Pendekar Keris Naga Putih

Pendekar Keris Naga Putih
Ch 27. Setan Kembar


__ADS_3

Belajar dari pengalaman, Wan Susu kali menggerakkan rombongannya agat bergerak lebih cepat, karena mereka sudah di tunggu oleh pihak Wali Kota yang menjadi tujuan misi mereka kali ini.


Fang Mu tentu tidak masalah, dirinya mampu mengendalikan kudanya agar bergerak lebih cepat. Namun, Tang Yu dan Yu Xun kesulitan saat memacu kudanya dengan cepat, di tambah pula fisik mereka belum terbentuk secara sempurna seperti yang di miliki oleh Fang Mu.


"Tetua, aku sudah tidak sanggup lagi jika harus bergerak di tengah gelapnya malam," Tang Yu akhirnya menyampaikan ketidaksanggupan dirinya yang di timpali pula oleh Yu Xun yang menyatakan hal yang sama.


Wan Susu tersenyum tipis, dia tidak memiliki pilihan lain selain beristirahat dan kembali menunda perjalanan malam ini. Memaksakan perjalanan dalam keadaan lelah akan membawa pada bahaya yang besar nantinya.


"Kita akan istirahat lebih dulu malam ini," perintah Wan Susu.


Fang Mu dengan cekatan melompat dan mengikat kudanya di salah satu pohon, sebelum mengambil posisi bersandar di salah satu dahan pohon. Fang Mu kembali teringat dirinya dahulu selalu menghabiskan waktu di atas dahan pohon untuk istirahat, karena sudah tidak memiliki rumah untuk kembali setelah musnahnya Sekte Gunung Naga.


Saat Fang Mu hendak menutup mata, indera penciumannya merasakan bau amis darah, sehingga membuatnya langsung mengambil posisi siaga. Hal yang sama pula di lakukan oleh Wan Susu.


"Bau darah, berhati-hatilah, seperti kita akan kedatangan tamu," Wan Susu memberi peringatan kepada muridnya ini.


Benar saja, tidak lama setelah itu dua orang dengan senjata kapak dan pisau lebar tiba di dekat mereka.


Lokasi mereka saat ini langsung di penuhi hawa pembunuh yang besar dan menelan mereka semua.


"Kita mendapatkan buruan yang besar, saudaraku," kata sosok yang menggunakan senjata kapak itu sambil menjilati bibirnya yang membuat kengerian semakin menjadi.


"Setan Kembar," Wan Susu tentu mengenali dua orang yang memiliki hawa pembunuh besar ini, karena nama mereka cukup tersohor beberapa waktu terakhir. Hal ini tentu di karenakan aksi ke-duanya yang membuat mereka diburu banyak pendekar. Kegemaran mereka berpindah tempatlah yang membuat mereka masih bertahan hidup.

__ADS_1


"Kau mengenali kami, tuan. Aku sungguh tersanjung, tapi itu tidak cukup untuk membuat kalian mati dan menjadi santapan kami, hahaha... " Setan kembar tidak kenal aliran lurus atau sesat, siapapun yang berhasil mereka kalahkan akan berakhir menjadi santapan bagi mereka. Hal inilah yang membuat mereka di katakan musuh bersama rimba persilatan.


"Kalian terlalu percaya diri, majulah!!! Biar ku habisi kalian berdua," Wan Susu sudah bersiap dengan sabit di genggaman tangannya, "Mundurlah dan cara tempat persembunyian yang aman... " Perintah Wan Susu.


Wan Susu mengalirkan tenaga dalam ke sabitnya, sebelum berpindah tempat dan melesatkan serangan cepat ke arah Setan Kembar itu. Wan Susu langsung mengambilnya inisiatif menyerahkan terlebih dahulu, karena menyadari dua orang musuhnya ini bukanlah pendekar sembarangan.


Setan Kembar yang sudah siap siaga, tentu mampu mengimbangi semua serangan yang di lakukan oleh Wan Susu. Dalam waktu singkat, mereka sudah bertukar belasan serangan.


Satu hal yang pasti, gabungan serangan Setan Kembar seiring berjalannya waktu menjadi jauh lebih berbahaya dan berlahan membalikkan keadaan.


"Jadi hanya ini kemampuanmu?" Ejek salah satu Setan Kembar itu.


Wan Susu memilih bungkam, dia ingin lebih berkonsentrasi karena sadar jika kehilangan konsentrasi, maka dirinya bisa saja mendapatkan luka yang serius nantinya.


"Sial, mereka jauh lebih kuat dari yang aku duga," gumam Wan Susu.


Setan Kembar yang memiliki kepercayaan diri tinggi, terus menggempur Wan Susu. Mereka benar-benar berhasil mendominasi pertarungan. Lesatan kapak dan pisau lebar secara silih berganti menghujani Wan Susu.


Walaupun hingga saat ini belum mampu melukai Wan Susu dengan serius, tetapi beberapa luka goresan sudah menghias tubuh Wan Susu.


"Pendekar sabit emas, aku ingat itu gelarmu di dunia persilatan bukan?" Setan Kembar yang menggunakan senjata kapak itu membuka suara.


"Pendekar Sabit Emas, ternyata kita benar-benar mendapatkan mangsa besar. Aku yakin setelah kita mengkonsumsinya, kita akan kembali peningkatan kemampuan lebih tinggi lagi," sahut rekannya.

__ADS_1


Memang bukan rahasia lagi, jika Setan Kembar memiliki cara unik untuk meningkatkan kemampuan, yaitu dengan mengkomsumsi tubuh seorang pendekar.


Tubuh Wan Susu bergetar hebat dan semua bulunya berdiri mendengar perkataan Setan Kembar itu. Dia tentu tidak ingin berakhir menjadi santapan Setan Kembar, selain itu dia memiliki kewajiban untuk melindungi tiga pendekar muda yang di bawahnya itu.


"Jangan pernah bermimpi untuk melakukan hal itu!!" Wan Susu berteriak dengan keras dan lantang.


Bersama dengan itu pula, Wan Susu meningkatkan kecepatannya dalam membangun serangan. Dengan mengandalkan kecepatannya, Wan Susu mampu memberikan luka di beberapa bagian tubuh Setan Kembar itu.


Namun, hal itu tidak berlangsung lama karena Setan Kembar itu berhasil kembali memegang kendali pertarungan. Wan Susu kembali di sudutkan, kali ini setiap serangan yang di lakukan oleh Setan Kembar itu benar-benar mengerikan.


***


Sementara itu, Fang Mu, Tang Yu, dan Yu Xun menyaksikan pertarungan itu dari balik semak-semak.


Fang Mu orang yang paling menyadari jika Wan Susu bukan lawan bagi komen serangan yang di buat oleh Setan Kembar. Fang Mu pula berusaha mengingat tentang Setan Kembar ini, karena nama ini terasa familiar di pikirannya.


"Setan Kembar? Tunggu mereka meningkatkan kemampuan dengan memakan daging pendekar, apa mungkin mereka adalah cikal bakal berdirinya Sekte Kadal Pemangsa, di mana para pendekarnya memiliki kemampuan tingkat tinggi dengan cara terus mamakan daging pendekar yang di kalahkannya?" Fang Mu bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


Setelah berpikir cukup lama, Fang Mu semakin yakin jika Setan Kembar ini adalah sosok yang mendirikan sekte paling mengerikan di rimba persilatan di masa depan itu. "Jika aku tidak salah ingat, mereka memiliki teknik rahasia yang membuat mereka mampu mengolahnya daging pendekar menjadi sumber daya yang membantu perkembangan mereka... "


Setelah menimbang-nimbang segala kemungkinan, Fang Mu akhirnya meminta untuk turun membantu Wan Susu untuk mengalahkan sepasang pendekar itu. Di tambah lagi, setelah menemukannya Wan Susu mengalami kesulitan untuk mengimbangi serangan yang di buat oleh Setan Kembar itu.


"Fang Mu, jangan gegabah!!" Tang Yu menahan Fang Mu saat menyadari Fang Mu hendak turun membantu Wan Susu menghadapi Setan Kembar itu.

__ADS_1


"Saudara, Yu. Apa kita memiliki pilihan lain? Tetua sedang dalam posisi terdesak, jika tetua di kalahkan, maka kita juga akan menjadi korban dari Setan Kembar itu,"


__ADS_2