
Dengan sekali hentakan kaki di udara, Hulao melesat dengan tubuh berputar, kedua tangannya yang memiliki cakar panjang di posisikan lurus ke depan. Layaknya kilatan petir, dia meluncur cepat menuju Demiao. Sepertinya kali ini Hulao sudah benar-benar berniat mengakhiri tetua Sekte Iblis Berdarah tersebut.
Dari putaran tubuh Hulao menciptakan suara berdengung seperti sekawanan lebah yang sangat mengganggu telinga.
Demiao seketika membelalakkan mata, dengan penuh kewaspadaan. Namun bagaimanapun dia mencoba menajamkan penglihatannya, dia sama sekali tidak mampu melihat pergerakan lawan.
Tidak ada lagi kesempatan bagi Demiao untuk selamat dari serangan tersebut, selain terluka parah, tetua Sekte Iblis Berdarah itu juga telah banyak kehilangan energi, membuatnya hanya bisa pasrah menyongsong kematian.
Serangan Hulao seolah seperti topan kecil bercahaya merah dengan ujung merupakan kuku-kuku tajam.
Braakkk...
Suara seperti daging terkoyak terdengar mengerikan, tubuh Demiao hancur berantakan, daging-dagingnya berhamburan, sementara kepalanya meluncur jatuh dan pecah menghantam bongkahan batu.
Pertarungan di dalam benteng kawasan kerajaan sepertinya akan segera berakhir, dimana seluruh pendekar aliran hitam dan hewan iblis telah tewas di bantai Honglong dan para tubuh bayangan Arya.
Kini hanya tersisa belasan pendekar aliran hitam yang bukan berasal dari Sekte Iblis Berdarah, mereka segera membuang senjata dan menjatuhkan diri.
"Jangan bunuh kami! Kami menyerah! Kami sebenarnya di paksa untuk ikut bergabung dalam penyerangan ini." Kata salah satu pendekar aliran hitam dengan nada bergetar ketakutan.
Honglong hendak menyerang, namun salah satu bayangan Arya segera menahannya. "Tunggu, biarkan pihak kerajaan yang memutuskan hukuman untuk mereka."
"Tapi tuan menyuruh menghabisi mereka se...." Honglong tidak bisa menyelesaikan kata-katanya ketika terdengar suara dentuman keras di atas langit.
Semua orang seketika mendongakkan kepala, di atas langit yang kini sudah terang benderang, terlihat gelombang energi terang merah menyebar ke segala penjuru.
Yihong Duan dan ke-tiga tetua Sekte Iblis Berdarah melayang di udara tidak sadarkan diri, sebagian tubuhnya hancur menjadi serpihan daging, bahkan satu kaki dan tangannya telah hilang.
Namun secara perlahan semua bagian tubuhnya kembali terbentuk, beberapa tarikan nafas berikutnya, tubuh mereka kembali utuh seperti semula.
Sebelum mereka terjatuh ke tanah, para tetua Iblis Berdarah tersebut membuka mata dan menarik nafas dalam-dalam.
"Iblis keparat! tubuhnya kembali pulih, apa mereka benar-benar tidak bisa mati?" Umpat Hao Cun yang melayang di atas ketinggian.
Ketika hendak kembali melanjutkan petarungan, Yihong Duan merasakan keanehan, dimana tidak terdengar lagi suara pertarungan, maka diapun mengalihkan pandangannya ke bawah.
Sepasang mata Yihong Duan melebar, tubuhnya sedikit bergetar menyaksikan semua pasukannya telah habis terbantai. "Mustahil.."
Mendengar perkataan Yihong Duan, salah seorang tetua yang berada di dekatnya menoleh, "Apanya yang mustahil?"
"Lihatlah sendiri..." Suara Yihong Duan terdengar bergetar, tangan kanannya di ulurkannya menunjuk ke bawah.
"Lalu apa yang harus kita perbuat sekarang?" Tetua yang bernama Cianlung nampak cemas, padahal dia adalah ahli strategi namun melihat situasi buruk di hadapannya, otaknya tiba-tiba menjadi buntu.
Yihong Duan akan membuka mulutnya ketika tiba-tiba sebuah energi kuat berdesing menderu ke arah mereka.
__ADS_1
Mereka hendak menghindar namun terlambat, serangan energi itu sudah menghantam tubuh mereka berdua.
Beruntung hanya tangan kanan Yihong Duan yang terkena serangan, meskipun kesakitan namun tangan itu masih bisa kembali tumbuh. Akan tetapi nasib sial menimpa Cianlung, dimana tetua Iblis Berdarah satu itu harus tewas karena energi serangan tersebut memenggal kepalanya sampai putus.
Sambil mengerenyit kesakitan, Yihong Duan langsung menyiapkan sebuah serangan dengan tombaknya ketika di rasakannya beberapa energi kuat tengah melesat ke arahnya.
Braaakk...
Serangan energi berhasil di tangkis, namun tubuh Yihong Duan terhempas terpelanting di udara. Belum sempat Yihong Duan menguasai diri, dari empat arah terlihat bayangan Arya melesat dan menghantam tubuhnya.
Duaaarrr..
Tubuh Yihong Duan tercerai berai, badannya hancur berlubang, kedua tangan dan kepalanya buntung.
Di arah lain, dua tetua lainnya juga mendapatkan serangan. Tidak ada perlawan berarti dari mereka, para bayangan Arya membakar mereka menjadi abu.
Melihat ke-empat lawannya dapat di bunuh dengan mudah, Hao Cun nampak terperangah tidak percaya dengan apa yang disaksikannya sendiri.
"Siapa sebenarnya mereka?" Diam-diam Hao Cun mencoba mengukur kultivasi orang-orang yang menutupi sebagian wajahnya tersebut.
Tidak dapat membaca tingkat kultivasi mereka, Hao Cun menggeleng pelan. Dalam hatinya dia berharap orang-orang misterius tersebut bukanlah musuh.
****
Gelombang energi sangat besar tercipta menerangi seluruh wilayah, tubuh Arya saat ini telah mendapatkan beberapa luka, bahkan punggung pemuda itu telah di penuhi banyak noda darah.
Luka-luka Arya kembali pulih dengan cepat, jika dia tidak memiliki tubuh istimewa mungkin saat ini tubuhnya sudah hancur terkena serangan dahsyat dari ratu hewan iblis.
Kultivasi ratu hewan iblis sendiri memang berada di atasnya, oleh sebab itulah pemuda itu membawanya bertarung di dimensi hutan hei'an. Menghindari kehancuran istana akibat dampak pertarungan mereka.
Ketika Arya masih terpelanting di udara, selarik cahaya merah kehitaman melesat cepat mengejar Arya ke arah daratan, tepat ketika tubuh si pemuda mencapai tanah, energi cahaya itu berhasil mengejarnya dan menciptakan ledakan sangat besar.
Daratan bergetar karena ledakan itu, semua tumbuhan, pohon, serta bebatuan terhempas hancur menjadi debu, terkena gelombang energinya.
Asap tebal bercampur debu membumbung tinggi ke atas langit, menutupi pandangan ratu hewan iblis, tapi dia sangat yakin bahwa lawannya pasti sudah tewas.
Serangan yang di luncurkannya itu bukanlah serangan biasa, melainkan salah satu jurus terkuatnya. Energi merah berwarna kehitaman adalah gabungan energi dari Qi dan kegelapan.
Sekali mengenai tubuh, energi itu akan merangsek masuk menggerogoti tubuh dari dalam hingga akhirnya terurai menjadi debu.
Sementara energi yang mengenai Arya tadi tidak hanya menyentuh, tetapi juga menciptakan efek ledakan yang sangat besar, sudah dapat dipastikan pemuda itu telah tewas tanpa meninggalkan jasad.
Guncangan daratan bahkan sampai terasa oleh hampir semua siluman termasuk para naga yang sedang bermeditasi.
"Ada apa ini?" Bertanya naga merah bernama Snowfan.
__ADS_1
"Kalian berdua, lekas cari tahu apa penyebab getaran tadi. Jika ada sesuatu yang mengancam, segera beritahukan kepadaku." Nuwa menunjuk Snowfan dan Gizu.
Dengan mengangguk, kedua naga itupun kemudian terbang meninggalkan Lembah Naga menuju sumber getaran.
Ratu hewan iblis masih tertawa merayakan kemenangannya, dia tidak memperdulikan keberadaan siluman-siluman yang memperhatikannya dari kejauhan, dimana dari besaran energinya saja, para siluman itu bukanlah lawan yang merepotkan untuknya.
Namun tawanya tiba-tiba lenyap saat merasakan aura kuat yang datang dari arah daratan.
"Tidak mungkin…!! ini…."
Ratu hewan iblis menyipitkan mata berusaha mencari sesuatu di balik asap tebal.
Yang di cari malah justru tahu-tahu muncul di atas kepalanya, Arya menarik tangan kanannya ke belakang, kepalan tinjunya yang di selimuti api dan petir telah siap untuk menghantam lawan.
Tidak siap dengan serangan dadakan, pukulan Arya dengan telak mengenai ubun-ubun ratu hewan iblis, pukulan tersebut langsung meledak tepat ketika menyentuh targetnya.
Tubuh ratu hewan iblis seketika meluncur deras menghantam daratan, kali ini ledakan dan getarannya dua kali lebih kuat daripada sebelumnya.
Tak lama berselang, Arya menoleh ketika merasakan adanya aura siluman melesat cepat menuju ke tempatnya.
"Kalian, apa kabar?" Arya mengusap tengkuknya dengan canggung.
Gizu dan Snowfan nampak memasang wajah tidak senang. Mereka memandang Arya sesaat lalu memandang ke bawah, dimana hutan hancur berantakan.
"Tuan, kenapa kedatangan anda selalu saja membuat kerusakan."
Arya dapat menangkap dibalik perkataan Gizu tersebut, mengandung sindiran keras dan rasa tidak suka terhadapnya.
"Maaf, aku melakukan semua ini karena terpaksa."
"Memang hal apa yang memaksamu melakukan kerusakan ini, ingin menguji jurus barumu?" Balas Gizu ketus.
"Lihat itu..." Arya mengibaskan tangan kanannya, seketika kepulan debu dimana ratu hewan iblis terjatuh, tersapu bersih segelombang angin.
"Makhluk apa itu? Kenapa wujudnya seperti Shenme.."
Snowfan nampak heran, awalnya dia mengira bahwa elang separuh singa yang terbaring di sana adalah Shenme atau Griffinhan. Namun ketika melihatnya lebih teliti, dia merasakan bahwa makhluk itu memiliki aura yang berbeda dari bangsa siluman, aura yang belum pernah ditemuinya selama ini.
"Dia adalah hewan iblis, atau dengan kata lain mereka adalah setengah iblis." Jelas Arya.
Di bawah sana, ratu hewan iblis diam-diam merasa ciut nyalinya saat melihat kemunculan dua siluman naga. Sebenarnya dia sangat ingin kembali menyerang pemuda itu, namun melihat dua naga itu nampak akrab dengan manusia yang menjadi lawannya, dia tidak mau bertindak gegabah.
Gizu mengangguk pelan, kemudian tiba-tiba dia menyemburkan energi hitam berukuran sedang, meluncur cepat ke arah ratu hewan iblis.
Alhasil, serangan bola energi hitam tersebut dengan telak mengenai targetnya, menciptakan ledakan besar dan membuat tanah kembali berguncang hebat disertai badai yang menerjang ke segala arah.
__ADS_1
Tubuh ratu hewan iblis tersebut seketika hancur menjadi beberapa bagian, gelombang energi dari ledakan menghamburkan serpihan tubuh itu ke segala penjuru.