Pendekar Naga Emas S2

Pendekar Naga Emas S2
Teknik Terlarang


__ADS_3

Pertarungan para bayangan Arya dan panglima kegelapan terletak jauh di arah timur gunung berapi, namun tekanan energi dari pertarungan mereka masih terasa sangat jelas sampai di kota Goading.


Kini panglima kegelapan bernama Yeva sudah pergunakan pedang pusakanya yang berbentuk asap merah kehitaman berlekuk-lekuk seperti kepulan asap mengudara. Pedang itu adalah pusaka neraka dunia iblis, memiliki ruh kuat dan energi tersendiri membuat pertarungan senjata mereka berimbang.


Baik para bayangan Arya ataupun Yeva, keduanya telah menggunakan mode bertarung serius, tubuh para bayangan Arya kini dilapisi energi keemasan yang terlihat berkobar di ketinggian.


Sementara panglima kegelapan Yeva telah menggunakan tubuh Iblisnya, membuat tubuhnya di selimuti api merah yang juga berkobar di ketinggian.


Andai mereka bertarung di atas daratan, sudah pasti tidak ada tumbuhan yang masih dapat hidup, semua yang terkena tekanan energi Yeva akan hangus menjadi abu, bahkan jika itu batu sekalipun.


Setiap orang yang melihat keatas langit akan menyaksikan beberapa kilatan cahaya yang terus saling berbenturan layaknya sebuah batu meteor.


Ledakan dan gelegar guntur terus terdengar seakan langit di wilayah itu akan segera runtuh.


Salah satu bayangan Arya kirimkan serangan dengan mengayunkan tongkat cahaya biru berniat memukul kepala Yeva, namun yang di serang dengan cepat pergunakan pedang neraka untuk menangkis.


Pertemuan tongkat cahaya dan pedang neraka milik Yeva menciptakan gelombang energi yang membuat bayangan Arya tersebut terpental mundur. Bayangan Arya ini segera menendang angin agar tubuhnya berhenti terlempar.


Sebelum Panglima Kegelapan kembali bergerak menyerang, satu bayangan Arya lainnya tiba-tiba muncul dan langsung menusukan tombak petir ke arah jantung, namun panglima kegelapan segera berkelit ke arah kiri menghindari tusukan tombak tersebut.


Kemudian berputar seperti kelebatan asap bergelung berniat memberikan pukulan ke wajah lawan, akan tetapi dari arah lain muncul bayangan Arya lainnya yang tahu-tahu sudah membabatkan golok api biru ke arah lehernya.


Pada saat yang sama, dari bawah datang pula lesatan bola petir dan cakram angin menderu cepat menebar hawa panas dan dingin luar biasa. Mau tak mau, panglima kegelapan ini batalkan serangannya dan segera menyilangkan dua lengannya untuk bertahan. Membuat gempuran serangan tersebut berhasil diredam, namun tubuh panglima kegelapan di buat terpental beberapa tombak di udara.


Andai yang kena serangan demikian rupa adalah sebuah bukit, maka sudah pasti bukit itu akan seketika hancur menjadi debu. Itu menunjukkan sekuat apa panglima kegelapan ini.


Seperti tak merasakan apa-apa, Yeva kembali menerjang. Panglima kegelapan ini melesat cepat seolah berpindah tempat, namun kali ini arah serangannya tak menentu. Dia bergerak secara zig-zag agar gerakannya tak dapat terbaca oleh para lawannya.


Usaha itu nyatanya membuahkan hasil, membuat formasi pertahanan para bayangan Arya jadi kacau dan akibatnya dua bayangan Arya berhasil di lenyapkan.


Panglima kegelapan tidak serta merta merasa puas, dia terus saja menyerang. Kehilangan dua bayangan Arya membuat pertahanan formasi mereka jadi melemah. Tentunya hal itu dimanfaatkan dengan baik oleh Yeva untuk mengakhiri pertarungan dengan cepat.


Dalam beberapa gebrakan saja, satu persatu bayangan Arya berhasil di lenyapkan. Kini hanya tersisa dua.

__ADS_1


Yeva menyeringai penuh kemenangan, dia menatap kedua sosok bercadar yang menjadi lawannya itu dengan tatapan angker dan keluarkan gelak tawa memuakkan.


Jdaaaarrr...


Mendadak tawa Yeva seketika lenyap bersamaan dengan terciptanya ledakan dahsyat yang membuat tubuhnya terpental sangat jauh dan baru berhenti ketika nyaris saja terjatuh ke dalam kubangan kawah lahar gunung berapi.


Di atas sana, seorang pemuda berpakaian putih-putih dengan rambut panjang riap-riapan terayun-ayun di terpa angin tengah melayang sambil menatap tak berkedip ke arah kawah lahar gunung berapi tersebut.


*****


Singgg...! Singgg...! Wuuuuttt! Wuuuuttt!


Beberapa bilah pisau berupa cahaya kuning, biru dan merah melesat dari masing-masing bayangan Arya, menuju ke arah hewan iblis berkepala botak.


Yang di serang bukannya tak menyadari hal tersebut, hewan iblis itu sendiri saat ini dalam keadaan sangat terdesak menghadapi gencarnya serangan dari Griffinhan, Wouven dan Liu Wei yang begitu merepotkan.


Ketika lesatan sinar pisau itu sebentar lagi akan mengenai sasarannya, Griffinhan dan yang lainnya cepat-cepat menghindar. Hanya Liu Wei yang masih tetap menyerang. Gadis itu berusaha menutup ruang gerak hewan iblis tersebut.


Tentu saja hal itu membuat hewan iblis berkepala botak dan berkaki cumi-cumi tersebut menjadi gusar bukan main, energinya sudah hampir terkuras habis. Seandainya saat ini dia masih dalam keadaan prima, tentunya serangan Liu Wei bukanlah hal yang berarti baginya, bahkan dia sanggup membunuh gadis itu dalam satu kali gebrakan saja.


Namun energinya mendadak tersumbat. Tanpa disadari olehnya, Liu Wei sudah lebih dulu mengerahkan tekniknya yaitu ‘Pusaran Air Membekukan Rembulan’.


Aliran air bergulung-gulung bergerak cepat mengurung tubuh hewan iblis berkaki cumi-cumi tersebut, dan dalam sekejap air itupun sudah membekukan hewan iblis tersebut menjadi bongkahan batu es mengambang di udara.


Seeett! Seeett! Blarr! Duuuarr!


Ledakan berturut-turut tercipta manakala lesatan beberapa pisau cahaya beragam warna itu menghantam bongkahan es yang mengurung hewan iblis berkaki cumi-cumi.


Untung Liu Wei yang berada di dekat sana sudah bertidak lebih cepat, gadis ini telah melindungi dirinya dengan perisai es transparan. Itu adalah teknik ‘Perisai Es Abadi’. Meski begitu, tubuh gadis ini tetap terpental jauh akibat dahsyatnya gempuran serangan tersebut dan baru berhenti saat ada seseorang menghentikannya.


Es yang menyelimuti tubuh hewan iblis itu seketika hancur, dan tubuhnya sendiri terpental ke bawah sampai menembus permukaan tanah.


Salah satu bayangan Arya segera terbang mendekat untuk memeriksa kondisi hewan iblis itu. Apakah sudah tewas atau masih dapat pertahankan nyawa.

__ADS_1


Jauh di bawah tanah yang melesak dalam tersebut terlihat hewan iblis berkepala botak menyemburkan banyak darah hitam dari mulutnya, dia terbatuk-batuk sambil pegangi dadanya dan terasa begitu sakit seolah tulang-tulang berpatahan.


Merasa kematian sudah berada di ambang mata, hewan iblis ini segera mengigit tangannya sendiri hingga tangan itu mengucurkan darah hitam. Kemudian dia segera menghisap semua darah tersebut sampai habis tidak tersisa.


Bayangan Arya menyipitkan mata memandangi apa yang mahluk itu lakukan. Beberapa tarikan nafas berikutnya tubuh hewan iblis berkepala plontos itu berubah menjadi lebih besar hingga tiga kali lipat dari ukuran sebelumnya.


Wujudnya juga mengalami perubahan dimana di bagian tengah keningnya tumbuh tanduk panjang berwarna hitam yang terlihat mengeluarkan api yang berwarna hitam kebiruan.


“AAAAAHHHHKKK!”


Hewan iblis itu berteriak keras, bersamaan itu pula dari tubuhnya menyeruak energi maha besar yang selanjutnya berkobar menciptakan gelombang kuat yang menyebar ke segala arah mementalkan tubuh bayangan Arya puluhan tombak.


Jika saja bayangan Arya tidak melindungi diri dengan perisai energi saat terkena gelombang energi hitam tersebut, tentu tubuhnya akan lenyap seketika. Sebuah gelombang energi yang tidak main-main, energi itu sungguh kuat karena dapat meledakan tanah seluas puluhan hektar.


Para bayangan Arya yang hendak mendekat seketika membelalakkan mata, “Sial, energi macam apa yang dikeluarkannya itu.” Umpat salah satu bayangan karena kesal lawannya itu tidak mati-mati.


Selain ukuran hewan iblis tersebut bertambah besar, tubuhnya juga kali ini di penuhi api hitam. Mungkin karena itulah kultivasinya melonjak tajam ratusan kali lipat lebih kuat dari sebelumnya. Hingga para bayangan Arya termasuk, Griffinhan, Wouven, Huang She dan Liu Wei sulit bergerak dari tekanannya.


“Hahaha, setelah ini, riwayat kalian akan tamat manusia! Kalian memang hebat, namun masih kurang ribuan tahun untuk dapat mengalahkanku.” Hewan iblis berkepala dan berkaki cumi-cumi tersebut tertawa di bawah kubangan tanah, memandangi para lawannya dengan tatapan membunuh.


Hewan iblis ini telah menggunakan teknik terlarang, sebuah teknik yang dapat meningkatkan kekuatannya berkali-kali lipat namun harus di bayar dengan mahal, yakni nyawa si pemilik teknik itu sendiri. Hewan iblis ini memang sudah tidak punya pilihan lain. Rupanya dia berniat mati dengan membawa serta para lawannya.


“Grrrr... Jangan percaya diri dulu kau makhluk aneh!”


Sebuah suara keras membahana menggetarkan tanah, seiring dengan munculnya seorang pria berpakaian sederhana seperti penduduk desa. Pria itu terbang melesat secepat angin dan tahu-tahu langsung menghantam kepala hewan iblis tersebut dengan terkaman cakar.


Blaaarrr...


Kubangan tanah yang dalam dan luas kembali bergemuruh dan melesak lebih dalam serta luas akibat benturan tadi.


Debu dan batang-batang pepohonan berhamburan menutup pemandangan. Dari balik kepulan asap debu tersebut terdengar suara benturan demi benturan seperti tengah terjadi pertarungan di dalam sana.


Seorang pria yang tadi muncul menyerang bukan lain adalah Hulao. Siluman harimau putih ini di buat tak percaya jika serangannya dapat di redam dengan begitu mudah oleh hewan iblis yang tadi dihantamnya itu.

__ADS_1


Kini keduanya sudah bertukar serangan dengan ganas dan kuat. Kondisinya sendiri Hulao nampak terdesak, hewan iblis berkaki cumi-cumi tersebut kini telah menjadi lawan yang lebih kuat dari sebelumnya. Di tambah kobaran api hitam kebiruan yang menyelimuti tubuh hewan iblis itu membuat Hulao tidak bisa bertindak gegabah, menyentuh atau mendekatinya.


__ADS_2