
Fang Mu menghabiskan beberapa hari-hari pertamanya di kehidupan ke-duanya di dalam perpustakaan. Dia mencatat semua jurus dan teknik yang di milikinya semasa menjadi pendekar tanpa tanding di dunia persilatan.
Dia tidak yakin akan mengingat semuanya dengan baik seiring berjalannya waktu, akan ada beberapa bagian yang di lupakannya. Sebab itulah dengan mencatat semuanya, tidak ada yang akan dia lupakan. Selain itu, dia juga bisa berkonsentrasi penuh dalam pembentukan tubuhnya dan membangun pondasi bela diri, tanpa takut melupakan semua jurus di kehidupan pertamanya.
Waktu terus berjalan, tidak terasa Fang Mu sudah menghabiskan tiga bulan lebih dengan terus berada di perpustakaan. Perpustakaan adalah tempat yang paling sering di kunjungi oleh Fang Mu di kehidupan ke-duanya ini. Bukan hanya mencatat semua jurus, dia juga membaca beberapa kitab bela diri lainnya, serta membaca beberapa kitab tentang pengobatan dan racun. Fang Mu jelas ingin mempelajari semuanya sejak dini, karena saat ini dia memiliki waktu untuk mempelajari semuanya, berbeda dengan kehidupan pertamanya.
***
"Mu'er, ku perhatikan sejak tiga bulan terakhir ini, kau lebih sering menghabiskan waktu di perpustakaan, apa kau tidak lagi berminat menjadi seorang pendekar?" Tanya Xiao Yan.
Xiao Yan jelas khawatir jika Fang Mu trauma dan kehilangan minat untuk menjadi pendekar, sangat di sayangkan sekali bakat sehebat Fang Mu menolak menjadi pendekar.
Fang Mu jelas dapat menangkap wajah cemas dari Xiao Yan, hal yang sama juga terjadi di kehidupan pertamanya.
"Guru, aku tetap berminat menjadi pendekar, akan tetapi untuk saat ini aku ingin mempersiapkan pengetahuanku lebih dulu, agar aku tidak hanya menjadi pendekar yang mengandalkan otot saja, akan tetapi juga otak untuk berpikir," ucap Fang Mu.
Xiao Yan bernafas lega mendengar jawaban dari Fang Mu. Xiao Yan jelas menaruh harapan besar kepada Fang Mu untuk menjadi penerusnya.
"Kau juga jangan lupa untuk selalu melatih otot-ototmu," Xiao Yan mengingatkan.
Fang Mu menganggukkan kepalanya, dia tentu tidak lupa. Fang Mu tidak hanya membaca di perpustakaan, akan tetapi juga membersihkan perpustakaan dan membantu memindahkan beberapa buka, serta membereskan buku yang berserakan, selain mendapatkan perhatian dari penjaga dan kepala perpustakaan, dia juga melatih otot-otot kecilnya untuk terus bergerak. Semua ini sama halnya sekali dayung dua pulau terlewati, Fang Mu bisa melatih ototnya, sekaligus mendapatkan perhatian perpustakaan.
Selama itu pula, Fang Mu mulai memahami banyak hal yang tidak di pahaminya di kehidupan pertamanya, misalnya pentingnya kemampuan berbicara dan membual di dalam sebuah pertarungan, hal itu bertujuan untuk melemahkan mental lawan.
__ADS_1
Selain itu, Fang Mu juga mempelajari teknik lobi dan bernegosiasi. Dua hal ini akan sangat membantu dirinya untuk mendapatkan sumber daya. Fang Mu mengingat jelas dia tidak begitu pandai bernegosiasi di kehidupan pertamanya, dia tidak begitu mahir bernegosiasi sehingga menyulitkan dia mendapatkan sumber daya dengan harga murah.
***
Tidak terasa satu tahun sudah berlalu, kali ini Fang Mu sudah lebih aktif melatih fisiknya. Dia mulai dengan berlari pagi dan olahraga kecil lainnya.
Latihan kali ini dia langsung berada di bawah bimbingan Xiao Yan.
"Kau harus melatih fisikmu dengan baik."
Fang Mu mengangguk, dia lantas kembali berlari. Kali ini dia harus mengelilingi Sekte Gunung Naga dan sebelum matahari terbenam dia harus kembali ke tempat semula.
Fang Mu tidak keberatan, dia terus berlari dengan semangat. Wilayah sekte yang merupakan daerah pengunungan membuat latihan ini jauh lebih berat dari yang di bayangkan. Setelah naik gunung, Fang Mu kembali di paksa turun, begitulah seterusnya.
"Aku harus menyelesaikan ini lebih cepat, tubuhku harus mulai terbiasa," Fang Mu bertekad.
Fang Mu meningkatkan Kecepatannya untuk berlari. Dia benar-benar berhasil menyelesaikan latihannya tepat saat matahari mulai menyingsing ke arah timur menunjukkan arloji jam pukul 3 sore, tiga jam lebih cepat dari yang perintahkan oleh Xiao Yan.
'Luar biasa, dia mampu menyelesaikan latihannya 3 jam lebih cepat. Saat seusianya aku tidak yakin mampu berlari mengelilingi sekte dalam satu hari,' batin Xiao Yan.
Kekaguman Xiao Yan suatu hal yang wajar, karena apa yang di tunjukkan oleh Fang Mu adalah sesuatu yang mustahil untuk di lakukan oleh murid lain. Namun, bagi Fang Mu yang menjalani kehidupan ke-dua tentu menjadikan hal itu bukan sesuatu yang mustahil.
"Guru, apakah masih ada latihan lainnya lagi?" Tanya Fang Mu.
__ADS_1
Xiao Yan yang mendengar pertanyaan dari Fang Mu semakin di buat terkejut, dia merasa Fang Mu memiliki stamina di luar usianya. Bahkan setelah berlari keliling sekte, dia masih siap untuk melakukan latihan lainnya, bukannya memilih untuk istirahat.
Xiao Yan merasa kalau klan Fang benar-benar begitu mengerikan, tidak heran jika banyak pendekar yang menginginkan klan Fang lenyap di Benua Bintang Timur, karena klan ini sangat mengerikan. Xiao Yan tidak dapat membayangkan betapa mengerikannya gabung darah Klan Fang dan Klan Ling. Mungkin itulah yang menyebabkan dunia persilatan bersatu untuk melenyapkan desa tempat klan Fang dan klan Ling tinggal.
"Guru ... " Lirih Fang Mu.
Xioa Yan langsung terbuyarkan dari lamunannya, "Mu'er, kita cukupkan saja latihan hari ini, tubuhmu juga memerlukan istirahat yang cukup."
Fang Mu mengangguk, dia juga merasa perlu istirahat karena tubuh kecilnya ini yang sangat memerlukan istirahat.
"Baik guru, guru juga jangan lupa beristirahat," ucap Fang Mu, sebelum berjalan meninggalkan Xiao Yan.
Xioa Yan tersenyum, dia merasa jika di masa depan Fang Mu akan membawa Sekte Gunung Naga menuju kejayaan dan menjadi Sekte Nomor Satu di seluruh Benua Bintang Timur.
'Aku tidak tahu apa keputusanku merahasiakan semua ini dari Ketua dan mendidiknya untuk menjadi pendekar akan membawa kebaikan atau malah keburukan. Aku bertaruh untuk hal ini,' batin Xioa Yan.
***
Sementara itu, Fang Mu jelas tidak langsung beristirahat, dia memilih berjalan ke arah perpustakaan setelah membersihkan diri. Dia jelas ingin terus menambah pengetahuannya. Baik tentang dunia persilatan ataupun yang lainnya, misalnya strategi perang dan ilmu pengobatan yang tidak pernah sempat untuk dia pelajari di kehidupan pertamanya.
"Fang Mu, kau begitu rajin sekali datang ke perpustakaan. Berbeda sekali dengan banyak murid lainnya," ucap laki-laki berbadan tambun dan perut yang sedikit buncit itu.
"Tetua Yu," Fang Mu menundukkan kepalanya memberi hormat, "Aku hanya senang membaca, Tetua."
__ADS_1
"Haha, jika kau senang membaca, ada sesuatu yang ingin aku perlihatkan kepadamu... "