Pendekar Naga Emas S2

Pendekar Naga Emas S2
Munculnya Pendekar Khusus


__ADS_3

Wei An nampak memasang wajah buruk, berkali-kali serangannya dapat di hindari lawan. "Tupai siluman sialan itu benar-benar sangat licin." Rutuknya dalam hati.


Mata Wei An seketika melebar saat di hadapannya Honglong tiba-tiba menghilang, dengan penuh kewaspadaan dia melepaskan Qi ke sekitar dalam jangkauan belasan meter. Dengan begitu dia akan dapat merasakan dan mengetahui arah serangan lawan.


Saat merasakan adanya pergerakan dari arah belakang, Wei An segera memutar tubuh dan menebaskan pedangnya, namun tebasannya hanya membelah angin, tetua Sekte Iblis Berdarah itu kembali berdecak kesal.


Merasa terus dipermainkan, kini Wei An mulai menggunakan energi kegelapan untuk meningkatkan kemampuannya. Dia mengacungkan pedangnya lurus ke atas lalu menotok beberapa bagian tubuhnya, sesaat kemudian tubuhnya tiba-tiba bergetar hebat, muncul aura hitam yang keluar dari dalam tubuhnya. Kini mata Wei An sepenuhnya hitam, dan terlihat kepulan asap hitam yang menyelimuti seluruh tubuhnya.


Dalam sekejap mata, Wei An melesat sangat cepat dan tahu-tahu sudah menghujamkan pedangnya ke tubuh Honglong.


Honglong sendiri nampak begitu terkesiap, dia tidak menyangka kemampuan lawan akan meningkat berkali-kali lipat dalam waktu secepat ini.


Hampir saja Honglong tewas dengan jantung berlubang, beruntung dia masih sempat menangkis ujung pedang tersebut menggunakan ekornya yang bisa memanjang.


Honglong kembali dibuat kaget karena asap hitam yang menyelimuti lawannya tersebut juga dapat bergerak menyerangnya, jantungnya dapat selamat dari tusukan lawan, namun perutnya yang buncit menjadi korban terkena sayatan asap hitam, maka dengan segera diapun melompat mundur menjauh.


"Kurang ajar! Energi aneh apa yang kau gunakan itu." Maki Honglong dengan wajah tersungut kesal.


Sudut bibir Wei An menyeringai tipis, kemudian tiba-tiba kembali melesat cepat. Honglong yang memiliki kultivasi lebih tinggi tentu dapat mengimbangi pergerakan Wei An, namun anehnya, gerakannya menjadi melambat dan energinya menjadi kacau saat bersentuhan dengan asap hitam yang menyelimuti tetua Sekte Iblis Berdarah tersebut.


Honglong yang merasa bertarung jarak dekat bukanlah pilihan yang bijak, diapun berusaha terus melebarkan jarak.


"Manusia sesat, jika kau hendak menyerang setidaknya beritahuku dulu."


"Hahaha, dasar siluman bodoh, jika menyerang dengan aba-aba, itu namanya bukanlah pertarungan, tapi berlatih tanding, kau sendiri beberapa kali menyerang dengan gerakan menipu," Wei An tertawa namun tidak menghentikan serangannya, malah justru kini dia semakin gencar dan ganas mengayunkan pedangnya.


Honglong terus mengumpat panjang pendek, menyesali dirinya karena tidak membunuh lawannya tersebut sedari tadi. Meski tetap yakin akan menang namun asap hitam yang menyelimuti lawannya itu benar-benar menyulitkan.

__ADS_1


Mendapati semua serangannya masih tidak membuahkan hasil, Wei An diam-diam menyiapkan 10 jarum beracun yang telah dilapisi energi kegelapan. Dia menyembunyikan jarum-jarum itu di balik lengan bajunya.


Selain Licik, para pendekar aliran hitam biasanya selalu memiliki cara curang dalam pertarungan, dan itu sudah melekat pada diri mereka, termasuk juga Wei An.


Gerakan Wei An yang sungguh cepat dan penuh tipuan, membuat Honglong tidak menyadari bahwa lawannya itu sedang mencari waktu yang tepat untuk melesatkan jarum beracun.


Saat Wei An kembali menebaskan pedangnya, dengan segera Honglong menahan serangan itu menggunakan ekornya. Pada saat itulah Wei An melontarkan jarum beracun tersebut menggunakan Qi nya, dari balik lengan bajunya 5 jarum melesat dengan kecepatan tinggi kearah ekor Honglong.


Merasakan ada sesuatu yang menancap pada ekornya, Honglong segera menendang udara, mundur menjauh. Matanya melotot saat mendapati terdapat 5 jarum telah menancap di ekornya, dia sungguh tidak menduga bahwa musuhnya itu akan berlaku licik, maka dengan kemarahan yang berada di ubun-ubun, Honglong menyabetkan ekornya kuat-kuat, jarum-jarum yang menancap di ekornya itupun melesat cepat ke arah Wei An.


Yang di serang malah tertawa, tatapannya menunjukkan kepuasan merasa telah menang dan sebentar lagi lawannya akan binasa karena racun miliknya.


Jarum-jarum yang melesat tersebut di tangkis Wei An menggunakan pedangnya dengan mudah.


Honglong dua kali memuntahkan darah berwarna hitam, itu artinya, racun dari jarum tadi telah masuk ke dalam tubuhnya.


Honglong tersenyum sinis, "Jangan percaya diri dulu, jika ingin bermain-main racun, aku ahlinya." Ucapnya dengan nada bergetar, marah.


Honglong tiba-tiba lenyap dari pandangan dan dalam sekejap ekornya telah melilit batang leher Wei An.


"Ucapkanlah salam perpisahan pada kehidupan ini." 


Krakk...


Terdengar suara patah. Tubuh Wei An meluncur deras ke tanah, sementara kepalanya masih terlilit ekor Honglong sebelum di campakkannya ke sembarang arah.


**** 

__ADS_1


Saat itu matahari masih belum menyembul dari ufuk timur. Menteri Yihong Duan bersama beberapa panglima dan seorang gadis kecil, membawa pasukannya masuk lebih jauh ke dalam wilayah istana. Tujuan mereka tidak lain adalah untuk mencari keberadaan Raja Zhou Lun yang di ketahui tengah dirawat di kediamannya yang berada di lantai 3 bangunan istana.


Setelah menembus penjagaan di gerbang masuk tembok pertahanan istana, mereka langsung di hadang oleh puluhan prajurit elit.


Para prajurit tersebut sebagian besar adalah pendekar raja dan bahkan ada beberapa yang telah mencapai Pendekar Kaisar, sebuah kekuatan militer yang sangat luar biasa. Memang semenjak kemunculan asosiasi lotus perak, kemampuan para pendekar di kekaisaran Ming mengalami peningkatan yang signifikan dan dalam waktu yang relatif cepat.


"Maaf kenapa tuan mentri dan panglima menyerang para penjaga?" Bertanya salah seorang prajurit dengan menggenggam pedang yang sudah terlepas dari sarungnya. Sikapnya jelas menunjukkan bahwa dia sangat siap bertarung, namun karena yang menerobos masuk adalah petinggi-petinggi kerajaan maka diapun masih menjaga sikapnya, tidak bisa bertindak gegabah dengan langsung menyerang.


"Hahaha..." Bukannya menjawab, menteri Yihong Duan malah justru tertawa dan lalu melepaskan penyamarannya.


Semua pasukannya dan para panglima yang datang bersamanya juga membuka penyamaran mereka. Hanya gadis kecil yang masih terdiam, berdiri di antara mereka dengan wajah datar. Bahkan para penyusup yang membuka penyamaran tersebut juga tidak sungkan-sungkan lagi memperlihatkan kultivasi mereka.


Melihat pasukan musuh di pimpin beberapa pendekar suci, membuat nyali para prajurit elit seketika menjadi ciut. Namun apa mau dikata tugas mereka harus siap mempertahankan kerajaan dengan darah dan nyawa.


Saat itulah tiba-tiba muncul seorang lelaki tua berkelebat dan mendarat tepat di hadapan pasukan musuh. Lelaki tua itu berambut putih pajang yang dibiarkan menjuntai, wajahnya sedikit keriput, sepasang alis dan matanya berwana biru. Ternyata dia adalah salah seorang pendekar khusus pelindung sang raja, yang bernama Hao Cun.


Nampaknya lelaki tua itu sudah menyadari kedatangan musuh di depan gerbang istana, sehingga dia langsung menuju ke tempat tersebut.


Kedatangan Hao Cun memberi semangat pada pasukan Kerajaan. Lelaki tua ini mengangkat tangannya dan menunjuk ke arah gadis kecil yang berdiri disamping Yihong Duan. "Tak perlu lagi berpura-pura, tunjukan saja wujud aslimu."


Pada saat yang sama, lelaki tua itu juga mengangkat tangan kirinya dan meneriakkan sesuatu. "Berhenti!"


Seluruh prajurit yang tengah bergerak hendak menyerang sontak berhenti.


"Kau tak pantas melihat wujudku tua bangka. Menyingkirlah dari sini, maka akan ku ampuni selembar nyawamu." Berkata gadis kecil itu lalu menyeringai tipis.


"Hmm... Baiklah, kalau begitu sepertinya tempat ini memang akan menjadi lautan darah.. mari lihat, aku atau kalian yang mati." Setelah berkata demikian, lelaki tua itu bergerak secepat angin hendak menyambar gadis kecil itu. Menurutnya dari sekian musuh, hanya gadis kecil inilah yang paling berbahaya.

__ADS_1


__ADS_2