Pendekar Naga Emas S2

Pendekar Naga Emas S2
Organisasi Yenmin


__ADS_3

Arya tiba-tiba menukik tajam turun memasuki sebuah kota tanpa melewati gerbang, dia penasaran dengan banyaknya orang yang nampak sedang mengerumuni seorang pemuda. Selain itu dia juga merasakan adanya aura negatif di dalam kota ini.


Setelah mendarat di tempat yang sepi, Arya segera mendekati kerumunan orang yang menarik perhatiannya. Ternyata disana ada seorang pemuda yang sedang melakukan atraksi pertunjukan.


Pemuda itu memanggil salah satu penonton untuk duduk di kursi yang telah ia siapkan. Lantas dia tersenyum penuh percaya diri lalu berkata, "Saudara-saudari sekalian, buka mata kalian dan perhatikan dengan baik-baik. Saya akan memperlihatkan pada kalian jika keajaiban itu benar-benar ada."


Selepas berkata demikian, pemuda itu mencekal tengkuk penonton yang ia suruh duduk tadi sampai tubuhnya terangkat naik. Kejadian yang tidak masuk akal dapat dilihat semua orang, dimana tubuh penonton yang duduk tersebut terbelah menjadi dua. Anehnya penonton tersebut masih hidup sambil berteriak-teriak histeris karena melihat kaki dan badannya terpisah. Kakinya berjalan-jalan sendiri, sedangkan tubuh bagian atasnya di tenteng pemuda itu.


Sontak saja kejadian itu membuat semua orang takjub sekaligus keheranan, mereka semua bersorak-sorai sambil bertepuk tangan.


"Luar biasa..!"


"Bukankah ini ajaib.."


"Bagaimana mungkin."


"Mungkinkah dia bukan manusia?"


Berbagai tanggapan terdengar dari beberapa penonton.


"Keajaiban apanya! Sihir rendahan dipamerkan..." Hulao berdecak pelan sambil tersenyum sinis.


Arya nampak serius memandangi pemuda yang melakukan pertunjukan tersebut, dia sama sekali tidak tertarik dengan pertunjukan pemuda itu. Ada hal lain yang membuat Arya bersikap demikian.


"Kembalikan kakiku!.." Ucap seseorang yang tubuhnya terbelah menjadi dua dengan ekspresi memelas.


Pemuda yang melakukan pertunjukan tersebut tersenyum sambil menatap ke arah kerumunan penonton di hadapannya. "Katakan padaku, apakah aku harus mengembalikannya?"


"Iya.." Ucap seluruh penonton serentak.


"Kembalikan kakiku!"


"Baiklah.." Pemuda itu menenteng tubuh orang tersebut, berjalan mendekati potongan kaki yang berjalan-jalan sendiri, lantas meletakkan tubuh orang itu ke posisi yang seharusnya. Seketika tubuh orang itu kembali menyatu.


Kembali suara tepuk tangan dan sorak-sorai seluruh penonton terdengar membahana.


"Karena kalian sangat menyukai trik ini, maka bersiaplah aku akan menunjukkan trik terbaikku." Ucap pemuda itu dengan begitu bersemangat.


Pemuda itu kemudian mengeluarkan sesuatu dari balik bajunya, lantas melemparkannya. Semua penonton dengan sigap beringsut mundur ketika melihat sesuatu yang panjang seperti ular.


"Perhatikan baik-baik, itu hanyalah tali, bukan ular." Ucap pemuda itu yang membuat semua penonton tertawa lega. "Aku yakin kalian pernah melihat ular menari, bukan. Tapi pernahkah kalian melihat tali menari?"


"Tidak.." Ucap seluruh penonton hampir bersamaan.


"Baiklah, hari ini saya akan melakukannya untuk kalian semua."


Perkataan pemuda itu membuat semua penonton menjadi antusias.


Pemuda itupun lantas mengambil seruling yang terselip di ikat pinggangnya, kemudian mulai memainkannya. Bersamaan dengan irama seruling terdengar, tali yang tergeletak di tanah terlihat meliak-liuk seperti ular yang merayap. Tidak sampai di sana, tali tersebut juga bisa mengangkat kepalanya, melakukan gerakan seperti ular kobra yang sedang menari mengikuti irama seruling.


"Luar biasa sekali..."


"Sangat mengagumkan..."


Seru beberapa penonton.


Hulao berkali-kali berdecak pelan, "Dasar manusia bodoh, jika hanya begitu saja, aku juga bisa."


"Kenapa tidak kau tunjukkan saja! Bukankah lumayan, kau bisa mendapatkan uang dengan cara seperti itu." Honglong tersenyum mengejek.


"Aku tidak membutuhkan uang. Apalagi mencari uang dengan cara seperti itu, sungguh memalukan." Balas Hulao ketus.

__ADS_1


"Benarkah? Lalu untuk apa kau mengumpulkan banyak harta di dalam goa kabut ilusi?" Arya berkata datar, dengan pandangan masih memperhatikan pemuda yang melakukan pertunjukan.


"Aku melakukannya karena di suruh pedang karatan itu."


Pedang Ilusi Penguasa Jiwa memang menyuruh Hulao untuk mengumpulkan harta dari orang-orang yang memasuki hutan ilusi, bertujuan untuk di berikan kepada seseorang yang nantinya akan menjadi tuannya.


Seolah tidak terima di sebut sebagai pedang karatan, Pedang Ilusi Penguasa Jiwa yang ada di dalam tubuh Arya mengeluarkan energi yang menekan Hulao, sehingga membuat Hulao jatuh berlutut.


Meski tekanan itu hanya di tujukan pada Hulao, namun pemuda yang melakukan pertunjukan seolah merasakannya. Pemuda itu nampak terkejut, dengan buru-buru dia melangkah menembus kerumunan penonton untuk menghilangkan jejak.


Arya segera berjalan mengikuti pemuda itu, tidak sulit baginya untuk menemukan keberadaan pemuda itu meskipun di tengah orang-orang yang berlalu lalang.


"Tuan, kenapa anda mengejarnya?" Tanya Honglong penasaran.


"Kalian nanti akan mengetahuinya sendiri." Arya masih berjalan santai mengikuti pemuda tersebut.


"Baiklah, aku akan menangkapnya untukmu tuan." Honglong segera melesat cepat menangkap bahu pemuda itu, namun ketika pemuda itu membalikkan badan, pemuda yang di tangkap Honglong tersebut berubah menjadi seorang gadis yang membawa barang belanjaan.


"Ilusi.. Sialan! Bagaimana bisa." Mata Honglong melebar, dia nampak kesal.


"Ada apa tuan?" Tanya gadis yang bahunya di cengkram Honglong.


"Ah, tidak apa-apa nona. Maafkan aku karena sudah salah mengenali seseorang." Balas Honglong dengan nada kesal, diapun kemudian kembali ke tempat Arya.


"Apakah ada yang salah dengan matamu? Kenapa kau malah menangkap gadis itu." Ejek Hulao.


"Tuan, tadi aku..." Honglong ingin menjelaskan namun segera di potong Arya.


"Kau tidak salah, pemuda itu memang telah menipu penglihatan kalian."


Honglong nampak bingung, namun ketika ia ingin bertanya, Arya mengangkat tangannya agar dirinya diam.


Tiba-tiba Arya menghilang, membuat Hulao dan Honglong mengedarkan pandangan, tidak berselang lama mereka berdua kembali merasakan aura Arya muncul di suatu tempat. Merekapun bergegas menyusul ke tempat Arya berada.


"Sial! Bagaimana dia masih bisa mengikutiku." Umpat pemuda itu, lalu buru-buru bangun dan hendak kembali melarikan diri.


Akan tetapi saat pemuda itu akan menggerakkan kakinya untuk berlari, tiba-tiba tubuhnya mematung bahkan untuk menggerakkan jari-jarinya saja dia tidak mampu.


"Tunjukkan wujud aslimu.." Ucap Arya datar.


Pemuda itu menyipitkan matanya, ekor matanya mencoba melirik Arya namun dia tidak bisa melihatnya, tubuhnya benar-benar tak bisa di gerakkan.


Hulao dan Honglong berkelebat cepat tanpa menarik perhatian para penduduk, sebab kecepatan mereka memang tidak dapat terlihat oleh manusia biasa. Kini mereka sudah berdiri di samping Arya sambil mengamati pemuda yang menarik perhatian tuannya itu.


"Apakah kalian tidak pernah bertemu hewan iblis?"


Pertanyaan Arya membuat Hulao dan Honglong segera dapat menarik kesimpulan bahwa pemuda yang mereka kejar tersebut adalah hewan iblis. Mereka memang tidak pernah melihat hewan iblis sebab mereka banyak menghabiskan waktu dengan bersembunyi ataupun meningkatkan kultivasi.


Arya sendiri juga baru kali ini berjumpa dengan hewan iblis. Namun dia dapat mengenali aura hewan iblis dari ingatan Kaisar Dewa Naga Emas, sebab itulah Arya sangat yakin bahwa pemuda tersebut adalah hewan iblis yang menyamar menjadi manusia. Selain itu Arya juga penasaran kenapa ketika melakukan perjalanan dia sering merasakan aura hewan iblis, namun dia tidak memperdulikannya selama mereka tidak mengancam manusia.


"Jika kau tidak mau menunjukkan wujudmu, maka baiklah aku sendiri yang akan membuka penyamaranmu." Arya melesatkan cahaya emas dari ujung jari telunjuknya ke tubuh pemuda tersebut.


Sesaat tubuh pemuda itu di selimuti cahaya emas sebelum tubuhnya berubah menjadi ular yang memiliki satu tanduk di kepalanya.


"Sekarang aku tanya, ada berapa banyak dari bangsa kalian yang menyamar dan membaur dengan para penduduk di kota ini?" Arya menatap mata hewan iblis ular tersebut dengan tajam.


Ular tersebut hanya mendesis sambil menatap Arya dengan tatapan marah.


"Bicaralah atau jangan salahkan aku jika memaksamu dengan caraku.." Bentak Hulao dengan aura menekan.


Aura itu membuat kepala hewan iblis ular tersebut ambruk, dia mendelik tidak menyangka akan bertemu seseorang yang memiliki kultivasi di atas Pendekar Suci di kota ini.

__ADS_1


Tiba-tiba muncul beberapa sosok berkelebatan dan mendarat di samping hewan iblis ular tersebut, mereka semua menatap Arya dan kawan-kawan dengan tatapan menyelidik.


"Dari organisasi mana kalian berasal?" Tanya salah satu dari mereka.


Orang-orang tersebut adalah organisasi pemburu hewan iblis dari Kekaisaran Tang, yang di kenal sebagai organisasi Yenmin. Mereka di kirim ke Kekaisaran Ming untuk mengabarkan bahwa saat ini para hewan iblis dari laut kuantan diketahui telah memasuki benua daratan timur.


"Kami bukanlah dari organisasi manapun, tuan. Kami hanya kebetulan merasakan aura aneh, dan tidak sengaja menemukan ular besar ini." Balas Arya dengan sopan.


Nampak orang-orang dari organisasi pemburu hewan iblis tersebut tidak langsung mempercayai perkataan Arya, sebab seluruh hewan iblis yang telah berhasil mereka tangkap, semuanya memiliki tujuan yang sama. Dimana tujuan hewan iblis adalah untuk mengumpulkan informasi terkait kekuatan yang dimiliki para pendekar di daratan timur sebelum benar-benar melancarkan serangan. Sebab itulah kebanyakan hewan iblis yang mereka buru rata-rata melakukan penyamaran, tidak mungkin hewan iblis berani menunjukkan dirinya terang-terangan apalagi di tengah kota.


"Begini saja tuan, aku mengerti kecurigaan kalian terhadapku. Sekarang coba lihatlah alat yang kalian miliki, apakah alat itu menunjukkan bahwa aku termasuk hewan iblis yang menyamar seperti kecurigaan kalian." Arya terlihat tenang.


Belasan orang dari organisasi Yenmin lantas berkelebat mengepung Arya, Hulao dan Honglong. Mereka semua semakin curiga, karena Arya mengetahui bahwa mereka memiliki suatu benda yang bisa mendeteksi keberadaan hewan iblis.


Salah satu dari mereka yang masih berdiri di samping ular hewan iblis nampak mengibaskan tangannya, seketika muncul sebuah bola kaca yang menyala merah berkedip-kedip terang. Dari dalam bola kaca tersebut terlihat jarum bercahaya biru menunjuk ke arah ular besar di sampingnya.


"Benda apa itu?" Hulao menyipitkan matanya karena merasa aneh dengan bola kaca yang menyala tersebut.


"Butuh waktu untuk menjelaskan semuanya, tapi intinya benda itu dapat mendeteksi keberadaan siluman, hantu maupun hewan iblis." Jelas Arya pelan.


Hulao dan Honglong terkejut, ekspresi mereka berubah sedikit panik. Meskipun orang-orang organisasi Yenmin bukanlah ancaman berarti bagi mereka, namun mereka jelas tidak mau penyamaran mereka sampai terbongkar. Jika hal itu terjadi, maka akan menimbulkan masalah bagi Arya.


"Maafkan atas kecurigaan kami pendekar." Pemimpin kelompok organisasi Yenmin menelangkupkan tangannya, dia merasa tidak enak karena telah salah mencurigai seseorang.


Arya tersenyum lalu membalas menelangkupkan tangan, sementara Hulao dan Honglong terlihat kebingungan.


Penyamaran Hulao dan Honglong tidak terbongkar karena telah di lindungi Arya.


"Kalau begitu biar kami yang mengurus ular iblis ini. Terimakasih karena telah menangkapnya." Ucap pemimpin kelompok organisasi Yenmin tersebut.


"Tidak, kami yang menangkapnya jadi kami yang akan mengurusnya." Arya tersenyum tipis.


Pimpinan dan semua anggota organisasi Yenmin nampak tidak senang. Mereka beranggapan Arya dan kawan-kawan ingin memanfaatkan ular iblis tersebut untuk tujuan tertentu. Pasalnya selain bisa di gunakan untuk mempercepat dalam meningkatkan kultivasi, darah dan bagian tubuh hewan iblis juga bisa di manfaatkan untuk eksperimen.


Memang jalan keabadian memiliki beberapa cabang, sehingga ada beberapa jenis kultivator maupun pendekar di dunia. Salah satunya dikenal sebagai pendekar siluman ataupun kultivator setan.


Mereka adalah seseorang yang menanamkan inti hewan iblis, darah maupun bagian tubuh tertentu dari hewan iblis berjenis sama pada tubuh mereka untuk memperkuat diri. Mereka yang melakukan hal tersebut akan mengalami mutasi, dimana pada akhirnya mereka tidak bisa di sebut lagi sebagai manusia.


Kebanyakan dari mereka akan mengalami mutasi dimana tubuh mereka akan tumbuh bagian tubuh baru. Dan yang berhasil menekan efek dari mutasi tersebut, mereka akan mengalami perubahan dari warna rambut, kulit ataupun mata.


"Tuan, aku tahu apa yang anda pikirkan. Percayalah, aku melakukan hal ini karena hewan iblis ular itu bukanlah berasal dari luar daratan kita. Tujuan ular itu sama seperti anda, dia ingin mengusir hewan iblis dari luar yang akan mengancam kehidupan di sini."


Pimpinan organisasi Yenmin tersentak kaget saat tiba-tiba dia mendengar suara Arya di kepalanya. Dia lantas kembali mengukur kultivasi Arya untuk memastikan, namun tetap saja dia melihat pemuda itu berada di tahap Pendekar Panglima. Suatu hal yang sangat mustahil menurutnya, dimana seorang Pendekar Panglima dapat menembus alam pikirannya tanpa bisa ia ketahui dan cegah.


"Siapa sebenarnya dirimu pemuda?"


Arya hanya tersenyum, lantas mengarahkan tangannya ke arah hewan iblis ular. Membuat tubuh hewan iblis ular tersebut mengecil seukuran tali, lalu menariknya dengan kekuatan pikiran hingga berada dalam genggaman tangannya.


"Anda bisa memanggilku Li Xian, Pendekar Naga Emas dari Lembah Petir." Ucap Arya sebelum berlalu pergi.


Orang-orang organisasi Yenmin ingin mengejar, namun segera di hentikan pemimpin mereka. "Berhenti, biarkan saja mereka pergi."


"Ada apa tetua? Bagaimana jika mereka menyalah-gunakan hewan iblis ular itu."


"Tujuan kita datang ke sini untuk menyampaikan kabar pada Kaisar Ming Yat Sun. Sebelum mendapatkan izin dari beliau, sebaiknya kita hindari pertarungan dengan para pendekar di sini. Lagipula pemuda itu bukanlah Pendekar biasa, aku merasa kemampuannya berada di atasku. Kalian dengar sendiri meskipun dia masih muda namun dia sudah memiliki gelar, itu jelas membuktikan bahwa pemuda itu memiliki reputasi di Kekaisaran ini."


Seluruh anggota organisasi Yenmin nampak tidak percaya, mereka mendengus pelan dan akhirnya terpaksa menuruti perintah tetuanya itu.


Sebagian penduduk yang berlalu lalang terlihat mengambil jarak saat berpas-pasan ataupun berada dekat dengan Arya. Mereka merasa jijik dan takut melihat pemuda itu memegang seekor ular di tangannya.


"Tuan, sekarang akan anda apakan ular itu?" Tanya Hulao heran.

__ADS_1


"Aku akan membantunya.." Balas Arya singkat dengan pandangan yang masih tertuju ke depan.


Hulao dan Honglong saling berpandangan seolah menginginkan penjelasan.


__ADS_2