
Fang Mu dengan cepat menggunakan sepasang kerambitnya itu membabas habis dua orang Shinobi yang menjadi musuhnya ini. Senjata kerambit yang di gunakan oleh Fang Mu membuat para Shinobi itu sulit membaca arah serangannya, karena memang sangat sedikit pendekar yang menggunakan senjata kerambit.
"Hati-hati, bocah itu tidak sesederhana yang terlihat," salah seorang pendekar ahli itu memperingatkan anggota agar tidak gegabah dalam menyerang.
Namun, dua orang Shinobi itu tidak menghiraukan peringatan itu. Melihat dua orang rekannya tewas, membuat mereka gelap mata untuk menghabisi Fang Mu, di tambah lagi mereka menganggap jika Fang Mu adalah pemuda belia yang masih hijau di rimba persilatan.
Gerakan Fang Mu yang jauh lebih cepat dari para Shinobi itu membuat Fang Mu menguasai pertarungan. Dirinya dengan mudah memberikan serangan demi serangan kepada dua orang musuhnya.
Bughhh!!!
Satu tendangan keras menghantam batok kepala Shinobi itu, sampai menghempaskan Shinobi itu hingga menciumi tanah. Di saat yang sama pula, Fang Mu membuat serangan dengan kerambitnya yang menyayat bagian pergelangan tangannya lawannya untuk mematikan pergerakan musuhnya. Selanjutnya, satu tendangan menggunakan ujung telapak kaki menghantam tepat di bagian dada.
Seketika itu, Shinobi itu kesulitan bernafas. Dia merasa dadanya sangat sesak , akibat tendangan itu. Shinobi itu pula tidak bisa lagi memegangi Kunainya karena pergelangan tangannya hampir putus.
Fang Mu melesat cepat ke arah Shinobi itu, dia mengayunkan kerambit memotong satu lagi pergelangan tangan musuhnya, sebelum satu ayunan lainnya menggores batang leher Shinobi itu dan mengirimnya untuk bertemu dengan Sang Dewa Penjaga Pintu Alam Kematian.
"Ini adalah kali pertama aku merepotkan Dewa Penjaga Pintu Alam Kematian di kehidupan ke-dua ini," Fang Mu berpindah tempat, mengincar satu Shinobi yang masih terlengo melihat sosok Fang Mu membunuh tanpa belas kasih.
Sorot mata Fang Mu bak Elang yang melihat mangsanya dan siap untuk menerkamnya, belum sempat Shinobi itu mendapatkan kembali kesadarannya, soso Fang Mu sudah berada di hadapannya, bersiap memberi serangan lanjutan.
Sleshhh!!!
Srekkk!!!
Dua kali kerambit itu di ayunkan secara bersamaan dan menggorok batang leher Shinobi itu.
Sosok Fang Mu dengan cepat menjadi pusat perhatian, hal itu tentu karena dirinya sudah menghabisi empat nyawa para Shinobi dalam waktu yang relatif singkat. Sebuah pemandangan yang tidak biasa, melihat seseorang yang masih sangat muda mampu membunuh banyak nyawa, tanpa ada rasa bersalah di wajahnya. Seolah Fang Mu menikmati setiap kali dirinya merenggut nyawa para Shinobi itu.
__ADS_1
Fang Mu hanya tersenyum tipis, dia tidak mengambil pusing hal itu. Baginya yang terpenting saat ini adalah menghabisi semua Shinobi yang melakukan penyerangan ini, agar melemahkan kekuatan Organisasi Shinobi Lembah Siluman, agar organsiasi ini tidak melakukan gerakan secara besar-besaran dan membuat kekuatan mereka juga menjadi meningkat setiap saatnya.
Dengan cepat Fang Mu menjadi pusat perhatian, kemahirannya dalam bertarung menggunakan kerambit membuat semua orang sulit percaya jika Fang Mu masih hijau di rimba persilatan dan masih berusia sangat belia. Fang Mu yang merasa sudah terlanjur untuk menahan diri, memilih untuk menyelesaikan pertarungan dengan cepat dan memastikan tidak ada Shinobi yang akan selamat kali ini.
Crashhh!!!
Fang Mu menyilangkan kerambitnya menangkis serangan cepat dari salah satu Shinobi yang memiliki kekuatan setara pendekar ahli itu.
"Aku ingin menguji sebatas mana kau mampu menandingiku, bocah!!" Teriak Shinobi itu yang merasa tidak terima banyak anggotanya merenggang nyawa di sepasang kerambit milik Fang Mu itu.
Shinobi itu dengan kunai bergerak menyerang Fang Mu. Dua senjata berukuran mini itu saling bertemu dan menghasilkan dentingan keras dua besi yang beradu. Bukan hanya besi yang beradu, tetapi juga kecepatan ke-duanya.
Shinobi itu kagum pada kecepatan yang di tunjukkan oleh Fang Mu. Shinobi itu merasa jika Fang Mu tidak semudah yang terlihat, karena dia harus berlatih puluhan tahun agar memiliki kecepatan seperti saat ini.
"Di mana kesombonganmu tadi?" Ejek Fang Mu di sela pertarungan mereka itu.
"Kerambit Memburu Iblis"
Fang Mu dengan cepat menggunakan salah satu jurusan yang ada di dalam kitab pemberian dari Yu Fing itu. Dia dengan sangat cepat2 mengubah arah serangan dan berpindah tempat, sebelum satu sayatan mengenai tubuh Shinobi itu, hingga menyebabkan pendarahan pada tubuhnya.
"Akhh, bagaimana dia bisa?" Shinobi itu masih sulit percaya jika dirinya terluka saat menghadapi seseorang yang masih hijau di rimba persilatan ini. Shinobi itu juga berupaya menjaga jarak untuk memulihkan diri.
Namun, Fang Mu tentu tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Dia tidak akan membuang kesempatan untuk menghabisi musuhnya itu.
Fabg Mu berpindah tempat dengan cepat dan bergerak langsung menyerang Shinobi itu. Shinobi itu yang tidak dalam posisi siap, tentu gagal untuk mengimbangi serangan kerambit dari Fang Mu, sampai berakhir dengan luka lebar di bagian perutnya.
"Tunggu? Apa seperti ini cara orang-orang aliran lurus bertarung?" Kata Shinobi itu dengan nafas memburu dan rasa takut yang tinggi.
__ADS_1
Fang Mu tertawa kecil, "Aku hanya mengikat bagaimana cara kalian melakukannya... "
Fang Mu kembali berpindah tempat dan memberikan serangan lanjutan. Kerambitnya itu berputar di tangannya, memberikan efek rasa takut yang besar pada Shinobi itu.
Shinobi itu hanya bisa mengutuk Fang Mu dan menekan rasa takutnya. Dia harus mencari jalan untuk menyelamatkan diri dan melaporkannya kejadian ini ke markas.
"Haha, kau ingin melarikan diri ya, jangan bermimpi bisa melakukannya hal itu," Fang Mu mengalirkan tenaga dalam ke kerambitnya.
Dalam tiga tarikan nafas, Fang Mu sudah berdiri di depan Shinobi itu, sebelum satu pukulan keras menghantam dadanya, di ikuti oleh serbuan ayunan kerambit yang membawa jantung Shinobi itu berdetak lebih cepat dari biasanya sambil terus berubah menekan rasa sakit yang menjalar ke segala bagian tubuhnya itu.
"Sial, sepertinya dia sengaja mengulur waktu untuk membunuhku," Shinobi itu mengumpat dalam hati. Tidak pernah terbayangkan olehnya jikalau nyawanya akan di permainkan seperti saat ini.
Shinobi itu masih berupaya sekuat mungkin untuk melarikan diri, dia tentu masih tidak ingin tewas di tempat kali ini. Apalagi dia baru saja mencapai kemampuan pendekar ahli dan membuatnya memiliki masa depan yang baik sebagai seorang pendekar.
Creshhh!!!
Sleshhh!!!
Dua sayatan secara bergantian akhirnya mengenai tubuhnya, tepat di titik vitalnya yang akan membuatnya bertemu dengan Dewa Penjaga Alam Kematian.
"Selamat datang di dunia alam kematian dan selamat bertemu dengan Dewa Kematian," kata Fang Mu, sebelum kerambit itu merenggut nyawa Shinobi itu.
***
Bismillah
Ini chapter terakhir di bulan februari, setelah ini bakal ada pembaruan level. Teman-teman reader do'akan semoga dapat level 10 biar bisa kontrak dan rutin update 2 Chapter perhari.
__ADS_1
Terimakasih