Pendekar Naga Emas S2

Pendekar Naga Emas S2
Kondisi Raja Kegelapan


__ADS_3

Mendengar suara nyaring yang menggetarkan tanah, semua penghuni Sekte Iblis Berdarah serta-merta berhamburan keluar dari bangunan. Mereka beranggapan bahwa di luaran ada musuh yang menyerang.


Tetapi ketika mereka telah berkumpul di luar, mereka tidak menemukan siapapun yang membuat masalah. Suara nyaring itu masih mengumandang keras sebelum akhirnya hilang sama sekali. Suara itu cukup menguatkan dugaan mereka bahwa siapapun pemilik suara itu pasti telah berada di dalam markas, pasalnya markas Iblis Berdarah diselubungi segel pelindung, jadi kebisingan dari luar tidak akan dapat terdengar sampai ke dalam markas.


Dari arah gedung utama beberapa tetua terlihat berkelebat ke tengah lapangan dimana berkumpulnya sebagian besar anggota Sekte Iblis Berdarah.


Baru saja sepasang kaki tetua Yan Heishan memapak tanah, tetua terkuat yang dimiliki Iblis Berdarah ini acungkan pedangnya tinggi-tinggi sambil berseru lantang. “Kalian selidiki setiap tempat! Cari tau siapa yang berani-beraninya menunjukkan suaranya itu! Kalau perlu sisir setiap tempat di sekitar luaran markas! Kabarkan segera jika ada sesuatu yang janggal!”


Semua orang lekas bergerak menyebar! Pencarian di kerahkan! Keamanan diperketat! Semua jalur keluar masuk markas di tutup dan di tempatkan puluhan orang untuk berjaga-jaga, mengantisipasi apabila ada musuh yang keluar ataupun masuk.


Hiruk-pikuk kesibukan para penghuni markas Sekte Iblis tersebut tak ubahnya seperti keramaian di tengah kota kecil. Pasalnya jumlah keseluruhan anggota iblis berdarah mencapai ribuan. Tapi keramaian itu segera teralihkan manakala terdengar suara dentuman luar biasa keras yang sampai mengguncang tanah layaknya terjadi gempa.


Semua penghuni Sekte Iblis Berdarah sontak saja menengadahkan kepalanya memandang ke atas. Meski markas mereka diselubungi segel pelindung namun mereka masih dapat melihat pemandangan yang ada di luar. Tetapi yang di luar tidak dapat melihat ke dalam!


Suara dentuman ledakan itu memang jelas sekali terdengar, tapi mereka sama sekali tidak dapat mengetahui dengan pasti dimana sumber ledakan itu berasal, karena selain suara ledakan itu menggema di seluruh penjuru, kondisi saat ini juga sudah remang-remang karena sebentar lagi matahari akan tenggelam.


Para tetua yang bingung harus melakukan apa, juga hanya memandangi langit. Mereka sebenarnya ingin mengabarkan hal ini kepada Patriark mereka, namun saat ini baik Patriark Pao Shoawen maupun Patriark Chao Yun Kwok sama-sama tengah bermeditasi. Karena itulah mereka hanya bisa melakukan tindakan antisipasi, memerintahkan seluruh anggota ataupun murid-muridnya untuk memperketat penjagaan dan bersiap siaga jika memang benar-benar adanya penyerangan.

__ADS_1


Sementara itu, dua panglima kegelapan yakni Duscha dan Todor segera dapat memahami situasi yang terjadi. Keduanya sama-sama merasakan bahwasanya Yeva sedang dalam masalah. Oleh sebab itulah keduanya segera meninggalkan tempat persemayamannya dan langsung menuju ke tempat Yeva berada.


Akan tetapi baru setengah jalan, kedua panglima kegelapan ini tiba-tiba menghentikan perjalanannya. Mereka mendengar suara Raja kegelapan berkata.


“Kembalilah! Jangan sampai keberadaan kalian ini malah mengundang lebih banyak musuh. Katakan pada pemimpin markas iblis berdarah supaya mereka lebih berhati-hati, dan suruh mereka untuk menyelidiki lebih lanjut mengenai kekuatan para pendekar aliran putih serta apa yang sedang mereka rencanakan. Kalau situasi memang tak memungkinkan untuk bertahan, lebih baik pergi dari markas dan cari tempat lain yang lebih aman”


Todor dan Duscha mengangguk, lalu di dengarnya kembali suara Raja kegelapan melanjutkan. “Untuk saat ini lebih baik menghindari perselisihan dengan pihak manapun. Kita masih perlu membangun pasukan dan kekuatan. Sampai ketika kekuatanku benar-benar kembali, jangan lakukan apapun yang bisa merusak rencana kita.”


“Tapi bagaimana kalau justru ada orang yang lebih dulu menyerang kita?” Tanya Duscha. “Bukankah ritual pembangkitan sudah hampir mencapai puncaknya? Kalau kita menghindar dan lari ke tempat baru, bukankah itu malah akan menghambat waktu pembangkitan?”


Untuk sesaat menjadi hening, lalu menjawab lah Raja kegelapan. “Karena itulah kalian perlu membaca kekuatan lawan. Jika kalian sudah yakin dapat mengatasi musuh, maka lebih baik singkirkan mereka sebelum mereka mencapai markas. Pastikan tidak ada yang tersisa agar dalam waktu dekat tidak ada lagi serangan susulan dari musuh.”


“Baiklah, Yang Mulia.. kami akan sampaikan hal ini pada mereka.” Sahut panglima Todor.


Kedua panglima kegelapan itu masih terdiam melayang, menunggu jika ada yang masih ingin di sampaikan lagi oleh raja kegelapan. Namun setelah menunggu beberapa lama tak ada suara lagi dari raja kegelapan, maka melesatlah keduanya kembali ke markas Iblis Berdarah.


Keputusan raja kegelapan bukanlah tanpa pertimbangan, karena dia sadar posisi dan keadaannya sendiri. Dimana saat ini kekuatannya benar-benar sedang melemah. Jangankan untuk menghadapi musuh, untuk mengirimkan pesan energi seperti halnya tadi saja, raja kegelapan benar-benar harus memaksakan diri. Energinya saat ini sedang di fokuskan untuk memperkuat pondasi tubuh Chen Ren, tubuh pemuda yang dia harapkan bisa membangkitkan seluruh esensi kekuatan yang dimilikinya.

__ADS_1


****


Kedatangan Arya di kerajaan Goading benar-benar menjadi kabar gembira bagi Raja Lin Yon Jun. Sang raja muda tersebut seketika menunjukkan wajah sumringah ketika mendengar kabar kedatangan pemuda itu.


Dengan penuh semangat ia bangkit dari kursi kebesarannya. Menatap gerbang ruangan aula istana dengan senyuman merekah, seolah-olah ia sudah tidak sabar lagi menyambut kehadiran tamu istimewanya tersebut.


Sosok Arya memang telah menjadi satu bagian penting yang terus membekas dalam kehidupan Raja Lin Yon Jun. Sosok pemuda yang pernah menyelamatkan hidupnya dari penculikan, seorang pemuda yang pernah menyelamatkan kerajaannya dari rencana pemberontakan saudara tirinya, dan juga seorang pemuda yang telah membuatnya termotivasi menjadi pribadi yang lebih mandiri dan kuat agar tidak terus-terusan bergantung pada pasukan kerajaan.


Ketika Arya baru saja muncul dari balik gerbang, maka segera saja Raja Lin Yon Jun berjalan menghampiri. Dengan tangan terkembang dihampirinya Arya, lalu di peluknya seolah pemuda itu sangat dirindukannya.


Jenderal Yong We dan para petinggi-petinggi kerajaan bahkan dibuat heran atas sikap Raja Lin Yon Jun. Bagaimana tidak, raja yang harusnya menjaga wibawanya kini bersikap seperti anak muda yang gembira bertemu sahabat karibnya. Dan keheranan mereka semakin bertambah ketika didengarnya raja muda itu tertawa dan lantas berkata.


“Tabib Xian, ku dengar kau telah mendapatkan nama baru, sebuah gelar yang sungguh hebat. Pendekar Naga Emas. Bukankah begitu?” Raja Lin Yon Jun tepuk-tepuk pundak Arya. Sebentar kemudian Raja muda ini kerutkan dahinya, dipandanginya rambut dan sepasang bola mata Arya yang kuning keemasan. Dia sebelumnya tidak begitu memperhatikan perubahan pemuda ini karena kondisi ruangan yang sedikit gelap, namun setelah beberapa waktu dia baru menyadari hal itu.


Arya yang mengerti apa yang di pikirkan raja muda dihadapannya itu. Tersenyum canggung. Lalu menjelaskan. “Perubahan warna rambut dan mataku ini akibat dari teknik yang belum sempurna aku gunakan. Jadi ya, seperti Yang Mulia lihat sendiri, aku berubah menjadi aneh seperti ini.. hahaha..” Arya tertawa, namun terdengar dipaksakan.


Sambil sipitkan mata dan membelai beberapa helai rambut Arya, Raja Lin Yon Jun menggeleng. “Tidak... Tidak... Kau sama sekali tidak terlihat aneh. Malah aku semakin iri padamu. Rambutmu ini terlihat seperti emas murni. Kalau di jual pasti harganya mahal dan kau akan kaya. Hahaha...”

__ADS_1


Maka ruangan itupun menjadi meriah oleh suara tawa Raja Lin Yon Jun yang kemudian di sahut suara tawa Arya pula. Tetua Lin Hai yang juga dibuat larut dalam candaan kedua pemuda itu juga akhirnya ikutan tertawa, malah suara tawanya lebih keras dari keduanya.


Huang She yang memang akrab dengan kedua pemuda itu juga susul tertawa meski terdengar seperti di tahan. Sementara Liu Wei hanya menunjukkan senyuman tipis.


__ADS_2