Pendekar Naga Emas S2

Pendekar Naga Emas S2
Ritual Persembahan


__ADS_3

"Apa masih ada yang ingin mengujiku?" Arya menunjukkan wajah datar.


Jenderal Qian Tangjiang melangkah maju, "Ada yang ingin aku pastikan darimu."


"Baiklah, tuan boleh menyerangku dulu." Arya mendengus pelan.


"Tidak, tujuanku bukan untuk menantangmu bertarung. Dari awal aku sudah mencurigaimu, ternyata memang benar kau membohongi kami dengan kultivasi yang kau tunjukkan pada waktu itu." Jenderal Qian Tangjiang tersenyum ramah.


Arya menatap jenderal Qian Tangjiang, setelahnya dia melemparkan senyuman. "Maaf tuan, aku tidak bisa ikut denganmu. Sampaikan salamku untuk Yang Mulia, tanpa di minta aku akan dengan senang hati menghancurkan Iblis Berdarah."


Jenderal Qian Tangjiang mengerutkan dahi lalu mengangguk pelan. "Jadi seperti itu. Baiklah, aku akan menyampaikannya pada Yang Mulia. Pendekar tunggulah sebentar, aku berjanji akan kembali dengan membawa pasukan untuk membantumu."


"Terimakasih tuan.." Arya menelangkupkan tangannya.


Patriark Gu Ta Sian dan beberapa Patriark lainnya menghampiri Arya. Dari gelagatnya membuat Arya tersenyum kecut.


"Tabib Xian, sebenarnya aku hanya ingin melihat kemampuanmu yang sebenarnya. Namun jika kau keberatan, lupakan saja tidak perlu memikirkan permintaanku itu." Patriark Gu Ta Sian nampak segan.


"Maafkan aku, sebelumnya aku sempat mencurigaimu bahwa kau adalah anggota Iblis Berdarah yang menyamar dan menyusup untuk memata-matai kami." Patriark Liu Bei nampak canggung.


"Aku dapat memahami kecurigaan kalian, lagipula Pendekar Kaisar sepertiku memang mustahil bisa mengalahkan Pendekar Suci." Arya tersenyum kecut. Dia lalu menatap Patriark Gu Ta Sian. "Jika anda ingin mengetahui kemampuanku, lebih baik tanyakan nanti pada Patriark Tao Lian. Maaf aku tidak bisa menunjukkannya langsung di hadapan kalian semua."


"Lalu apa tujuan Iblis Berdarah menyerang kita?" Patriark Long Sha membuka suara.


Arya melirik Patriark Long Sha. "Mereka mengincarku sebab aku telah membunuh salah satu tetua mereka, dan aku juga membocorkan semua rencana mereka. Dari informasi yang ku dapatkan, mereka menganggap bahwa aku adalah Pendekar dari Kekaisaran Tang. Mungkin karena itulah mereka mengikutiku sampai kemari."


"Aku mengerti sebagian dari kalian masih ada yang mencurigaiku, tapi aku tidak akan memaksa kalian jika kalian memang tidak mau ikut bersamaku menyerang mereka. Aku hanya minta pada kalian tetaplah tegakkan kedamaian di negri ini, jangan pernah takut mati demi keberlangsungan hidup orang banyak. Mungkin dengan pertarungan raga kalian akan binasa, tapi kebaikan kalian akan selalu di kenang. Dan percayalah segala sesuatu, baik itu kejahatan maupun kebaikan pasti ada karmanya. Ingat, jangan suka meremehkan sekecil apapun masalah, sebab hal kecil akan menjadi besar jika tidak segera di atasi." Arya berkata dengan begitu lugas dan berwibawa.

__ADS_1


Semua orang mengangguk, pandangan mereka terhadap Arya kini telah sepenuhnya berubah. Mereka tidak lagi meremehkan Arya layaknya seorang bocah, selain sudah melihat sendiri kemampuannya, mereka juga mendapati jiwa seorang pemimpin di dalam diri pemuda itu.


Ketika mereka sedang berbincang-bincang, terlihat beberapa orang berjalan mendekat ke tempat mereka berada. Arya sedikit mengalihkan perhatiannya pada segerombolan gadis yang berjalan di belakang barisan Para Patriark, tetua, dan petinggi pemerintahan.


Menyadari perhatian Arya teralihkan, para Patriark dan jenderal Qian Tangjiang yang berada dihadapannya lantas menengokkan kepala ke arah tatapan pemuda itu tertuju.


"Oh, mereka adalah gadis-gadis tidak bersalah yang menjadi korban. Mereka sebelumnya ikut menyerang kita karena di kendalikan sebuah teknik tapi sekarang mereka sudah sadar dan akan segera di kembalikan ke tempat mereka masing-masing." Tanpa di minta jenderal Qian Tangjiang menjelaskan.


Arya mengangguk pelan, ia mengalihkan pandangannya menatap langit sambil memikirkan sesuatu.


****** 


Patriark Pao Shaowen mengebrak meja karena merasakan energi kegelapan dua tetuanya lenyap, yang artinya dua tetuanya itu sudah dapat dipastikan telah tewas. 


"Aku terlalu meremehkan kemampuan Pendekar kekaisaran ini, sepertinya ada pendekar kuat yang diam-diam memperhatikan pergerakanku."


Sambil mengepalkan tangannya, Patriark Pao Shaowen mulai mengingat-ingat segala informasi terkait perkembangan dunia luar, termasuk mengenai seorang pemuda yang telah membocorkan rencananya membangkitkan Raja Iblis, dan juga dugaan para tetuanya yang mencurigai bahwasanya ada kelompok Pendekar dari Kekaisaran Tang yang sedang mencari keberadaan mereka.


"Aku tidak mendengar adanya pendekar dari Kekaisaran Tang yang memasuki wilayah kekaisaran ini, kecuali para pengawal yang di pekerjakan Asosiasi Lotus Perak." Patriark Chao Yun Kwok membuka suara setelah semua tetua pergi menjalankan tugas, di ruangan tersebut kini hanya tersisa dirinya dan Patriark Pao Shaowen.


Memang bagi siapapun yang ingin memasuki sebuah negara ataupun kekaisaran mereka diharuskan melalui serangkaian proses, misalnya diharuskan menunjukkan tanda pengenal, surat izin dari tempat asal yang menjamin mereka agar di perbolehkan memasuki wilayah kekaisaran lain. Jika kedatangan mereka bertujuan untuk berdagang, maka mereka diharuskan mengisi formulir perjanjian dan mereka juga di haruskan membayar pajak setiap bulannya. Sementara bagi yang hanya sekedar berkunjung, maka mereka di haruskan mengisi data indentitas mereka secara lengkap dan setelah itu mereka diharuskan menunggu sampai mendapatkan izin dari pemerintah pusat, selain itu mereka juga memiliki batas waktu dan harus keluar jika batas waktu mereka sudah habis, tentu saja mereka dapat memperpanjangnya dengan membayar biaya tambahan ataupun mendaftarkan diri menjadi penduduk kekaisaran tersebut.


Semua data dokumen setiap orang yang keluar masuk Kekaisaran di kumpulkan oleh pemerintah setempat, sehingga informasi tentang siapapun yang memasuki wilayah kekaisaran Ming dapat di ketahui dengan rinci. Dan berdasarkan anggota Iblis Berdarah yang di tempatkan di wilayah perbatasan, Patriark Chao Yun Kwok mengetahui informasi jika tidak ada Pendekar dari Kekaisaran Tang yang memasuki wilayah kekaisaran Ming.


"Ku rasa jika benar tujuan mereka memang ingin mencari kita, pasti mereka datang dengan cara menyusup agar kedatangan mereka tidak di ketahui. Melihat kemampuan Pendekar di kekaisaran ini, tidak mungkin mereka dapat membunuh tetua kita. Jikapun mereka di keroyok pasti mereka dapat melarikan diri dengan mudah."  Patriark Pao Shaowen nampak sedang memikirkan sesuatu.


Patriark Chao Yun Kwok mengangguk pelan, "Jika begitu, sebaiknya kita lebih berhati-hati, jangan sampai rencana kita kembali gagal."

__ADS_1


"Aku sudah memikirkan solusinya, kita tunggu saja informasi selanjutnya. Jika seandainya situasinya memang buruk, kau ikut denganku untuk memindahkan tempat ritual persembahan." Patriark Pao Shaowen bangkit dari kursi kebesarannya.


"Memindahkannya? Aku tidak setuju, itu akan menghambat tujuan kita. Kurang dari 2 purnama lagi tujuan kita akan tercapai setelah melakukan ritual terakhir. Lebih baik perketat keamanan, tutup semua akses markas, jangan biarkan siapapun keluar masuk dengan bebas. Dan untuk mengumpulkan gadis serta bayi, kita kirimkan saja beberapa tetua." Patriark Chao Yun Kwok bangkit, ia berkata dengan lugas.


Patriark Pao Shaowen mengerlingkan mata melirik Patriark Chao Yun Kwok dengan tersenyum tipis. "Sudah ku bilang, kita lakukan hal itu jika situasi memang buruk. Lagipula lebih baik menunda sementara daripada harus memulainya dari awal bukan?"


Patriark Pao Shaowen berjalan keluar, berniat menuju ke altar persembahan. Karena memang hari ini adalah waktunya melakukan persembahan darah perawan dan bayi untuk ritual.


Sesampainya di altar persembahan, Patriark Pao Shaowen lantas memeriksa 7 gadis dan 7 bayi yang akan di tumbalkan.


Dengan muka datar, Patriark Pao Shaowen berjalan ke depan patung iblis bertanduk satu di kening dan bertangan empat.


"Lakukan seperti biasanya." Perintah Patriark Pao Shaowen pada beberapa bawahannya.


Beberapa anggota Iblis Berdarah dengan segera menyeret paksa 7 gadis ke beberapa bagian yang terdapat lingkaran simbol aneh. Mereka di baringkan di tempat masing-masing, begitu pula dengan 7 bayi yang akan di jadikan persembahan.


Masing-masing anggota Iblis Berdarah mengambil batu besar dan lalu memukulkannya ke kepala gadis dan bayi tersebut, yang membuat mereka seketika tewas dengan kepala pecah dan darah mengalir deras sampai ke bawah patung iblis yang ada di hadapan Patriark Pao Shaowen.


Tidak sampai di sana, setelah darah para tumbal tersebut sudah habis, para anggota Iblis Berdarah kemudian mulai menguliti tubuh korbannya dan di ambil dagingnya. Sementara tulang mereka di buang begitu saja.


Daging dan organ dalam para tumbal tersebut di kumpulan di bawah patung iblis. Dan sesaat kemudian terjadi keanehan, dimana dari patung tersebut keluar asap hitam yang bergerak menutupi daging persembahan. Beberapa detik setelahnya, asap itu kembali masuk ke dalam patung, dan daging yang tadinya bertumpuk sudah lenyap seolah telah di makan asap hitam itu.


Tiba-tiba mata patung iblis tersebut menyala merah, lalu terdengar suara dengan nada berat.


"Berhati-hatilah aku melihat ada seseorang yang akan mengacaukan rencanamu. Karena itu aku akan memberikan sebagian kekuatanku." Suara itu berhenti sesaat dan tiba-tiba muncul cahaya merah yang melesat ke tubuh Patriark Pao Shaowen. "Apa kau sudah menemukan tubuh yang cocok untukku?"


"Ampun Yang Mulia, aku.."

__ADS_1


"Sudah ku duga, kau memang bodoh dan lambat. Cari seorang pemuda dengan tanda lahir luka bakar di bagian dada. Orang itu ada di markasmu, bawa dia kesini." Setelah berkata demikian, mata patung tersebut perlahan meredup sampai akhirnya padam.


Patriark Pao Shaowen mengerutkan kening, dia kemudian memerintahkan para bawahannya yang ada di sana untuk mengumpulkan seluruh pemuda dan memeriksa dada mereka semua.


__ADS_2