
Wu Gu bersama tiga orang bawahannya bergerak dengan cepat menembusnya gelapnya malam menuju ke markas utama Sekte Siluman Iblis.
Wu Gu tentu ingin segera memberitahukan tentang keinginan dari Wan Susu untuk kembali ke Sekte Gunung Naga untuk meminta bantuan.
Mereka yang sudah hapal jalur menuju markas tentu tidak tersesat, sekalipun bergerak di tengah gelapnya malam.
Kedatangan Wu Gu langsung di sambut oleh Lu Gu dan beberapa Tetua yang lainnya yang tampak memang sudah mempersiapkan diri.
"Wu Gu, apa yang membawamu datang di tengah malam ini?" Tanya Lu Gu.
Wu Gu tidak menjawab, dia hanya berpesan untuk mengumpulkan semua Tetua yang mereka miliki karena ada hal penting yang akan mereka bahas.
Wu Gu langsung bergegas menemui Lu Kang, Ketua Sekte Siluman Iblis ini. Tanpa berbasa-basi terlalu lama, Wu Gu langsung menjelaskan maksud dari kedatangannya malam ini yang terkesima mendadak sekali.
Lu Kang tidak keberatan untuk melakukan pertemuan mendadak malam ini dan kebatilan semua tetua sedang berada di dalam sekte semuannya.
Wu Gu yang mendengarnya tersenyum lebar, dia merasa jika rencananya benar-benar di dukung oleh alam. Dengan 12 tetua dan Lu Kang, serta murid-murid lainnya, maka sudah terbayang kemenangan akan berpihak kepada mereka.
Dalam waktu singkat, aula pertemuan itu sudah di penuhi dengan para tetua penting Sekte Siluman Iblis.
Mereka semua tentu tidak terlalu terkejut dengan pertemuan mendadak ini, karena mereka sudah bersiap sejak awal.
"Terima kasih kepada seluruh tetua yang sudah meluangkan waktunya untuk datang ke agenda rapat ini," Lu Kang membuka agenda pertemuan mereka malam ini.
Barulah setelah itu, Wu Gu langsung menjelaskan jika pertemuan ini di agendakan untuk memulai rencana mereka, yaitu menyerang Kota Guhan. Mereka akan menangkap dan menghabisi Wan Susu sebagai ancaman kepada rimba persilatan agar tidak bermain-main dengan mereka dan tidak lagi mengusung pendekar lainnya untuk membebaskan Kota Guhan.
__ADS_1
"Setelah kita berhasil menangkap dan menghabisi pendekar sabit emas itu, aku ingin agar kepalanya kita gantung di depan gerbang masuk Kota Guhan... " Jelas Wu Gu dengan menggebu-gebu.
"Apa ini tidak terlalu mendadak?"
"Ini sangat aneh tetua, bukan aku meremehkan rencanamu, tapi aku hanya ingin kita lebih berhati-hati karena yang akan kita lawan adalah pendekar sabit emas yang berasal dari sekte besar,"
"Aku sependapat, ini terasa sangat janggal. Mustahil rasanya jika pendekar sabit emas itu tidak menyadari keanehan yang ada di Kota Guhan,"
"Benar sekali, kita semua tidak ingin masuk ke dalam jebakan musuh... "
Para tetua lainnya memberikan komentar atas keinginan dari Wu Gu agar mereka segera menyerang Kota Guhan esok hari.
Wajah Wu Gu memerah, dia tentu tidak menerima alasan yang di lontarkan oleh para tetua lainnya itu. Wu Gu merasa tetua lainnya hanya merasa iri atas keberhasilannya menyusun rencana.
"Jika pendekar sabit emas kembali ke Sekte Gunung Naga dan membawa bala bantuan yang lebih besar, maka kemungkinan kita untuk menang sangat kecil, bahkan mustahil kita bisa menang." Tambah Wu Gu.
Ruangan pertemuan itu hening untuk beberapa saat, mereka tampak berkecamuk dengan pemikiran mereka masing-masing.
"Tetua Wu, aku hanya takut ini adalah jebakan yang di buat oleh pendekar sabit emas... " Salah satu dari mereka akhirnya membuka suara.
"Benar tetua, kita tidak boleh gegabah dalam mengamankan tindakan," tetua lainnya ikut menimpali.
Para tetua yang lain tampak setuju dan sependapat dengan hal itu. Mereka bukan tidak ingin memanfaatkan kesempatan dan peluang, tetapi lebih kepada berhati-hati karena lawan yang mereka hadapi saat ini berasal dari sekte besar rimba persilatan.
"Wu Gu, aku rasa pendapat para tetua ini ada benarnya, kita harus memikirkan semua ini dengan baik. Kita tidak ingin kembali hancur setelah bersusah payah menyelamatkan diri dari kehancuran bukan?" Lu Kang membuka suara, setelah sejak awal lebih memilih diam dan menyaksikan dinamika yang sedang terjadi di antara tetua ini.
__ADS_1
Wu Gu diam untuk beberapa saat, dia sedang menyusun beberapa kalimat yang akan menguatkan argumentasinya ini.
"Ketua, aku sungguh tidak ingin kita kembali hancur, tapi ini adalah kesempatan emas. Aku hanya takut jika seiring berjalannya waktu, pihak istana akan mengetahui tentang terbunuhnya Walikota Guhan dan aku menggantikannya selama ini," kata Wu Gu.
Lu Kang mengangguk pelan, itu juga menjadi bahan pikirannya. Salah satu ketakutan besar mereka adalah di ketahui pihak istana sebelum mereka benar-benar berhasil menancapkan taji pada rimba persilatan.
"Ketua, kita bisa memulai semua ini dari sekarang. Mengalahkan Pendekar Sabit Emas adalah salah satu cara yang bisa kita lakukan... " Wu Gu kembali mengutarakan rencananya.
Para tetua lain masih memilih bungkam. Mereka juga dilema setelah mendengar resiko rencana mereka akan di ketahui pihak istana jika terlalu lama menundanya.
"Ketua, kita harus mulai bergerak maju, jangan cuma diam di tempat. Di tambah lagi kita harus terus memberi makan pada orang-orang Kota Guhan yang kita tahan di penjara bawah tanah ini," Wu Gu berusaha memperkuat pendapatnya sebelumnya.
"Baiklah, bisa kau jelaskan ulang bagaimana rencanamu, Wu Gu." Perintah Lu Kang.
Wu Gu tersenyum puas. Dia kembali merasa menang dari para tetua yang lain. Wu Gu menjelaskan jika mereka akan memulai penyerangan besok pagi, yaitu dengan menyergap kamar yang di pakai oleh Wan Susu. Wu Gu juga tidak lupak mengatakan jika paling tidak membutuhkan 10 orang pendekar ahli untuk mengalahkan Wan Susu, tatapi jika Lu Kang ingin turun langsung, mungkin hanya Lu Kang dan tiga pendekar ahli saja sudah lebih dari cukup.
Sementara itu, Wu Gu juga ingin ada yang meringkus murid-murid Wan Susu, karena terlalu berbahaya jika mereka berhasil menyelamatkan diri.
"Aku akan ikut turun langsung agar semuanya dapat berjalan sesuai dengan yang kita inginkan," kata Lu Kang memberi kepastian jika dia akan ikut bersama pasukan.
Wu Gu mengangguk dan tersenyum lebar mendengarnya.
"Ketua, Tetua Wu. Aku rasa untuk mengantisipasi segala kemungkinan buruk, ada baiknya kita semua bergerak bersama-sama. Hanya beberapa orang saja yang tinggal di sekte untuk menjaga para tahanan agar tidak melarikan diri," Lu Gu akhirnya membuka suara.
"Kau benar, aku juga memiliki rencana seperti itu... "
__ADS_1