Pendekar Keris Naga Putih

Pendekar Keris Naga Putih
Ch 43. Serangan Di Pagi Hari IV


__ADS_3

Wan Susu mengalirkan tenaga dalam lebih banyak ke sabitnya, sebelum bergerak cepat menyambut serangan yang di lakukan oleh Lu Gu dan dua orang lainnya.


Menghadapi tiga orang dalam waktu yang bersamaan bukan perkara mudah. Wan Susu harus benar-benar berkonsentrasi, apalagi yang menjadi musuhnya memiliki kemampuan yang tidak terlalu jauh darinya.


Tiga orang itu saling berkerja sama untuk mengalahkan Wan Susu. Kerjasama ketiganya berhasil membuat Wan Susu tersudutkan untuk beberapa saat.


Namun hal itu tidak berlangsung lama, karena Wan Susu dengan cerdiknya mampu keluar dari tekanan dan menekan tiga orang itu secara bergantian.


Lu Gu dan dua orang lainnya tentu kembali melakukan kerja sama guna kembali mengendalikan pertarungan.


"Bentuk formasi siluman iblis," perintah Lu Gu yang langsung di balas anggukan oleh dua orang lainnya.


Mereka bertiga dengan kompak membentuk formasi bertarung dan mengurung Wan Susu di dalamnya.


"Aku ingin lihat mampukah kau bertahan di dalam formasi bertarung ini," Lu Gu jelas sangat percaya diri jika mereka akan mengalahkan Wan Susu dengan formasi ini.


Ketiganya dengan kompak bergerak menyerang Wan Susu dari tiga arah. Wan Susu dengan cekatan dan cepat masih mampu menangkis setiap serangan yang di lakukan oleh tiga orang musuhnya. Namun, dia tidak memiliki kesempatan untuk membuat serangan balik, karena setelah itu serangan terus berdatangan dari tiga arah secara silih berganti.


Wan Susu mulai di desak dalam posisi bertahan total. Dia tidak memiliki kesempatan hanya untuk memberikan satu serangan balasan. Wan Susu bukannya tanpa usaha, segala usaha sudah di lakukan, tetapi tiga orang yang menjadi lawannya masih terlalu kuat untuknya.


"Sial, kemampuan mereka seolah meningkat drastis setelah menggunakan formasi bertarung ini," gumam Wan Susu yang mulai menyadari kesalahan masuk ke dalam formasi yang di buat oleh lawannya.


Wan Susu tidak ingin terlalu lama berpikir karena dia harus memfokuskan diri menangkis dan menghindari semua serangan yang di lakukan oleh tiga orang musuhnya ini.


Sementara itu, Lu Gu yang sadar jika mereka berada di atas angin tersenyum puas.


Lu Gu dengan semangat yang membara terus menyerang Wan Susu dengan mata pedangnya itu. Seolah dia benar-benar ingin segera melenyapkan Wan Susu secepat mungkin.


Lu Gu bahkan terang-terangan menyerang Wan Susu dengan hampir semua tenaga dalamnya, dan hal itu berhasil memberikan luka pada bagian bahu kiri Wan Susu.

__ADS_1


Menyadari serangan Lu Gu membuahkan hasil, dua orang lainnya dengan kompak ikut melakukan serangan kombinasi dalam formasi dan berhasil pula memberikan luka pada tubuh Wan Susu.


"Akhh ... " Wan Susu meringis kesakitan, dia benar-benar dalam posisi yang tidak menguntungkan.


Meskipun sudah menderita luka di bagian bahu dan punggungnya, Wan Susu tetap berdiri dengan kuda-kuda tarungnya. Dia harus tetap siaga, jika tidak ingin mengalami luka yang jauh lebih serius.


"Kau sudah kalah dengan masuk ke dalam formasi kami," ejek Lu Gu.


Wan Susu hanya diam, dia yang kenyang pengalaman tentu tidak membuat mentalnya jatuh. Wan Susu dengan tegap kembali mengalirkan tenaga dalamnya bersiap untuk serangan kejutan yang akan di berikan, hanya menunggu momentum yang tepat saja.


Ketiga musuhnya itu kembali melesatkan serangan, sama seperti sebelumnya di buka dengan serangan secara bersamaan, dan selanjutnya serangan secara silih berganti. Fang Mu yang sudah mengetahui cara kerja dari formasi yang di gunakan oleh musuhnya, tentu juga memiliki rencananya sendiri untuk memberikan serangan balik.


Tepat setelah Lu Gu mengayunkan pedangnya kepada Wan Susu, Wan Susu memutar tubuhnya dengan cepat mengikuti arah Lu Gu.


"Pukulan Naga"


Dua orang lainnya tentu terkejut saat menyadari Lu Gu mental jauh ke belakang, sehingga membuat mereka lengah. Hal ini jelas langsung di manfaatkan oleh Wan Susu untuk memberikan serangan balasan.


Bughhh!!!


Bughhh!!!


Dua pukulan keras menghantam dua musuhnya itu secara bergantian dan membuat dua orang itu juga ikut terhempas ke dinding markas itu.


"Dia sengaja menunggu kita lengah," lirih salah satu dari mereka.


"Benar, sepertinya kita terlalu menganggap remeh pendekar sabit emas," sahut satunya lagi.


Lu Gu menggeram dengan kesal, dia benar-benar sulit percaya setelah sempat berada di atas angin, sekarang mereka kembali berada di posisi yang tidak menguntungkan.

__ADS_1


Ketiganya kembali berdiri, kemudian tiga orang itu melesat menyerang Wan Susu. Mereka tentu kembali berupaya membuat Wan Susu masuk ke dalam formasi mereka, akan tetapi belajar dari pengalamannya, Wan Susu dengan gesit terus menjaga jarak agar tidak kembali masuk ke lubang yang sama.


Wan Susu kali ini menjaga konsentrasinya agar tidak terjebak dalam formasi bertarung lawannya.


Wan Susu dan tiga orang musuhnya itu dalam waktu singkat sudah bertukar belasan jurus dan puluhan serangan. Kali ini pertarungan di antara mereka menjadi berimbang.


Wan Susu sebenarnya memiliki kemampuan jauh lebih besar di banding tiga lawannya, tetapi karena harus fokus menjaga jarak agar tidak kembali masuk dalam formasi membuat Wan Susu tidak dapat menggunakan kemampuan penuhnya.


"Baiklah, kalian tidak memberiku pilihan lain," Wan Susu mengalirkan tenaga dalam ke sabitnya yang langsung memancarkan cahaya emas berkilau.


"Sabit Emas Naga: Bulan Sabit Malam"


Wan Susu tanpa menahan diri lagi, langsung menggunakan jurus andalan yang memiliki daya rusak yang hebat. Wan Susu berpindah tempat ke depan tiga orang itu, selanjutnya sabit itu langsung melesat cepat ke arah titik buta lawannya.


Lu Gu yang sempat menyilangkan pedangnya berusaha menangkis serangan dari Wan Susu harus puas mental jauh ke belakang, pedangnya hancur menjadi kepingan kecil. Sementara dua orang lainnya sudah meregang nyawa dengan keadaan kepalanya yang terpisah dari tubuhnya.


Lu Gu juga merasakannya jika dia menderita luka dalam yang serius.


"Jadi inikah kekuatan sesungguhnya dari pendekar sabit emas ya,"


Lu Gu menutup matanya, dia sudah tidak memiliki kekuatan untuk kembali memberi perlawanan, di tambah lagi kini dia tanpa pedang di tangannya.


"Sebuah kehormatan bagiku mati di tangan pendekar kenaman seperti dirimu," kata Lu Gu dengan matanya yang tertutup.


Wan Susu tanpa menunggu lebih lama lagi, langsung mengayunkan sabitnya memenggal kepala Lu Gu dan mengirimnya untuk bertemu dengan Dewa Kematian.


Lu Gu jatuh dengan kepala terpisah dan darah yang terus mengalir dari tubuhnya. Wan Susu mengalihfungsikan fokusnya pada pasukannya yang lain, di mana pertarungan belumlah selesai.


Pendekar yang berada di pihaknya masih terus bertukar serangan dan berusaha untuk saling mengalahkan. Beberapa pendekar juga sudah menderita luka yang cukup serius.

__ADS_1


__ADS_2