Pendekar Naga Emas S2

Pendekar Naga Emas S2
Amarah Sang Legenda Naga


__ADS_3

"Blaaarr, Booommm..."


Sebuah energi berbentuk tapak raksasa turun dari langit menghantam perisai pelindung Markas Kelelawar Hijau sebelum memporak-porandakan bangunan-bangunan yang ada di bawah sana.


Serangan mendadak tersebut seketika membuat gempar. Semua orang berlarian untuk melihat siapa yang menyerang.


Belasan siluet melesat terbang ke arah sosok yang melayang di udara, mereka sangat terkejut ketika mendapati siapa pelaku penyerangan tersebut.


"Ada apa dengan kalian? Kenapa kalian terkejut melihatku." Zhen Long tersenyum sinis.


"Kau masih hidup?" Salah satu tetua nampak gentar, nyalinya seketika ciut saat melihat Sang Legenda Naga ada di hadapannya. Dia yakin kedatangan Zhen Long jelas ingin membalaskan kehancuran Sekte Makam Kuno.


Zhen Long tiba-tiba menghilang ketika ratusan bola api menuju ke arahnya, dia kembali muncul berdiri di antara lautan manusia.


Kakek tua itu menyeringai tipis, "Sudah lama aku tidak merasakan sensasi ini.."


"Hati-hati, tua bangka itu bukanlah tandingan kalian." Terdengar suara dari atas memperingati.


Zhen Long mengulurkan tangannya, membuat gerakan seperti mencengkram. Terlihat di berbagai sudut muncul akar-akar raksasa dari dalam tanah, akar-akar itupun menghancurkan semua bangunan yang ada di dalam Markas Kelelawar Hijau tanpa sisa. Kini wilayah Markas Kelelawar Hijau di penuhi akar-akar raksasa yang menjulang tinggi ke langit.


"Bangsat..."


Terdengar suara bentakan menggema sebelum muncul seseorang yang tiba-tiba menebaskan cakar mengincar kepala Zhen Long. Dia adalah Patriark Kelelawar Hijau yang bernama, Pao Zian.


Terkaman tersebut membelah tubuh Zhen Long, namun yang terjadi tubuh Zhen Long berubah menjadi kobaran api sebelum menghilang.


Patriark Pao Zian mengerlingkan matanya, dengan sigap dia menggerakkan tangannya untuk menahan serangan dari arah samping.


Booommm...


Ledakan besar terjadi, menghempaskan seluruh orang yang ada di sekitar sana.


Tubuh Patriark Pao Zian terjajar puluhan meter sebelum memuntahkan darah. Sedangkan Zhen Long nampak menepuk-nepuk bajunya yang kotor akibat debu yang berterbangan.


Dari arah atas terlihat belasan tetua Kelelawar Hijau bersama-sama melesat ke arah Zhen Long sambil melontarkan serangan energi.


Zhen Long memutar tubuhnya, seketika tercipta pusaran tornado yang menghempaskan mereka semua.


"Dia benar-benar kuat.." Umpat salah satu tetua sambil berusaha bangkit dari reruntuhan bangunan yang menimpanya.


Zhen Long menggeleng pelan, dia sebenarnya sudah tidak mau membunuh. Namun karena orang-orang Kelelawar Hijau telah menghancurkan Makam Kuno maka dia merasa memiliki kewajiban untuk membalaskan kematian para anggota Makam Kuno yang sudah dia anggap sebagai keluarga. Zhen Long tidak berkeinginan membiarkan satupun dari mereka hidup, pasalnya jika ada yang hidup maka keberadaannya akan kembali menarik perhatian para kultivator yang mungkin masih berniat merebut sesuatu yang sudah tidak ada di tangannya.


Hanya dengan hentakan kaki, Zhen Long menggerakkan akar-akar, melilit ratusan orang lalu menariknya ke dalam tanah. Dalam hitungan detik, ratusan anggota Kelelawar Hijau tewas terkubur hidup-hidup.

__ADS_1


Bukan tanpa perlawanan, semua orang yang terlilit berusaha melepaskan diri. Namun kekuatan akar tersebut sangatlah kuat, bahkan mampu mengacaukan aliran Qi dan meremukkan tubuh mereka. Sedangkan mereka yang selamat, segera berlarian sambil terus menghindari dan menebas akar-akar yang terus mengejar.


Patriark Pao Zian menelan ludah, dia menyesal karena telah menyerang Makam Kuno sebab mengira Zhen Long sudah mati. Dia tidak pernah menyangka akibat perbuatannya itu, justru kini dia harus menghadapi kemarahan Sang Legenda Naga.


"Sebaiknya kita bicarakan hal ini baik-baik.." Patriark Pao Zian tiba-tiba muncul belasan meter di samping Zhen Long. Dia tidak mau seluruh anggotanya tewas, untuk itu dia mencoba bernegosiasi.


Zhen Long tersenyum kecut, "Apa ketika kalian menyerang Makam Kuno, kalian memberikan mereka kesempatan untuk berbicara baik-baik."


"Tentu saja, kami sudah memberikan mereka pilihan. Jika mereka mau menyerahkan Pusaka Legenda maka kami tidak akan menyerang mereka. Namun..."


"Begitu juga aku, kalau kalian tidak menghancurkan mereka tentu aku tidak akan menyerang kalian."


Tubuh Zhen Long mengeluarkan energi begitu besar sampai membuat tubuhnya di selimuti energi putih kebiruan. Tekanan energi yang di keluarkan Zhen Long membuat langit bergemuruh dan seluruh tanah bergetar hebat.


Awan di atas langit membentuk pusaran hitam dengan kilatan-kilatan merah, kemudian muncul kepala Naga yang di selimuti kobaran api. Naga tersebut bukanlah perwujudan dari energi, melainkan Naga itu benar-benar Naga sungguhan.


Melihat sosok Naga tersebut, Patriark Pao Zian membelalakkan mata. Tubuhnya menggigil menyaksikan wujud Raja dari segala penguasa, dimana Naga adalah hewan kuno yang menguasai segala hewan. 


Sudah terlambat bagi Patriark Pao Zian untuk menyesal karena telah salah berkata. Andaikan dia bisa memutar waktu, ingin rasanya dia memperbaiki semua kesalahannya. Termasuk tidak akan menyerang Makam Kuno.


"Kenapa kalian diam, serang!!" Seruan Patriark Pao Zian terdengar ke seluruh penjuru, membuat semua tetua yang terpukau terhadap kekuatan Zhen Long dan sosok Naga yang muncul dari balik awan, segera melesat melancarkan serangan.


Namun semua serangan mereka lenyap begitu saja karena terserap luapan energi yang menyelimuti tubuh Zhen Long.


"Serang!!" Seru Patriark Pao Zian, meski memiliki peluang kecil untuk menang namun setidaknya dengan jumlah anggota yang di milikinya, dia berharap dapat melukai ataupun mengusir Zhen Long.


Ratusan serangan energi jarak jauh berlesatan terus menerus, menciptakan ledakan bertubi-tubi membuat tempat Zhen Long tertutupi asap tebal dan kobaran api bekas ledakan energi tersebut.


Tiba-tiba muncul terjangan angin kuat yang menghempaskan seluruh orang. Kini semua orang maupun siluman yang mengepung Zhen Long berpentalan menghantam bekas-bekas reruntuhan bangunan, bahkan ada yang seketika tewas dengan kondisi terbelah.


"Jika kemampuanku masih seperti dulu, aku mungkin akan berfikir dua kali untuk menyerang kalian seorang diri. Namun dengan kekuatanku saat ini, jangan harap kalian bisa menyentuhku." Zhen Long berkata pelan dan datar, namun ucapannya tersebut seakan seperti jarum yang menusuk jantung.


Ucapan Zhen Long memang benar, akan sulit dan merepotkan untuk dapat menghadapi semua anggota Kelelawar Hijau seorang diri bahkan untuk seseorang yang telah mencapai Pendekar Naga sekalipun. Pasalnya Sekte Kelelawar Hijau adalah sekte aliran hitam terkuat di benua daratan tengah.


Patriark Pao Zian gemetaran, menghadapi kekuatan Zhen Long yang dulu saja belum tentu dirinya dapat menang apalagi sekarang. Dia yakin kemampuan Zhen Long pastinya mengalami peningkatan setelah menghilang selama ribuan tahun.


Naga yang melayang di angkasa terlihat sedang membuka mulutnya, yang perlahan mulai tercipta bola api biru kehitaman, Semakin lama semakin membesar, hingga membentuk bola hitam raksasa.


Semua orang dapat merasakan kuatnya energi yang terpancar di angkasa. Mereka begitu panik, karena sadar jika bola hitam raksasa tersebut mengenai mereka, maka tidak ada kesempatan lagi bagi mereka untuk mempertahankan nyawa.


Patriark Pao Zian memberi kode ke arah semua tetua untuk melarikan diri, dalam sekejap mereka telah menghilang dengan menggunakan teknik teleportasi.


"Mau kemana kalian?" Sebuah suara bernada dingin mengudara.

__ADS_1


"Sial, ternyata tua bangka itu sudah mengurung kita." Umpat salah seorang tetua karena teknik teleportasinya tidak dapat menembus pagar pelindung yang di ciptakan Zhen Long.


Tetua tersebut mengerutkan dahi, dia hendak melakukan pertahanan karena merasakan adanya energi yang tiba-tiba muncul di belakangnya. 'Creeeesss' namun naas dia telah tewas dengan tubuh terbelah menjadi dua bagian.


Dalam hitungan detik, semua tetua yang tengah berusaha menghancurkan segel pelindung, tewas satu persatu di tangan Zhen Long.


Bduaarrr.. bruuukkk..


Ketika Zhen Long melancarkan Jurus Tapak Penghancur Gunung untuk mengakhiri nyawa Patriark Pao Zian. Namun ternyata targetnya itu mampu menahan serangannya meski harus mengorbankan salah satu tangannya.


Tubuh Patriark Pao Zian terpental menghantam segel pelindung, dia buru-buru mengalirkan Qi untuk menghentikan pendarahan pada lengannya yang hancur karena menahan serangan Zhen Long.


"Tidak ku sangka kau mampu menahan seranganku." Zhen Long menyeringai sebelum menciptakan pedang energi berupa api putih.


Patriark Pao Zian segera mengerahkan seluruh energinya untuk menyambut serangan dari Zhen Long, dia juga menciptakan sebuah pedang energi berwarna hijau dari elemen racun.


"Hmmm... Ingin melawan api suci dengan racun." Zhen Long terkekeh pelan.


"Apa?" Muka Patriark Pao Zian seketika menjadi pucat, dia sudah mendengar kedahsyatan jurus api suci milik Zhen Long yang telah mempercundangi banyak kultivator kuat.


"Rupanya kau sudah mengenal jurus milikmu ini." Zhen Long tersenyum ramah, "Seharusnya kau beruntung bisa mencicipi api suciku."


Mata Patriark Pao Zian melebar, keringat dingin mulai mengucur membasahi mukanya. "Lepaskan aku!! Jika kau memang hebat, mari bertarung secara adil. Jangan berbuat curang dengan menggunakan teknik yang membuat tubuhku tidak bisa bergerak."


"Aku sudah kenyang mengalami pertarungan dengan orang-orang licik sepertimu. Bukankah membunuh lawan dengan cepat itu lebih baik. Salahmu sendiri karena kau mengalihkan perhatianmu."


Melihat Zhen Long terbang mendekat membuat hati Patriark Pao Zian semakin di dera kepanikan.


"Matilah dengan tenang.."


Creeeesss....


Dengan gerakan yang sangat cepat, Zhen Long menikamkan pedang api putih tepat ke jantung Patriark Pao Zian. Bersamaan dengan itu tubuh Patriark Pao Zian terbakar sepenuhnya oleh api putih sebelum hancur menjadi abu yang tertiup angin.


Zhen Long memandangi pedang api putih di tangannya, dia nampak menyesal karena mengambil keputusan kembali terjun ke lingkaran dunia yang di penuhi pertumpahan darah.


"Tuan, apa aku sudah boleh memusnahkan mereka semua?"


Sebuah suara yang terdengar di kepala Zhen Long, membuyarkan lamunannya. "Lakukanlah.."


Dalam satu kedipan mata, bola api hitam raksasa dari mulut Naga tersebut melesat cepat ke bawah. Meledakkan seluruh Markas Kelelawar Hijau hingga menciptakan lobang tanah sedalam puluhan meter.


Dengan ini Nama Sekte Kelelawar Hijau telah menghilang dari daftar nama-nama sekte di benua daratan tengah.

__ADS_1


Zhen Long kemudian menyuruh Naga milikinya untuk kembali ke alam langit. Sedangkan dirinya menggunakan teknik elemen tanah untuk menutup kembali lobang tanah bekas berdirinya Sekte Kelelawar Hijau.


__ADS_2