terkenal arif dan bijaksana, sementara Du Kao terkenal angkuh dan suka berfoya-foya.


Seperti saat ini, Du Kao kembali berbuat ulah. Du Kao tanpa tahu sedang terlibat perseteruan dengan utusan dari Sekte Gunung Naga.


"Tunggu apalagi, hajar dan beri pelajaran mereka, sampai meraka tahu sedang berhadapan dengan siapa sekarang ini," perintah Du Kao kepada prajurit yang di bawahnya itu.


Para prajurit itu tanpa menunggu perintah kedua kali, bergegas menarik pedangnya dan menyerang utusan dari Sekte Gunung Naga.


Fang Mu dengan cepat berpindah tempat dan melesatkan satu pukulan keras yang menghantam bagian perutnya prajurit itu, di susul dengan prajurit lainnya yang ikut merasakan pukulan keras yang di buat oleh Fang Mu itu.


Para prajurit itu dengan cepat menyadari letak perbedaan kekuatan di antara mereka. Paling kuat para prajurit itu hanyalah pendekar elit satu, sementara pemuda yang baru yang memberikan pelajaran kepada mereka berada di atas tingkatan mereka.


Du Kao yang melihat hal itu di buat bertambah geram, "Tidak berguna!!! Cepat hajar dia!!"


Para prajurit saling berpandangan, mereka tentu tidak cukup gila kembali menyerang Fang Mu. Di tambah lagi mereka juga sadar beberapa orang yang masih terlihat santai di atas meja itu pasti memiliki kemampuan yang tidak jauh berbeda.


Namun, karena tidak memiliki pilihan lain lagi, para prajurit itu akhirnya kembali maju menyerang Fang Mu. Akan tetapi, baru saja Fang Mu hendak memberikan serangan, para prajurit itu melemparkan tubuhnya sendiri ke belakang, seolah terhantam serangan yang dahsyat. Bersamaan dengan itu pula, para prajurit itu berpura-pura kehilangan kesadarannya guna menghindari pertarungan lebih lanjut dengan Fang Mu.


Fang Mu yang menyadari hal itu hanya bisa tertawa kecil. Fang Mu merasa para prajurit itu jauh lebih pintar ketimbang Du Kao yang berstatus Tuan Muda Du itu.

__ADS_1


Sementara itu, Du Kao yang melihat para prajuritnya itu berjatuhan dan kehilangan kesadarannya hanya bisa mengumpat kesal. Sorot matanya masih menyimpan dendam kepada Fang Mu, tetap tidak sadar akan perbedaan kekuatan di antara mereka.


"Jangan terlalu cepat bergembira, karena mereka hanya cecenguk tidak berguna, wajar saja jikalau kau mampu mengalahkannya, akan tetapi aku ingin melihat apakah kau masih bisa berdecak pinggang di depanku ketika anak buahku menghajarmu!!" Du Kao masih angkuh dan sombong, serta memberi ancaman kepada Fang Mu.


Du Kao bergegas pergi meninggalkan lantai utama itu dengan geram. Dia mengatakan akan kembali dengan pasukannya dan akan memberikan pelajaran berharga bagi Fang Mu. Pelajaran yang tidak akan pernah di lupakan oleh Fang Mu nantinya.


Setelah kepergian dari Du Kao, Fang Mu mengucapkan permintaan maafnya kepada Wan Susu karena mengambil tindakan tanpa izin darinya, mengingat Wan Susu adalah Tetua yang bertanggung jawab atas keselamatan mereka semua.


"Aku tidak mempermasalahkan hal itu, yang penting dia sudah mendapatkan balasan atas sifat sombong dan angkuhnya," Wan Susu merasa pelajaran yang di berikan oleh Fang Mu sangatlah pantas.


Mereka kembali melanjutkan menikmati hidangan itu, seolah tidak terjadi apapun. Mereka tidak merasa takut jika Du Kao akan kembali lagi, karena Kota Perak berada di bawah perlindungan Sekte Gunung Naga, cukup dengan memperlihatkan medali saja akan membuat para prajurit itu gentar dan tidak ingin bersinggungan dengan mereka.


Du Kao merasa tidak terima atas tindakan yang di lakukan oleh Fang Mu. Dirinya merasa di permalukan di depan rakyatnya sendiri, sehingga membuatnya mencari salah satu Tetua yang memiliki kemampuan cukup tinggi agar dapat membantu dirinya memberi pelajaran kepada Fang Mu. Hal ini akan sangat di sesali oleh Du Kao nantinya, karena Tetua yang akan di mintainya adalah salah satu Tetua Sekte Gunung Naga yang mendapat mandat memimpin murid-murid dalam mengamankan Kota Perak.


Dengan satu orang Tetua dan sepuluh orang pendekar elit satu, Du Kao berjalan dengan cepat menuju Penginapan Mawar Putih, tempat di mana rombongan dari Sekte Gunung Naga beristirahat.


Senyum kemenangan menghiasi wajah angkuh Du Kao. Dia bahkan sudah membayangkan jikalau Fang Mu bersujud di kakinya memohon ampun atas semua tindakan tadi.


"Tuan Muda, tunjukkan padaku siapa yang sudah mempermalukan dan merendahkan dirimu,"

__ADS_1


Du Kao dengan percaya diri menunjuk rombongan Sekte Gunung Naga yang memang sudah menantikan kedatangan dirinya bersama bala bantuannya.


Namun, betapa terkejutnya Tetua itu saat menemukan Wan Susu adalah pemimpin dari pasukan itu.


"Tetua Wan," Tetua itu menundukkan badannya memberi hormat kepada Wan Susu. Dia tentu tidak pernah berpikir jikalau orang yang di maksud oleh Du Kao adalah rombongan dari sektenya sendiri.


Du Kao yang tadinya tersenyum penuh kemenangan, kini tubuhnya bergetar hebat. Dia merasa jika sudah melakukan tindakan yang salah besar, menyinggung Sekte Gunung Naga tentu bukan sesuatu yang di benarkan, itu adalah tindakan paling bodoh. Seandainya Du Kao mengetahui hal ini dari awal, tentu dia tidak akan melakukan hal bodoh ini.


Tetua itu lantas mengalihkan pandangannya ke arah Du Kao untuk meminta penjelasan dari anak Walikota Kota Perak itu.


Tubuh Du Kao berkeringat dingin, punggungnya sudah basah. Du Kao sudah kehabisan akal, penjelasan apa yang akan di berikannya kepada ayahnya atas perselisihannya dengan Sekte Gunung Naga ini.


Merasa jika Du Kao tidak akan memberikan Peniel, Wan Susu akhirnya membuka suara. Wan Susu menjelaskan tentang awal dari perselisihkan mereka. Tidak satupun penjelasan dari Wan Susu yang di bantah oleh Du Kao. Selain semua cerita itu benar adanya, Du Kao juga tidak memiliki kekuatan untuk membantah.


Du Kao hanya bisa menundukkan kepalanya, dia sudah dapat menebak jika masalah ini tidak akan selesai di sini saja, tetapi akan lanjut hingga kepad ayahnya dan semua kebusukan dari Du Kao akan terdengar ke telinga ayahnya.


"Tetua, aku sungguh minta maaf, aku sungguh tidak mengetahui jika Tetua berasal dari Sekte Gunung Naga, jika aku tahu sudah pasti aku akan menyambut dan menjamu para Tetua dengan baik... " Du Kao berusaha mengambil muka dan meminta maaf, agar masalah ini selesai sampai di sini saja.


Tetua itu tentu mengetahui tujuan dari Du Kao. "Tuan Muda, ayah anda harus mengetahui mengenai hal ini, karena untuk hal ini anda sudah sangat kelewatan. Hal ini akan mencoreng nama baik ayah anda di mata Patriack Sekte Gunung Naga dan juga di mata penduduk Kota Perak pada umumnya... Jadi mohon maaf jikalau anda berharap masalah ini akan selesai di sini saja,"

__ADS_1


__ADS_2