
Hujan lebat tiba-tiba mengguyur begitu deras seolah seperti guyuran air terjun, suara hujan yang diterpa hembusan angin keras dan suara gemuruh petir berulangkali terdengar menimbulkan hawa menggidikkan siapa saja yang berada disana. Di bawah hujan lebat itu seorang manusia bertopeng melayang di atas hutan yang porak-poranda, di dekatnya melayang pula 2 ekor Naga raksasa, yang satu berwarna hitam dan yang satunya lagi berwarna merah. Tidak lain, tidak bukan mereka adalah Arya, Gizu dan Snowfan.
Mereka tengah menatap sesosok elang berbadan singa yang melayang sambil terus mengepakkan sepasang sayapnya. Kedua mata sosok yang tidak lain adalah ratu hewan iblis itu kini menyala merah terbakar oleh api dendam, tatapannya menggambarkan hasrat membunuh yang kuat. Paruhnya terdengar bunyi bergemeretakkan menahan rahang yang kian mengeras, empat cakarnya di selimuti sinar hijau yang menebar hawa panas.
Arya hanya memandanginya tanpa ekspresi, sementara 2 naga nampak menunjukkan keterkejutan serta rasa heran yang teramat sangat.
"Ini...!!" Gizu mengeluarkan pekikan pendek, tubuhnya sesaat terjingkrat sangking kagetnya melihat sosok elang berbadan singa itu ternyata masih hidup, padahal dia sangat yakin serangannya tadi telah menghancurkan tubuh makhluk tersebut.
"Mengerikan! Bagaimana mungkin dia masih hidup?.. apakah dia memiliki nyawa lebih dari satu?"
Arya menanggapi perkataan Snowfan dengan anggukan kepala, "Benar, dia memiliki nyawa lebih dari satu. Selain itu, dia juga memiliki teknik ilusi yang sangat merepotkan. Alirkan energi kalian pada kepala dan mata, agar penglihatan kalian tidak tertipu de..."
Belum selesai pendekar kita memberi keterangan, selarik energi sinar hijau menebar hawa panas telah di lesatkan ratu hewan iblis, membuat Arya, Gizu dan Snowfan buru-buru menghindar.
Selanjutnya, ratu hewan iblis tersebut langsung memburu Arya. Selagi bersiap menerkam targetnya dengan kedua cakar kaki depannya, ratu hewan iblis itu berseru lantang. "Kalian para naga jangan ikut campur! Menyingkirlah! Ini bukan urusan kalian!"
Melihat lawannya mendekat, Arya segera menggunakan teknik berpindah dimensi, membuat serangan ratu hewan iblis hanya menerkam angin. Sementara pada saat yang sama, Arya muncul di ketinggian dan langsung menghentakkan kedua tangannya ke segala penjuru.
Empat larik sinar keemasan meluncur cepat ke-empat penjuru, itu bukanlah sebuah serangan melainkan teknik segel pelindung.
Empat sinar emas itu kemudian meledak di udara, lantas energinya menyebar dan dengan sekejap membentuk kubah energi seluas puluhan ribu meter persegi.
__ADS_1
Ratu hewan iblis tidak memperdulikan apa yang dilakukan Arya, ketika mengetahui serangannya tidak mengenai sasaran, dia lekas-lekas mengedarkan pandangan mencari keberadaan lawannya.
Paruhnya di buka lebar-lebar, sebuah bola hijau berkilatan petir tercipta di depan paruh ratu hewan iblis itu, dan detik kemudian bola hijau tersebut menderu dahsyat melabrak ke arah Arya.
Gizu dan Snowfan terpaku menyaksikan cahaya hijau terang di kejauhan, mereka terlambat bergerak untuk menyelamatkan pemuda itu. Cahaya hijau tersebut menyeruak bagaikan meteor, namun anehnya bola cahaya hijau itu tiba-tiba menghilang dalam waktu sekejapan mata.
Tidak ada ledakan yang tercipta, bola sinar hijau itu seolah lenyap begitu saja.
Menyaksikan serangan yang di lancarkannya musnah tak berbekas, ratu hewan iblis membelalakkan mata tidak percaya. Di saat itu pula tubuhnya tiba-tiba terpelanting deras menghantam gunung sampai membuat gunung tersebut hancur rata dengan tanah.
Seperti dilanda gempa dahsyat, tanah berguncang hebat, dalam radius ratusan meter permukaan tanah retak parah, pepohonan bertumbangan, bongkahan tanah dan bebatuan bertaburan ke segala penjuru, cairan magma bercipratan mengalir memenuhi kubangan tanah yang luas serta dalam disana.
Langit yang semula tertutupi awan mendung, berubah terang menyilaukan. Dari arah langit selarik cahaya emas meluncur dengan kecepatan hypersonic menuju ke tempat hancurnya gunung.
"Apakah ini kekuatan Kaisar Dewa Naga Emas yang sesungguhnya?" Berkata Gizu menatap ngeri lesatan sinar emas di angkasa.
"Ku rasa kekuatan ini belum seberapa, Kaisar Dewa Naga Emas memiliki kekuatan yang lebih tinggi dari para dewa. Jika para dewa saja bisa menghancurkan dunia dan seisinya, maka Kaisar Dewa Naga Emas ku rasa bisa melakukan hal yang lebih dari itu." Balas Snowfan.
Selarik sinar emas menghantam tanah, namun kali ini tidak terjadi ledakan maupun getaran tanah, karena meskipun lesatan sinar emas itu begitu cepat namun ketika mencapai tanah, sinar tersebut melambat dan sampai di tanah dengan ringan seperti kapas.
Sinar itu tidak lain adalah Arya, tubuh pemuda itu sepenuhnya di lapisi sinar keemasan. Dia mendarat tepat tidak jauh di samping ratu hewan iblis yang tengah terkapar sekarat. Sebagian tubuhnya terbakar oleh cairan magma.
__ADS_1
Arya berjalan di atas lautan magma, dia melangkah pelan dan dengan cepat tiba-tiba tangan kanannya sudah mencengkram kepala ratu hewan iblis tersebut. "Sekarang saksikanlah sendiri bagaimana manusia rendahan ini akan mengambil selembar nyawa sang penguasa sepertimu."
Sepasang mata ratu hewan iblis terbuka, dengan tatapan nanar dipandanginya wajah manusia bertopeng di hadapannya. Rasa percaya dirinya musnah sudah, sebelumnya dia berpikir tidak mungkin ada manusia yang mampu menandinginya, namun kenyataan berkata lain.
Sekuat apapun dia, akan selalu ada makhluk yang lebih kuat, ratu hewan iblis mulai sadar dengan kesalahannya selama ini.
Mencari kekuatan tidak akan pernah ada habisnya, dia mulai bertanya-tanya akan semua tujuan hidupnya.
Untuk apa kekuatan ini? mengapa harus kuat jika akhirnya masih ada yang lebih kuat? apa gunanya keabadian jika pada akhirnya tetap harus mati? andaipun dia tidak mati, apa yang akan di capainya nanti?
Kekuasaan sementara? kejayaan sementara? atau pemujaan sementara? dan sampai kapan? dimana pada akhirnya itu akan tenggelam pada kebosanan dan kehampaan.
Tangan kanan Arya yang mencengkram kepala ratu hewan iblis nampak bergetar hebat, pemuda itu buru-buru menarik kembali tangannya sambil menggeleng pelan. Lalu tangan kanan itu di hujamkannya menembus jantung.
Sebenarnya Arya berniat menyerap energi ratu hewan iblis, namun energi ratu hewan iblis tersebut rupanya begitu kuat, dia takut energi yang diserap nantinya malah akan berdampak buruk terhadapnya.
Pemuda itu menarik jantung ratu hewan iblis, bersamaan dengan itu tubuh sang ratu hewan iblis itupun terkulai mati, terbakar hangus oleh cairan magma. Nampaknya jantung inilah yang menjadi pusat kekuatannya, jika jantungnya di ambil maka dengan itu pula tubuhnya akan melemah dan hancur.
Dipandanginya jantung yang masih berdenyut berlumuran darah hitam tersebut, tangan kanannya yang memegang jantung itu tiba-tiba mengeluarkan kobaran api biru.
Tercium aroma sangit bau daging hangus, beberapa tarikan nafas kemudian api biru yang berkobar tersebut lenyap, terlihatlah seonggok jantung dari sang ratu hewan iblis yang kini telah berubah menjadi sebongkah mutiara putih berkilat-kilat.
__ADS_1
Arya tersenyum, lalu diusapnya mutiara itu dengan tangan kirinya dan seperti sihir, mutiara itupun lenyap.