Pendekar Naga Emas S2

Pendekar Naga Emas S2
Sosok Sebenarnya Biarawati


__ADS_3

"Serang!" Seru salah seorang murid sambil mengacungkan senjatanya ke atas.


Wuuusshh...


Gelombang angin tiba-tiba menghempaskan semua murid yang berlarian ke arah ular hitam.


"Sudah puas kalian bersandiwara.." Arya menyeringai tipis setelah mendarat di hadapan ular hitam raksasa.


Semua orang yang melarikan diri mendadak berhenti dan dengan sendirinya mereka membalikan badan ke arah biarawati. Semua itu adalah perbuatan Arya, pemuda itu menggunakan telekinesis yaitu teknik pengendalian pikiran untuk mengendalikan tubuh mereka semua.


"Apa maksudmu? Kenapa kau membawa hewan iblis ini kemari.." Bentak salah satu murid.


Arya menaikkan sebelah alisnya, "Masih berpura-pura! Kalian pikir aku tidak tahu siapa kalian sebenarnya..."


Arya memperlihatkan wajah sinis sambil mengibaskan tangannya, selarik cahaya emas tipis melengkung melesat cepat ke arah biarawati dan murid-muridnya.


Mereka semua hendak melompat menghindar, namun naas mereka tidak menyadari jika dari atas Hulao sudah melancarkan serangan.


Braaakk... Braaakk...


Tubuh belasan murid serta biarawati terpental terjembab ke lantai karena terkena benturan energi dari pukulan yang di lancarkan Hulao.


Bersamaan dengan tubuh mereka terjatuh, cahaya emas melesat mengenai tubuh mereka semua. Sejenak mereka keheranan karena tidak merasakan apa-apa, namun detik kemudian mereka baru sadar jika tubuh mereka telah berubah ke wujud asli.


Semua orang seketika melebarkan mata saat menyaksikan guru Ma ataupun biarawati yang selama ini mereka muliakan berubah menjadi hewan iblis berupa kerbau separuh manusia.


"Apakah ini nyata?"

__ADS_1


"Guru Ma... Dia berubah."


Berbagai tanggapan keterkejutan di lontarkan orang-orang, mereka nampak syok dan sedikit tidak percaya dengan apa yang mereka saksikan sendiri.


Arya tersenyum kecut melihat ekspresi orang-orang, dia lantas menoleh ke belakang. "Kenapa kau terlihat takut? Bukankah mereka yang kau cari. Sekarang hadapilah mereka!" Ucap Arya pada ular besar di belakangnya.


Ular hitam raksasa tersebut mendengus kasar, dia ragu dengan kemampuannya bisa menghadapi belasan hewan iblis kerbau tersebut, namun ia menguatkan mentalnya lalu melesat menyerang. Meskipun sadar akan kalah, namun dia juga percaya jika Arya akan menepati janjinya untuk membantunya.


Melihat musuh menyerang, belasan hewan iblis kerbau tersebut tidak tinggal diam. Mereka berlarian memberikan serangan energi secara bersamaan.


Belasan energi berlesatan ke arah ular hitam raksasa. Dengan secepat mungkin ular hitam tersebut mengeluarkan cahaya dari tanduknya untuk membuat perisai bertujuan melindungi diri.


Namun perisai itu tidak cukup kuat untuk menahan kekuatan semua lesatan energi tersebut. Ular hitam terpental sampai seluruh tubuhnya terangkat terhempas membentur bangunan.


Arya menggeleng pelan, dia sudah memperkirakan bahwa ular hitam tersebut akan kalah dalam satu kali serangan, karena memang kekuatan mereka terpaut jauh. Namun dari kepulan debu, ular hitam tiba-tiba melesat dan menyabetkan ekornya yang panjang ke arah seluruh hewan iblis kerbau.


Arya sedikit kagum dengan tekad ular hitam tersebut, dia tahu jika ular hitam itu sudah terluka dalam semenjak pertama kali bertemu dengannya. Namun ular hitam itu tetap berketad akan mengusir hewan iblis dari kota ini, walaupun hal itu harus di bayarnya dengan nyawanya. Setidaknya ular hitam itu ingin agar orang-orang tahu jika terdapat ancaman dari hewan iblis di dalam kota. Maka dari itulah Arya berniat membantu.


Ular hitam yang keheranan kemudian menatap ke arah Arya, dia mendapati pemuda itu mengangguk pelan. Ular hitam tersebut yakin jika pemuda itu telah membantunya dengan cara membuat lawannya tidak bisa bergerak sebagaimana yang pernah ia alami ketika berhadapan dengan pemuda itu.


Dari arah berlainan, Hulao dan Honglong bergerak cepat membabat setiap hewan iblis kerbau dengan serangan cakar mereka. Tidak sulit bagi keduanya melawan hewan iblis kerbau tersebut, sehingga dalam waktu singkat kini hanya tersisa sosok jelmaan kerbau dari biarawati.


Sebenarnya sosok kerbau separuh manusia yang memiliki tiga tanduk di kepala, jelmaan dari biarawati ingin melarikan diri. Namun Arya sudah mengunci tubuhnya sehingga dia tidak bisa bergerak sedikitpun. Pemuda itu juga melindungi semua orang dari pengaruh sihir yang di kerahkan beberapa hewan iblis kerbau serta pimpinannya.


Arya kemudian berjalan perlahan mendekati sosok jelmaan biarawati tersebut, tatapan pemuda itu begitu mengintimidasi. Arya memang ingin memberikan teror untuk meruntuhkan mental hewan iblis kerbau tersebut.


Tangan Arya bergerak ringan mencekik sosok jelmaan biarawati, dia menatapnya tajam sebelum sosok hewan iblis kerbau tersebut terbakar api biru dan berakhir menjadi abu.

__ADS_1


Bersamaan dengan tewasnya Biarawati, semua orang yang sebelumnya sembuh karena meminum air dari biarawati mendadak kembali sakit, bahkan ada beberapa yang juga turut tewas seketika.


"Air yang kalian minum darinya sebenarnya adalah cairan penyambung energi. Kalian tidaklah di sembuhkan, tetapi justru kalian telah di manfaatkan. Air yang kalian minum itu akan menggerogoti energi kehidupan kalian sampai tubuh kalian kering." Arya menghela nafas lalu mengeluarkan tabung kaca yang berisi pil. "Memang air itu memberikan efek seolah kalian sehat, dan untuk orang yang telah mati, mereka tidaklah hidup lagi namun tubuh mereka di kendalikan sihir jahat sehingga mereka terlihat hidup namun tidak memiliki jiwa."


Hanya sebagian orang yang mendengarkan perkataan Arya, karena kebanyakan dari mereka sedang meraung-raung kesakitan bahkan ada yang tidak sadarkan diri dan tewas.


Arya kemudian menoleh ke arah hewan iblis ular hitam, "Kau boleh pergi sekarang, beri tahu kelompokmu bahwa jika kalian berani mengusik kehidupan manusia. Aku tidak akan segan mencari dan menghancurkan kalian semua."


Sebenarnya Arya berkata datar namun ular hitam tersebut di buat bergidik ngeri sampai tanpa sadar ia beringsut mundur. Dia yakin Arya bukanlah sosok yang bisa di singgung.


"Terimakasih untuk semuanya, aku berjanji akan berusaha mencegah kelompokku untuk tidak mengusik manusia." Setelah berkata demikian, ular hitam tersebut merubah ukurannya sekecil cacing lalu masuk ke dalam tanah.


Selepas situasi kondusif, puluhan penghuni kuil keluar dari persembunyiannya. Mereka sangat terkejut saat menyaksikan kenyataan bahwa biarawati yang mereka panggil guru Ma adalah sosok jelmaan hewan iblis. Mereka tidak tahu lagi harus berbuat apa ketika itu, akhirnya mereka hanya bisa bersembunyi khawatir terkena dampak dari pertarungan.


"Tuan, sebenarnya apa yang terjadi? Dimana guru Ma?" Salah seorang gadis anggota kuil memberanikan diri maju, bertanya.


"Guru kalian itu sebenarnya sudah meninggal sejak lama. Sosok guru Ma yang kalian lihat beberapa bulan belakangan ini sebenarnya adalah jelmaan hewan iblis yang berusaha mempengaruhi semua orang di kota ini untuk tunduk kepadanya." Jelas Arya.


"Bagaimana anda bisa tahu tuan?"


"Apakah itu penting?" Arya memasang wajah tidak perduli lalu memberikan botol pil yang ia pegang kepada gadis yang bertanya tersebut. "Bagikan pil ini pada mereka semua yang sedang sakit."


Arya tiba-tiba lenyap seperti hantu, hal itu membuat gadis tersebut tersentak mundur. Semua orang yang melihat kejadian itu juga di buat terkejut, baru kali ini mereka melihat ada seseorang yang bisa menghilang begitu saja.


"Apakah dia hantu? Tapi apa mungkin ada hantu setampan itu." Gadis itu cepat-cepat menggeleng mengusir pemikirannya tersebut lalu memandangi botol pil di tangannya.


Honglong dan Hulao segera melesat terbang ke atas, mereka tahu Arya sedang melayang di atas sana.

__ADS_1


Selepas kepergian Arya, Hulao dan Honglong, dari arah pintu gerbang kuil masuk beberapa orang dari organisasi Yenmin. Mereka terkejut ketika melihat banyaknya orang yang tergeletak dan meraung kesakitan.


"Kita terlambat.." Pemimpin organisasi Yenmin menghela nafas panjang sebelum berkelebat ke arah hewan iblis kerbau yang terbaring tak bernyawa.


__ADS_2