Pendekar Keris Naga Putih

Pendekar Keris Naga Putih
Ch 32. Tipu Muslihat


__ADS_3

"Tidak ada yang mengikuti kalian bukan?" Tanya sosok yang tidak lain adalah Walikota Guhan itu.


"Aku pastikan tidak ada yang menguji kami, tuan." Jawab salah satu dari mereka dengan singkat.


"Bagus, semua berjalan sesuai dengan rencana kita. Utusan dari Sekte Gunung Naga telah tiba sore ini... Sekarang kita hanya perlu menjebak mereka sesuai dengan yang telah kita rencanakan... "


Tiga orang yang menggunakan jubah berwarna hitam pekat itu mengangguk pelan. Mereka adalah bagian dari Sekte Siluman Iblis yang berhasil melarikan diri dari kehancuran oleh para pendekar Kekaisaran Tang. Mereka yang selamat memilih mengungsi di Kekaisaran Xin, karena sebagian wilayah Kekaisaran Xin di kuasai oleh aliran lurus yang tidak semena-mena terhadap musuh.


Sosok walikota yang tidak lain adalah Wu Gu, salah seorang Tetua yang berhasil memimpin pasukan melarikan diri. Wu Gu memilih kemampuan pendekar raja. Wu Gu sangat percaya diri akan mampu mengembalikan nama besar Sekte Siluman Iblis dengan teknik pengendalian siluman yang mereka miliki, bahkan Wu Gu sesumbar jika memiliki waktu dan tidak terhambat, dia mampu menguasai seluruh rimba persilatan Benua Teratai ini.


"Selalu berhati-hati dalam bergerak, karena yang kita hadapi kali ini adalah pendekar dari Sekte Gunung Naga... " Wu Gu memberi peringatan kepada orang-orangnya itu.


"Kami mengerti, Tetua,"


"Sampaikan salamku pada ketua, katakan padanya untuk mempersiapkan segalanya dengan matang, karena kita tidak tahu jika nanti utusan dari Sekte Gunung Naga itu menyadari rencana kita.


Selain itu, pendekar sabit emas adalah pemimpin dari kelompok ini. Kemampuan pendekar sabit emas tidak bisa kita remehkan, mengingat dia adalah salah satu pendekar bergelar di rimba persilatan," Wu Gu memberikan informasi dan peringatan kepada tiga orangnya itu agar di sampaikan pada pemimpin mereka.


"Baik, Tetua. Anda juga berhati-hati... " Tiga orang berjubah putih itu dengan cepat bergerak meninggalkan kamar Wu Gu yang merupakan walikota Guhan.


Tiga orang itu bergerak dengan cepat meninggalkan kamar Wu Gu, bergerak menuju ke markas utama dari kelompok mereka itu.


Setelah kepergian tiga orang itu, Wu Gu berdiri di depan pintu kamarnya menatap kepergian dari tiga orangnya itu. Dia merasa jika semua rencana mereka untuk kembali menghidupkan Sekte Siluman Iblis yang di hancurkan oleh pendekar Kekaisaran Tang akan segera terwujud.

__ADS_1


"Dengan teknik pengendalian siluman, kami akan menjadi salah satu sekte terkuat di rimba persilatan," kata Wu Gu dengan pelan.


Sementara itu, tanpa di ketahui oleh Wu Gu, sosok pemuda mendengarkan semua informasi yang mereka bicarakan.


Sosok itu tidak lain adalah Fang Mu. Fang Mu cukup terkejut saat mengetahui jika kedatangan mereka adalah upaya dari Wu Gu untuk memberi peringatan pada dunia persilatan agar tidak berusaha membantu Kota Guhan. Maka dengan begitu, mereka memiliki banyak waktu untuk membangun kekuatan dan pasukan.


"Jadi begitu, kau berusaha untuk menjadikan kami sebagai umpan dan peringatan bagi rimba persilatan... " Gumam Fang Mu.


Setelah yakin tidak ada informasi lain yang akan di dapatkan olehnya di tempat itu, Fang Mu bergegas pergi meninggalkan kamar walikota, tanpa di ketahui oleh walikota itu.


Fang Mu memilih langsung kembali ke kamarnya, dia yang menguasai ilmu meringan tubuh tingkat tinggi tidak kesusahan untuk kembali ke kamar, tanpa di ketahui oleh orang lain.


Fang Mu langsung menyusun rencananya, dia ingin mengetahui lebih dulu kekuatan yang di miliki oleu musuhnya, karena bertarung tanpa tahu peta kekuatan musuh sama halnya berjudi, yaitu bergantung pada nasib saja.


Keesokan paginya.


Wu Gu langsung mengajak rombongan Sekte Gunung Naga untuk menikmati sarapan pagi, seolah tidak terjadi apapun.


"Tuan, tidak perlu repot-repot menyiapkan jamuan untuk kami... " Wan Susu berusaha menolak dengan halus.


"Ah ini tidak merepotkan tuan pendekar, kalian adalah pahlawan yang akan menyelamatkan kota kami, jadi sudah sewajarnya kami menjamu kalian semua dengan baik," Wu Gu membalas dengan pelan, tidak lupa senyum terlukis di wajahnya.


Namun di balik senyum itu, Fang Mu tahu betul jika laki-laki paruh baya ini memiliki rencana licik bagi rombongannya.

__ADS_1


Wu Gu kembali memberikan penjelasan tentang segerombolan siluman yang akan terus berdatangan ke kota ini setiap waktu, biasanya mereka akan datang ketika matahari mencapai puncaknya dan akan pergi dari kota ketika sore hari.


"Mereka seperti di kendalikan," kata Tang Yu.


"Benar sekali tuan, aku juga berpikir seperti itu... Aku rasa ada orang-orang jahat yang ingin menguasai kota ini dan menyuruh kami pergi. Harapan kami cuma kepada tuan pendekar sekalian, jika kalian gagal maka kami sudah tidak memiliki harapan lagi untuk bertahan," Wu Gu memasang wajahnya yang memelas meminta belas kasih.


"Tuan walikota tidak usah khawatir, kami akan mengusir para siluman itu dan mengembalikan Kota Guhan menjadi kota yang asri dan nyaman untuk di huni," kata Wan Susu.


Wu Gu tersenyum tipis, dia bersujud di depan Wan Susu, sebagai bentuk tanda terima kasihnya atas bantuan yang di berikan oleh Wan Susu.


Fang Mu yang melihatnya tersenyum getir, dia merasa Wu Gu ini sangat pandai bermuslihat dan bersandiwara. Andai Fang Mu tidak melihat kejadian malam itu, dia pasti juga sudah tertipu oleh permainan yang sedang di lakukan oleh Wu Gu ini.


Setelah sarapan pagi, Wan Susu langsung bergegas meninggalkan kediaman Walikota itu. Mereka langsung ke tempat di mana biasanya gerombolan siluman itu menampakkan diri.


"Tetua, aku akan menyusul nanti, ada beberapa barang yang tertinggal," kata Fang Mu sambil bergerak cepat ke arah kediaman Walikota, tanpa menunggu persetujuan dari Wan Susu terlebih dahulu.


Wan Susu yang tidak memiliki pilihan lain, akhirnya memilih melanjutkan perjalanan. Dia merasa Fang Mu akan aman jika berada di kediaman Walikota yang memiliki penjaga dua kali lipat dari bangunan lainnya.


Fang Mu langsung bergerak ke arah lain setelah yakin Wan Susu tidak memperhatikan pergerakannya. Yups, Fang Mu kali ini ingin menyelidiki lebih dulu batas kekuatan yang di miliki oleh musuhnya, agar dapat memetahkan kemungkinan mereka keluar sebagai pemenang nantinya.


Fang Mu bergerak ke arah utara, mengingat para pendekar berjubah hitam itu berasal dari arah Utara, jadi Fang Mu mengambil kesimpulan jika markas atau sekte mereka berdiri di arah Utara itu. Berbekal kehidupan sebelumnya, Fang Mu mengetahui jika memang terdapat hutan rimba yang lebat di Utara kota Guhan ini.


"Aku rasa di sanalah mereka mendirikan markas, selain tempat yang strategis, tempat itu juga menjadi sangat masuk akal tempat berdiamnya siluman dan hewan buas... " Gumam Fang Mu yang terus bergerak dengan cepat, sambil beberapa kali memperhatikan sekitarnya untuk memastikan tidak ada yang memperhatikan dirinya dan mengikutinya.

__ADS_1


__ADS_2