
Fang Mu menghela nafas dengan lega saat menemukan dia sudah berada di atas sebuah gundukan tanah di area batas Lembah Angin dan Hutan Kematian.
"Lembah Angin, tempat ini tidak pernah berubah ... "
Fang Mu berjalan menuju Lembah Angin itu, suasana Lembah Angin dengan Hutan Kematian tentu sangat berbeda. Lembah Angin tampak begitu hijau dan asri, udara segar menyapu wajah Fang Mu. Fang Mu sangat merindukan lembah ini, lembah tempat dirinya bertahan hidup dan berlatih untuk menjadi kuat.
Di dunia persilatan tidak ada yang mengetahui jika di tengah Hutan Kematian yang menyimpan banyak ketakutan dan misterinya, ternyata terdapat sebuah lembah yang sangat indah, bak surga di tengah neraka.
Fang Mu ingat betul jika dirinya menemukan lembah angin secara tidak sengaja saat lari dari pendekar aliran hitam yang ingin menghabisi dirinya karena mengetahui identitasnya kala itu. Baginya, Lembah Angin masih menyimpan banyak misteri yang sampai di kehidupan ke-duanya ini masih belum terpecahkan. Selain padang rumbut yang luas, lembah ini juga memiliki danau bening yang mana di dalamnya terdapat banyak sumber daya, salah satunya Rumput Suci dan Ginseng teratai biru yang merupakan sumber daya yang sangat langkah di Benua Teratai Ini.
"Di kehidupan kali ini, aku harus menemukan dan memecahkan lebih baik misteri di lembah ini, serta mengungkap siapa sosok Naga Kegelapan yang menjadi dalam Era Kegelapan itu," tekad Fang Mu.
Banyak memori kembali berputar di kepala Fang Mu saat berada di depan Danau itu, dia masih ingat bagaimana Sekte Gunung Naga di hancurkan dan di musnahkan karena menjadi ancaman bagi kelompok yang memiliki kepentingan dan haus akan kekuasaan.
Fang Mu menghela nafas panjang, sebelum bergegas membangun pondok sederhana yang akan menjadi tempat tinggalnya dalam beberapa purnama ke depan. Dengan segudang pengalamannya, tentu tidak perlu waktu lama untuk berdirinya sebuah pondok kecil sederhana di dekat Danau itu.
"Paling tidak, pondok ini akan melindungi ku dari hujan dan panasnya terik matahari," gumam Fang Mu.
Setelah beristirahat cukup lama, Fang Mu akhirnya mulai membuat sket perencanaan latihan yang akan dia jalani. Salah satunya tentu mengulas kembali jurus-jurus yang pernah di kuasai olehnya di kehidupan pertama dulu. Fang Mu tentu menyadari jika dia harus menjadi kuat secepat mungkin, karena akan ada kejadian besar yang akan melibatkan dunia persilatan secara menyeluruh.
__ADS_1
Selain mempelajari ulang jurus-jurus yang pernah dia kuasai, Fang Mu juga mempelajarinya hal-hal baru di sela-sela latihannya. Salah satunya adalah pemahaman mengenai bertarung dengan senjata kerambit ini. Fang Mu yang sudah merasakan sendiri bagaimana efektivitas yang di miliki senjata kerambit di dalam pertarungan, tentu begitu antusias untuk mempelajarinya lebih jauh.
"Jika aku berhasil menguasai semua yang ada di dalam kitab ini, aku sangat yakin akan memiliki kekuatan jauh lebih kuat dari kehidupan pertamaku... " Fang Mu berhasil di buat kagum dengan semua yang ada di dalam kitab pemberian dari Yu Fing itu.
Di mata Fang Mu, Yu Fing masih menjadi sosok yang misterius dan penuh misteri. Sekali lagi, Fang Mu sangat yakin jika kitab dan pusaka kerambit ini merupakan salah satu dari harta penguasa dunia.
"Tapi anehnya kerambit dan kitab ini tidak terdengar di kehidupan pertamaku ... "
Fang Mu merasa jika kitab ini adalah salah satu barang yang di cari oleh kelompok yang menghancurkan Sekte Gunung Naga di kehidupan pertamanya. Dan, Fang Mu memiliki keyakinan jika kitab dan pusaka ini pada akhirnya terkubur bersama dengan hancurnya Sekte Gunung Naga.
"Dewata, aku tidak tahu apa rencana yang telah kau siapkan, akan tetapi aku akan mengemban kepercayaanmu ini kepadaku. Aku akan membawa dunia ini ke arah yang lebih baik lagi... "
Selama berada di lembah angin, Fang Mu terus berlatih dengan keras. Fang Mu kembali membangun pondasi bela diri, dirinya benar-benar ingin memiliki fisik perkasa karena belajar dari kehidupan pertamanya, ada pendekar yang bertarung murni kekuatannya fisik tetapi mampu mengimbangi mereka yang memiliki kemampuan pendekar suci.
Selain itu, Fang Mu juga rajin mengkonsumsi Ginseng Teratai Biru yang memiliki khasiat pembentukan tulang dan organ tubuh lainnya. Kualitas tulang Fang Mu berkembang dengan sangat pesat, bahkan mengalami peningkatan dalam kategori mengerikan.
Jika sebelumnya Fang Mu memiliki kualitas tulang harimau perak, kini sudah berkembang menjadi tulang harimau emas, bahkan jika terus berlatih dan mengkonsumsi Ginseng Teratai Biru, maka kualitas tulang Naga Muda akan mampu di miliki oleh Fang Mu di usianya yang masih sangat muda. Selain bantuan dari sumber daya dan pengalamannya kehidupan pertamaanya, Fang Mu memang terlahir dengan bakat besar untuk menjadi seorang pendekar, apalagi dia lahir dari klan Fang yang merupakan klan pendekar.
Selain mengkonsumsi Ginseng Teratai Biru, Fang Mu juga rutin mengkonsumsi rumput suci yang memiliki khasiat memperkuat pembuluh darah dan menetralisir racun yang terdapat dalam tubuh seseorang yang berakibat pada terhambatnya perkembangan silatnya dan dalam proses pembentukan tenaga dalam.
__ADS_1
Dengan dua sumber daya itu yang selalu di konsumsi setiap hari oleh Fang Mu, maka dalam waktu yang singkat dia benar-benar sudah memiliki kemampuan jauh di atas anak-anak seusianya. Bahkan dengan kemampuan fisiknya saat ini, dirinya sangat yakin mampu mengimbangi kemampuan pendekar bergelar.
"Sudah saatnya aku mulai membentuk tenaga dalam... Tulang Naga Muda akan ku dapatkan bersamaan dengan terbentuknya lingkaran tenaga dalam di tubuhku,"
*Note: Satu Jule tenaga dalam sama dengan 100 lingkaran tenaga dalam.
Fang Mu mengambil posisi duduk bersila, dia mengeluarkan beberapa sumber daya yang di bawahnya dari Sekte Gunung Naga yang memiliki khasiat untuk membantu seorang pendekar dalam membentuk lingkaran tenaga dalam di tubuhnya.
"Baiklah, sudah saatnya memiliki tenaga dalam di kehidupan keduaku ini," Fang Mu melemparkan beberapa pil ke dalam mulutnya dan meneguknya dalam sekali telan saja.
Setelah itu, Fang Mu langsung berkonsentrasi untuk mencerna semua khasiat yang ada di dalam pil itu. Fang Mu merasakan jika ada energi yang mulai masuk ke dalam tubuhnya.
Fang Mu dengan semua pengetahuan di kehidupan pertamaanya memusatkan dan mengarahkan energi itu untuk menuju dantian yang berada di bawah pusar itu.
Butuh beberapa jam untuk tubuh Fang Mu mampu mencerna semua sumber daya itu. Tubuhnya mengeluarkan asap dari pucuk rambutnya saat tubuhnya selesai mencerna pil-pil yang merupakan sumber yang berkhasiat membentuk lingkaran tenaga dalam.
"Akhirnya, aku kembali merasakan tenaga dalam lagi pada tubuhku,"
Fang Mu dapat merasakan jika tubuhnya menjadi lebih ringan dan bertenaga setelah mampu membentuk lingkaran tenaga dalam pertamanya di kehidupannya kali ini.
__ADS_1
"Hanya satu lingkaran... " Fang Mu tersenyum kecut saat sadar jika dia masih terlalu lemah.