Pendekar Keris Naga Putih

Pendekar Keris Naga Putih
Ch 35. Mencari Bantuan


__ADS_3

Pagi-pagi sekali, Fang Mu sudah meninggal kediaman Walikota, tanpa di ketahui siapapun, kecuali Wan Susu.


Fang Mu bergerak cepat ke arah selatan, karena seingatnya di sana berdiri sebuah sekte aliran lurus.


"Semoga saja mereka sudah memiliki kekuatan untuk membantu,"


Khawatirkan utama Fang Mu adalah sekte itu belum memiliki kekuatan yang memadai untuk bergerak membantu mereka.


Fang Mu membuang pikiran itu jauh-jauh, dia terus bergerak cepat agar segera tiba di sekte itu dan memastikan sendiri apakah mereka memiliki kekuatan untuk membantu atau tidak.


Jarak yang harus di tempuh Fang Mu cukup jauh, memakan waktu sekitar 5 jam perjalanan barulah Fang Mu menemukan pemungkiman penduduk.


"Sekte Tanah Surgawi, mereka berkembang dengan baik ... " Gumam Fang Mu.


Pemungkiman penduduk itu tidak lain adalah sekte yang di cari oleh Fang Mu. Mereka memang tidak membentuk markas besar layaknya sekte pada umumnya, karena saat ini masih terkendala dana dan sumber daya yang belum mencukupi untuk mendirikan markas.


Fang Mu dapat melihat jika sekte ini baru berdiri dan belum berusia lebih dari 20 tahun, hal itu terlihat dari beberapa bangunan yang masih baru dan penghuninya yang masih sedikit.


"Maaf tuan, ada keperluan apa anda datang kemari?" Tanya salah seorang yang berjaga di depan gerbang utama itu.


"Aku ingin bertemu dengan Tetua Ju Hai," Fang Mu memberikan medali Sekte Gunung Naga kepada para penjaga itu.


Dua penjaga itu menerima mendali itu dan memeriksanya.

__ADS_1


Dua orang penjaga itu tentu tidak mengenali mendali yang di tunjukkan oleh Fang Mu, karena pengalaman mereka di rimba persilatan belum luas.


"Tunggu sebentar tuan, aku akan membawa mendali ini kepada Ketua," kata penjaga itu.


Penjaga berjalan cepat masuk ke dalam untuk menemui Ketua Sekte untuk menunjukkan mendali itu dan mengabarkan tentang kedatangan Fang Mu ke sekte mereka ini.


Sementara rekan penjaga itu tetap siaga, mereka yang jarang menerima tamu tentang selalu berhati-hati dengan orang yang tidak kenal.


Tidak berselang lama, penjaga itu telah kembali bersama dengan seorang laki-laki paruh baya. Keduanya terlihat ngos-ngosan, sepertinya berlari sekuat tenaga menuju gerbang. Hal ini tentu karena mendali yang di tunjukkan oleh Fang Mu beberapa saat yang lalu.


"Maafkan atas ketidaktahuan muridku, tuan," kata laki-laki paruh baya itu, "Mari masuk tuan... " Ajaknya.


Fang Mu mengikuti langkah kaki laki-laki paruh baya itu. Sekte Tanah Surgawi benar-benar baru berdiri, bangunan masih sangat baru. Fang Mu merasa dia datang terlalu cepat ke sekte ini. 'Bagaimana sekte ini akan memiliki 10 pendekar tanah surgawi yang namanya begitu tersohor di masa depan jika saat ini saja mereka masih sangat lemah?' batin Fang Mu.


Fang Mu menghentikan langkahnya di bawah pohon rindang yang berada di tengah-tengah bangunan lainnya. Di sana sudah ada laki-laki paruh baya itu yang menunggu dirinya.


"Tuan pendekar ... Maafkan atas kebodohanku yang tidak menyambut kedatangan anda ke sekte kecilku ini,"  laki-laki paruh baya itu berkata dengan pelan seraya mempersilahkan Fang Mu untuk duduk.


"Jikalau aku boleh tahu, ada tujuan apa tuan pendekar mengunjungi sekte kecilku ini? Aku dengar dari muridku, tuah mencariku? Apa ada salah satu muridku yang menyinggung anda?" Tanya laki-laki paruh baya itu setelah Fang Mu mengambil posisi duduk di depannya.


Laki-laki paruh baya itu tidak lain adalah Ju Hai Ketua Sekte Tanah Surgawi, sekaligus orang terkuat yang ada di sekte ini.


Fang Mu tidak langsung menjawab, dia menarik nafas panjang terlebih dahulu dan memilih kata yang tepat untuk di utarakan agar laki-laki paruh baya di depannya ini bersedia mengeluarkan tangan untuk membantunya.

__ADS_1


"Sebelumnya, aku Fang Mu, tetua bisa memanggilku saudara Fang. Kedatanganku kemari murni ada keperluan dengan Tetua, tidak bersangkut paut dengan murid-murid Sekte Tanah Surgawi ini," Fang Mu langsung ke inti pembicaraan.


"Kalau begitu aku akan memanggil saudara Fang... Saudara bisa memanggilku saudara Ju," Ju Hai yang sudah mengetahui latar belakang Fang Mu, sudah barang tentu tidak memiliki keberanian untuk angkuh dan merasa derajatnya lebih tinggi, "Jikalau saudara Ju ini boleh tahu, apa tujuan saudara Fang datang ke sekte kecilku ini?"


Fang Mu memilih langsung menjelaskan jika kedatangannya kemari ingin meminta bantuan kepada Sekte Tanah Surgawi untuk bersama-sama membebaskan Kota Guhan dari serangan siluman.


Mendengar penjelasan Fang Mu, Ju Hai langsung menaikkan alisnya. Dia tidak menduga jika kedatangan Fang Mu bersangkutan dengan situasi yang melanda Kota Guhan.


"Saudara Fang, aku bukan bermaksud untuk menolak mengulurkan bantuan, tetapi kondisi kami tidak memungkinkan untuk membantu," Ju Hai menjelaskan kondisi dari sektenya saat ini, di tambah lagi mereka baru berdiri. "Di tambah lagi, Sekte Tanah Surgawi tidak memiliki banyak pendekar untuk di turunkan. Saudara Fang tentu tahu, jika siluman itu bukan bergerak atas insting pribadi, tetapi di kendalikan oleh seseorang... "


Fang Mu tidak menjawab, dia sudah menduga hal ini sejak awal. Jadi tidak terlalu mengejutkan bagi Fang Mu atas penolakan yang di lontarkan oleh Ju Hai.


"Tetua, bagaimana jika kami memberi kompensasi yang besar untuk bantuan yang kalian berikan? Bukankah hal ini akan menunjang sekte ini untuk berkembang," Fang Mu masih berusaha merayu dan membujuk.


Ju Hai menaikkan alisnya, "Kompensasi?"


"Benar, Tetua. Aku sudah menyelidik asal muasal siluman itu dan mereka berasal dari hutan bagian utara. Benar yang tetua katakan tadi, mereka bukan bergerak sendiri, tetapi di gerakan oleh seseorang dan kelompok itu mendirikan markas di tengah hutan itu.


Jika mereka tidak di hentikan, maka mereka akan semakin berkembang dan memiliki kuasa. Aku yakin setelah Kota Guhan berhasil mereka taklukkan dan kuasai, maka selanjutnya adalah sekte-sekte yang berdiri di sekitar Kota Guhan.


Tetua mungkin sudah mendengar tentang kehancuran salah satu sekte yang berusaha membantu Kota Guhan? Jika terus di biarkan, maka mereka akan semakin merajalela dan terus melakukan penaklukan," jelas Fang Mu sembari memberikan beberapa gambaran kepada Ju Hai jika kelompok ini tidak di sikapi dan di tangani.


Ju Hai mengelus dagunya, dia tidak membantah hal itu karena memang itu akan terjadi. Ju Hai memang berencana untuk mengerahkan anggotanya, tetapi setelah melihat sekelas Sekte Gunung Naga saja masih mencari bala bantuan, maka lawan yang di hadapan bukan lawan yang mudah.

__ADS_1


"Berikan aku waktu untuk berpikir saudara Fang ... "


__ADS_2